1,721,002 research outputs found
Fenomena Sosial dalam Kumpulan Cerpen Lelaki Datang Malam Karya Armini Arbain : Tinjauan Sosiologi Sastra
ABSTRAK
Renita, 1810742009. Fenomena Sosial dalam Kumpulan Cerpen
Lelaki Datang Malam Karya Armini Arbain, 2022. Jurusan Sastra
Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Padang.
Minangkabau yang berlandaskan pada adat basandi syarak, syarak
basandi kitabullah (ABS-SBK) menjadikan masyarakat Minangkabau hidup
menurut ajaran adat dan agama. Perpaduan antara adat dan syarak sebagai
tuntunan hidup menghindarkan masyarakat Minangkabau dari perilaku dan
tindakan yang tidak sesuai dengan norma menurut adat dan agama. Akan tetapi,
dalam masyarakat Minangkabau masih dijumpai perilaku yang tidak sesuai
dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah tersebut, seperti
yang terdapat dalam kumpulan cerpen Lelaki Datang Malam karya Armini
Arbain.
Penelitian terhadap kumpulan cerpen Lelaki Datang Malam menemukan
fenomena sosial dalam masyarakat di Minangkabau. di antaranya sebagai berikut:
fenomena dalam penyimpangan seksual, fenomena pelecehan seksual, fenomena
perkawinan orang Minang dengan luar Minang, fenomena ketimpangan peran
suami dan istri dalam rumah tangga, fenomena pergeseran peran mamak,
fenomena pendidikan perempuan, dan fenomena dalam penyeleseian tugas akhir.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dari karya
ke masyarakat dengan pendekatan menggunakan teori sosiologi sastra.
Kata Kunci: Fenomena, Sosial, Kumpulan, Cerpen, Armini Arbain
Dosen Pembimbing : Eka Meigalia, S.Hum, M.Hum, Yerri Satria Putra., S.S.,
M.A
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LELAKI DATANG MALAM KARYA ARMINI ARBAIN (ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS)
ABSTRAK
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LELAKI DATANG MALAM KARYA ARMINI ARBAIN (ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS)
Oleh: A.R. Puteri Nur Azizah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau menempatkan perempuan pada posisi yang dimuliakan dan dilindungi oleh kaum kerabat serta suaminya.Namun, dalam kumpulan cerpen yang berjudul Lelaki Datang Malam karya Armini Arbain ternyata perempuan mengalami tindak kekerasan. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bentuk kekerasan yang dialami perempuan Minangkabau dalam kumpulan cerpen Lelaki Datang Malam. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kekerasan terhadap perempuan Minangkabau dan bentuk perjuangan perempuan tersebut untuk memperoleh hak-hakya dalam kumpulan cerpen Lelaki Datang Malam. Penelitian ini menggunakan analisis kritik sastra feminis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dimulai dengan kedudukan dan peranan perempuan menurut adat Minangkabau. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya kekerasan fisik, psikologis dan ekonomi terhadap perempuan Minangkabau yang terjadi dalam ruang lingkup keluarga.
Kata Kunci : Kekerasan, Perempuan, Cerpen, Feminisme, Minangkaba
DAMPAK PERANG SAUDARA ANTARA PRRI DENGAN TENTARA PUSAT TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DALAM NOVEL BERGOLAK KARYA ARMINI ARBAIN DAN RONIDIN (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
ABSTRAK
ADE REVI YANNA HARAHAP. 1510721015. Dampak Perang Saudara Antara PRRI dengan Tentara Pusat Terhadap Kehidupan Masyarakat dalam Novel Bergolak Karya Armini Arbain dan Ronidin. Pendekatan Sosiologi Sastra. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 2020. Pembimbing I. Dr. Syafril, M.Si. Pembimbing II. Drs. Fadlillah, M. Si.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa PRRI yang terjadi di Sumatra Barat serta menjadi pokok utama yang menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat dalam novel Bergolak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perang saudara antara PRRI dengan tentara pusat terhadap kehidupan masyarakat dalam novel Bergolak karya Armini Arbain dan Ronidin.
Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Teori yang digunakan adalah teori Laurenson dan Swingewood yang menyatakan karya sastra sebagai manifestasi peristiwa sejarah dan keadaan sosial budaya. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis mengenai dampak perang saudara antara PRRI dengan tentara pusat dalam novel Bergolak. Teknik yang digunakan untuk menyimpulkan data adalah teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca novel Bergolak karya Armini Arbain dan Ronidin untuk memahami karya dan memahami data, teknik pengklasifikasikan data yang berkaitan antara peristiwa PRRI tersebut dan apa dampaknya terhadap kehidupan masyarakat yang ada dalam novel Bergolak, teknik analisis data yang dilakukan dengan menggunakan kajian sosiologi sastra untuk melihat bagaiman dampak yang terjadi dalam novel Bergolak karya Armini Arbain dan Ronidin, dan teknik penyajian hasil analisis data yang dijelaskan secara deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis, serta menarik kesimpulan dari analisis yang dilakukan.
Setelah dilakukan analisis data, dapat disimpulkan bahwa dampak perang saudara antara PRRI dengan tentara pusat terhadap kehidupan masyarakat dalam novel Bergolak Karya Armini Arbain dan Ronidin yaitu: peristiwa perang saudara merupakan suatu peristiwa yang sangat menyengsarakan masyarakat sehingga begitu banyak memunculkan penderitaan terhadap masyarakat sebagai korban selama perang saudara tersebut terjadi. Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa perang saudara tersebut meliputi, banyaknya korban jiwa, terjadi penyiksaan fisik, hilangannya identitas sosial, rusaknya tatanan kehidupan berkeluarga, memudarnya rasa percaya diri orang Minangkabau, penyalahgunaan wewenang militer, teror, bangunan dan sekolah-sekolah banyak yang hancur menyebabkan anak-anak harus putus sekolah, penghianatan, pemerkosaan, poligami, banyak keluarga terpisah dan banyak anak menjadi yatim sampai banyak nyawa menjadi tidak berharga dan banyak masyarakat yang mati sia-sia.
Kata kunci: Bergolak, PRRI, Dampak, Minangkabau, Sosiologi Sastra
Pengantar Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi
This video describe about the Introduction to Bahasa Indonesia for College students. The topic covers, the objective of learning Bahasa Indonesia, the history of Bahasa Indonesia, and the functions of Bahasa Indonesia. The video is delivered by lecturers of MKWU Bahasa Indonesia Universitas Andalas: Dr. Gusdi Sastra, M.Hum, Sonezza Ladyana, S.S, M.Hum, Armini Arbain, M.Hum, and Ronidin, S.S, M.Hum
ALAM SEBAGAI MEDIA KEHIDUPAN MANUSIA DALAM NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KAJIAN EKOLOGI SASTRA
This paper aims to describe the relationship of Literary Works (novels) to nature. Literary studies that emphasize the relationship of literature with nature entered into the realm of literary ecology and specifically called Literary Ecocritics. In the presentation of this paper it leads to a descriptive description as a characteristic of qualitative research. The scientific method applied in this study is the discourse approach that exists in eco-criticism. In the novel Kubah di Atas Pasir by Zhainal Fanani, nature is not only used as a setting of place and atmosphere in literary works but also an aspect that helps build the story and aesthetics of a literary work. In this novel, nature is used as a medium of communication by humans in their lives.
Keywords: Nature, eco-criticism, media, and literatur
PEMIKIRAN HAMKA DALAM NOVEL-NOVELNYA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGIS
In this article is discussed about the thought of Hamka contained in his novels. Hamka a man who has a multitalenta as a writer, thinker, writer, historian, and mufasir. That is, a Hamka not only as a writer but also as a thinker, writer, mufasir (interpreter of the Qur'an) and historian at the same time. The unification of the five qualities as above would be complementary to each other. Thus, when Hamka concocted a novel, her qualities as a thinker. writers, mufasir and historians will accumulate into his fictional work so that in the work of his novels there are a number of pithy thoughts. A number of thoughts contained in his fictional works can not be separated from the social realities of Hamka's life.
Keywords: Thought, Hamka, works of fiction, and social realit
- …
