54 research outputs found
RE-DESIGN LAYOUT RUANG AKOMODASI PENUMPANG KAPAL RO-RO DENGAN SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui [email protected], [email protected], atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 16 Maret 202
LEGUMINOSA MOLASES BLOK (LMB) DENGAN BAHAN PENGISI LIMBAH KULIT ARI BIJI KEDELAI DAN DEDAK PADI DITINJAU DARI KUALITAS FISIK DAN PALATABILITAS
Pembuatan Leguminosa Molases Blok (LMB) didasari oleh kurangnya ketersediaan pakan hijauan di musim kemarau. Perlu dilakukan pembuatan pakan alternatif dengan memanfaatkan leguminosa berupa Indigofera sp., limbah hasil pertanian dan agroindustri berupa kulit ari biji kedelai dan dedak padi sebagai bahan pengisi LMB yang dapat menyerap molases dan sumber energi. Dalam penelitian ini kulit ari biji kedelai dan dedak padi dicampur dengan bahan penyusun lainnya seperti molases, Indigofera sp., semen dan mineral mix, yang bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik (bau, warna, rasa dan tekstur) dan tingkat palatabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian 100% dedak padi dan 0% kulit ari biji kedelai, 50% dedak padi dan 50% kulit ari biji kedelai serta 0% dedak padi dan 100% kulit ari biji kedelai.Hasilpenelitian ini menunjukkanLMB dengan bahan pengisi kulit ari biji kedelai dan LMB berbahan pengisi kulit ari biji kedelai dan dedak padi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kualitas fisik bau, rasa dan tekstur LMB.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa LMB dengan bahan pengisi kulit ari biji kedelai dan LMB berbahan pengisi kulit ari biji kedelai dan dedak padi memiliki kualitasfisik yang sama baiknya denganLMB berbahan pengisi dedak padidan kualitas fisik LMB berupa warna memiliki kualitas fisik yang lebih rendah. Tingkat palatabilitas ternak terhadap LMB dengan rataan tertinggi ditunjukkan oleh LMB dengan bahan pengisi 100% kulit ari biji kedelai dengan rataan konsumsi sebanyak 46,48 g/ekor/3 jam.Kata kunci: LMB, kulit ari biji kedelai, dedak padi
Metode Penciptaan Tari Nyiru Koreografer Sunardi Di Kumpulan Seni Seri Melayu Kota Pekanbaru Provinsi Riau
This study aims to describe in detail about Sunardi's Nyiru Dance, This research was conducted at the Seri Melayu Art Collection, Pekanbaru City, Riau Province, starting from October 17, 2018 to February 10, 2019. Nyiru Dance is a dance originating from the Seri Melayu Art Collection created by a choreographer named Sunardi, this work was created in Pekanbaru in 2006 and displayed in the Idrus Tintin Art Building. The purpose of this work was created for the event at the Riau Provincial level dance parade. This dance tells about the habits of Malay people who use a household tool that is usually used to winnowing or putting an object. From this habit created a new dance work with the development of zapin, lenggang and joget movements. The method used by the author is a descriptive method of analysis using non-participant qualitative data. This work is useful for the author, namely to find out how the Method of Creation of Nyiru Dance by Sunardi, for the Sendratasik Study Program this research is expected to be one of the requirements to complete the S1 Islamic Education in the University of Riau in the Teaching and Education Faculty Sendratasik Education Study Program
Analisis Tari Kinayat Sindiran Pesan Koreografer Sunardi Di Sanggar Seni Megad Syah Alam Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau
This thesis aims to find out in detail about Tari Kinayat Says Message from Sunardi at the Megad Syah Alam Art Studio Lingga Regency, Riau Islands Province, this research was conducted in Sanggar Megad Syah Alam Art starting from October 17, 2018 - January 15, 2019. Kinayat Sindiran Pesan Dance is a dance originating from the Art Studio Megad Syah Alam created by a choreographer named Sunardi, this work was created in Daik Lingga in 2012 and displayed on Sasono Langen Budoyo Building. The purpose of this work was created for the event dance parade competition at the Riau Islands Province level. This dance tells about the meeting of Sultan Mahmud and Engku Hamidah who were children from Raja Ali Haji. Starting from an allusion to Sultan Mahmud's message to Raja Ali Haji through Abdullah Intermediary to replace Raja Ali's burden Hajj with the requirement to marry Engku Hamidah with Sultan Mahmud. Method used by the author is an interactive qualitative method of analysis with using non participant qualitative data. This work is useful for the writer namely to find out how the dance analysis of Kinayat Sindiran Message works Sunardi, for the Sendratasik Study Program this research is expected to be wrong one requirement to complete S1 Islamic Education in Riau University Teacher Training and Education Faculty Sendratasik Education Study Program
Fashioning femininities, making masculinities: gender, performance, and lived experience in Java, Indonesia
What can the lived experiences of performing artists in Java, Indonesia tell us about the production and negotiation of gender and local identity?
Drawing from ethnographic fieldwork conducted in Malang, East Java, author Christina Sunardi demonstrates ways individual performers have navigated cultural norms of masculinity and femininity to produce gender and place-based identity on- and offstage. Focusing on dancers who have participated in the performance of cross-gender dance, Fashioning Femininities, Making Masculinities provides insight into the lived experiences of men and waria performing female-style dance and women performing male-style dance.
Exploring onstage-offstage gender negotiations, gender fluidity, gender pluralism, and spirituality, this book is ideal reading for students of Gender and Sexuality Studies, Ethnomusicology, Dance Studies, Performance Studies, Southeast Asian Studies, and Cultural Anthropology
Kebijakan IMF terhadap perekonomian Indonesia pada masa kritis
Selama 32 tahun dibawah rezim Soeharto, Indonesia menggunakan sistem neraca pembayaran berimbang.Dengan angka pertumbuhan ekonomi yang fantastis sekitar 7% per tahun. Indonesia termasuk salah satu kelompok negara dengan kinerja ekonomi yang tinggi.Pertumbuhan ekonomi yang mendapatkan prioritas dari pemerintahan orde baru membuat politik menjadi barang tabu bagi masyarakat, kecuali bagi mereka yang memiliik akses dengan pemerintah
Makna Tradisi Jumat Pahing di Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang
Pada masyarakat Jawa masih kental budaya atau tradisi turun temurunnya yang dihormati dan diyakini sebagai suatu keharusan yang harus dilaksanakan. Salah satu budaya atau tradisi di Jawa yang dilaksanakan sampai sekarang adalah Tradisi Jumat Pahing. Tradisi Jumat Pahing merupakan tradisi masyarakat Desa Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, yang biasanya dilaksanakan setiap 35 hari sekali. Tradisi Jumat Pahing merupakan tradisi selamatan sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan nikmat dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan dari Tradisi Jumat Pahing adalah supaya mendapatkan keselamatan lahir maupun batin. Makna dari Tradisi Jumat Pahing adalah : 1) Bidang sosial yaitu sebagai pemersatu antar manusia untuk menjalin suatu hubungan sosial yang dapat menumbuhkan persatuan dan persaudaraan. 2) Bidang agama/religi yaitu menyatukan dan mempertemukan pemeluk agama yang berbeda sehingga masyarakat dapat hidup tenang dan damai. 3) Kehidupan ekonomi yaitu ekonomi masyarakat sedikit terangkat dengan adanya pasar tiban yang menjual makanan dan minuman bagi pengunjung. 4) Bidang pendidikan yaitu mendidik masyarakat termasuk para pelajar untuk memahami nilai-nilai kerukunan yang dapat memupuk persatuan dan kesatuan serta dapat menjadi masukan dalam mata pelajaran IPS khususnya Sejarah. 5) Bidang pariwisata yaitu dapat menjadi daya tarik wisata. 6) Membina kerukunan hidup masyarakat Desa Purworejo yaitu rasa kebersamaan yang dirasakan masyarakat pendukungnya sehingga dapat menciptakan suatu kerukunan yang lebih kokoh
Pengendalian Alih Funsi Lahan Non-Perkotaan Di Daerah Pinggiran Kota Makassar : Controlling Disiplace The Function Of Farm Non-Urban In Outskirts Of Town Makassar
Dampak Pengembangan Kawasan Wisata Tanjung Bunga Makassar Tehadap Perubahan rnFingsi Ruang Di Sektarnya
ANALISIS KURIKULUM SEJARAH TAHUN 2013 (Studi Kasus SMA Negeri 1 Surakarta)
Dwi Ari Nur Rokhmawati. NIM: S861208009. 2014. Analysis Of History Curriculum 2013 (A Case Study on SMA N 1 Surakarta). Thesis. First Counselor: Prof. Dr. Sunardi, M.Sc. Second Counselor: Dr. Sariyatun, M.Pd, M.Hum. Historical Education Study Program of Postgraduate Program of Surakarta Sebelas Maret University.This research aimed find out: (1) background of the curriculum in 2013, (2) a foundation curriculum in 2013, (3) the existence of historical subjects in the curriculum, 2013, (4) curriculum in 2013 provide space on the material and the development of innovative teaching history, ( 5) character education in the curriculum 2013. This study was taken place in SMA N 1 Surakarta.This study employed a descriptive qualitative method. The data source used included informant, place of activity in learning, and document. Techniques of collecting data used were in-depth interview, direct observation, and document study (content analysis) using purposive sampling technique. The data validity used was source, researcher, method, and theory triangulations. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing or verification.The results of this study are as follows: (1) curriculum as curriculum development in 2013 was born in 2006. (2) the development of the curriculum in 2013 based on the philosophical foundations of education philosophy of Pancasila and eclectic (3) subjects in the history curriculum in 2013 became one of the main subjects. (4) curriculum in 2013 provides an opportunity for teachers to develop learning materials with scientific history so that teachers not only teach the facts of history but also the history of the hidden or hidden history. (5) character education in the curriculum of 2013 is integrated in all subjects, supported the implementation of school culture and role models.Keywords: Curriculum, Teaching History, SMA Negeri 1 Surakart
- …
