5,735 research outputs found
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Karakterisasi Benih dan Perkecambahan Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) serta Respon Pertumbuhan Bibit terhadap Intensitas Naungan
Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) dikelompokkan ke dalam tanaman multi guna (multiple purpose trees). Tanaman aren merupakan tanaman paling luas yang bisa dimanfaatkan seluruh bagiannya dibandingkan dengan spesies palem lainnya. Potensi dari tanaman aren sangat tinggi dalam pemenuhan kebutuhan diversifikasi pangan terutama karbohidrat, sumber gula, sampai pemanfaatan sebagai bio-etanol. Pada kondisi lingkungan alami, aren membutuhkan naungan untuk tumbuh dengan baik. Selain itu banyak terdapat aksesi aren unggul lokal di setiap daerah Indonesia tetapi informasi mengenai deskripsi agronomis aksesi aren lokal belum ada. Penelitian terdiri atas 2 percobaan. Tujuan percobaan pertama adalah mempelajari karakter morfologi beberapa aren unggul lokal selama perkecambahan, sedangkan tujuan percobaan ke dua adalah menguji pengaruh perbedaan naungan terhadap pertumbuhan bibit aren di pembibitan. Percobaan 1 menggunakan 5 aksesi (Pematang Siantar, Bengkulu Lebong, Bengkulu Curup, Banten, dan Cianjur) dan 1 varietas (Kutai Timur) aren. Percobaan menggunakan metode deskriptif dengan mengamati karakteristik morfologi perkecambahan benih. Setiap aksesi dan varietas aren menggunakan 20 benih yang dikecambahkan di dalam polybag dan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 100 benih yang digunakan. Benih diamati sampai 90 Hari Setelah Semai (HSS) sampai munculnya apokol, plumula, dan radikula. Pengamatan panjang apokol, panjang radikula, dan panjang plumula diukur menggunakan 10 benih dari masing-masing aksesi dan varietas yang digunakan dan disemai terpisah. Percobaan 2 menggunakan bahan tanam aren varietas Kutai Timur dengan umur ± 5 bulan (2-3 helai daun). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah intensitas naungan dengan taraf 0, 32, 56, dan 64% menggunakan paranet. Setiap satuan percobaan terdapat 15 tanaman dan diambil 5 tanaman contoh serta satu tanaman contoh lainnya untuk setiap pengamatan destruktif setiap 8 minggu sampai 40 MSP. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa aksesi Pematang Siantar, Bengkulu Lebong, Bengkulu Curup, Banten, Cianjur, dan varietas Kutai Timur memiliki kisaran bobot buah 37.2–66.2 g, bobot benih 3.7–6.3 g, panjang benih 23.3–31.8 mm, diameter benih 17.6–20.7 mm, bobot basah benih 16.0–29.3 g, bobot kering benih 13.4–21.8 g, Potensi Tumbuh Maksimum (PTM) 66–100%, Daya Berkecambah (DB) 44–98%, kadar air benih 22–36%, rata–rata panjang apokol 9.6–14.0 cm (90 HSS), panjang radikula 17.6–27.2 cm (90 HSS), dan panjang plumula 8.3–19.2 cm (90 HSS). Perkecambahan benih aren dimulai dengan pembentukan apokol yang berguna sebagai jalur pergerakan embrio sebelum berkecambah. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit aren dipengaruhi oleh tingkat naungan yang berbeda selama pembibitan. Pemberian tingkat intensitas naungan 32, 56, dan 64% dapat meningkatkan peubah tinggi tanaman sebesar 69.2%, diameter batang sebesar 22.3%, panjang pangkal pelepah ke-6 dan ke-7 berturut-turut sebesar 48.4 dan 71.8%, panjang pelepah daun ke-7 sebesar 58.1%, nilai SPAD sebesar 28.7%, bobot biomassa total sebesar 106.4%, dan laju tumbuh relatif sebesar 28.6% dibandingkan dengan tanaman yang tidak dinaungi. Pemberian naungan 56 dan 64% dapat meningkatkan peubah panjang pelepah daun ke-6 sebesar 51.1%, luas daun sebesar 139.1%, kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total berturut-turut sebesar 74.9, 77,8, dan 75.7% dibandingkan dengan bibit aren yang tidak dinaungi tetapi tidak berbeda dengan perlakuan intensitas naungan 32%. Pemberian naungan 56% dapat meningkatkan peubah bobot basah, bobot kering, dan volume akar berturut-turut sebesar 125.5, 101.7, dan 118.3% dibandingkan dengan bibit aren yang tidak dinaungi tetapi tidak berbeda dengan perlakuan intensitas naungan 32 dan 64%
Pengayaan Lahan Revegetasi Pasca Tambang dengan Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.).
Kegiatan pertambangan memiliki dampak positif yang dapat menghasilkan
pendapatan negara, namun dampak negatifnya menyebabkan kerusakan lahan.
Revegetasi lahan pasca tambang memiliki harapan supaya tanah yang telah
marginal (dengan kondisi pH yang asam) dapat hijau kembali. Tanaman aren
tahan terhadap naungan, sehingga berpotensi untuk ditanam di bawah tegakan
hasil revegetasi agar lahan tersebut memiliki nilai ekonomi tanpa harus menebang
pohon-pohonnya. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan tanaman aren sangat
lambat, sehingga diperlukan perlakuan untuk mempercepat pertumbuhannya.
Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) diharapkan dapat meningkatkan
pertumbuhan tanaman aren, karena kemampuannya untuk membantu menyerap
unsur hara dan air, serta meningkatkan toleransi tanaman terhadap logam berat.
Penelitian ini terdiri atas 2 percobaan yang memiliki keterkaitan, yaitu (1)
evaluasi pertumbuhan aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) diinokulasi dengan
FMA dan pupuk P di pembibitan dan (2) tanggap pertumbuhan aren diinokulasi
dengan FMA dan pengapuran di lahan pasca tambang batubara.
Evaluasi pertumbuhan aren diinokulasi dengan FMA dan pupuk P
merupakan penelitian lanjutan yang menggunakan bibit aren berumur 19 bulan.
Percobaan menggunakan Racangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama
adalah pemupukan P dengan 2 taraf yaitu tanpa pemupukan P dan pemupukan P;
dan faktor kedua adalah inokulasi FMA dengan 3 taraf, yaitu tanpa FMA (M0),
FMA indigenous (M1), dan FMA mycofer (M2). Hasil percobaan mengenai
evaluasi pertumbuhan bibit aren selama di pembibitan menunjukkan perlakuan
pemupukan P dan inokulasi FMA tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi
tanaman, jumlah pelepah daun, panjang rachis, diameter, kehijauan daun, jumlah
spora dan kolonisasi akar. Setelah berumur 19 bulan bibit aren yang semula tidak
diinokulasi dengan FMA (kontrol) menjadi terinfeksi FMA.
Percobaan di lahan pasca tambang menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) perlakuan kombinasi FMA dan pengapuran. Perlakuan kombinasi FMA
dan pengapuran sebagai berikut, yaitu MaK0 (bibit bermikoriza tanpa diinokulasi;
tanpa pengapuran), MaK1 (bibit bermikoriza tanpa diinokulasi; pengapuran 30 g
tanaman-1), MiK0 (bibit inokulasi FMA indigenous; tanpa pengapuran), MiK2
(bibit inokulasi FMA indigenous; pengapuran 60 g tanaman-1), MmK0 (bibit
inokulasi FMA mycofer; tanpa pengapuran), dan MmK3 (bibit inokulasi FMA
mycofer; pengapuran 120 g tanaman-1). Hasil percobaan di lahan pasca tambang
menunjukkan perlakuan kombinasi FMA dan pengapuran tidak berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman, panjang rachis, diameter, jumlah pelepah daun, jumlah
spora dan kolonisasi akar. Bibit aren yang telah terinfeksi dengan FMA dapat
tumbuh dan memberi respon pertumbuhan yang baik dengan aplikasi pengapuran
maupun tanpa pengapuran
Strategi pemasaran produk gula aren di Desa Partimbalan Kabupaten Simalungun
Aren adalah salah satu keluarga palma yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat tumbuh subur di daerah tropis termasuk Indonesia. Tanaman aren bisa tumbuh disegala macam kondisi tanah berlempung, berkapur maupun berpasir. Gula aren menjadi salah satu konsumsi favorit dari masyarakat Indonesia, karena memiliki berbagai manfaat salah satunya untuk kesehatan seperti baik untuk penderita diabetes, pencegah anemia serta digunakan sebagai pemanis alami dalam pembuatan berbagai jenis makanan dan minuman. Salah satu daerah pembuat gula aren adalah Desa Partimbalan. Pembuatan gula aren dijadikan sebagai alat meningkatkan pendapatan keluarga. Namun permasalahannya adalah strategi pemasaran yang dilakukan masih minim. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran produk gula aren di Desa Partimbalan dan untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi pengrajin gula aren dalam pemasaran produk gula aren di Desa Partimbalan Kabupaten Simalungun.
Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan strategi pemasaran produk gula aren, sehubung dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan strategi pemasaran yang membahas tentang pengertian strategi, pemasaran dan analisis SWOT produk gula aren.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah penyadap pohon aren 10 orang, pengrajin gula aren 14 orang dan agen 2 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sementara teknik analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran produk gula aren di Desa Partimbalan masih sangat minim dikarenakan masyarakatnya masih belum paham mengenai strategi pemasaran yang tepat dan masih terkendala tentang pemahaman dalam mempromosikan produk gula aren yang dihasilkan. Dari hasil identifikasi analisis situasi lingkungan faktor eksternal dan internal strategi pemasaran produk gula aren ini memiliki peluang dan sudah layak untuk dikembangkan dan bersaing sehingga sangat memungkinkan untuk terus melakukan ekspansi untuk peningkatan yang lebih besar dalam meraih penjualan di Desa Partimbalan Kabupaten Simalungun tetapi di pihak lain para pengrajin gula aren menghadapi kendala internal. Strategi ini fokus pada strategi SO (Strength-Opportunities), yaitu menciptakan strategi yang maksimal untuk peluang yang dimiliki
PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH CAIR AREN (ARENGA PINNATA MERR) DAN KOTORAN SAPI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIOGAS PADA KAWASAN INDUSTRI TEPUNG AREN, DESA DALEMAN, KECAMATAN TULUNG, KABUPATEN KLATEN
Production aren flour is the fluid waste exceed the regulation directly
throw to the water body as in Bendo river in Klaten, it causing environmental
pollution. Aren liquid waste source from aren plants that have high organic
content dan cow manure is good substrat for biogas production because of the
methanogen bacteria to metan gas production within stomatch of ruminansia
animal. So The combination f those both can be utilize to produce biogas as an
alternative to reduce the use of LPG. C/N rasio value of aren liquid waste is 15
and need to mixture another raw material with higher C/N ratio such as cow manure
is 24.
An batch anaerobic reactor was used in this experiment. There are 5
variation composition of aren liquid waste and cow manure in this experiment
which is 1 : 0,25, 1: 0,5, 1: 0.75, 1: 1 dan 1: 1,25. Sample was filled to the 14 liter
capacity of digester by 11 litre of waste mixture and 3 litre of water. Then
incubated at 25C � 30C during 50 days. Parameter measured was the volume of
biogas, methan gas, C/N ratio of the mixture, dry material (% DM) and dry
organic material (%ODM), pH and temperature. methan resulted analyse everyday
by gas holder. The consentration of methan was tested using Gas Chromatography
(GC).
The experiment result showed that the best composition of cow manure an
aren liquid waste was 1:1,25 produce 58 litre biogas and 42%. methane gas. If
applied to the industry scale it can reduce the use of 105 tube LPG/month with 3
kg of capacity. The other benefition of aren liquid waste utilization can reduce the
use of water and cow manure in biogas production
KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI GULA AREN DI KECAMATAN TELAGA BIRU, KABUPATEN GORONTALO
Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala merupakan dua desa yang ada di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang baik yakni pertanian gula aren. Lokasi penelitian dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani gula aren di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Seluruh petani gula aren dijadikan  responden dalam penelitian ini, jumlah responden 159 petani yang terdiri dari 109 responden di Desa Dulamyo Utara dan Desa Tonala 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi tingkat pendidikan di Desa Dulamayo Utara yang tidak sekolah 61%, SD 34%, SMP 3% dan SMA 2 %. Desa Tonala adalah 75% yang tidak sekolah, 25% SD. Tingkat umur petani Desa Dulamayo Utara berumur 15-25 tahun sebanyak 18%, 26-35 tahun sebanyak 28%, 36-45 sebanyak 32% untuk yang berumur 46-55 tahun sebanyak 11%. Desa Tonala umur 15-25 tahun sebanyak 5%, 26-35 tahun sebanyak 25%, 36-45 tahun 55%. Aset kepemilikan petani gula aren yang ada di Desa Dulamyo Utara yaitu kebun sebanyak 90%, pekarangan rumah 10%, Desa Tonala 80% memiliki kebun untuk pekarangan rumah 20%. Kondisi sosial ekonomi petani gula aren di lihat dari tingkat pendapatannya, petani gula aren di Dulamayo Utara memiliki pendapatan pokok sebesar 37%, yang jumlah pendapatannya berkisar antara 1-2 juta, pendapatan sampingan (berdagang, ojek, serabutan dan lain-lain) sebesar 63% yang berkisar antara 2-3 juta . Tingkat pendapatan petani gula aren di Desa Dulamayo Utara dan Desa Tonala termasuk dalam golongan keluarga sejahtera I atau termasuk dalam kategori pendapatan rendah atau kurang baik. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor alam maupun dari manusia itu sendiri.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan,Tingkat Umur, Aset Kepemilikan, Pendapatan dan Jenis Pekrjaan. Kecamatan Telaga Bir
Developing Guidebook of Sexual Violence Prevention and Control in Universitas Ahmad Dahlan
Higher education should be a safe and comfortable place for students to receive education. However, in reality, many cases of sexual violence occur in the university environment. Many victims of sexual violence do not dare to report the incident to the authorities. Meanwhile, some victims who have reported their cases have not received a resolution to the problems they complained about. Based on the results of a student needs survey, as many as 64.7% of students need a guidebook for preventing and controlling sexual violence. Based on the survey results, the author aims to research and develop a guidebook for preventing and controlling sexual violence. After going through four stages of R&D 4D model, this guidebook contains the background, scope, juridical and empirical studies, and mechanisms for preventing and controlling sexual violence. Based on the results of media expert validation tests, this book obtained an Index Aiken’s V Coefficient of 0.81 which is in the high category. Meanwhile, the results of material expert validation tests show that the Index Aiken’s V Coefficient of this book is 0.83, which is also included in the high category. This guidebook will be used as a reference in realizing efforts to prevent and overcome sexual violence in the higher education environment, especially at Universitas Ahmad Dahlan
Peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengolahan gula aren di Desa Hulim Kecamatan Sosopan
Gula aren menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan sebab seperti yang diketahui gula aren atau gula merah ini sangat bernilai ekonomi dan memiliki permintaan pasar yang besar. Namun tanaman aren ini belum dikembangkan oleh para petani, padahal jika pohon aren ini di kembangkan, jumlah produksi nira aren juga akan betambah dan membuat produk gula aren ini meningkat. Jika dilihat dari sudut pandang pemanfataan, produk ini dapat memenuhi kebutuhan ekspor maupun impor jika dikembangkan terus menerus sehingga mampu meningkatkan pendapatan para petani aren, pembahasan penelitian ini berkaitan dengan pendapatan masyarakat pengolah gula aren, sehubungan dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan pendapatan. Pendapatan merupakan berapa banyak upah yang diperoleh seseorang dari tempat bekerja dalam jangka waktu tertentu sebagai imbalan atas faktor penciptaan yang mereka sumbangkan membentuk barang-barang publik, penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat pengolah gula aren di Desa Hulim Kecamatan Sosopan berjumlah 6 responden, sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan dari pengolahan gula aren di Desa Hulim Kecamatan Sosopan adalah sebesar 3.000.000 keatas gula aren dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat Desa Hulim Kecamatan Sosopan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan melalui usaha pengelolaan sumber daya alam yaitu produksi gula aren oleh masyarakat desa Desa Hulim sangat berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan. Hal ini dibuktikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat namun kebutuhan tersebut dapat tepenuhi
Flexible superconducting ceramic polymer composites and method of making same, U.S. Patent 5,108,981
Superconducting ceramic material is woven into an interconnected structure and embedded in a polymer to produce a flexible, superconducting ceramic material. The polymer also provides protection from moisture. The ceramic polymer composite is fabricated by soaking a carbon fabric in a solution of metal nitrates, ethylene glycol and citric acid to yield a nominal composition of, for example, YBa2Cu3O7-x. Heat treatment results in the decomposition of the nitrates, organics and carbon fabric to produce an interconnected structure of the superconducting ceramic material which takes the shape of the original carbon fabric on a reduced scale. In addition, the processing conditions yield significant grain orientation. The superconducting grains of the ceramic material align along the direction of the original fabric weave which provides an improvement of the critical current densities
Strategi pengembangan usaha gula aren di Desa Tambangan Tonga Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal
Rendahnya kualitas tanaman pohon aren sehingga mengalami penurunan pendapatan dan banyaknya persaingan antara sesama pengusaha produksi gula aren. Penjualan gula aren di Desa Tambangan Tonga pada setiap tahunnya tidak mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari menetapnya jumlah produksi setiap bulannya tanpa ada peningkatan. Pengusaha gula aren di Desa Tambangan Tonga dituntut untuk mengetahui serta menganalisis kondisi faktor-faktor internal dan eksternal usaha. Hal tersebut penting dilakukan agar dapat menciptakan strategi alternatif dalam mengembangkan usaha gula aren di Desa Tambangan Tonga. Penelitian ini memfokuskan strategi yang akan digunakan untuk pengembangan usaha gula aren dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengembangan usaha gula aren di Desa Tambangan Tonga Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun yang menjadi subjek penelitiannya adalah kepala desa Tambangan Tonga, 5 petani sekaligus pemilik usaha gula aren dan beberapa pelanggan gula aren di Desa Tambangan Tonga Kecamatan Tambangan dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, editing, rekontruksi data dan menarik kesimpulan serta teknik penjamin keabsahan data, ketekunan penelitian dan menambah bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis SWOT strategi pengembangan yang harus dilakukan usaha gula aren adalah strategi W-O (Weakness-Oppoutunities) yaitu memanfaatkan pemerintah setempat untuk menambah peralatan pengolahan produksi gula aren yang lebih modern sehingga produksi gula aren meningkat dan dapat dilakukan dengan waktu yang cepat. Menciptakan tampilan gula aren lebih bagus lagi dengan cara dikemas dalam kemasan yang tertera merk produk dan umur produksi agar penjualan gula aren lebih meningkat dan dikenal oleh masyaraka
- …
