1,720,956 research outputs found
Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Dalam Materi Local Super Antimagic Total Face Coloring
Kemampuan berpikir kreatif sangat penting di era abad ke-21, karena di
era abad ke-21 setiap orang harus mempunyai keterampilan 4C‟s yaitu critical
thinking, communication, collaboration, dan creativity. Namun dalam
pembelajaran masih belum memaksimalkan keterampilan berpikir kreatif pada
mahasiswa. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan diterapkan penelitian
berbasis Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
mahasiswa. Discovery Learning adalah model mengajar yang mengatur proses
pembelajaran sehingga mahasiswa tersebut memperoleh pengetahuan yang
sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau
seluruhnya ditemukan sendiri. Metode penelitian yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah metode yang menggabungkan antara metode kualitatif dan
metode kuantitatif atau bisa disebut metode gabungan. Penelitian ini akan
melibatkan 86 mahasiswa yang terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen
dan kelas kontrol yang terdiri dari 42 mahasiswa dari kelas kontrol dan 44
mahasiswa dari kelas eksperimen. Hasil dari penelitian akan diperoleh melalui
post-test dan pre-test.
Hasil penelitian ini diperoleh melalui post-test dan pre-test. Sebelum
kegiatan penelitian, kami menguji homogenitas dari dua kelas dengan
menggunakan hasil pretest. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig adalah 0,913>
0,05, sehingga perbedaan rata-rata dua kelas tidak signifikan. Ini menyiratkan
bahwa dua kelas itu homogen. Selanjutnya, kami juga menguji normalitas, dan
akhirnya kami memiliki analisis data postest. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai independent t-test terhadap
post-sig s. (2-tailed) 0,000, karena 0,000 <0,05 maka ada perbedaan rata-rata
antara nilai post-test dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan
keterampilan berpikir kreatif siswa menunjukkan bahwa 39% dikategorikan
sebagai berpikir kreatif tingkat sangat kreatif, 43% dikategorikan berpikir kreatif,
16% dikategorikan berpikir cukup kreatif, dan 2% dikategorikan berpikir kurang
kreatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning
dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa
PENGEMBANGAN INDIKATOR 4C’s YANG SELARAS DENGAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMA/MA KELAS XII SEMESTER I
Pendidikan adalah suatu proses memperoleh pengetahuan dan
keterampilan peserta didik supaya mampu berkembang, dan dengan demikian
akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk siswa
bersaing di dunia. Pendidikan di Indonesia kususnya pendidikan matematika
rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia. Oleh karena itu
untuk menyiapkan tuntutan masa depan siswa agar dapat berkembang di dunia,
maka harus dilakukan perubahan yang mendasar dalam pembelajaran matematika.
Beberapa negara maju didunia telah menggunakan inovasi baru dari P21
yang terbukti hasil PISA dan TIMSS mereka jauh diatas Indonesia. Inovasi baru
tersebut adalah indikator 4C’s yaitu critical thinking, communication,
collaboration, dan creativity (P21. Org, 2016). Oleh karena itu 4C’s perlu
dikembangkan di Indonesia terutama dalam pelajaran matematika. Penelitian ini
mengembangkan indikator 4C’s yang selaras dengan Kurikulum 2013 pada mata
pelajaran matematika kelas XII semester 1.
Pada penelitian ini proses pengembangan indikator 4C’s mengacu pada
pengembangan model plomp. Pengembangan indikator dilakukan dengan
berdasarkan KD yang terdapat pada silabus kurikulum 2013 yang terbaru. Setiap
KD harus memuat kemampuan 4C’s. Pembuatan indikator mengacu pada
keterampilan P21. Masing-masing indikator kemudian diberi penjelasan tentang
kegiatan pembelajaran agar lebih jelas maksud dari indikator yang dibuat.
Selanjutnya membuat lembar validasi untuk menilai pencapaian indikator
yang telah dikembangkan. Pada lembar validasi terdapat kriteria penilaian yang
terdiri dari 7 kriteria penilaian. Dan untuk skala penilaiannya disusun dengan
skala 1-4 dengan dilengkapi pedoman penskoran setiap skalanya (rubrik
penilaian)
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Dalam Materi Local Super Antimagic Total Face Coloring
Kemampuan berpikir kreatif sangat penting di era abad ke-21, karena di
era abad ke-21 setiap orang harus mempunyai keterampilan 4C‟s yaitu critical
thinking, communication, collaboration, dan creativity. Namun dalam
pembelajaran masih belum memaksimalkan keterampilan berpikir kreatif pada
mahasiswa. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan diterapkan penelitian
berbasis Discovery Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
mahasiswa. Discovery Learning adalah model mengajar yang mengatur proses
pembelajaran sehingga mahasiswa tersebut memperoleh pengetahuan yang
sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau
seluruhnya ditemukan sendiri. Metode penelitian yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah metode yang menggabungkan antara metode kualitatif dan
metode kuantitatif atau bisa disebut metode gabungan. Penelitian ini akan
melibatkan 86 mahasiswa yang terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen
dan kelas kontrol yang terdiri dari 42 mahasiswa dari kelas kontrol dan 44
mahasiswa dari kelas eksperimen. Hasil dari penelitian akan diperoleh melalui
post-test dan pre-test.
Hasil penelitian ini diperoleh melalui post-test dan pre-test. Sebelum
kegiatan penelitian, kami menguji homogenitas dari dua kelas dengan
menggunakan hasil pretest. Hasil penelitian menunjukkan nilai sig adalah 0,913>
0,05, sehingga perbedaan rata-rata dua kelas tidak signifikan. Ini menyiratkan
bahwa dua kelas itu homogen. Selanjutnya, kami juga menguji normalitas, dan
akhirnya kami memiliki analisis data postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai independent t-test terhadap
post-sig s. (2-tailed) 0,000, karena 0,000 <0,05 maka ada perbedaan rata-rata
antara nilai post-test dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan
keterampilan berpikir kreatif siswa menunjukkan bahwa 39% dikategorikan
sebagai berpikir kreatif tingkat sangat kreatif, 43% dikategorikan berpikir kreatif,
16% dikategorikan berpikir cukup kreatif, dan 2% dikategorikan berpikir kurang
kreatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning
dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
