1,721,017 research outputs found

    PRODUKSI HIDROKARBON CAIR DARI PLASTIK MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT HY DAN ZSM-5

    Full text link
    Plastik merupakan jenis non-biodegradable sehingga sulit diurai oleh alam. Hal ini menyebabkan masalah dalam pengolahan limbahnya. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif usaha baru untuk dapat mengubah limbah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, misalnya menjadi hidrokarbon cair. Pada penelitian ini akan diteliti kemungkinan bahan plastik, yaitu PE (Polyethylene) dan PP (Polypropylene) menjadi hidrokarbon cair dengan menggunakan katalis zeolit HY dan ZSM-5. Konversi PE dan PP menjadi hidrokarbon cair ini dijalankan dengan menggunakan reaktor unggun tetap yang terbuat dari Quartz tube pada suhu 500oC dan tekanan atmosfer. Variabel bebas yang ditentukan adalah jumlah katalis dan jumlah plastik. Analisa data menggunakan bantuan software Statistica. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa PE dan PP dapat dikonversi menjadi hidrokarbon cair dengan bantuan katalis zeolit HY dan ZSM-5. Hidrokarbon cair yang dihasilkan terbanyak adalah 1,7 gram dari 15 gram PE dan 0,3 gram katalis zeolit HY dan ZSM-5. Sedangkan hasil percobaan menggunakan PP didapatkan hidrokarbon cair terbanyak adalah 6,7 gram dari 15 gram PP dan 0,3 gram katalis zeolit HY dan ZSM-5. Dari analisa Gas Chromatography diketahui bahwa hasil cairan mengandung komponen C5-C13. Hidrokarbon cair yang terbentuk dari plastik PP menunjukkan bahwa komposisi terbesar adalah C8, sebanyak 9.92 %

    Modifikasi HZSM-5 Zeolite dengan Logam Gallium untuk Konversi Metana

    Full text link
    ZSM-5 (Zeolite Socony Mobil Number 5) adalah zeolite sintesis yang mengandung banyak silica,dan telah dipromosikan sebagai katalis untuk merubah C1-4 hidrokarbon menjadi C5 + hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh gallium dan metode modifikasi HZSM-5 untuk reaksi gas metana (CH4) dengan oksigen (O2) menjadi hidrokarbon cair (C5+). Karakteristik dari modifikasi HZSM-5 tersebut dilakukan dengan X-ray diffraction, ammonia temperature programmer desorption, dan nitrogen adsorption. Penambahan logam gallium pada HZSM-5 menyebabkan perubahan pada luas permukaan, pori-pori zeolit, dan acidity dari zeolite. Dari hasil testing katalis dapat diambil kesimpulan bahwa Ga-HZSM-5 yang dibuat secara impregnasi adalah lebih baik daripada Ga-HZSM-5 yang dibuat secara ion exchange. Semakin banyak gallium yang ditambah pada zeolit HZSM-5 mengakibatkan aktivitas katalis tidak baik. Katalis Ga(1%)-HZSM-5 Imp. adalah paling berpotensi untuk reaksi mengubah gas metana menjadi hydrocarbon cair (C5+)

    Optimization of Catalytic degradation of Plastic to Aromatics Over HY Zeolite

    Full text link
    Feedstock recycling methods to convert plastic waste into liquid hydrocarbons products are becoming an important issue since dumping plastic waste into landfill and incineration are not appropriate methods due to legislative and environmental problems. Catalytic degradation of plastics into high quality liquid hydrocarbons is one of the more accepted and promising methods. In this study HY zeolite is used as catalysts and polyethylene as feedstock. The polyethylene melt heated at degradation reaction under a nitrogen atmosphere in the melter was pressed out by pressurized nitrogen (0.11–0.15MPa) into the reactor loaded with 1 - 3 gram of catalyst through a capillary. Nitrogen was flowed as a carrier gas at a rate of 10 ml/min. The product distribution, the yield of liquid products and liquid composition are further investigated. The effects of temperature and weight of zeolite Y on product distribution and composition of liquid products are investigated. The optimum conditions and model are also estimated by Statistica 6.0 software. The Pareto chart indicated that the variable with the largest effect was temperature (X1). From the response surface methodology (RSM) results the optimal liquid yield of 13.3%, which 49.7% aromatics content, at the optimized reaction condition (412oC and 2.25 gram HY catalyst) was obtained

    PRODUKSI BAHAN BAKAR CAIR DARI GAS ALAM MENGGUNAKAN KATALIS LOGAM-ZSM-5

    Full text link
    Meningkatnya kebutuhan sarana transportasi maka meningkat pula kebutuhan akan bahan bakar cair (bensin atau diesel). Sedangkan minyak bumi yang merupakan bahan baku produksi bahan bakar cair semakin lama semakin habis. Sehingga diperlukan bahan baku alternatif pengganti lainnya. Hasil penelitian dari beberapa perusahaan minyak dan gas dunia mengatakan bahwa sumber gas alam jauh lebih besar daripada sumber minyak bumi. Gas alam bertekanan (CNG) bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar bermotor, tetapi mengalami masalah dalam mesin kendaraan, tangki gas penyimpanan dan distribusinya. Alternatif lainnya adalah dengan merubah gas alam (mengandung 90% metana) menjadi bahan bakar cair. Selain dari pada itu gas metana juga bisa dihasilkan dari unit biogas. Namun biaya produksi proses gas ke bahan bakar cair (gas to liquid fuel) masih lebih mahal daripada biaya produksi bahan bakar cair dari minyak mentah. Menurut Michael Corke, Purvin and Gertz, London (1998), proses gas ke bahan bakar cair akan menguntungkan kalau harga minyak mentah lebih dari 16/bbl.Apabilahargagasalamrendah(< 16/bbl. Apabila harga gas alam rendah (< 1/million BTU) dan biaya produksi sintesis gas (CO dan H2) juga rendah, maka semakin menambah nilai kompetitif proses pembuatan bahan bakar cair dari gas alam. Tujuan penelitian ini adalah membuat katalis untuk mengubah gas alam (metana) menjadi bahan bakar cair, serta mempelajari proses satu tahap (single step reaction) sehingga dapat menurunkan biaya produksi proses pembuatan bahan bakar cair dari gas alam

    OPTIMASI PROSES PENGERINGAN CABE MERAH MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM

    Full text link
    Natural zeolite is easy to find at several place in Indonesia. Mostly natural zeolite used for poultry and smallest industry. The natural zeolite utilize for adsorben in drying process is the new thing. This is because natural zeolite have porosity structure, hence natural zeolite can adsorb small molecule, same like water. The purpose of this research is to set up the drying equitment, to study the performance of natural zeolite for drying process and to estimate the optimum condition of this process. The sample (Capsium Annum L.) take on tray in drying box. The air through out adsorben column, which natural zeolite present. Before used, natural zeolite is activated by H2SO4 with room temperature. The dry air from adsorben column will be adsorb water molecule from sampel. The result indicated that natural zeolite is potential adsorben for drying process, which the lost of water molecule from sample is 50%. This result is better than drying result by conventional drying (sun). By software Statistica 2002, the optimum condition and empirical model are obtained

    THE UTILIZATION OF RICE HUSK ASH FOR PRODUCTION ZEOLITE SYNTHESIS Y

    Full text link
    Amorphous silica, commonly referred to as rice husk ash, was extracted from rice husk by acid leaching, pyrolysis, and carbon-removing processes. On the other hand, the pure silica with a high specific surface area, high melting point and high porosity can be obtained from rice husks. These properties make the ash a valuable raw material for many industries. This paper is study of synthesized of zeolite Y from rice husk ash. Zeolite Y synthesis is used for petroleum industry as expensive catalyst. Rice husk was calcined at temperature 700oC for two hours using furnace to produce pure silica . The composition of synthesized of zeolite Y from rice husk was 2.24 Na2O : Al2O3 : 8 SiO2 : 112 H2O. The gel solution was mixed at room temperature for 24 hours using autoclave. Then, the gel solution was heated with variable temperature and time crystallization. The product zeolite synthesis Y was filtered and washed with distilled water until pH lower than ten, than dried at oven. This product was analyzed with X-Ray Diffraction (XRD). From XRD analyze result indicated that from rice husk ash can produced zeolite synthesis Y which high structure and crystallization degree

    AKTIVITAS DAN PEMODELAN KATALIS SILIKAT DARI ABU SEKAM PADI UNTUK KONVERSI HEXANA

    Full text link
    Abu sekam padi (Rice Husk Ash, RHA) apabila dikalsinasi pada suhu tinggi (500-600oC)menghasilkan senyawa silikat yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai proses kimia. Senyawa silikat merupakan senyawa terbesar penyusun abu sekam padi yaitu mencapai ± 96,6 %. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa silikat yang dihasilkan dari sekam padi sebesar 15 % dari berat sekam padi yang dikalsinasi. Untuk mengetahui struktur silikat yang dihasilkan maka dilakukan analisa dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dengan cara membandingkan diffraktogram dari silikat murni. Silikat yang dihasilkan kemudian diuji kemampuan daya perengkahan dan aromatisasinya sebagai katalis dalam reaksi hexana dengan menggunakan quartz tube reactor pada suhu 200-300oC. Dari analisa XRD dapat disimpulkan bahwa abu sekam padi bisa digunakan sebagai sumber silikat murni. Uji laboratorium menunjukkan bahwa silikat yang dihasilkan dari abu sekam padi mempunyai potensi sebagai katalis untuk reaksi perengkahan dan aromatisasi
    corecore