34 research outputs found

    Analisis Pengalokasian Dana Pajak (Earmarking Tax) Dari Penerimaan Pajak Rokok Terhadap Upaya Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di Kota Malang (Studi Pada Dinas Kesehatan Kota Malang)

    No full text
    RINGKASAN Rivaldi, 2021, Analisis Pengalokasian Dana Pajak (Earmarking Tax) Dari Penerimaan Pajak Rokok Terhadap Upaya Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di Kota Malang (Studi Pada Dinas Kesehatan Kota Malang), Damas Dwi Anggoro, SAB., MA. 146 Hal + xiv Pajak rokok merupakan salah satu jenis pajak daerah provinsi yang disalurkan ke pemerintah daerah sebagai bentuk desentralisasi fiskal dengan penggunaan yang spesifik yakni untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum oleh aparat yang berwenang. Hal ini bertujuan untuk mendorong optimalisasi pelayanan pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelaksanaan earmarking atas pajak rokok untuk pelayanan kesehatan berlandaskan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok Untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Untuk mengetahui bagaimana earmarking atas pajak rokok untuk pelayanan kesehatan ini diperlukan analisis bagaimana implementasi earmarking tax di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menjelaskan implementasi pengalokasian dana pajak (Earmarking Tax) dari penerimaan pajak rokok terhadap pelayanan kesehatan di Kota Malang dan (2) Menjelaskan faktor pendorong dan penghambat implementasi pengalokasian dana pajak terhadap upaya pelayanan kesehatan di Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknis analisis data menggunakan Model Interaktif Milles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) pajak rokok di Kota Malang berjalan secara rutin dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan serta program Jaminan Kesehatan Nasional sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Namun earmarking atas pajak rokok untuk pelayanan kesehatan cenderung kurang maksimal dan menurun diakibatkan pandemi. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah implementasi earmarking atas pajak rokok untuk pelayanan kesehatan sudah dilakukan sesuai peraturan yang berlaku meski kurang maksimal dalam serapanny

    Idle Land Tax Sebagai Alternatif Ekstensifikasi Pajak Bumi Dan Bangunan Di Indonesia

    No full text
    vi RINGKASAN Muhammad Fikri Ramadhan. 2021. Idle Land Tax Sebagai Alternatif Ekstensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan di Indonesia. Damas Dwi Anggoro S.AB, MA. 210 hal. + xvii. Penelitian ini berfokus pada alternatif ekstensifikasi pajak melalui pajak atas tanah kosong didalamnya membahas analisis SWOT, opsi pemajakan, dan asas pemungutan pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis SWOT, opsi pemajakan yang tepat dan asas pemungutan pajak terhadap tanah kosong di Indonesia. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data model Miles dan Huberman. Penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan dari pemajakan ini adalah mengurangi ketimpangan tanah, meningkatkan produktivitas tanah, dan menambah penerimaan negara. Kelemahannya perlu menyusun formulasi kebijakan yang lengkap dari definisi, objek pajak dan subjek pajak. Peluangnya sudah terdapat instrumen pajak dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan peraturan. Ancaman yang dapat diprediksi ialah penolakan dari developer tanah atau pengusaha properti. Opsi pemajakan tanah kosong yang tepat digunakan adalah pengenaan extra tax. Berdasarkan tinjauan asas pemungutan pajak dari Adam Smith. Pemajakan ini telah sesuai dengan asas equality, convenience of payment, dan efficiency. Namun, pemajakan ini belum sesuai dengan asas certainty. Saran untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat melaksanakan alternatif ekstensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan di Indonesia melalui pemajakan atas tanah kosong. Dengan catatan, pemerintah mengajak seluruh stakeholder untuk mendesain pemajakan ini secara lengkap dan menyeluruh. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan topik yang sejenis dengan mengindentifikasi dan menganalisis kriteria tanah kosong yang dikenakan pajak di Indonesi

    Pajak daerah dan retribusi daerah / Damas Dwi Anggoro

    No full text

    Analysis of Regional Tax Potential of Pamekasan Regency

    No full text
    Fiscal decentralization is a critical element in the implementation of regional autonomy where the central government gives authority to local governments to manage their finances independently. Pamekasan regency is one of the region that has succeeded in increasing the ratio of local own-source revenue (Pendapatan Asli Daerah/PAD) by rising the potential of its regional tax sector. However, several problems arising may cause inaccuracies in collecting local tax revenues. This study aims to analyze the potential loss of local taxes in Pamekasan regency. A qualitative approach sourced from primary data (interviews or filling the questionnaires) and secondary data (obtained and recorded by other parties, secondary data are the realization of Pamekasan Regency\u27s original revenue) was adopted in this study. Results showed several potential tax leakages have occurred in Pamekasan regency with tax gap of 43% was sourced from total hotel tax revenue realization, 60.4% of total restaurant tax realization, 86% of total entertainment tax realization, 81% of total parking tax realization, and 32% of the total in groundwater tax realization. This study provides several policy recommendations for local governments to increase the potential for local tax revenues in the future

    Assessing Willingness to Pay for Parking Fees Among Residents: Evidence from Malang City

    No full text
    This study aims to investigate the willingness to pay (WTP) for user charges imposed by the local government using an extended Theory of Planned Behavior (TPB). Viewing the local government as a service provider, the construct of perceived value is incorporated to determine behavioral intention toward user charges, marking a novel contribution of this study to the literature. Specifically, this study analyzes (1) the effect of each TPB construct—attitude toward the behavior, subjective norms, and perceived behavioral control (PBC)—on WTP, (2) the effect of perceived value on WTP, and (3) the indirect effect of perceived value on WTP mediated by TPB constructs. This study applied a cross-sectional survey with a quantitative approach and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) for data analysis. The findings indicate that attitude does not significantly influence WTP, while subjective norms, PBC, and perceived value are significant predictors. The indirect relationship between perceived value and WTP was observed only through subjective norms and PBC

    Pengaruh Pengetahuan Pajak Dan Insentif Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Saat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

    No full text
    Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama aktivitas masyarakat di Indonesia mengalami penurunan terutama dari segi ekonomi, yang berdampak pada menurunnya kemampuan membayar pajak yang mengakibatkan penerimaan pajak berkurang. Sehingga untuk mengembalikan stabilitas ekonomi di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa insentif pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak dan insentif pajak terhadap kepatuhan wajib pajak saat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan teori atribusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kausal komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah wajib pajak bumi dan bangunan yang terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang berjumlah 243.535 wajib pajak. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 100 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Alat analisis data menggunakan SPSS versi 26. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pajak dan insentif pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak saat pandemi Covid-19

    Implementasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perhutanan (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen)

    No full text
    Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-42/PJ/2015 tentang tata cara pengenaan pajak bumi dan bangunan sektor perhutanan menyatakan bahwa pajak bumi dan bangunan sektor perhutanan adalah Pajak Bumi dan Bangunan yang dikenakan atas bumi dan/atau bangunan yang berada di dalam kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perhutanan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perhutanan telah ditetapkan sebagai pajak pusat tetapi dalam hal penatausahaan Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perhutanan dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama berdasarkan wilayah kabupaten/kota, yang wilayah kerjanya meliputi letak objek pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perhutanan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara dan dokumentasi atau studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yaitu Pengumpulan Data, Kondensasi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perhutanan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen dijalankan cukup baik sesuai administratif dan sesuai dengan ketetapan atau mengacu kepada peraturan yang sudah ada, namun masih terdapat beberapa penghambat dalam proses pemungutan dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor perhutanan yaitu kurangnya transparansi dan sumber daya manusi

    Analisis Tax Potential dan Tax Effort Pajak Daerah Periode Tahun 2012 -2022 (Studi pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur)

    No full text
    Pajak daerah merupakan implementasi dari adanya kebijakan desentralisasi fiskal. Berdasarkan teori Development From Below, kecenderungan masyarakat dalam membayar suatu pungutan (pajak) lebih baik kepada pemerintah daerah dibandingkan kepada pemerintah pusat karena dapat menilai secara langsung kontraprestasi yang diterima. Merujuk konsep tersebut, pemungutan pajak dalam sektor terendah dilakukan oleh pemerintah kabupaten atau kota. Peneliti ingin mengetahui apakah pemungutan pajak daerah oleh pemerintah kabupaten atau kota telah optimal dengan mengukur potensi pajak dan tax effort dari 38 pemerintah daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur dalam periode tahun anggaran 2012- 2022. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan pendekatan fungsi produksi (Production Frontier). Fungsi produksi yang digunakan adalah fungsi eksponensial atau umumnya disebut dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Efisiensi teknis merupakan keluaran dari teknik analisis ini yang orientasinya mengacu pada output (output-orientation) untuk mengetahui kinerja realisasi pajak terhadap potensi pajak (tax effort). Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen (input) GRDP Per Capita, GINI Coefficient, dan Government Expenditure berpengaruh positif secara signifikan terhadap Tax Revenue. Sementara itu, variabel GRDP of Tax Base Sector berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Tax Revenue. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan basis pajak tidak disertai dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Lemahnya pemeriksaan pajak daerah juga menjadi alasan bagaimana sumber potensi yang ada tidak terjangkau. Disamping itu, hasil proyeksi tax effort juga menunjukkan daerah yang memiliki kondisi laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sumber potensi pajak yang produktif dan alokasi belanja pemerintah yang besar menunjang kapabilitas daerah dalam meraih potensi penerimaan pajak

    Pengaruh Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Kantor Bersama Samsat Blitar

    No full text
    Pajak Kendaraan Bermotor merupakan salah satu sumber pajak daerah yang mempunyai potensi besar dalam memberikan kontribusinya terhadap penerimaan pajak daerah dikarenakan saat ini transportasi merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat. Banyaknya masyarakat yang tidak melakukan registrasi ulang kendaraan bermotornya mencerminan masih banyak masyarakat yang tidak melakukan kewajiban perpajakannya dengan benar. Pemerintah daerah provinsi Jawa Timur mengeluarkan kebijakan yaitu salah satunya program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan kepatuhan wajib pajak. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner pada 100 responden yaitu kendaraan bermotor berplat AG, kendaraan bermotor Roda 2 & 4, wajib pajak yang mengikuti program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Samsat Blitar. Penelitian ini mengacu pada teori atribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor diperoleh nilai t sebesar 10.591 > 1,984, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh signifikan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor pada kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat Blitar

    Analisis Kepatuhan Pengusaha Rokok Skala Kecil (Studi Kasus Di Home Industry Makmur Sejahtera Dusun Bendungan Desa Pesawahan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    Industri rokok berkontribusi besar bagi perekonomian negara Indonesia. Tingginya konsumsi rokok sejalan dengan meningkatnya penerimaan negara melalui cukai. Disisi lain tingginya penerimaan cukai hasil tembakau, dalam faktanya ada beberapa pengusaha rokok di Indonesia masih rendah dalam hal kesadaran dan kepatuhan hukum. Salah satunya pada home industry pengepakan rokok tanpa pita cukai di Dusun Bendungan Desa Pesawahan Kecamatan Porong, Kabupaten Siodarjo. Home industry tersebut tidak memiliki izin kepemilikan nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis kepatuhan pengusaha rokok atas kepemilikan izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) di Home Industry Makmur Sejahtera Desa Pesawahan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengusaha rokok atas izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) di Home Industry Makmur Sejahtera Desa Pesawahan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknis analisis data menggunakan Model Interaktif Milles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengusaha rokok di home industry Makmur Sejahtera belum patuh terhadap Undang-Undang Cukai. Pemilik pabrik rokok yang berada di home industry Makmur Sejahtera merasa bahwa kewajibannya untuk mendaftarkan pabrik rokok ke bea cukai disamping biaya usaha yang sudah besar masih dikenakan pungutan negara. Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengusaha rokok terhadap kepemilikan izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) di home industry Makmur Sejahtera yaitu faktor keuntungan, faktor rumitnya proses administrasi pendaftaran pabrik rokok dan faktor permintaan masyarakat. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini bagi pemerintah, khususnya pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam pengawasannya lebih dioptimalkan kembali dalam mencegah dan memberantas tindak pidana peredaran rokok ilegal yang tidak memiliki izin resmi dari bea cukai dan bagi pengusaha diharapkan berperilaku jujur dan tidak merugikan orang lain dengan cara mematuhi Undang-Undang Cuka
    corecore