1,720,963 research outputs found
PELATIHAN PENINGKATAN SOFTSKILL KADER KESEHATAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN PHBS PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN SHOFA WARWA KABUPATEN JEMBER
Kesehatan merupakan kondisi dimana kita berada jauh atau terbebas dari penyakit. PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pondok Pesantren merupakan sekolah Islam berasrama (Islamic boarding school) dan pendidikan umum yang persentase ajarannya lebih banyak1 ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum, dimana semua kegiatan dilakukan di sana dengan padatnya penghuni yang menimbulkan masalah kebersihan antara lain kebersihan yang ada di lingkungan pondok pesantren yang terkenal kotor, kumuh, tidak higienis selain itu juga masalah sanitasi dan keterbatasan sarana sanitasi dan perilaku santri yang belum berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatan Softskill Kader Kesehatan Remaja dalam meningkatkan PHBS pada Santri di Pondok Pesantren Shofa Marwa Kabupaten Jember. Metode peningkatan softskill dilakukan dengan cara memberikan pelatihan cara berPHBS yang baik dan melalui beberapa kegiatan. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh santriwan dan santriwati sebanyak 30 orang yang menjadi kader kesehatan remaja di Pondok Pesantren Sofa Marwa. Hasil evaluasi kegiatan pada pertemuan pertama menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta kegiatan dari sebelum0diberikan penyuluhan0kesehatan dibandingkan setelah0kegiatan sebanyak 80%. Para santri juga bisa mendemonstrasikan kembali kegiatan peningkatan PHBS dengan benar. Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah melihat kemampuan kader pada saat menerapkan peilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga terjadi peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada para santri yang ada dilingkungan tempat. tinggal. Kegiatan selanjutnya adalah dengan mengevaluasi kemampuan kader dalam melakukan pendidikan kesehatan dilingkungan Pesantren Shofa Marwa. Kegiatan pelatihan ini sangat efektif dalam meningkatkan PHBS pada santri diPondok Pesantren Shofa Marwa
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Sosialisasi Produk Hukum Sebagai Usaha Promotif dan Preventif Pelecahan Seksual di Pondok Pesantren Sofa Marwa Pakusari Jember
Adolescent are teenagers, youth and a young person was 10-19 years old (WHO), 15-24 years old (UNFPA), 10-24 years old (WHO &UNFPA). The age of a teenager spent in educational environment for example schools, in boarding school and college. Compared to another age, a teenage thing more complex as it enters strorm problem and the stress of puberty. It is also quite high sexual violence in adolescents .The sexual violence and people aged 13-18 year some 200 / year reported cases .It includes a number of violence in a hut boarding .Methods used is education , socialization and discussions about sex education and law of sexual harassment by the presentation in indonesia , integration and discussions with 4 times face to face .As a result almost 50 % santriwati experienced sexual violence in the form of cat calling , palpable area sensitive by the 25% and the nearest santriwan ever perpetrated cat calling. From the results of the questionnaire, knowledge was obtained after giving education, there was an increase in knowledge of less than 0 %, enough for 7% and good for 93%. Increased knowledge of Anatomy Physiology of reproductive organs, characteristics of puberty, maintaining genital organs and legal products regarding sexual harassment. This is useful in reducing the number of sexual violence against adolescents and it is hoped that other Islamic Boarding Schools will do this
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Edukasi Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga
Kesadaran terhadap kondisi kesehatan berkaitan dengan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan, baik pengetahuan menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan penularan penyakit maupun pengobatan penyakit. Adanya rasionalitas pengobatan diharapkan mampu berkontribusi dalam tercapainya target terapi yang diharapkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan rasionalitas pengobatan adalah masyarakat harus memiliki pengetahuan terkait cara pengelolaan obat mulai dari proses mendapatkan obat, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuang obat dengan baik dan benar. Kegiatan edukasi ini dilakukan di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember dengan sasaran Kader PKK dari masing-masing dusun yang ada di Desa Sumber Kalong. Kegiatan yang dilakukan berupa pre test, penyampaian materi, diskusi Tanya jawab beserta demo cara pengelolaan obat dan post test. Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan obat meningka
Edukasi Mengenal Obat Sejak Usia Dini Pada Pesentren di Kelurahan Gebang-Jember
Obat merupakan bahan kimia yang dapat digunakan untuk menyembuhkan keluhan atau penyakit dengan dosis tertentu. Obat bisa dikatakan sebagai racun jika kita tidak menggunakan obat secara bijak. Apoteker merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan yang ahli dalam bidang obat. Apoteker bertugas memberikan informasi obat kepada masyarakat yang menerima obat ketika berobat secara swamedikasi atau dengan penggunaan resep. Obat terdiri dari beberapa bentuk sediaan obat seperti tablet, kapsul, puyer, sediaan injeksi dan beberapa bentuk sediaan lainnya. Obat sering dijumpai oleh anak-anak sejak usia dini saat berada di rumah, namun ketika orang tua tidak menjelaskan arti dari obat akan berdampak pada sesuatu yang tidak dikehendaki. Tujuan pegabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada kalangan anak sekolah untuk meningkatkan pengetahuan akan obat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan ceramah dan diskusi dan tanya jawab, diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test yang dilakukan di mushola Al-Hikmah kelurahan Gebang-Jember. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan anak sekolah akan obat dari apoteker yang memberikan edukasi tentang jenis sediaan obat, penyimpanan obat, cara penggunaan obat, dan khasiat obat. Apoteker adalah profesi tenaga kesehatan yang memberikan informasi obat untuk meningkatkan pengetahuan obat agar bijak dalam penggunaannya
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
