1,720,956 research outputs found
APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)
Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan
cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik
pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi
modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan
konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran
ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan
suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi
kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor
yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam
memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil
perikanan di masa depan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar
polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan
antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan.
Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller,
freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna
membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan
pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total
bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor
diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran
dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina
memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan
tingkat kesegaran ikan bandeng.
Secara visual sensor polianilina mengalami perubahan warna dengan pola
perubahan warna hijau kemudian memudar hingga menjadi biru yang
menggambarkan adanya penurunan tingkat kesegaran ikan. Perubahan intensitas
warna hijau membran mengalami penurunan diikuti dengan penurunan tingkat
kesegaran ikan secara berbanding lurus.
Pada penyimpanan suhu ruang intensitas hijau membran saat kondisi ikan
segar adalah 162-120 ppi, masih segar adalah 106-78 ppi dan tidak segar adalah lebih
kecil dari 54 ppi, dengan nilai sensitivitas membran 0,8 satuan tiap perubahan nilai
TVB ikan.
Pada penyimpanan suhu chiller intensitas hijau membran saat kondisi ikan
segar adalah 162-117 ppi, masih segar adalah 96-33 ppi dan tidak segar adalah lebih
kecil dari 20 ppi, dengan nilai sensitivitas membran 0,21 satuan tiap perubahan nilai
TVB ikan.
Pada suhu freezer intensitas hijau membran menunjukkan angka ikan segar
162-110 ppi. Dengan nilai sensitivitas membran 0,33 satuan tiap perubahan nilai TVB
ikan
APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)
Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan
cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik
pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi
modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan
konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran
ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan
suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi
kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor
yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam
memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil
perikanan di masa depan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar
polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan
antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan.
Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller,
freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna
membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan
pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total
bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor
diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran
dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina
memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan
tingkat kesegaran ikan bandeng
APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)
Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan
cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik
pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi
modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan
konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran
ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan
suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi
kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor
yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam
memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil
perikanan di masa depan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar
polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan
antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan.
Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller,
freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna
membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan
pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total
bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor
diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran
dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina
memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan
tingkat kesegaran ikan bandeng
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
