1,720,967 research outputs found
Perancangan Sistem Informasi Pelacakan Skripsi Dengan Metode Waterfall di Departemen Teknik Industri Universitas Brawijaya
Departemen Teknik Industri Universitas Brawijaya (DTI UB), sebagai instansi pendidikan
tinggi yang bertanggung jawab dalam proses penyelesaian studi teknik industri. Untuk
menyelesaikan studi, mahasiswa berkewajiban untuk menyelesaikan skripsi. Pada proses skripsi
sistem informasi memiliki peran yang penting. Ketiadaan sistem informasi skripsi di DTI UB
yang terstruktur menyebabkan tidak dapat dilakukannya pelacakan skripsi secara tepat & efektif.
Dalam proses bisnis sehari-harinya DTI UB belum memiliki sistem informasi untuk
mengelola data skripsi. Saat ini proses pelacakan skripsi masih dilacak melalui berbagai
dokumen terkait skripsi yang tidak lengkap yang terpusat pada satu komputer dan belum
terstruktur sehingga informasi yang didapatkan terbatas , akurasi rendah, dan boros waktu.
Permasalahan seperti mahasiswa harus datang langsung untuk mengecek status skripsi ke
administrasi yang tidak efisien yang seharusnya bisa diketahui segera. Selanjutnya, untuk
seminar belum ada informasi jadwal seminar yang akan menurunkan kemungkinan tersampainya
informasi. Ketiadaan sistem informasi ini juga berakibat tidak terlacaknya mahasiswa yang
sudah melakukan pengajuan topik, bimbingan, seminar, serta penilaian mahasiswa. Lalu, tidak
ada reminder untuk mengingatkan dosen maupun mahasiswa, sehingga dapat menjadi salah satu
penyebab banyak mahasiswa mengalami keterlambatan dalam proses skripsi. Solusi dari
permasalahan ini adalah dilakukan perancangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berupa
sistem informasi yang akan membantu dalam melakukan pengumpulan, penyimpanan,
pengelolaan data serta integrasi data-data skripsi untuk memberikan informasi skripsi mahasiswa
dan dosen secara real-time untuk membuat pelayanan DTI UB menjadi lebih baik dan efisien.
Selain itu, sistem informasi juga membantu dalam manajemen jadwal dan pembagian tugas
terkait skripsi serta memfasilitasi komunikasi yang lebih efisien antara mahasiswa dan tenaga
kependidikan lainnya. Dengan adanya sistem informasi, pengelolaan skripsi di DTI UB akan
lebih efisien dan berdampak positif pada keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan stud
Perancangan Sistem Informasi Penilaian Karyawan Probation dan Kontrak Pada PT Surya Citra Media Tbk.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perusahaan untuk terus
meningkatkan kinerja dari karyawannya. Perusahaan perlu melakukan penilaian kinerja
karyawannya agar dapat mengukur pencapaian kinerja dan kesesuaiannya dengan standar
yang ada. Divisi HR SCM mengelola karyawan dari total 12 entitas yang tersebar di berbagai
unit usaha. Di antara karyawan tersebut, beberapa karyawan adalah karyawan dengan status
probation dan kontrak. SCM memiliki tim yang bertugas untuk melakukan
penilaian/evaluasi karyawan probation dan kontrak, yang dimana dalam proses tersebut
memerlukan proses penilaian dari atasan karyawan tersebut. Tidak hanya penilaian, proses
penilaian ini juga memerlukan approval dari atasan karyawan tersebut sebanyak 3 atasan
serta approval dari kepala departemen dan kepala divisi HR. Penelitian dilakukan pada
bagian tersebut karena mendapat request langsung dari karyawan SCM yang mengeluh
mengenai sistem peniliaian yang tidak efektif. Wawancara dilakukan dan ditemukan
beberapa masalah perusahan dalam melakukan penilaian kinerja karyawan probation dan
kontrak yaitu kriteria penilaian kinerja masih belum tepat, terdapat penilaian karyawan yang
terlambat diterima tim HR, dan tim HR tidak dapat melacak proses approval penilaian
karyawan.
Pembuatan kriteria penilaian dilakukan sebelum merancang sistem penilaian agar dapat
mengetahui form penilian yang akan digunakan untuk mengevalusai karyawan dengan
tahapan Penentuan alternatif kriteria penilaian, Pemilihan kriteria penilaian, dan pembuatan
form penilaian. Pembuatan Alternatif kriteria dan pemilihan alternatif dibuat berdasarkan
referensi dan diskusi dengan tim HR. Didapatkan masing - masing 5 kriteria penilaian pada
penilaian probation dan kontrak dengan kombinasi kariteria yang berbeda antara probation
dan kontrak.
Perancangan sistem informasi menggunakan metode waterfall dengan tahapan
requirement definition, system and software design, implementation and unit testing, dan
integration and system testing. Masalah diidentifikasi melalui analisis PIECES. Requirement
Definition dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan user dengan menggunakan System
Requirement Checklist (SRC). Model data dimodelkan dengan menggunakan Entity
Relationship Diagram (ERD) sedangkan proses dimodelkan dengan menggunakan Data
Flow Diagram (DFD). Sistem informasi dirancang dengan menggunakan Microsoft Power
Platform yaitu Microsoft Power Automate yang terintegrasi dengan software Micorosft
lainnya seperti Microsoft Excel, Microsoft Outlook, Microsoft Form, dan Microsoft
SharePoint. Perancangan sistem informasi dilanjutkan dengan beberapa uji yaitu uji
verifikasi, validasi dan uji prototype.
Percobaan sistem informasi yang dirancang dilakukan selama 30 hari dengan hasil
menunjukkan sistem informasi telah mempresentasikan kebutuhan user pada sistem nyata
dan sistem informasi yang telah dapat menyelesaikan permasalahan yang sebelumnya telah
dianalisis pada analisis PIECES
Perancangan Sistem Informasi Point Of Sales (POS) untuk Meningkatkan Optimalitas Pengelolaan Keuangan dan Arus Keluar Masuk Produk
Pengelolaan Keuangan adalah hal yang sangat krusial dalam keberlangsungan usaha dan
juga pengambilan keputusan pada sebuah perusahaan, baik perusahaan berskala besar
ataupun berskala kecil seperti UMKM. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, akan
didapatkan banyak informasi yang bisa digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan.
UMKM Sambal Bu Sandra merupakan sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah yang menjual
15 varian sambal dan berlokasi di Wonorejo, Rungkut, Jawa Timur. UMKM ini sudah
memiliki omzet per tahun yang cukup besar, tetapi belum ada pengelolaan keuangan dan
stok produk yang baik. Tidak ada laporan keuangan untuk mengetahui laba rugi dan posisi
keuangan pada UMKM ini serta tidak ada catatan mengenai perhitungan stok produk
maupun bahan baku setiap bulannya. Selama ini, owner hanya mencatat pengeluaran dan
pendapatan usaha yang tidak dicatat secara detail. Analisis PIECES dilakukan untuk
menjabarkan dan mengevaluasi seluruh permasalahan yang ada. Berdasarkan analisis
PIECES yang dilakukan, diketahui bahwa permasalahan utamanya adalah belum adanya
pengelolaan informasi dengan baik dan pembuatan laporan keuangan yang membutuhkan
usaha sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem informasi yang dapat
mengolah informasi dengan baik dan akurat seperti melakukan perhitungan dan melakukan
perekapan otomatis serta dapat menghasilkan informasi yang berguna seperti informasi stok
produk dan informasi persediaan bahan baku secara real-time, laporan arus kas, laporan
neraca, dan laporan laba rugi.
Pembuatan laporan keuangan dimulai dengan identifikasi komponen biaya dan
kemudian membuat laporan arus kas, laporan neraca, dan laporan laba rugi. Perancangan
sistem informasi menggunakan metode waterfall dengan tahapan mendefinisikan kebutuhan,
desain sistem dan perangkat lunak, impelementasi dan pengujian unit, dan integrasi dan
pengujian sistem. Tahap mendefinisikan kebutuhan dilakukan dengan pembuatan System
Requirement Checklist (SRC). Tahap desain sistem dan perangkat lunak dilakukan dalam 2
tahapan, yaitu data modelling dan process modelling. Data modelling dilakukan dengan
membuat Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menunjukkan hubungan antar entitas
dan Process modelling digunakan dengan pembuatan Decomposition Tree Diagram (DTD)
dan Data Flow Diagram (DFD). Sistem Informasi yang dirancang menggunakan bahasa
pemrograman python dengan user interface menggunakan tkiner dan database menggunakan
SQLite. Sistem Informasi yang dirancang memiliki 19 halaman dan 13 tabel. Sistem
Informasi memiliki 7 proses utama, yaitu Pengelolaan data master, pencatatan produksi,
pencatatan pembelian bahan baku, pencatatan penjualan produk, pencatatan penerimaan,
pencatatan pengeluaran, dan pengelolaan informasi. Sistem Informasi yang dirancang telah
diuji dengan baik dengan melakukan uji verifikasi dan uji validas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
