4 research outputs found
Developing a Training System for Web Fires [video]
TechCon2017 (CRUSER)Presented by LCDR Dan DeCicco, USN and NPS SEA 25 TDSI Cohort: Ryan Beall, Preston Tilus, Clayton Petty, Dor Kronzilber, Ang Chin Beng, Ang Pak Siang, Kan Wei Sheng, Ang Wee Kiong, Hoon Dingyao, Gay Wee Choon, Soh Yuan Wei, Yee Jian Hong, Ang Cheng Hai, Han Keng Siew, Foo Yueng Hao, Chin Hon Keong, See Hongze, Toh Ying Jie, Lai Wee, Tan Choon SengIncludes slidesSEA 25 TASKING: Design a fleet system of systems and concept of operations for employment of a cost effective training system capable of preparing naval warfighters to employ and leverage the web fires concepts and technologies in the 2025-2030 timeframe. Consider training across warfare specialties and missions; Conduct research to provide a solid foundation of knowledge requirements for a web fires fleet concept; Complete a gap analysis by comparing current fleet training with the required training to leverage cross domain and cross-platform capabilities in a warfighting environment; Scan for current examples of cross-domain training and current training simulation from DoD and industry; Develop a system architecture addressing responsible command, training requirements, training and exercise venues, and training participants to fill discovered gaps in meeting the knowledge requirements; Assess the proposed system against the principles of high velocity learning found in the CNO's "A Design for Maintaining Maritime SuperiorityNPS CRUSE
DRFM CORDIC processor and sea clutter modeling for enhancing structured false target synthesis
In this thesis, we investigate two critical components of a digital-image synthesizer electronic warfare architecture that can be used to infuse false targets into high-range resolution profiling radars. The first investigation encompasses the design of an in-phase and quadrature (I/Q) converter based on a CORDIC (Coordinate Rotation Digital Computer) algorithm. Mathematical modeling is used to examine the accuracy of converting a digitized radar signal I/Q sample into a corresponding five-bit binary phase angle. Results obtained from MATLAB show that 18 CORDIC iterations are required to achieve accuracy at 5.625˚. The resulting design was implemented using the Verilog hardware description language. The second investigation concerns generating sea clutter to impose on the false target. The mean-power return of the sea clutter is calculated using the average power of the radar-cross section derived from the Naval Research Laboratory sea clutter model. The modulation coefficients for the sea clutter were generated using the fluctuating power returns and Doppler spectra generated using a random KA distribution. The coefficients for several sea states were generated using MATLAB. Results show that the correct sea clutter model can effectively add realism to the false target image.Approved for public release; distribution is unlimited.Military Expert 5, Republic of Singapore Air Forcehttp://archive.org/details/drfmcordicproces109455615
Chinese literary works translated into Baba Malay: a bibliographical study
Analyses 68 unique titles of Baba translated works published between 1889 and 1950. The titles are held in the libraries of the University of Malaya (UM), Science University Malaysia (USM), National University of Malaysia (UKM), the Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), National University of Singapore (NUS), National Library of Singapore (NLS) and the British Library (BL). The results reveal three periods of active publication of Baba translated works. A total of 18 works were translated before World War I, followed by 10 just after the war, 39 titles were published before the break of the World War II and 1 was identified in 1950. There were 103 persons involved in the 68 translated works, some of whom are responsible for more than one title. The most prominent translators were Chan Kim Boon, Wan Boon Seng, Seow Chin San and Lee Seng Poh. Some of the translators were also be editors, illustrators or editors. There were 31 publishers and 21 printing presses involved, all were located in Singapore. The most active publishers were Wan Boon Seng, Kim Seck Chy Press and Nanyang Romanised Malay Book Co. The translated works mainly cover historical classical Chinese stories, chivalrous stories, romances, folklore and legends. The titles were priced between 10 cents to 2 dollars in Straits currency. The University of Malaya Library held the largest number of unique title (62) out of which 15 were unique titles
Analisis struktur novel Pulang karya Toha Mohtar
Penelitian berpendapat bahwa sastra tidak saja lahir karena fenomena kehidupan yang nyata tetapi juga dari kesadaran penulis. Berdasarkan hal diatas, penelitian ini dilakukan dengan latar belakang : (1) karya sastra sebagai salah satu hasil cipta masyarakat selain memiliki nilai kehidupan juga memiliki banyak peran salam berbagai perjuangan ditanah air tercinta ini; (2) sebagai karya sastra yang mengesahkan tentang kehidupan manusia, karya sastra dapat dijadikan cerminan masyarakat dalam rangka membentuk perilaku dan pribadi sesorang serta memiliki mental yang patut dibanggakan; (3) akhir-akhir ini muncul berbagai karya sastra yang memisahkan kehidupan manusia yang ditulis dalam skenario. Namun sebagian besar cerita tersebut memunculkan kehidupan manusia dalam kemewahan, sedangkan kehidupan sebagaian besar masyarakat Indonesia di pedesaan yang hidup sederhana tak pernah ditampilkan.
Tujuan penelitian dalam skripsi ini : (1). Mengetahui dan mendeskripsikan tema dalam novel pulang karya Toha Mohtar; (2). Mengetahui dan menganalisis latar dalam novel pulang karya toha mohtar; (3). Mengetahui, penguraikan dan menganalisis karakter masing-masing tokoh novel pulang karya Toha Mohtar ; (3). Mengetahui dan menganalisis alaur cerita novel pulang karya Toha Mohtar. Dalam penelitian ini digunakan metode deskripsif dan analisis karena dalam penelitian ini sasaran atau objek yang diteliti adalah sebah (karya sastra)
Sasaran penelitian ini adalah buku novel pulang karya Toha Mohtar dan buku-buku yang terkait.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu : (1). Novel pulang karya toha mohtar ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1958 dan menceritakan kehidupan masyarakat desa yang memiliki pola pemikiran yang sangat sederhana, namun memiliki jiwa nasionalisme tinggi; (2). Novel pulang karya Toha Mohtar ini mengambil setting/latar waktu pagi, siang, sore, dan malam hari dan latar tempat di sekitar lingkungan perdesaan dan dikota Surabaya; (3). Dalam memberikan karakter pada tokoh-tokohnya Toha Mohtar menggunakan beragam cara yaitu physical discripton. Portrayal ofthought or conscious thought, reaction to events dan direct author analysis; (4). Tokoh-tokoh dalam novel itu yaitu tokoh Tamin, ibu Tamin, ayah Tamin, suami Tamin, pak Banji masing-masing diberikan perwatakan yang begitu jelas dan menarik; (5). Tokoh tamin adalah sosok pemuda desa yang gagah, kuat, berbakti pada orang tua yang dalam kepulangannya dari merantau menderita tekanan jiwa serta konfik batin yang dasyat karena diperantauan ia menjadi serdadu yang mengejar-ngejar lascar rakyat dan TNI; (6). Ayah dan ibu Tamin adalah gambaran tokoh utama masyarakat pedesaan yang tidak berpendidikan, miskin, mempunyai pola pikir yang sederhana, namun mereka memilki jiwa besar yaitu sangat membanggakan para pejuang yang melawan penjajah;(7). Sumi adalah tokoh gadis desa yang lugu, polos rajin yang dimunculkan oleh toba mohtar dalam cerita ini untuk melengkapi lukisan penggambaran masyarakat pedesaan; (8). Tokoh pak haji Banji dalam novel pulang ini merupakan gambaran pemuka masyarakat dipedesaan yang mempunyai sikap arif bijaksana serta digunakan oleh Toha Mohtar untuk alat penyelesaian dalam cerita ini; (9). Peristiwa-peristiwa dalam vovel pulang ini berlangsung sesuai dengan urutan waktu seperti layaknya novel-novel yang lain terbit pada masa itu. Peristiwa dimulai dari lukisan keadaan lingkungan pedesaan waktu kepulangan tokoh utamanya dari rantau, peristiwa mulai bergerak, timbul konflik, peristiwa mulai memuncak, sampai pada puncak, kemudian berakhir dengan penyelesaian
Berikut saran-saran penulis dalam penelitian ini : (1) diharapkan perpustakaan sekolah menambah buku-buku karya sastra terutama karya sastra lama yang semakin hari semakin langka. Adaupun cara-cara menambah buku tersebut misalnya: (a). mengajukan kepada para siswa yang sudah lulus dan akan meninggalkan sekolah memberikan kenangan-kenangan berupa buku yang telah ditentukan jenis dan judulnya, (b). meminta buku-buku karya sastra kepada penerbit sebagai sponsor; (2). Banyak karya sastra merupakan khasanah sastra Indonesia belum terjamah penelitian. Padahal penelitian tersebut sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan sastra maupun budaya bangsa. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila peneliti meneliti objek yang beragam artinya penelitian tidak meneliti objek yang sudah diteliti oleh peneliti lain; (3). Media cetak maupun media elektronika hendaknya tidak hanya menampilkan cerita-cerita fiksi dengan lakon kehidupan-kehidupan modern yang penuh kemewahan saja melainkan ditampilkan cerita-cerita tentang masyarakat kelas bawah atau masyarakat pedesaan yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat Indonesia yang juga dapat memberi pendidikan bagi masyarakat
