1,720,960 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DAN FAKTOR PEMBERIAN SUSU DALAM KEJADIAN BINGUNG PUTING PADA BAYI 0-6 BULAN DI BPS SITI AISSYAH PAYAMAN SOLOKURO LAMONGAN
Bingung puting adalah suatu keadaan yang terjadi kareoa bayi mendapatkan susu formula dalam botol berganti-ganti dengan menyusu pada ibu. Kunci utama keberhasilan ASI Eksklusif adalah pada ibu, faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang menyusui sehingga banyak ibu yang menghentikan pemberian ASI dan justru memberikan PASI sehingga menimbulkan bingung puting. Kenyataannya kejadian bingung puting sebanyak 50% bayi, tujuan penelitian adalah untuk: menggambarkan karakteristik ibu, dan faktor pemberian susu dalam kejadian bingung puting pada bayi 0-6 bulan.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di BPS Aisyah Payaman Solokuro Lamongan, sampel menggunakan total populasi yaitu 19 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik ibu (paritas, pekerjaan) dan cara pemberiao susu dalam kejadian bingung puting. Data yang digunakan data primer dengan mengisi kuesioner pada ibu dan lembar observasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silaog dan dideskripsikan dalam beotuk persentase dan narasi.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bayi usia 0-6 bulan mengalami bingung puting yang dipengaruhi oleh cara pemberian susu pada bayi 68,4% tidak benar, 63,2% ibu bekerja dan paritas ibu 68,4% kelompok primi.
Kesimpulannya masih banyak bayi yang mengalami bingung puting, hal tersebut dikarenakan pemberian susu tidak benar, ibu bekerja dan paritas primi, maka disarankao untuk meoyukseskan l O langkah meoyusui serta melaksaoakan pesan presiden dalam memberikan ASI secara Eksklusif selama 6 bulan
Penerapan LKS Dengan Soal Yang Dilengkapi Foto Kejadian Fisika Dalam Pembelajaran Gerak Lurus Di SMA;
Fisika sebagai mata pelajaran untuk menumbuhkan kemampuan berpikir
untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari sudah seharusnya
diajarkan secara optimal. Namun pada kenyataannya, proses pembelajaran IPA
termasuk didalamnya fisika disekolah masih terdapat banyak kekurangan. Faktor
yang menyebabkan kemampuan IPA siswa masih rendah salah satunya adalah
kurangnya penguasaan keterampilan siswa dalam menganalisis yang membutuhkan
penalaran dan pemecahan masalah. Kurangnya kemampuan menganalisis siswa salah
satunya dikarenakan penggunaan bahan ajar yang kurang tepat. Berdasarkan hasil
wawancara dengan siswa SMA, sebagian besar siswa merasa bahan ajar yang biasa
digunakan kurang menarik, inovatif, variatif, dan tidak sesuai dengan tingkat
kebutuhan siswa. Melihat dari permasalahan-permasalahan diatas, salah satu solusi
untuk menjawab permasalahan tersebut adalah dengan menyediakan bahan ajar yang
berkualitas, menarik, mudah dipahami namun dapat mengaktifkan siswa untuk belajar
mandiri dan mampu untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka diadakan penelitian
dengan judul penerapan LKS dengan soal yang dilengkapi foto kejadian fisika dalam
pembelajaran gerak lurus di SMA.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengkaji pengaruh penerapan LKS dengan
soal yang dilengkapi foto kejadian fisika terhadap hasil belajar fisika siswa dalam
pembelajaran gerak lurus di SMA. (2) Mendeskripsikan aktivitas belajar siswa
dengan menggunakan LKS dengan soal yang dilengkapi foto kejadian fisika dalam
pembelajaran gerak lurus fisika di SMA.
Tempat penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling area.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Sampel penelitian
viii
ditentukan menggunakan metode cluster random sampling. Jenis penelitian ini adalah
penelitian quasi eksperiment. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah time
series design. Dalam penelitian ini terdiri dari 3 kali pembelajaran dan 3 kali analisis.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi,
wawancara, dan tes. Analisis data menggunakan uji t two tail dua pihak untuk
menjawab rumusan masalah yang pertama, untuk rumusan masalah yang kedua
menggunakan presentase aktivitas siswa.
Analisis data dengan uji t di peroleh nilai t hitung pada masing-masing
pertemuan, pertemuan pertama t hitung sebesar 10,168, pada pertemuan kedua
sebesar 9,914, dan pada pertemuan ketiga sebesar 12,382. dengan db= 35 pada taraf
signifikansi 5 % nilai thitung > ttabel , maka hipotesis nihil (0) ditolak dan hipotesis
alternatif () diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil
belajar fisika siswa setelah menggunakan LKS dengan soal yang dilengkapi foto
kejadian fisika. Hasil analisis aktivitas diperoleh pertemuan pertama, kedua, dan
ketiga berturut-turut adalah 68,56%, 74,08%, 78,73% dan jika dirata-rata sebesar
73,79% termasuk katagori aktif.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan dari penelitian ini
adalah: (1) Penerapan LKS dengan soal yang dilengkapi foto kejadian fisika
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa dalam pembelajaran gerak
lurus di SMA. (2) aktivitas belajar siswa selama pembelajaran dengan menggunakan
LKS dengan soal yang dilengkapi foto kejadian fisika dapat digolongkan dalam
kategori aktif
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DISMENORHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI KELAS IX DI SMPN I BUDURAN SIDOARJO
Dismenorhea merupakan masalah umum dan menyulitkan yang dapat mempunyai dampak pada kesehatan dan produktivitas wanita, sekitar 50% wanita yang sedang haid mengalami dismenorhea. Berdasarkan data awal yang dilakukan di SMPN 1 Buduran Sidoarjo bahwa 85% siswi yang menstruasi mengalami dismenorhea primer. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menggambarkan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenorhea primer pada remaja putri kelas IX di SMPN 1 Buduran.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi adalah semua remaja putri yang mengalami dismenorhea primer kelas IX di SMPN 1 Buduran tahun 2011 sebanyak 154 remaja. Besar sampel 65 remaja diambil dengan teknik “purposive sampling“. Variabel penelitian adalah faktor – faktor yang mempengaruhi disemorhea primer. Instrumen berupa data primer yaitu kuesioner dan menggunakan alat ukur tinggi badan dan timbangan.
Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor yang mempengaruhi dismenorhea primer pada remaja putri yang mengalami dismenorhea primer diantaranya seluruhnya (100%) bukan perokok aktif, hampir seluruhnya (98,47%) tidak mengalami obesitas, sebagian besar (73,84%) memiliki riwayat keluarga pernah mengalami dismenorhea, sebagian besar (60,0%) mendapatkan menarche pada usia ≥12 tahun, seluruhnya (100%) merupakan nullipara, sebagian besar (67,70%) tidak mengalami haid yang memanjang.
Simpulan dari hasil penelitian bahwa faktor nullipara menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kejadian dismenorhea primer. Oleh karena itu penyuluhan perlu dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan menambah pengetahuan agar remaja putri dapat menangani dismenorhea primer dengan tepat
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN GOWA
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
