1,721,030 research outputs found

    Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksisitas Ekstrak Bawang Hitam (Allium sativum)

    No full text
    Bawang hitam adalah hasil dari proses pemanasan dan pencoklatan bawang putih, dan merupakan salah satu dari bahan olahan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan untuk mengatasi penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan melakukan ekstraksi bawang hitam yang dikeringkan untuk selanjutnya diuji aktivitas antioksidan dan sitotoksisitasnya. Bawang hitam dikeringkan dan diekstraksi dengan menggunakan 4 jenis pelarut yaitu etanol 30%, 70%, 96% dan akuades. Uji kadar air dan penghitungan rendemen dilakukan untuk mengetahui kualitas sampel. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan menggunakan uji DPPH dengan vitamin C sebagai kontrol positif, dan sitotoksisitas ditentukan menggunakan uji BSLT. Hasil uji menunjukkan bawang hitam memiliki kadar air sebesar 9.16% dengan rendemen terendah dari pelarut etanol 96% sebesar 22.79 % dan rendemen tertinggi dari pelarut etanol 70% sebesar 45.34%. Ekstrak bawang hitam dengan pelarut akuades memiliki nilai IC50 dan LC50 terendah dibandingkan dengan ekstrak lainnya, dengan nilai IC50 sebesar 4.58 ppm dan nilai LC50 sebesar 758.57 ppm

    Pemanfaatan Cangkang Telur Ayam Sebagai Penambah Nutrisi Kalsium Pada Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) Dengan Budidaya Hidroponik

    No full text
    Kalsium sebagai kandungan utama cangkang telur ayam berpotensi untuk dijadikan sumber kalsium pada tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kadar kalsium pada bayam (Amaranthus tricolor L.) dengan penambahan serbuk cangkang telur ayam (SCT) melalui budidaya hidroponik dan membandingkan pengaruhnya terhadap kadar air, abu, kalsium, serta zat besinya. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertumbuhan bayam yang ditanam selama 4 minggu dengan formulasi larutan SCT dan pupuk hidroponik AB Mix menggunakan kombinasi perlakuan 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm. Data yang dihasilkan diamati dan dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Tuckey. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi perlakuan berpengaruh terhadap akumulasi kalsium dan pertumbuhan tinggi serta jumlah daun pada bayam. Semakin tinggi konsentrasi perlakuan semakin besar akumulasi kalsium dan zat besinya, berkurangnya kadar air dan bertambahnya kadar abu. Pertumbuhan yang paling baik didapatkan pada bayam dengan konsentrasi perlakuan 300 ppm, dengan kadar kalsium sebesar 15.740 g/Kg. Penambahan konsentrasi cangkang telur sebanyak 300 ppm dalam media tanam menambah akumulasi kalsium sebesar 0.21%

    Produksi Biohidrogen Oleh Sel Amobil Rhodobium Marinum Pada Perlakuan Intensitas Cahaya, Ph, Dan Agitasi

    No full text
    Hidrogen merupakan energi alternatif bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Produksi biohidrogen sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi lingkungan terbaik dengan kadar gas hidrogen tertinggi pada produksi biohidrogen oleh sel Rhodobium marinum yang dikondisikan amobil. Penelitian pendahuluan menunjukkan sel amobil dapat meningkatkan produksi hidrogen dibandingkan suspensi kultur. Penelitian dilakukan dengan mengkombinasikan faktor intensitas cahaya (2000, 4000, dan 6000 lux), pH (pH 6, 7, dan 8), dan agitasi (110, 120, dan 130 rpm) dengan menggunakan rancangan percobaan Acak Lengkap pola faktorial tiga faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 4000 lux, pH 6, dan 120 rpm menghasilkan gas hidrogen tertinggi, yaitu 1055.82 ml/L. Intensitas cahaya, pH, dan agitasi berpengaruh nyata terhadap produksi hidrogen. Intensitas cahaya dan pH berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa terpakai, sedangkan agitasi tidak berpengaruh nyata. Interaksi antara setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi hidrogen dan kadar glukosa terpakai

    Pengaruh Pemberian Pakan dan Ekstrak Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) terhadap Bobot Badan dan Konsentrasi Kolesterol Darah pada Tikus

    No full text
    Penggunaan tanaman obat sebagai substitusi obat-obatan sintetik atau kimia sangat marak pada masa sekarang ini. Penelitian ini bertujuan mengukur konsentrasi kolesterol darah, mengukur perubahan bobot badan, konsumsi pakan tikus, dan menghitung jumlah eritrosit darah tikus sebelum dan setelah pemberian pakan tinggi lemak. Selain itu, mengukur efek pemberian ekstrak rimpang temu ireng terhadap kolesterol, bobot badan, konsumsi pakan, dan eritrosit darah tikus. Penentuan konsentrasi kolesterol total darah menggunakan metode Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD-PAP). Bobot badan tikus dinyatakan sebagai tikus obesitas jika nilai indeks lee >0.3. Ekstraksi terhadap rimpang temu ireng menggunakan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana dan etanol 70%. Hewan coba dibagi secara acak menjadi lima kelompok, yaitu kelompok normal, kontrol positif, kontrol negatif, temu ireng A (500 mg/kgBB), temu ireng B (1000 mg/kgBB). Pemberian pakan tinggi lemak atau high fat diet (HFD) diberikan selama 5 minggu, 4 minggu untuk induksi dan 1 minggu perlakuan ekstrak. Induksi pakan HFD dapat meningkatkan bobot badan dan berkorelasi dengan konsumsi pakan tetapi tidak berbeda nyata dengan kelompok normal. Rerata bobot badan tikus dengan pemberian ekstrak temu ireng dosis A lebih besar dibandingkan dengan dosis B. Pemberian ekstrak temu ireng tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi kolesterol darah dalam penelitian ini. Rerata jumlah eritrosit setelah perlakuan ekstrak mengalami penurunan tetapi hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok lainnya

    Kandungan Fitokimia dan Uji Antioksidan Ekstrak Batang Krokot (Portulaca oleracea L.).

    No full text
    Ekstrak batang krokot (Portulaca oleracea L.) telah digunakan secara tradisional dan diduga memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa fitokimia batang krokot dengan perbedaan pelarut (akuades, etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana) serta membandingkan potensi antioksidan pada uji DPPH. Parameter yang digunakan adalah analisis perbandingan kandungan fitokimia dan persen daya hambat ekstrak terhadap radikal bebas. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi maserasi, penentuan kandungan fitokimia, dan pengujian antioksidan DPPH. Hasil pengujian diperoleh kadar air ekstrak batang krokot (Portulaca oleracea L.) sebesar 8.69% dengan rendemen tertinggi pada ekstrak akuades yaitu 9.7%. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak batang krokot mengandung senyawa alkaloid, glikosida, dan saponin untuk semua ekstrak. Senyawa fenolik hanya didapat pada ekstrak etil asetat dan etanol 96%. Nilai IC50 batang krokot (Portulaca oleracea L.) pada keempat pelarut tidak dapat ditentukan karena konsentrasi ekstrak dan nilai R kuadrat yang kecil. Ekstrak yang paling baik persen ihibisinya adalah ekstrak etanol 96% dan ekstrak akuades

    Penapisan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Sianobakteria Terhadap Micrococcus luteus dan Escherichia coli

    No full text
    Sianobakteria adalah mikroalga yang mempunyai ciri seperti bakteri Gram negatif. Namun sianobakteria memiliki klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Sianobakteria memiliki bioaktifitas yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan menguji strain sianobakteria yang mempunyai aktivitas senyawa antibakteri dengan metode mikrodilusi. Sianobakteria yang didapat berdasarkan karakteristik morfologi adalah ordo Oscillatoriales dan Chroococcales. Ekstrak sianobakteria yang dibuat dengan menggunakan pelarut metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif. Ekstrak metanol sianobakteria dengan kode isolat LIPI-F-069 dan LIPI-F-077 memiliki aktivitas antibakteri paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Micrococcus luteus dan Escherichia coli. Pada konsentrasi 0.02 mg/mL, ekstrak dari isolat LIPI-F-069 memiliki nilai penghambatan sebesar 80.43% terhadap Micrococcus luteus dan 96.16% terhadap Escherichia coli, daya hambat untuk Lipi-F-077 sebesar 79.51% terhadap Micrococcus luteus dan sebesar 95.61% terhadap Escherichia coli

    Isolasi dan Karakterisasi Inulin dari Umbi Yakon (Smallanthus sonchifolius)

    No full text
    Prebiotik merupakan suatu bahan makanan yang tidak dapat dicerna namun memberikan manfaat positif bagi tubuh karena secara selektif menstimulir pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik dalam saluran gastrointestinal. Salah satu jenis prebiotik yang umum digunakan adalah inulin. Inulin merupakan senyawa polimer fruktan yang penyusun utamanya terdiri atas unit-unit fruktosa. Tanaman yakon (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman herbal yang sudah banyak dikembangbiakkan di Indonesia karena daunnya dipercaya dapat mengobati diabetes. Penelitian ini bertujuan mengisolasi, menentukan kadar, serta mengkarakterisasi inulin dari umbi tanaman yakon. Hasil isolasi didapatkan serbuk inulin dengan bobot 0,854 gram sehingga rendemen inulin yang diperoleh sebesar 4,86% dengan kemurnian sebesar 44,23% dan kadar aktual inulin sebesar 2,15%. Karakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR menunjukkan inulin hasil isolasi memiliki gugus fungsi C-O, C-H, -CH2, O-H, dan C=O serta memiliki kemiripan bentuk spektrum dengan hasil karakterisasi dari inulin standar yang menunjukkan bahwa hasil isolasi merupakan senyawa inulin

    Skrining Fitokimia, Aktivitas Peredaman Radikal DPPH dan Sitotoksisitas Ekstrak Bunga dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

    No full text
    Stres oksidatif akibat radikal bebas merupakan penyebab penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan kanker. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang secara tradisional digunakan sebagai obat dan berpotensi sebagai antioksidan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menguji kandungan fitokimia, mengukur aktivitas antioksidan serta sitotoksisitas Averrhoa bilimbi L. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Selain itu, uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode BSLT. Kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, glikosida, tanin dan fenolik menyebabkan adanya aktivitas antioksidan dan sitotoksisitas pada ekstrak. Aktivitas antioksidan tertinggi bunga A. bilimbi L. dimiliki oleh ekstrak etanol (IC50 35.26 μg/mL) dan ekstrak aseton (IC50 31.02 μg/mL) pada buah. Ekstrak dengan nilai LC50 terendah adalah ekstrak etanol bunga (LC50 249.99 μg/mL) dan ekstrak akuades pada buah (LC50 306.98.15 μg/mL). Ekstrak bunga dan buah A. bilimbi L. (kecuali ekstrak aseton) tergolong sebagai zat toksik (LC50<1000 μg/mL)

    Pengaruh Ekstrak Air Angkak terhadap Kadar Malondialdehid Serum Darah Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi High Fat Diet dan Propiltiourasil.

    No full text
    Angkak merupakan produk fermentasi beras oleh kapang Monascus spp. Angkak memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh angkak dapat mencegah terjadinya reaksi peroksidasi lipid. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak air angkak terhadap kadar malondialdehid serum darah tikus Sprague Dawley yang diinduksi dengan pakan high fat diet dan dengan propiltiourasil. Kadar malondialdehid merupakan parameter reaksi peroksidasi lipid yang terjadi. Larutan ekstrak air angkak diberikan kepada tikus selama 7 hari dengan dosis 50 mg/kg BB dan 100 mg/kg BB. Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Subtances (TBARS). Hasil penelitian ini adalah ekstrak air angkak dapat menurunkan kadar malondialdehid serum darah tikus Sprague Dawley. Penurunan kadar malondialdehid tersebut lebih besar untuk pemberian larutan ekstrak air angkak pada dosis 100 mg/kg BB dibandingkan dengan dosis 50 mg/kg BB

    Identifikasi Komponen Batu Ginjal Manusia serta Aktivitas Eksrak Daun Alpukat terhadap Daya Luruh Batu Ginjal In vitro

    No full text
    Batu ginjal merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan komplikasi serius pada penderitanya. Daun alpukat kaya akan senyawa flavonoid dan dipercaya sebagai obat tradisional yang dapat meluruhkan batu ginjal manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komponen penyusun batu ginjal manusia serta aktivitas ekstrak daun alpukat terhadap daya luruh batu ginjal in vitro. Komponen penyusun batu ginjal manusia dianalisis dengan FTIR sedangkan peluruhan batu ginjal dianalisis dengan AAS. Hasil Menunjukkan kalsium oksalat merupakan komponen utama penyusun batu ginjal dengan nilai serapan sebesar 1604.66 yang menunjukkan vibrasi OC=O asymmetrical stretching, 1326.93 menunjukkan vibrasi C=C symmetrical stretching. Total flavonoid yang terdapat di dalam ekstrak daun alpukat sebesar 19.99 mg/gram dan kontrol positif obat komersial batu ginjal sebesar 2.99 mg/mL obat komersial. Total kuersetin ekstrak daun alpukat sebesar 0.58 mg/g ekstrak dan total rutin 2.36 mg/g ekstrak. Kelarutan batu ginjal manusia paling baik terdapat pada konsentrasi ekstrak 18 ppm flavonoid dengan kelarutan sebesar 74.86 ppm
    corecore