5 research outputs found

    Penerapan Face Recognition Pada Sistem Presensi

    No full text
    The development of digital image technology is increasing nowadays. However, the use of image technology on surveillance cameras has not been optimally utilized. On the other hand, the various presence data monitoring systems that currently exist have their respective advantages and disadvantages, and need to be continuously developed so as to facilitate the data processing. The student attendance system at STT Bandung is basically good but it is still not optimal. The process of collecting student attendance data is still quite time-consuming and still allows human errors to occur in the data input process. Therefore, the author intends to help overcome this by utilizing face recognition technology in an integrated presence process. LBPH (Local Binary Pattern Histogram) is currently the best method in face recognition technology because the detection and recognition process is relatively fast and has the highest level of accuracy when compared to other methods. After testing the resilience of the system from the results of the prototyping that was built, the results obtained with a success rate of 86.85%

    Aplikasi Sistem Pengkartuan Gaji Polri untuk SKKP Pensinan/Mutasi pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kuningan

    No full text
    Aplikasi Sistem Pengkartuan Gaji POLRI untuk SKPP Pensiun/Mutasi pada KPPN Kuningan ini dapat membantu untuk melihat informasi gaji pegawai polri, dari mulai golongan, tunjangan, pajak dll. Aplikasi ini dipilih berbasis web supaya setiap karyawan KPPN Kuningan dapat dengan mudah mengakses. Meminumkan waktu dalam penginputan data gaji pegawai

    Perancangan Model Keterikatan Karyawan Pada Tim Pengembangan Scrum (Studi Kasus CV. Kabita Informatika)

    No full text
    CV.Kabita Informatika (KI) merupakan start-up company yang bergerak dalam bidang informasi dan teknologi. KI berfokus pada pembangunan perangkat lunak berbasis mobile. Demi mempertahankan eksistensi dan persaingan KI terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu pada pembangunan aplikasi. Seiring dengan banyaknya jumlah produk dan proyek aplikasi yang dikerjakan KI disertai dengan dinamisnya Sumber Daya Manusia (SDM) di tim pengembang tak luput dari adanya permasalahan seperti fluktuatifnya kualitas output, turnover yang tidak bisa ditebak waktunya, efektifitas transfer knowledge yang belum optimal, komunikasi internal tim, adanya keluhan Employee Employment Opportunity (EEO) dan lain-lain. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut selain dari sisi teknologi adalah dengan menciptakan keterikatan karyawan di perusahaan itu sendiri. Demi terciptanya keterikatan karyawan yang baik serta tepat guna maka penting bagi perusahaan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya keterikatan karyawan, bagaimana hubungan antar faktor tersebut dan rekomendasi aksi seperti apa yang sesuai dengan lingkungan kerja tim pengembang perangkat lunak di KI. Oleh karena itu, perancangan model keterikatan karyawan yang diteliti ini dapat menjadi solusi bagi perusahan pada umumnya dan tim pengembang pada khususnya untuk memahami faktor apa saja yang mempengaruhinya, bagaimana hubungan antar faktor tersebut dan rekomendasi aksi apa yang harus dilakukan untuk menciptakan keterikatan karyawan yang sesuai di KI. Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapatkan beberapa kesimpulan antara lain : Faktor yang mempengaruhi dan berdampak signifikan terhadap keterikatan karyawan secara langsung di KI yaitu faktor pengembangan karir (career development) dengan nilai original sample 0.264182; Faktor kepemimpinan (leadership) berdampak signifikan terhadap faktor emosi (emotional) dengan nilai original sample 0.249934; Rekomendasi yang dapat diberikan, yaitu KI diharapkan dapat memperhatikan faktor emosi (emotional) untuk meningkatkan keterikatan karyawan terhadap perusahaan dikarenakan memiliki nilai original sample emosi (emotional) paling kecil sebesar 0.027366

    Aplikasi pemandu wisata Kebun Binatang Bandung berbasis android

    No full text
    Kebun Binatang Bandung (KBB) merupakan salah objek wisata bagi turis dalam dan luar kota Bandung. Keindahan alam dan keanekaragaman hewan dan tumbuhan menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi objek wisata ini. Bagi pengunjung yang baru mengenal dan mengunjungi objek wisata ini tidak menutup kemungkinan masih akan mengalami kesulitan dalam mengetahui keberadaan hewan, tumbuhan atau fasilitas umum dikarenakan luas lokasi KBB yang cukup luas mencapai 13.7 ha. Sejauh ini penyampaian informasi hewan, tumbuhan masih dirasa belum efektif karena belum lengkapnya informasi serta media penyampaian informasi yang rentan mengalami kerusakan.Oleh karena itu aplikasi pemandu wisata KBB (BonBinTour) dapat menjadi solusi bagi para pengunjung yang baru mengenal dan mengunjungi objek wisata ini, selain itu juga dapat memberikan informasi yang lebih lengkap, dinamis mengenai hewan, tumbuhan, fasilitas umum yang diinginkan. Teknologi augmented reality yang diterapkan menggunakan marker untuk mendapatkan informasi detail objek hewan, tumbuhan dan fasilitas umum serta penggunaan GPS based tracking untuk menampilkan keberadaan lokasi hewan, tumbuhan dan fasilitas umum. Teknologi smartphone android yang sudah berkembang pesat saat ini, mempermudah implementasi augmented reality dikarenakan setiap smartphone android yang ada sekarang sudah diintegrasikan dengan GPS, yang kemudian GPS tersebut digunakan sebagai pengembangan metode augmented reality. Berdasarkan hasil uji betha interview dengan pihak KBB, aplikasi BonBinTour ini menunjukkan bahwa aplikasi ini mudah digunakan oleh pengguna, serta bisa bermanfaat bagi pengunjung wisata KBB dalam melakukan kunjungan wisatanya. Dengan demikian aplikasi BonBinTour ini dapat menjadi alternatif lain bagi para pengunjung KBB untuk memperoleh informasi yang lebih baik

    Perancangan Model Keterikatan Karyawan pada Tim Pengembang Scrum (Studi Kasus CV.Kabita Informatika)

    No full text
    CV.Kabita Informatika (KI) merupakan start-up company yang bergerak dalam bidang informasi dan teknologi. KI berfokus pada pembangunan perangkat lunak berbasis mobile. Demi mempertahankan eksistensi dan persaingan KI terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu pada pembangunan aplikasi. Seiring dengan banyaknya jumlah produk dan proyek aplikasi yang dikerjakan KI disertai dengan dinamisnya Sumber Daya Manusia (SDM) di tim pengembang tak luput dari adanya permasalahan seperti fluktuatifnya kualitas output, turnover yang tidak bisa ditebak waktunya, efektifitas transfer knowledge yang belum optimal, komunikasi internal tim, adanya keluhan Employee Employment Opportunity (EEO) dan lain-lain. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut selain dari sisi teknologi adalah dengan menciptakan keterikatan karyawan di perusahaan itu sendiri. Demi terciptanya keterikatan karyawan yang baik serta tepat guna maka penting bagi perusahaan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya keterikatan karyawan, bagaimana hubungan antar faktor tersebut dan rekomendasi aksi seperti apa yang sesuai dengan lingkungan kerja tim pengembang perangkat lunak di KI.Oleh karena itu, perancangan model keterikatan karyawan yang diteliti ini dapat menjadi solusi bagi perusahan pada umumnya dan tim pengembang pada khususnya untuk memahami faktor apa saja yang mempengaruhinya, bagaimana hubungan antar faktor tersebut dan rekomendasi aksi apa yang harus dilakukan untuk menciptakan keterikatan karyawan yang sesuai di KI.Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapatkan beberapa kesimpulan antara lain : Faktor yang mempengaruhi dan berdampak signifikan terhadap keterikatan karyawan secara langsung di KI yaitu faktor pengembangan karir (career development) dengan nilai original sample 0.264182; Faktor kepemimpinan (leadership) berdampak signifikan terhadap faktor emosi (emotional) dengan nilai original sample 0.249934; Rekomendasi yang dapat diberikan, yaitu KI diharapkan dapat memperhatikan faktor emosi (emotional) untuk meningkatkan keterikatan karyawan terhadap perusahaan dikarenakan memiliki nilai original sample emosi (emotional) paling kecil sebesar 0.027366
    corecore