1 research outputs found

    pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe team games tournament (tgt) terhadap hasil belajar teknik listrik dasar otomotif pada kelas x teknik kendaraan ringan otomotif di smkn 1 singosari

    No full text
    ABSTRAK   Matulandi, Andreas. 2017. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Teknik Listrik Dasar Otomotif pada Kelas X Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMKN 1 Singosari. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd.   Kata Kunci: model pembelajaran, Cooperative Learning tipe Team Games Tournament, hasil belajar, Teknik Listrik Dasar Otomotif, SMK   Salah satu solusi penggunaan kurikulum 2013 yang diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar yaitu dengan mengubah cara belajarnya dan menggunakan model pembelajaran yang dapat merangsang keaktifan siswa dalam belajar.Berdasarkan hasil observasi, model pembelajaran yang diterapkan di SMKN 1 Singosari sebagai tuntutan kurikulum 2013 adalah Problem Based Learning, Akan tetapi pembelajaran seperti ini menuntut semua siswa harus aktif dan menyamakan siswa yang kurang aktif sehingga tidak memberi ruang siswa yang paham untuk membantu siswa yang kurang paham. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran lain sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu Cooperative Learning tipe Team Games Tournament (TGT). Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang signifikan antara siswa kelas X teknik kendaraan ringan otomotif yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Team Games Tournament (TGT) dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMKN 1 Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan tipe pre test-post test control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yaitu Kelas X TKRO 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKRO 1 sebagai kelas kontrol di SMKN 1 Singosari. Instrumen tes diuji coba dan hasilnya di analisis menggunakan uji-t menggunakan bantuan program SPSS 24.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimendengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai post test pada kelas eksperimen 81,45 dan kelas kontrol 71,75. Selain itu jika dilihat dari indikator ketuntasan yang dicapai siswa, kelas eksperimen 100% (33 siswa) dibandingkan kelas kontrol 30% (10 siswa) yang sudah mencapai nilai KKM sebesar 75. Maka peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Team Games Tournament memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibanding penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Bagi sekolah sebaiknya menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Team Games Tournament sebagai alternatif pembelajaran, (2) Bagi penelitian selanjutnya sebaiknya menelitipadamata pelajaran lainnya dengan sekolah berbeda serta di barengi dengan meneliti motivasi siswa agar hasil penelitian lebih berkembang
    corecore