67 research outputs found

    Tafsir Al-Qur’an Al-Majid“Al-Nur” Karya T.M.Hasbi Ash- Shiddieqy (Corak Tafsir berdasarkan Perkembangan Kebudayaan Islam Nusantara)

    No full text
    Tafsir al-Qur’an al-Majid “al-Nur” is a work by T.M.Hasbi Al-Siddieqy, by applying tahlili writing method with tafsir fiqh characteristic, this work is present to meet the demands of Islamic culture development in Indonesia. With Indonesia nuanced interpretation (tafsir) provides convenience for those who do not understand Arabic well, so it can lead Indonesian people practicing the Qur'an and the Hadith, for the development of religion and nation

    Semantic Analysis On The Use Of Hijab And Jilbab Word Based On Qur’anic Perspective

    No full text
    The article explorer the difference of the word hijab and veil in the Qur'an verses through semantic analysis. The use of the word hijab for veil clothing is popular and both words are sometimes interpreted in the same meaning without defining the slightest difference with connotation on clothing. Moreover, through a qualitative descriptive analysis process with a lexical-semantic analysis method that used an interpretation variety technique through maudhui method with a research object in al-Qur’an verses which related to the use of the word hijab and veil, it revealed that the two words hijab and veil have a different meaning. The results revealed that the word hijab shows the meaning of covering, boundary or wall, as an intermediary which limited between men and women or between objects with another object, which aimed to prevent adversity (assimilation) with the opposite sex, and the use of the word hijab has been mentioned in the Qur'an eight times scattered in eight surah, and there is no definite editorial found that the meaning of clothes attached to a woman's body. While the use of the veil word is mentioned twice and found in two surahs, which indicated the meaning of clothing that covers the entire body of a woman, even though some people argued except covering the face and palms. Thus, this article is important because it discussed the different meanings of the use of both words in al-Qur'an through Semantic analysis, and it contributed to provide the real meaning and straighten the misunderstanding about those words both terms and understanding the related verses. Artikel ini membahas perbedaan penggunaan kata hijab dan jilbab dalam ayat-ayat al-Qur’an dengan analisis semantik . Penggunaan kata hijab untuk pakaian jilbab menjadi populer dan  kedua kata tersebut  terkadang diartikan sama tanpa memiliki perbedaan sedikitpun dengan berkonotasi pada pakaian. Namun setelah melalui proses analisis secara deskriptif kualitatif dengan metode analisis semantik leksikal yang menggunakan pendekatan berbagai teknik interpretasi dalam  metode maudhui dengan obyek penelitiannya pada ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan penggunaan kata hijab dan jilbab, ternyata kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata hijab menunjukkan makna tabir, batas atau dinding, sebagai perantara yang membatasi antara pria dan wanita atau antara satu benda dengan benda lainnya, yang bertujuan untuk mencegah ikhtilat (pembauran) dengan lawan jenis, dan dari seluruh penggunaan kata hijab yang disebut dalam al-Qur’an sebanyak delapan kali yang tersebar pada delapan surah,  tidak ditemukan secara pasti redaksi yang menunjukkan makna pakaian yang melekat pada tubuh wanita. Sementara penggunaan kata jilbab yang disebut sebanyak dua kali yang terdapat pada dua surah, keduanya menunjukkan makna pakaian yang menutupi seluruh anggota tubuh wanita, meskipun ada yang memahami kecuali muka dan telapak tangan. Dengan demikian, artikel ini menjadi penting karena mengurai  perbedaan makna penggunaan kedua kata tersebut dengan analisis semantik Qur’ani, dan berkontribusi untuk memberikan pemahaman sehingga tidak terjadi kekeliruan, baik dalam penggunaan term tersebut maupun dalam memahami ayat yang terkait

    Wawasan Al-Qur'an tentang Al-Nahyu

    No full text
    Dalam tulisan ini, salah satu sigat dalam Alquran yang berimplikasi hukum adalah al-Nahyu. Yaitu salah satu ketetapan Allah yang berhubungan dengan mukallaf dalam bentuk igtida’ (tuntutan), yakni tuntutan dalam bentuk larangan. Al-Nahyu yang berarti tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan. Dimana orang yang patuh pada Allah dengan meninggalkan larangan tersebut akan mendapat pujia

    Perkembangan Tafsir Al-Qur’an pada Masa Sahabat

    No full text
    Interpretation of al-Qur'an have grown during Prophet life and he is the first mufassir. After Rasulullah passed away the prophet companies occupied the second interpretor. The first person interpreted al-Qur'an after Rasul is Ali and than Ibnu Abbas. Al-Qur'an was interpreted by prophet companieas by using sources such as Qur’an, prophet tradition,their own opinions (ijtihad) and israiliyat stories ( though this was not mentioned and not allowed by the Prophet.). Meanwhile interpretation of Prophet directly come from Allah or passed by jibril or from himself, difference ways of this two interpretation are not far differences, but the quality of these interpretations is far more eminent. Generally, the form of interpretation applied by prophet companies is called al-Ma'tsur interpretation which means that the interpretation is based on prophet interpretation, tradition and hisrory. This doesn’t mean the ra’yu or thought was not exluded but included. Precisely in certain condition, they used ideas called interpretation method (ijtihadi). The methode of interpretation used was ijmali ( global), which means a brief and clear interpretation of verses

    SABAR DALAM PERSFEKTIF AL-QUR’AN

    No full text
     Patient is the ability of some one to endure from difficulty of life and to control emotion for the shake of reaching a target. People are often confronted by collision or condition that bring them into insulation, dissapointment and stress. So that patient can become control of some one personally and socially. Patience does not mean surrender bacause it some time brings someone into fatalism. Patient is a word that covers a whole set of moral values that’s most infortant. In fact, patient is a key from some one to success. Qur’an also suggest to use patient as benefactor in facing all aspect of life’s temptation

    Karakteristik sigat al-nahyu dalam al-quran dan implikasinya terhadap hukum

    No full text
    Buku ini membahas mengenai kontropersi substansi al nahyu, fenomena al nahyu dalam al quran serta imblikasi hukumnya.viii, 175 hlm.; 21 cm

    Al-Libas perspektif Al-Qur'an (analisis tafsir maudu'i)

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam al-Qur'an kata al-libas dengan berbagaia bentuk derivasinya terulang sebanyak 23 kali dan tersebar pada 22 ayat di 15 surah. dari ayat-ayat tersebut dirumuskan beberapa hakikat, yaitu sebagai berikut: (1) al-libas yaitu pakaian lahir yang menutupi tubuh, baik sebagai penutup aurat, hiasan serta pelindung tubuh. (2) al-libas yang bermakna pakaian ruhani atau pakaian batin, yaitu libas taqwa yang berfungsi mengontrol sikap dan tingkah laku manusia. (3) al-libas diunakan pula bagi pasangan suami istri yang merupakan pakaian antara satu dengan yang lainnya yakni berfungsi sebagai penutup atas kekurangan suami dan atau sebaliknya. (4) al-libas berarti menutup dalam konteks lain seperti kegelapan malam menutupi jagat raya. (5) al-libas berarti meliputi, maksudnya diliputi oleh perasaan lapar dan takut. (6) al-libas berarti percampuran, yaitu mencampurkan antara yang haq dengan yang batil. (7) al-libas berarti keraguan, misalnya orang kafir sering meragukan ciptaan Allah.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa eksistensi al-libas terlihat pada jenisnya adalah al-libas al-haqiqiy yang berupa pakaian lahir dan berfungsi sebagai penutup, perhiasan pelindung, dan al-libas al-ma'nawiy yang berfungsi sebagai pakaian taqwa, baik al-libas yang ditujukan kepada suami istri maupun pakaian yang berupa ganjaran, berupa sanksi di sunia maupun balasan di akhirat bagi ahl al-Jannah wa ahl al-nar.terdapat syarat dan mekanisme penggunaan al-libas dalam hadis dan ayat-ayat al-Qur'an yang menjelaskna tentang bagaimana seharusnya penggunaan al-libas yang sesuai dengan tuntunan agama dan fungsinya sebagai penutup aurat, perhiasan, perlindungan serta sebagai penunjuk identitas. adapun hikmah/tujuannya adalah untuk mensucikan hati, menghindarkan gangguan manusia dan tipu daya setan, memelihara pandangan menjaga kehormatan manusia serta memelihara manusia dari sengatan panas dan dingin dan segala macam bencana. dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaruh al-libas dalam pembentukan kat=rakter setiap insan serta dampak yang ditimbulkan oleh berbagai macam cara, bentuk dan model pakaian baik dampak secara pribadi maupun dampak sosial.xvi, 273 hl

    Hubungan Islam dengan Kristen (Barat) dalam sejarah

    No full text
    Therefore, a waraness and dialogue amng both civilizations are needed to maintain the harmony relationships.1-93 hlm .; 29 c

    Perspektif Al-Qur'an tentaang Al-Libas

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat Al-libas adalah al-libas al haqiqiy yang menutupi tubuh dan al-libas al-maknawiy yang berfungsi mengontrol perilaku, sikap dan penampilan manusia. Penggunaan al-libas dalam al-quran menunjukkan pakaian yang menyelimuti manusia secara lahir maupun batin. selanjutnya terdapat item-item yang semakna dengan al-libas serta ayat-ayat al-quran yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya penggunaann al-libas yang sesuai dengan tuntunan agama, berikut fungsi dan tujuannya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaruh al-libas dalam pembentukan pribasi serta dampak yang ditimbulkannya, baik secara pribasi maupun secara sosial

    HUBUNGAN ISLAM DENGAN KRISTEN (BARAT) DALAM SEJARAH

    No full text
    Since classical times, until the middle and modern century, Muslim has been  building relationships and communication with various centers of civilization and science in the world (including the West) to achieve greatness. Nevertheless, Islam has also gave a great contribution to the advancement of Europe and the West.  Relations between the two communities often arise because of hatred and hostility respectively fanaticism. History proves that from the beginning, the west has shown hostility towards Islam both as a religion or as a public entity that has a different culture and civilization with them. Some Moslem also addressing them  negatively and  positively that the west  can give a positive value to the Islamic civilization. Therefore, a wareness and dialogue among both civilizations are needed to maintain the harmony  relationships
    corecore