349 research outputs found
Monitoring Dan Analisis Traffic Jaringan Intranet Di Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Menggunakan Cacti
ABSTRAK Hendra, Andi. 2013. “Monitoring Dan Analisis Traffic Jaringan Intranet Di Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Menggunakan Cacti” Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Heru Wahyu Herwanto, S.T, M.Kom (II) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom Kata kunci : Cacti, server, Apache, Monitoring, System, Network Jaringan merupakan sebuah kebutuhan dan digunakan sebagai menghubungkan komunikasi satu ke komunikasi lainya. Dengan Jaringan pula kita dapat mempermudah sebuah pekerjaan dengan waktu yang efisien karena dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Dan perumusan masalah yang akan dibahas adalah bagaimana memonitoring jaringan pada Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tujuan yang dapat dicapai adalah memberikan suatu gambaran tentang sistem monitoring yang berjalan pada Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan membuat perancangan sistem monitoring jaringan berbasis web untuk memudahkan pekerjaan dalam pengelolaan jaringan yang berada pada Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Metode yang dilakukan adalah dengan cara menginstalasi sebuah server berbasis open source beserta paket – paket yang diperlukan untuk membuat sebuah webserver beserta software monitoring cacti sebagai sistem monitoring. Setelah itu mengkonfigurasi host atau clients yang akan dimonitoring beserta penggunaan bandwith. Hasil yang dicapai adalah suatu sistem monitoring jaringan berbasis web yang mempermudah pekerjaan seorang administrator maupun teknisi jaringan yang berada di Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Untuk melakukan pengawasan serta melakukan penangan jaringan lebih lanjut apabila mengalami gangguan pada koneksi maupun service pada host dan client. Serta kesimpulan dari penulisan tugas akhir ini adalah dengan sistem monitoring ini dapat mengembangkan sebuah sistem monitoring berbasis web yang dapat membantu memonitoring jaringan yang berada Laboratorium Jaringan Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
PERAN KOMPENSASI, MOTIVASI DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi, dan stres kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada tenaga kesehatan, dengan total sampel yang diambil secara purposif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, motivasi, dan stres kerja masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Kompensasi yang memadai dan adil meningkatkan produktivitas tenaga kesehatan. Motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, mendorong tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang optimal. Selain itu, stres kerja dalam batas tertentu dapat meningkatkan efisiensi kinerja, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak menurunkan produktivitas.Model penelitian ini mampu menjelaskan 78,5% variabilitas kinerja tenaga kesehatan (R² = 0,785), dan memiliki relevansi prediktif yang kuat (Q² = 0,581). Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya manajemen rumah sakit untuk memberikan kompensasi yang adil, meningkatkan motivasi, dan melakukan pemantauan serta pengelolaan stres secara efektif. Temuan ini diharapkan dapat membantu rumah sakit di Kota Makassar dan institusi kesehatan lainnya dalam mengembangkan kebijakan manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layana
Lithofacies and depositional environment spanning the Cretaceous-Paleogene boundary on the New Jersey coastal plain
The sedimentary record spanning the Cretaceous-Paleogene (K/Pg) boundary was examined in outcrop and in seven cores recovered from a 50 km long transect along the outcrop belt on the New Jersey coastal plain. The objectives were to: (1) conduct a high-resolution study of the K/Pg lithofacies, (2) document spatial and temporal changes in composition and texture of the sediments, and (3) interpret any changes in the depositional environment across this important geological boundary when a mass extinctions occurred. Analyses include core description, textural, petrographic, microprobe, and XRD analyses. Five lithofacies were interpreted in the Upper Cretaceous sediments and three lithofacies were recognized from the lowermost Paleogene deposits. Microprobe studies show the chemistry of Upper Cretaceous and lowermost Paleogene glauconite are identical (~7-8% K2O), but their color difference may suggest different redox condition. XRD analyses show the Upper Cretaceous clay contains more land-derived detritus than the lowermost Paleogene clay. The following sequence of events is interpreted from the sediment record spanning the K/Pg boundary: (1) deposition in near-shore setting and slow sedimentation in middle shelf when sea level was falling, albeit still shelfal depth; (2) deposition of K/Pg lithofacies when sea level was falling possibly creating a diastem but not a sequence boundary, per se; (3) a transgression above the K/Pg boundary; and (4) deposition in middle shelf possibly with decreased ocean productivity and a more reducing environment. There is no sedimentological evidence above the K/Pg boundary, suggesting tsunami-related deposition associated with a bolide impact. Either a tsunamite was eliminated by bioturbation, or NJCP was too far from the impact site to be affected. A transgressive lag, instead, was formed by normal sedimentation during the subsequent transgression in the early Paleocene.M.S.Includes bibliographical referencesby Hendra Wahyud
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi Juni 2012 Volume 17 No.1
1. Kajian Nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR) Pada Bagian Legacy Signal Field Sistem Wireless LAN IEEE 802.1 In ( Hendra Setiawan )
2. Analisis Performansi Self-Optimisation Cakupan dan Kapasitas Menggunakan Algoritma Heuristik di Lingkungan Radio Propagasi yang Berbeda (Studi Kasus 3G UMTS) ( Yasir A. Saputro, Rina, P. Astuti, Nachwan M. Adriansyah
3. Desain dan Implementasi Viterbi Decoder Soft Decision Pada FPGA dengan Skema QPSK ( Raditiana Patmasari, Heroe Wijanto, Iswahyudi Hidayat )
4. Pengembangan Metode Pemampatan Citra Diam Menggunakan Pustaka Basis Latih dan Representasi Sparse ( Antonius Darma Setiawan, Andriyan Bayu Suksmono, Hendra Gunawan, Tati Mengko )
5. Perancangan dan Implementasi Suatu Problem Based Learning di Dalam Lingkungan Virtual Kolaboratif Menggunakan Teknologi MMOG ( Ferdinand Aruan, Ary Setijadi Prihatmanto, Hilwadi Hindersah, Kuspriyanto
6. Desain dan Implementasi Sistem Penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis Webcam Dengan Metode Linier Discriminant Analysis ( Nelli Melinda Nasution, Iwan Iwut, Linda Meylani )
7. Anomaly Detection Pada Intrusion Detection System (IDS) Menggunakan Metode Bayesian Network ( Oktavia Ari Marlita, Adiwijaya, Angelina Prima Kurniati
8. Analisis Degree Centrality dalam Social Network Analysis Menggunakan Probabilistic Affinity Inde (PAI) Pada Graf Berarah-Berbobot ( Andi Sulasikin, Warih Maharani, Adiwijaya )
9. Analisis Strategis Layanan Berbasis Data Flexi untuk Mempertahankan Bisnis Legacy Fixed Wireless Access ( Gunawan Wibisono, Khaidar Subhan Rahman )
10, Pengembangan Multisignal Remote Patient Monitoring System untuk Perawatan Pasien Jantung Menggunakan Tablet Berbasis Android dan Wireless LAN (IEEE.802.11 b/g) ( Achmad Rizal, Harrison Palti August, Sugondo Hadiyoso, Jondr
PENGARUH PEMBERIAN REWARD AND PUNISMENT TERHADAP KINERJA MELALUI DISIPLIN KERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KOTA MAKASSAR
Tujuan penelitian ini diharapkan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian rewards dan pemberian punishhment, melalui disiplin terhadap kinerja ASN pada Balitbangda Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan seluruh pegawai Balitbangda sebagai populasi. Sampel diambil melalui sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengumpulkan data kuantitatif. Data primer diperoleh dari responden, sedangkan data sekunder dari dokumen terkait. Analisis data meliputi statistik deskriptif, validitas, reliabilitas, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rewards berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Makassar. Namun, pemberian punishment tidak berpengaruh secara langsung. Disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Rewards melalui disiplin kerja memengaruhi kinerja, sedangkan punishment tidak berpengaruh
Analysis of Hendra Virus Fusion Protein N-Terminal Transmembrane Residues
Hendra virus (HeV) is a zoonotic enveloped member of the family Paramyoxviridae. To successfully infect a host cell, HeV utilizes two surface glycoproteins: the attachment (G) protein to bind, and the trimeric fusion (F) protein to merge the viral envelope with the membrane of the host cell. The transmembrane (TM) region of HeV F has been shown to have roles in F protein stability and the overall trimeric association of F. Previously, alanine scanning mutagenesis has been performed on the C-terminal end of the protein, revealing the importance of β-branched residues in this region. Additionally, residues S490 and Y498 have been demonstrated to be important for F protein endocytosis, needed for the proteolytic processing of F required for fusion. To complete the analysis of the HeV F TM, we performed alanine scanning mutagenesis to explore the residues in the N-terminus of this region (residues 487–506). In addition to confirming the critical roles for S490 and Y498, we demonstrate that mutations at residues M491 and L492 alter F protein function, suggesting a role for these residues in the fusion process
PENGARUH PENERAPAN MEDIA VIDIO PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SDN LARIANG BANGI III KECAMATAN MAKASSAR KOTA MAKASSAR
Implementasi Gerakan TOSS TBC melalui Program Intervensi Desa di Kabupaten Maros
Gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC melalui Program Intervensi Desa di Kabupaten Maros bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus, pendampingan pasien, dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pemberdayaan masyarakat. Intervensi desa dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, petugas kesehatan, dan kelompok masyarakat peduli TBC. Program ini mencakup kegiatan penyuluhan, investigasi kontak, dan pendekatan ketuk pintu yang dirancang untuk mengidentifikasi, mendeteksi, dan mengobati TBC secara komprehensif. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan TBC, peningkatan kapasitas kader dalam pendampingan pengobatan, serta penurunan stigma terhadap pasien TBC. Program ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain untuk mendukung upaya eliminasi TBC yang berkelanjutan
The Role of Stakeholders in Natural Tourism Management of Kapopo Forest Park, Central Sulawesi
The main challenge in managing Kapopo natural tourism is the participation of stakeholders who have an interest in its management. The importance of understanding and involvement of stakeholders in the management of Kapopo natural tourism can be seen from the achievement of sustainability in Kapopo natural tourism, which cannot be achieved optimally without effective cooperation between all parties involved. So instruments are needed to involve every stakeholder as the key to the success of Kapopo natural tourism. This research examines the role of stakeholders who have an interest and influence in supporting the successful management of Kapopo Nature Tourism in Central Sulawesi. The method uses qualitative descriptive analysis to see the role of stakeholders, as well as influence and interest analysis to see the influence and interests of each stakeholder in managing Kapopo natural tourism. The results of this research identified 13 stakeholders who have various roles, of which the Forestry Service and the Grand Forest Park Manager are key stakeholders in the management of Kapopo natural tourism. In this research, it was also found that in general the relationship between stakeholders was good, but there were several stakeholders who had different views which had the potential for conflict and could influence the management of Kapopo natural tourism
- …
