1,720,974 research outputs found
KEBERAGAMAN BENTUK LAHAN DI DAERAH TUKSONGO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH KAITANNYA DENGAN KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI
The research area is located in the Tuksongo area and its surroundings, Borbudur District, Magelang Regency, Central Java. Astronomically, the area is 110°10'21.8"– 110° 13' 39.0" East Longitude and 7°36'36.4"– 7° 38' 20.2" South Latitude. With an area of 30 km2, the mapping area has its own charm, especially from a geomorphological perspective. All geological aspects in the mapping area are closely related to intensive volcanic activity in the Oligocene to Miocene which was controlled by 3 ancient volcanoes, namely Mount Ijo, Mount Gajah and Mount Menoreh. Apart from that, recent volcanic activity such as Mount Sumbing also plays a role in forming the mapping area. Geomorphologically, in the mapping area there are four units, namely the Kerukbatur Lava Flow Ridge Geomorphological Unit, the Ngaglik Caldera Wall Geomorphological Unit, the Bejen Pyroclastic Flow Plain Geomorphological Unit and the Tuksongo Alluvial Plain Geomorphological Unit.Daerah penelitian terletak pada daerah Tuksongo dan sekitarnya, Kecamatan Borbudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Secara astronomis daerah tersebut berada 110°10'21,8"– 110° 13' 39,0" BT dan 7°36'36,4"– 7° 38' 20,2" LS. Dengan luas mencapai 30 km2 daerah pemetaan memiliki daya tarik tersendiri, khususnya dari segi geomorfologi. Semua aspek geologi pada daerah pemetaan sangat terkait dengan aktivitas volkanisme yang intensif pada Oligosen hingga Miosen yang dikontrol oleh 3 gunung api purba yaitu Gunung Ijo, Gunung Gajah dan Gunung Menoreh. Selain itu aktivitas gunung api recent seperti Gunung Sumbing pun memiliki peran dalam pembentukan daerah pemetaan. Secara geomorfologi pada daerah pemetaan terdapat empat satuan yaitu Satuan Geomorfologi Punggungan Aliran Lava Kerukbatur, Satuan Geomorfologi Dinding Kaldera Ngaglik, Satuan Geomorfologi Dataran Aliran Piroklastik Bejen dan Satuan Geomorfologi Dataran Aluvial Tuksongo
ANALISIS HIDROGEOLOGI AIRTANAH DANGKAL DALAM MENENTUKAN INTRUSI AIR LAUT DAERAH SUNTER DAN SEKITARNYA, JAKARTA UTARA
Penelitian analisis hidrogeologi airtanah dangkal dalam menentukan intrusi air laut Daerah Sunter, Jakarta Utara, meliputi Daerah Sunter di utara berbatasan dengan daerah pelabuhan dan kawasan wisata Ancol. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran dan analisis aliran muka airtanah, korelasi litologi, analisis sifat fisik dan kimiawi airtanah. Sebaran airtanah nya berupa kontur tertutup dan arah alirannya menyebar ke segala arah. Dari hasil analisis litologi bawah permukaan daerah penelitian menggunakan 9 titik inti bor, Jenis akuifer airtanah daerah penelitian berupa confined aquifer. Penelitian EC di lokasi pengamatan didapati air agak payau berada pada lokasi SG4 dan SG7. Perhitungan rasio perbandingan Klorida – Bikarbonat menunjukkan bahwa SG4 terindikasi penyusupan air laut sedang. Perhitungan rasio NaCl didapati bahwa SG4, SG6, dan SG8 terindikasi kontaminasi air laut. Penelitian TDS didapati hasil pengukuran berkisar antara 210-890 mg/l dapat disimpulkan bahwa semua kondisi air pada lokasi penelitian berada <1000 mg/l, menunjukkan semua lokasi pengamatan memiliki kondisi air yang sama yaitu air tawar. Dari semua data penelitian didapati anomali yang tedapat pada lokasi pengamatan SG4 yang terintrusi sedang. Jika dilihat dari kondisi geologi daerah penelitian, kondisi lokasi pengamatan SG4 bukan berasal dari intrusi air laut, namun berasal dari connate water yang berasal dari endapan pematang pantai
INTEGRASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KELAS TEKSTUR TANAH DALAM KONTEKS KEBENCANAAN GERAKAN TANAH: GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM INTEGRATION FOR SOIL TEXTURE CLASS ANALYSIS IN THE CONTEXT OF GROUND MOTION DISASTER
Berdasarkan laporan BPBD terjadi peristiwa longsor di daerah Jonggol. Dalam analisis aspek kebencanaan longsor, tekstur tanah adalah salah satu parameter yang dibahas. Dengan mempertimbangkan kemiringan lereng dan tipe batuan, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas tekstur tanah. Untuk menentukan lokasi pengambilan sampel tekstur tanah, fitur peta kemiringan lereng, dan jenis batuan di tumpang-tindih. Selanjutnya, tekstur tanah diukur dengan menggunakan ayakan. Setelah perhitungan tekstur tanah dilakukan, fitur peta digabungkan (union). Hasil plot dominan dianggap mewakili kelas tekstur tanah. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dua kelas tekstur tanah terdiri dari: berpasir-berliat dan berliat. Kelas berpasir-berliat meliputi 16,98 km2 atau 84,52% dari daerah penelitian, sedangkan kelas berliat meliputi 3,11 km2 atau 15,48% dari daerah penelitian.
Based on the BPBD report, there was a landslide in Jonggol area. In analyzing the disaster aspects of landslides, soil texture is one of the parameters discussed. By considering slope and rock type, this study aims to determine the soil texture class. To determine the soil texture sampling locations, the features of slope, and rock type maps were overlapped. Next, soil texture is measured using a sieve. After soil texture calculations were made, the map features were union. The result of the dominant plot is considered to represent the soil texture class. Based on the analysis conducted, two soil texture classes comprise the study area: sandy-clayey and clayey. The sandy-clayey class covers 16,98 km2, or 84,52% of the study area, while the clayey class covers 3,11 km2, or 15,48% of the study area
HUBUNGAN LAJU INFILTRASI TERHADAP PERMEABILITAS TANAH DAN MUKA AIRTANAH DI DAERAH DESA TAJUR KECAMATAN CITEUREUP: THE RELATIONSHIP OF INFILTRATION RATE TO SOIL PERMEABILITY AND GROUNDWATER LEVEL IN THE TAJUR AREA, CITEUREUP DISTRICT
Infiltration is an important process in a hydrological system and acts as a medium for air infiltration into the soil. The process of infiltration in soil can be influenced by several factors, namely, rainfall, vegetation, land slope, land use, and soil moisture. Apart from this, other factors such as groundwater level and soil permeability also have an influence on the infiltration process, both of which are related to each other in terms of the rate of infiltration or air infiltration into the soil. If the infiltration process is disrupted, it results in the pooling of air on the ground surface, which affects the hydrological system. It is necessary to know how factors such as groundwater levels and soil permeability influence the infiltration rate. Based on this, the aim of this research is to determine the relationship. between infiltration rate, groundwater level, and soil permeability and their influence. The research method was carried out by taking data from direct groundwater level measurements and infiltration rate measurements, as well as samples for soil permeability analysis. Then an interpretation of the data obtained is carried out and presented in a map of the infiltration zone and soil permeability zone. The research area in Tajur Village has 2 infiltration zones, namely the slow-medium zone and the medium zone with medium and rather fast soil permeability and low-medium groundwater depth
ANALISIS KEBUTUHAN DAN POTENSI KETERSEDIAAN AIR BAKU DI KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN: ANALYSIS OF DEMAND AND POTENTIAL AVAILABILITY OF RAW WATER IN JAGAKARSA SUB-DISTRICT, SOUTH JAKARTA
Ketersediaan air baku yang berkelanjutan merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya di wilayah urban dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari wilayah perkotaan DKI Jakarta, mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya, yang berdampak langsung terhadap peningkatan kebutuhan air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan potensi ketersediaan air baku di Kecamatan Jagakarsa dalam proyeksi sepuluh tahun ke depan. Metodologi yang digunakan meliputi analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah penduduk dan laju pertumbuhan, serta data ketersediaan air dari instansi terkait, dikombinasikan dengan pendekatan geologi teknik untuk mengevaluasi potensi sumber daya air tanah di wilayah tersebut. Perhitungan kebutuhan air dilakukan berdasarkan konsumsi rata-rata per kapita harian, sementara estimasi ketersediaan dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas potensi air tanah dan distribusi jaringan air baku eksisting. Hasil yang diharapkan dari studi ini adalah tersusunnya proyeksi kebutuhan air baku hingga tahun 2030 dan evaluasi kesesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan, sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah Jagakarsa.
The sustainable availability of raw water is one of the main challenges in water resource management, particularly in urban areas with high population growth. Jagakarsa Sub-District, South Jakarta, as part of the metropolitan area of DKI Jakarta, has experienced a consistent increase in population, which directly impacts the rising demand for raw water. This study aims to analyze the demand and potential availability of raw water in Jagakarsa Sub-District over the next ten years. The methodology involves the analysis of secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) regarding population figures and growth rates, as well as data on water availability from relevant agencies. These are combined with an engineering geology approach to assess the potential of groundwater resources in the area. Water demand calculations are based on average daily per capita consumption, while estimates of availability consider the potential capacity of groundwater and the coverage of the existing raw water supply system. The expected outcomes of this study include a projection of raw water needs up to 2030 and an evaluation of the balance between supply and demand, serving as a foundation for more effective and sustainable water resource planning in the Jagakarsa region
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS KEDALAMAN DAN POLA SEBARAN LIMBAH DENGAN METODE GEOLISTRIK DI DESA CIKETING UDIK KECAMATAN BANTAR GEBANG, KABUPATEN BEKASI, PROVINSI JAWA BARAT
Daerah penelitian dilakukan di TPST Bantar Gebang dan sekitarnya yang merupakan perbatasan 3 desa yaitu Desa Bantar Gebang, Desa Sumur Batu, dan Desa Ciketing Udik Kecamatan Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Dalam Penelitian ini menggunakan data primer berupa data resistivity dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger, yang kemudian difokuskan untuk menganalisis nilai resistivity guna untuk mengetahui rembesan dan akumulasi limbah yang terdapat pada daerah penelitian. Dari pengolahan data resistivity menggunakan metode geolistrik didapat bahwa nilai resistivity terhadap limbah sampah pada daerah penelitian memiliki nilai resistivity berkisar antara 4 hingga 40 Ωm. Akumulasi limbah bawah permukaan berada pada jarak jangkauan 300 meter dari TPST Bantar Gebang dengan kedalaman 2 meter hingga 23 meter dan dengan arah rembesan dari arah barat laut - tenggara dan tenggara – barat laut
INTEGRASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS BENCANA LONGSOR BERDASARKAN PARAMETER KELERENGAN DAN TIPE BATUAN: INTEGRATION OF GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEMS FOR ANALYSIS OF LANDSLIFE DISASTERS BASED ON SLOPE PARAMETERS AND ROCK TYPE
Menurut laporan BPBD, terjadi longsor di daerah Babakan Madang. Saat mempelajari aspek kebencanaan yang terkait dengan gerakan tanah, lereng adalah salah satu komponen yang paling penting yang dibahas. Dengan mempertimbangkan tipe batuan, karakteristik lereng, dan data DEMNAS, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelas kelerengan dan arah lereng. Kelerengan dan arah lereng membutuhkan data DEMNAS, sedangkan tipe batuan membutuhkan pemetaan geologi yang akurat. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan parameter yang telah ditetapkan. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa zonasi kelas kelerengan berkisar dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Penelitian ini memiliki lereng yang berbeda dari utara ke selatan, menunjukkan variasi yang signifikan di seluruh area. Selain itu, jenis batuan yang ditemukan juga diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya, berkisar dari sangat baik hingga sangat buruk. Dalam konteks mitigasi bencana tanah longsor, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara kelerengan, arah lereng, dan tipe batuan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap longsor.
According to the BPBD report, a landslide occurred in the Babakan Madang area. When studying disaster aspects related to ground movement, slope is one of the most important components discussed. By considering rock type, slope characteristics, and DEMNAS data, the aim of this research is to determine the slope class and slope direction. Slope and slope direction require DEMNAS data, while rock types require accurate geological mapping. Next, the collected data is divided into several classes based on predetermined parameters. The analysis carried out shows that the slope class zoning ranges from very low to very high. This study has different slopes from north to south, showing significant variation across the area. Apart from that, the types of rocks found are also classified based on their quality, ranging from very good to very poor. In the context of landslide disaster mitigation, this research provides deeper insight into the relationship between slope, slope direction, and rock type. It is hoped that this research can help plan and build infrastructure that is more resistant to landslides
PENGARUH INFILTRASI AIR TANAH TERHADAP TATA GUNA LAHAN PADA DAERAH KELURAHAN ULUJAMI, JAKARTA SELATAN: THE INFLUENCE OF GROUNDWATER INFILTRATION ON LAND USE IN THE ULUJAMI SUBDISTRICT AREA, SOUTH JAKARTA
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh infiltrasi terhadap tata guna lahan di Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan. Seiring dengan pesatnya urbanisasi dan pertambahan penduduk, juga perubahan fungsi lahan di wilayah perkotaan, kemampuan lahan untuk meresapkan air tanah cenderung menurun akibat meningkatnya luas permukaan tertutup, seperti bangunan dan jalan beraspal. Studi ini mengkaji berbagai sumber literatur dan data sekunder terkait pola penggunaan lahan, karakteristik hidrologi lokal, serta keterkaitannya dengan penurunan daya resap air tanah. Hasil studi menunjukkan bahwa alih fungsi lahan terbuka menjadi area terbangun berdampak sangat signifikan terhadap menurunnya kemampuan lahan dalam menyerap air hujan, yang dapat memicu penurunan muka air tanah dan peningkatan risiko banjir. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan tata guna lahan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi sumber daya air. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan lingkungan di wilayah urban seperti Jakarta Selatan.
This research is a literature study aimed at analyzing the influence of infiltration on land use in the Ulujami Subdistrict, South Jakarta. In line with rapid urbanization and population growth, as well as land use changes in urban areas, the land\u27s ability to absorb groundwater tends to decline due to the increasing extent of impervious surfaces, such as buildings and paved roads. This study examines various literature sources and secondary data related to land use patterns, local hydrological characteristics, and their correlation with the decrease in groundwater infiltration capacity. The results of the study show that the conversion of open land into built-up areas has a significant impact on reducing the land\u27s ability to absorb rainwater, which may lead to a decline in groundwater levels and an increased risk of flooding. Therefore, sustainable land use management strategies are needed to maintain a balance between development and the conservation of water resources. This study is expected to serve as a basis for consideration in spatial planning and environmental policy in urban areas such as South Jakarta
- …
