3 research outputs found

    Analysis of The Rate of Hot Air Flow in Coffee Plantation Products Dryer

    No full text
    79 HalamanBerdasarkan kebutuhan pasar, semakin melonjak tinggi, akan produk perkebunan biji kopi dikalangan masyarakat luas, diindonesia tata cara pengelolahan bahan baku biji kopi, masih tradisional, menggunakan panas sinar matahari. sedangkan diindonesia sendiri memiliki dua musim, yaitu musim hujan, musim kemarau. belakangan ini Indonesia dilanda musim pancaroba, produktiktifitas para petani akan terhambat, tidak efektif menghasilkan produk siap dipasarkan, namun seiringnya perkembangan zaman, pendidikan, teknologi alat pengering sangat membantu mobilitas, dalam memproduksi bahan baku terbaik pada petani, maka sistemmatis alat pengering ini, berperan penting untuk mencukupi kebutuhan pasar, menggunakan system pengering laju aliran udara panas, menghasilkan 50℃ aliran silang, ruang pengering suhu bertempratur 40℃ berfungsi mengeringkan biji kopi menggunakan aliran laju udara panas. Maka hasil dari penelitian tersebut mendapatkan hasil 1.36 kg, berat mula-mula 1,5 kg, waktu 2 jam dapat mengurangi kadar air 9.4 %. Based on market demand, which is increasingly soaring, for coffee bean plantation products among the wider community, especially among the Indonesian people, the Indonesian process for processing raw coffee beans is still traditional, which still uses heat in the sun. Meanwhile, Indonesia itself has two seasons, namely the rainy season and the dry season, and it has recently been hit by an extreme transition season, and the productivity of farmers will be hampered and ineffective, to produce ready-to-be marketed products.However, with the development of times, education, and technology; drying equipment technology is very helpful for mobility in producing good raw materials for farmers, this dryer systematically played an important role in meeting the soaring market needs. By using a drying system of hot airflow, it was generated 50ºC in crossflow, and in a 40ºC temperature drying chamber which serves to dry the coffee beans by using the hot air flow rate.So the results of this study got the results of 1.36 kg with an initial weight of 1.5 kg with 2 hours could reduce water content by 9.4%

    Design Tasks of Toyota Rush Clutch Engine Elements with Specifications Power (N): 104 PS Revolt (n): 6000 rpm

    No full text
    62 HlmTugas Elemen Mesin adalah salah satu kurikulum jurusan teknik mesin Universitas Medan Area. Tugas ini adalah untuk merancang sebuah kopling. Pada pergerakan mesin diperlukan suatu komponen yang bisa memutuskan dan menghubungkan daya dan putaran. Komponen ini adalah kopling di mana putaran yang dihasilkan oleh poros input akan dihubungkan ke poros output. Dalam hal ini diusahakan supaya tidak terjadi slip yang dapat merugikan atau mengurangi efisiensi suatu mesin. Sebelum ditemukannya kopling untuk menghentikan putaran mesin, kita harus terlebih dahulu mematikannya. Hal ini adalah sangat tidak efektif. Efisiensi suatu mesin menjadi bertambah setelah ditemukan kopling yang digunakan untuk memindahkan dan memutuskan daya dan putaran suatu mesin ataupun motor. Maka boleh disimpulkan bahwa kopling adalah salah satu komponen mesin yang memiliki peranan penting dalam pengoperasiannya. Adapun kegunaan dari kopling antara lain: 1. Memindahkan putaran poros engkol ke poros sistem roda gigi yang sedang berhenti atau pada putaran rendah tanpa terjadi gesekan. 2. Memindahkan torsi maksimum untuk mengopernya ke transmisi tanpa terjadi pengurangan kecepatan

    Korelasi Antara Aktivitas Belajar Panahan Dengan Konsep Diri Siswa

    No full text
    Dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga panahan adalah contoh olahraga permainan aktifitas fisik.Salah satu cara untuk menjembatani kekurangan jam dalam proses aktivitas belajar dan memberi wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi, Hal ini dalam aktivitas belajar panahan bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan konsep diri dan mempengaruhi siswa karena sangat berhubungan pembelajaran panahan mencakupi beberapa faktor untuk mengembangkan konsep diri siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu menggunakan kuisioner dengan skala likert.Pada penyusunan angket ini sebagai acuan untuk mengusun pertanyaan yang akan dituangkan pada kuisioner (angket). Angket yang dipakai oleh penulis dalam penelitian yaitu angket tertutup.dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 31 siswa dari deskripsi tabel 4.1 dapat diketahui bahwa data aktivitas belajar memiliki skor minimum 162, maximum 230 rata-rata 188,65, standar deviasi 15,316 Sedangkan konsep diri memiliki skor minimum 118, maximum 165, rata-rata 135,29 standar deviasi 11,432 nilai hasil aktivitas belajar Kolmogorov – Smirnov dengan stat 0,072, dan konsep diri mendapat nilai stat 0,098.Dari analisis data yang telah dilakukan, aktivitas belajar panahan dengan konsep diri siswa dapat disimpulkan terdapat korelasi dan signifikan keterhubugan antara aktivitas belajar panahan dengan konsep diri siswa yang dilakukan oleh 31 siswa dan siswi di SMA Labschool UPI In learning physical education, archery is an example of a physical activity game. One way to bridge the shortage of hours in the learning activity process and provide a forum for students who want to develop their potential, this is in archery learning activities can be an alternative to develop self-concept and influence students because it is very related archery learning includes several factors to develop students' self-concept. The instrument used in this data collection is using a questionnaire with a Likert scale. In the preparation of this questionnaire as a reference for preparing questions that will be included in the questionnaire (questionnaire). The questionnaire used by the author in this study is a closed questionnaire. With a total sample of 31 students from the description in table 4.1, it can be seen that the learning activity data has a minimum score of 162, a maximum of 230, an average of 188.65, a standard deviation of 15.316. minimum 118, maximum 165, average 135.29 standard deviation 11,432 Kolmogorov – Smirnov learning activity results with 0.072 stats, and self-concept scores 0.098 stats. From the data analysis that has been carried out, archery learning activities with students' self-concepts can be concluded there is a significant and significant correlation between archery learning activities and student self�concepts carried out by 31 students at SMA Labschool UP
    corecore