1,720,957 research outputs found

    PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI ALGORITMA AES (256 BIT) DAN TWOFISH (256 BIT) PADA PONSEL BERBASIS ANDROID

    No full text
    Menjalankan aplikasi enkripsi/dekripsi pada ponsel akan diikuti oleh pemakaian CPU, memori, dan energi yang tersimpan dalam baterai sementara ketersediaan energi baterai terbatas, oleh karena itu cukup penting mengetahui berapa konsumsi energi dari algoritma enkripsi/dekripsi untuk menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pemilihan algoritma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan konsumsi energi algoritma AES (256 bit) dan Twofish (256 bit) pada ponsel android.Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu diketahui arus, tegangan dan waktu enkripsi/dekripsi.Dalam penelitian ini arus dan tegangan diperoleh dari pengukuran langsung sedangkan waktu enkripsi/dekripsi dari algorithm benchmark pada program aplikasi SSE (Secret Space Encryptor).Konsumsi energi diperoleh dari perkalian antara arus, tegangan, dan waktu enkripsi/dekripsi.Dari hasil penelitian diperoleh konsumsi energi algoritma AES (256 bit) lebih besar dari algoritma Twofish (256 bit).Â

    SISTEM KONTROL OTOMATIS PENGISIAN CAIRAN DAN PENUTUP BOTOL MENGGUNAKAN ARDUINO UNO Rev 1.3

    No full text
    The system design test results are obtained that when the sensor detects an object with a certain distance, the  sensor will issue a signal to the micro which is then forwarded to the charging driver circuit to turn on the relay. The relay functions as a switch or switch that will fill the liquid in the bottle, when the driver is charging on, the process of filling the liquid occurs in the bottle, and the micro filling process issues a signal in the active motor driver circuit. The conveyor driver is active after giving a signal from Arduino Uno, the conveyor will stop after the sensor detects a bottle then stops, and the micro sends a signal to turn the motor driver down on the bottle cap to close the bottle on. When the bottle closing process is complete the motor driver backs up actively moving the road conveyor back. The percentage error of theoretical value and measurement of the difference is small and when filling the liquid in a bottle takes 17 seconds until the bottle is fully filled and by using the micro, the liquid filler on the bottle and the bottle cover can be completed properly.Pengisian otomatis cairan dan menutup botol dapat dilakukan secara otomatis, selain itu digunakan Sensor photodioda untuk mendeteksi adanya botol dan penutup botol. Hasil pengujian didapat bahwa sewaktu sensor photodioda mendeteksi sebuah objek dengan jarak tertentu, sensor photodioda akan mengeluarkan sinyal ke Mikrokontroller arduino uno yang kemudian diteruskan ke rangkaian driver pengisian untuk menghidupkan relay. Relay berfungsi sebagai switch atau saklar yang akan mengisi cairan pada botol, saat driver pengisian on maka terjadi proses pengisian cairan pada botol, dan proses pengisian mikrokontroller arduino uno mengeluarkan sinyal pada rangkaian driver motor up aktif. Driver konveyor pun aktif setelah memberikan sinyal dari arduino uno, konveyor akan berhenti setelah sensor photodioda mendeteksi adanya botol lalu berhenti, dan arduino uno mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan driver motor down pada penutup botol untuk menutup botol on. Saat proses penutupan botol selesai driver motor mundur pada penutup botol aktif dan driver motor akan down konveyor pun jalan kembali dan mengulang kembali ke awal. Persentase error nilai teori dan pengukuran perbedaan angkanya kecil dan saat mengisi cairan pada botol membutuhkan waktu 17 detik hingga botol terisi penuh dan dengan menggunakan board Arduino Uno R3, maka pengisi cairan pada botol dan penutup botol dapat diselesaikan dengan baik

    STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) MAKBON KOTA SORONG

    No full text
    TPA mengemisikan Landfill Gas (LFG) yang mengandung paling banyak metana dan karbondioksida. Metana memiliki efek pemanasan beberapa kali lebih kuat dalam menyebabkan pemanasan bumi dibandingkan dengan CO2. Oleh karena itu pemanfaatan metana TPA sebagai bahan bakar pembangkit listrik telah menjadi target negara-negara berkembang untuk mengurangi green house gas emissions (GHGs). Sebelum membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sebuah TPA dibutuhkan serangkaian studi untuk menentukan apakah PLTSa layak dibangun di TPA tersebut, salah satunya adalah mengetahui jumlah LFG dari TPA untuk menghitung potensi energi listrik yang dapat dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah LFG yang dihasilkan oleh TPA Makbon Kota Sorong dan selanjutnya menghitung  potensi PLTSa berdasarkan kandungan metana dalam LFG. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data kuantitatif berupa jumlah ton sampah yang masuk ke TPA setiap tahun, ukuran TPA, dan jumlah penduduk. Untuk estimasi LFG digunakan LandGEM-v302 yang diunduh dari website US EPA. Sedangkan untuk estimasi potensi energi listrik digunakan rumus. Dari hasil penelitian, TPA Makbon Kota Sorong model sanitary landfill menghasilkan emisi maksimal metana sebesar 7,321 x 105 m3 pada tahun 2035 jika  diasumsikan tahun 2020  mulai menerima sampah. Berdasarkan hasil penghitungan dengan menggunakan rumus diperoleh potensi energi listrik maksimal yang dihasilkan 1,685 x 106 kWh.TPA mengemisikan Landfill Gas (LFG) yang mengandung paling banyak metana dan karbondioksida. Metana memiliki efek pemanasan beberapa kali lebih kuat dalam menyebabkan pemanasan bumi dibandingkan dengan CO2. Oleh karena itu pemanfaatan metana TPA sebagai bahan bakar pembangkit listrik telah menjadi target negara-negara berkembang untuk mengurangi green house gas emissions (GHGs). Sebelum membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sebuah TPA dibutuhkan serangkaian studi untuk menentukan apakah PLTSa layak dibangun di TPA tersebut, salah satunya adalah mengetahui jumlah LFG dari TPA untuk menghitung potensi energi listrik yang dapat dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah LFG yang dihasilkan oleh TPA Makbon Kota Sorong dan selanjutnya menghitung  potensi PLTSa berdasarkan kandungan metana dalam LFG. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data kuantitatif berupa jumlah ton sampah yang masuk ke TPA setiap tahun, ukuran TPA, dan jumlah penduduk. Untuk estimasi LFG digunakan LandGEM-v302 yang diunduh dari website US EPA. Sedangkan untuk estimasi potensi energi listrik digunakan rumus. Dari hasil penelitian, TPA Makbon Kota Sorong model sanitary landfill menghasilkan emisi maksimal metana sebesar 7,321 x 105 m3 pada tahun 2035 jika  diasumsikan tahun 2020  mulai menerima sampah. Berdasarkan hasil penghitungan dengan menggunakan rumus diperoleh potensi energi listrik maksimal yang dihasilkan 1,685 x 106 kWh

    SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR SUNGAI REMU KOTA SORONG BERBASIS SMS GATEWAY

    Full text link
    Naiknya level air sungai dari kondisi normalnya dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai. Tak terkecuali warga yang bermukim di sekitar Sungai Remu Kota Sorong. Dari informasi beberapa warga yang tinggal di sekitar sungai Remu Kota Sorong, pada saat hujan lebat yang berlangsung lama, mereka harus bolak-balik ke belakang rumah mereka untuk mengecek tinggi air sungai karena khawatir air naik dengan cepat dan mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang maupun diri mereka. Oleh karena itu sangat penting untuk membuat sistem peringatan dini banjir bagi warga yang berada di sekitar Sungai Remu Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Berdasarkan metode yang digunakan telah berhasil dibuat sebuah alat yang dapat memberikan peringatan dini banjir dimana pada saat air berada pada jarak 5-15 cm dari bibir sungai warning light kuning akan menyala dan sms peringatan siaga akan dikirim ke nomor handphone tertentu. Selanjutnya jika jarak air ke bibir sungai 0-2 cm maka warning light merah dan sirene alarm akan menyala serta sms peringatan banjir akan terkirim.Naiknya level air sungai dari kondisi normalnya dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai. Tak terkecuali warga yang bermukim di sekitar Sungai Remu Kota Sorong. Dari informasi beberapa warga yang tinggal di sekitar sungai Remu Kota Sorong, pada saat hujan lebat yang berlangsung lama, mereka harus bolak-balik ke belakang rumah mereka untuk mengecek tinggi air sungai karena khawatir air naik dengan cepat dan mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang maupun diri mereka. Oleh karena itu sangat penting untuk membuat sistem peringatan dini banjir bagi warga yang berada di sekitar Sungai Remu Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Berdasarkan metode yang digunakan telah berhasil dibuat sebuah alat yang dapat memberikan peringatan dini banjir dimana pada saat air berada pada jarak 5-15 cm dari bibir sungai warning light kuning akan menyala dan sms peringatan siaga akan dikirim ke nomor handphone tertentu. Selanjutnya jika jarak air ke bibir sungai 0-2 cm maka warning light merah dan sirene alarm akan menyala serta sms peringatan banjir akan terkirim

    RANCANG BANGUN SISTEM HIDROPONIK NFT BERBASIS ARDUINO DENGAN SUMBER TEGANGAN PLTS

    No full text
    Hydroponics is a technique of cultivating plants with water that has been added with AB Mix nutrients. The hydroponic system used in this research is NFT. This system uses shallow water and is circulated continuously for 24 hours using a pump so that plants can get sufficient water, nutrients and oxygen. The electricity supply from PLN is not always available and the hydroponic system is not always made in places where PLN electricity is available, therefore in this research the voltage source comes from PLTS. In this research, a 50 Wp polycrystalline solar panel and a 70 Ah battery were used. To produce plants with optimal development, proper nutrition and pH are needed. Therefore, an Arduino-based pH and nutrition monitoring system is used. The results of pH and nutrient readings are displayed on the LCD screen. If the pH and nutrient level readings are outside the predetermined level, the buzzer will sound. To adjust the pH and PPM of hydroponic water to suit the needs of plants, you need to add a pH regulator and AB Mix to the hydroponic water. From the experiment, for every 5 mL of pH down added to 20 L of hydroponic water, the pH will decrease by 0.27, while for every 5 mL of solution A and 5 mL of solution B, there will be an increase in PPM of 50.89.Hidroponik adalah teknik membudidayakan tumbuhan dengan air yang telah ditambahkan nutrisi AB Mix. Sistem hidroponik yang digunakan dalam penelitian ini adalah NFT. Sistem ini menggunakan air yang dangkal dan tersirkulasi terus-menerus selama 24 jam menggunakan pompa sehingga tanaman bisa memperoleh air, nutrisi, dan oksigen yang cukup. Tidak selamanya pasokan listrik dari PLN selalu ada dan tidak selamanya sistem hidroponik dibuat di tempat yang tersedia listrik PLN oleh karena itu pada penelitian ini sumber tegangan berasal dari PLTS. Pada penelitian ini digunakan panel surya polikristal 50 Wp dan baterai 70 Ah. Untuk menghasilkan tanaman yang perkembangannya optimal maka dibutuhkan nutrisi dan pH yang tepat. Oleh karena itu digunakan sistem monitoring pH dan nutrisi berbasis arduino. Hasil pembacaan pH dan nutrisi  ditampilkan pada layar LCD. Jika pembacaan level pH dan nutrisi di luar level yang telah ditentukan maka buzzer akan berbunyi. Untuk mengatur pH dan PPM air hidroponik agar sesuai dengan kebutuhan tanaman maka ke dalam air hidroponik perlu ditambahkan pengatur pH dan AB Mix. Dari percobaan, setiap penambahan 5 mL pH down ke dalam 20 L air hidroponik maka pH akan turun 0,27 sedangkan untuk setiap 5 mL larutan A dan 5 mL larutan B maka terjadi kenaikan PPM sebesar 50,89

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore