1,720,968 research outputs found

    Alis Mukhlis' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Alis Mukhlis' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Ammonium Sulfat Terhadap Pertumbuhan Populasi Sel Nannochloropsis sp.

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan jenis pupuk yang murah untuk kultur Nannochloropsis sp. Dua jenis pupuk pertanian sebagai sumber unsur hara makro yaitu ammonium sulfat (pupuk ZA) dan Triple Super Phosphate (pupuk TSP) dipilih sebagai pupuk alternatif. Penelitian ini dilakukan untuk pengaruh konsentrasi pupuk ZA yaitu 0 mg/L, 20 mg/L, 40 mg/L, 60 mg/L, 80 mg/L dan 100 mg/L terhadap kepadatan populasi sel maksimum, pertumbuhan relatif, waktu penggandaan diri, dan laju pertumbuhan spesifik populasi sel Nannochloropsis sp selama fase pertumbuhan eksponensial. Masing-masing konsentrasi pupuk ZA ditambahkan 10 mg/L pupuk TSP sebagai sumber unsur fosforus. Medium kaya nutrien yaitu KW21 digunakan sebagai kontrol. Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan kepadatan awal + 2.000.000 sel/mL dan dipeliharan selama 72 jam. Pengamatan kepadatan dilakuan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi sel maksimum Nannochloropsis sp. tertinggi dicapai pada konsentrasi pupuk ZA 40 mg/L dengan tingkat kepadatan populasi sel sebesar 12.950.000 sel/mL yang dicapai pada jam ke-72 setelah penebaran. Fase pertumbuhan eksponensial terjadi selama periode waktu 24 jam setelah penebaran dimana tingkat pertumbuhan relatif tertinggi dicapai pada konsentrasi 40 mg/L yaitu 277,47 % dari kepadatan populasi sel saat penebaran. Waktu penggandaan diri Nannochloropsis sp. yang paling singkat selama fase pertumbuhan eksponensial diperoleh pada konsentrasi ZA 40 mg/L yaitu 12,52 jam atau 12 jam 31,2 menit dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 5,69 % per jam

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Ammonium Sulfat Terhadap Pertumbuhan Populasi Sel Nannochloropsis sp.

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan jenis pupuk yang murah untuk kultur Nannochloropsis sp. Dua jenis pupuk pertanian sebagai sumber unsur hara makro yaitu ammonium sulfat (pupuk ZA) dan Triple Super Phosphate (pupuk TSP) dipilih sebagai pupuk alternatif. Penelitian ini dilakukan untuk pengaruh konsentrasi pupuk ZA yaitu 0 mg/L, 20 mg/L, 40 mg/L, 60 mg/L, 80 mg/L dan 100 mg/L terhadap kepadatan populasi sel maksimum, pertumbuhan relatif, waktu penggandaan diri, dan laju pertumbuhan spesifik populasi sel Nannochloropsis sp selama fase pertumbuhan eksponensial. Masing-masing konsentrasi pupuk ZA ditambahkan 10 mg/L pupuk TSP sebagai sumber unsur fosforus. Medium kaya nutrien yaitu KW21 digunakan sebagai kontrol. Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan kepadatan awal + 2.000.000 sel/mL dan dipeliharan selama 72 jam. Pengamatan kepadatan dilakuan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi sel maksimum Nannochloropsis sp. tertinggi dicapai pada konsentrasi pupuk ZA 40 mg/L dengan tingkat kepadatan populasi sel sebesar 12.950.000 sel/mL yang dicapai pada jam ke-72 setelah penebaran. Fase pertumbuhan eksponensial terjadi selama periode waktu 24 jam setelah penebaran dimana tingkat pertumbuhan relatif tertinggi dicapai pada konsentrasi 40 mg/L yaitu 277,47 % dari kepadatan populasi sel saat penebaran. Waktu penggandaan diri Nannochloropsis sp. yang paling singkat selama fase pertumbuhan eksponensial diperoleh pada konsentrasi ZA 40 mg/L yaitu 12,52 jam atau 12 jam 31,2 menit dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 5,69 % per jam

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Ammonium Sulfat Terhadap Pertumbuhan Populasi Sel Nannochloropsis sp.

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan jenis pupuk yang murah untuk kultur Nannochloropsis sp. Dua jenis pupuk pertanian sebagai sumber unsur hara makro yaitu ammonium sulfat (pupuk ZA) dan Triple Super Phosphate (pupuk TSP) dipilih sebagai pupuk alternatif. Penelitian ini dilakukan untuk pengaruh konsentrasi pupuk ZA yaitu 0 mg/L, 20 mg/L, 40 mg/L, 60 mg/L, 80 mg/L dan 100 mg/L terhadap kepadatan populasi sel maksimum, pertumbuhan relatif, waktu penggandaan diri, dan laju pertumbuhan spesifik populasi sel Nannochloropsis sp selama fase pertumbuhan eksponensial. Masing-masing konsentrasi pupuk ZA ditambahkan 10 mg/L pupuk TSP sebagai sumber unsur fosforus. Medium kaya nutrien yaitu KW21 digunakan sebagai kontrol. Penelitian menggunakan metoda eksperimen dengan kepadatan awal + 2.000.000 sel/mL dan dipeliharan selama 72 jam. Pengamatan kepadatan dilakuan setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi sel maksimum Nannochloropsis sp. tertinggi dicapai pada konsentrasi pupuk ZA 40 mg/L dengan tingkat kepadatan populasi sel sebesar 12.950.000 sel/mL yang dicapai pada jam ke-72 setelah penebaran. Fase pertumbuhan eksponensial terjadi selama periode waktu 24 jam setelah penebaran dimana tingkat pertumbuhan relatif tertinggi dicapai pada konsentrasi 40 mg/L yaitu 277,47 % dari kepadatan populasi sel saat penebaran. Waktu penggandaan diri Nannochloropsis sp. yang paling singkat selama fase pertumbuhan eksponensial diperoleh pada konsentrasi ZA 40 mg/L yaitu 12,52 jam atau 12 jam 31,2 menit dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 5,69 % per jam

    Pelestarian Dan Pengawetan Sungai Sidutan Melalui Penerapan Pedoman Hidup Bersih Dan Sehat Di Desa Santong Lombok Utara

    No full text
    Desa Santong merupakan desa yang berbatasan dengan Kawasan Rinjani Barat. Dimana pada kawasan ini merupakan daerah tangkapan hujan dan terdapat banyak sumber air. Sumber air yang melintasi Desa santong adalah Sungai Sidutan. Sungai Sidutan terdapat PLTMH Santong yang menyuplai kebutuhan listrik selain itu masyarakat sekitar sungai juga masih menggunakan sungai sebagai tempat MCK. Kegiatan ini akan berakibat buruk pada biota akuatik yang mendiami sungai serta kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu penyuluhan pada masyarakat yang mendiami sekitar sungai tentang langkah pelestarian dan pengawetan sumber air yakni Sungai sidutan serta penerapan PHBS sehingga didapatkan kehidupan yang berkualitas. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2016 bertempat pada aula Desa Santong. Sambutan hangat didapatkan dari penduduk. Mereka sangat butuh dengan edukasi tentang pelestarian lingkungan terutama tentang sungai. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan kegiatan penyuluhan tentang pelestarian dan pengawetan sungai Sidutan sangat membantu masyarakat Desa Santong dalam hal ini menggugah kesadaran mereka akan perlunya melestarikan dan hidup selaras dengan alam. Penduduk Santong juga berharap tim pengabdian kana datang kemabli dengan memberikan pengetahuan tentang budidaya ikan di dataran mediaum seperti santong

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pelestarian Dan Pengawetan Sungai Sidutan Melalui Penerapan Pedoman Hidup Bersih Dan Sehat Di Desa Santong Lombok Utara

    No full text
    Desa Santong merupakan desa yang berbatasan dengan Kawasan Rinjani Barat. Dimana pada kawasan ini merupakan daerah tangkapan hujan dan terdapat banyak sumber air. Sumber air yang melintasi Desa santong adalah Sungai Sidutan. Sungai Sidutan terdapat PLTMH Santong yang menyuplai kebutuhan listrik selain itu masyarakat sekitar sungai juga masih menggunakan sungai sebagai tempat MCK. Kegiatan ini akan berakibat buruk pada biota akuatik yang mendiami sungai serta kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu penyuluhan pada masyarakat yang mendiami sekitar sungai tentang langkah pelestarian dan pengawetan sumber air yakni Sungai sidutan serta penerapan PHBS sehingga didapatkan kehidupan yang berkualitas. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 8 November 2016 bertempat pada aula Desa Santong. Sambutan hangat didapatkan dari penduduk. Mereka sangat butuh dengan edukasi tentang pelestarian lingkungan terutama tentang sungai. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan kegiatan penyuluhan tentang pelestarian dan pengawetan sungai Sidutan sangat membantu masyarakat Desa Santong dalam hal ini menggugah kesadaran mereka akan perlunya melestarikan dan hidup selaras dengan alam. Penduduk Santong juga berharap tim pengabdian kana datang kemabli dengan memberikan pengetahuan tentang budidaya ikan di dataran mediaum seperti santong

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore