1,721,010 research outputs found
EFEKTIFITAS TA’ZIR DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MA’HADUL ILMI WAL AMAL (MIA) DESA MOYOKETEN KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Efektifitas Ta’zir Dalam Meningkatkan Disiplin Santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Ali Maskur NIM. 2811133173, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negri (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Fathul Mujib, M.Ag.
Kata Kunci: Efektifitas, Ta’zir, Disiplin
Disiplin merupakan sikap pengendalian diri seseorang supaya dapat membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Sehingga dalam jangka panjang diharapkan bisa menumbuhkan perilaku yang bertanggung jawab. Sikap disiplin juga sangat dibutuhkan di berbagai lembaga pendidikan salah satunya pondok pesantren. Ta’zir menjadi salah satu bagian metode untuk mendisiplinkan santri. Disamping itu ta’zir bertujuan untuk meningkatkan kualitas kedisiplinan santri di Pondok Pesantren. Peneliti ini mengkaji keefektifitasan ta’zir dengan disiplin santri di Pondok Pesantren MIA Tulungagung.
Fokus penelitian pada skripsi ini adalah: (1) Bagaimana penerapan ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santridi Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)? (2) Bagaimanaefektivitaspenerapanta’zirdalammeningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)? (3) Faktor apa yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)?
Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi penerapanta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri diPondokPesantrenMa’hadul Ilmi wal Amal (MIA). (2) Mendeskripsikan efektivitas penerapan ta’zirdalam meningkatkan disiplin santri di PondokPesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA). (3) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA).
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan keikut sertaan, ketekunan pengamatan, pembahasan teman sejawat serta triangulasi sumber,teknik dan waktu.
Hasil penelitian di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) Tulungagung tentang efektifitas ta’zir yakni: (1) Penerapan ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santridi Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah penerapan ta’zir yang berupa edukatif atau mendidik seperti membaca AlQur’an, Adhzan dan ta’zir fisik seperti menyapu, mengepel dan tidak ada ta’zir denda/uang. (2) Efektivitaspenerapanta’zirdalammeningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah efektif dalam meningkatkan disiplin beribadah, efektif dalam meningkatkan disipin belajar, efektif dalam meningkatkan disiplin mengatur waktu, efektif dalam meningkatkan disiplin mentaati peraturan. (3) Faktor yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah faktor individu dan faktor lingkungan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VII DI MTs AL MA’ARIF TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Active Learning Tipe
Jigsaw Terhadap Motifasi Dan Hasil Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran
Akidah Akhlaq Kelas VII di MTs AL Ma’arif Tulungagung.” ini ditulis oleh Ali
Maskur, NIM. 17201163014, pembimbing Germino Wahyu Broto, M.Si.
Kata kunci: Model Pembelajaran Active learning, Motifasi Belajar, dan Hasil
Belajar
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi karena adanya guru yang belum
menggunakan model pembelajaran yang efektif sehingga kurangnya motivasi dan
pemahaman peserta didik pada mata pelajaran akidah akhlaq. Karena kurangnya
motivasi peserta didik mengakibatkan hasil belajar peserta didik rendah
Seharusnya guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan efektif
agar motivasi dan hasil belajar akidah akhlaq peserta didik meningkat. Oleh karena
itu, peneliti menggunakan model pembelajaran Active Learning Tipe Jigsaw yang
merupakan model pembelajaran yang dapat melibatkan seluruh peserta didik dalam
belajar sekaligus mengajarkan pada orang lain, Metode ini mendorong kerja sama
dalam kelompok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran
active learning terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajran aqidah akhlaq
kelas VII di MTs Al-Ma’arif Tulungagung. (2) pengaruh model pembelajaran active
learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajran aqidh akhlaq kelas VII di
MTs Al-Ma’arif Tulungagung.
Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
desain kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
VII MTs Al Ma’arif Tulungagung. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik
cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas VII-D sebagai kelas
eksperimen dan kelas VII-A sebagai kelas kontrol. Sampel berjumlah 68 siswa
Teknik pengumpulan data menggunakan (1) Angket minat belajar peserta didik, (2)
Tes hasil belajar peserta didik, dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan uji Pairet sample T tes, uji Independent sample T tes, uji N-gain
score, dan uji effect size.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran active
learning cukup efektif meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajran
aqidah akhlaq kelas VII di MTs Al-Ma’arif Tulungagung. Hal ini terbukti
berdasarkan berdasarkan uji independent sample T tes dengan Sig.(2-tailed) sebesar
0,000. uji N-gain nilai yang diperoleh sebesar 64,16% sedangkan berdasarkan uji
effect size nilai efektivitasnya sebesar 0,196. (2) model pembelajaran active
learning cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajran aqidah
akhlaq kelas VII di MTs Al-Ma’arif Tulungagung. Hal ini terbukti berdasarkan
berdasarkan uji independent sample T tes dengan Sig.(2-tailed) sebesar 0,000. uji
N-gain nilai yang diperoleh sebesar 52,97% sedangkan berdasarkan uji effect size
nilai efektivitasnya sebesar 0,397
NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN DI DESA LOREJO KECAMATAN BAKUNG KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK
M. Ali Maskur, NIM 17102153036, Skripsi yang berjudul Nafkah Anak Pasca
Perceraian di Desa Lorejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar,
Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, 2021, Pembimbing:
Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H.
Kata Kunci: Nafkah Anak, Perceraian
Penelitian ini dilatarbelakangi atas adanya kelalaian dalam pemenuhan
nafkah anak pasca perceraian yang terjadi di Desa Lorejo Kecamatan Bakung
Kabupaten Blitar. UU Perkawinan dan KHI menegaskan bahwa pemeliharaan
anak pasca perceraian menjadi tanggung jawab ayah. Al Quran juga menetapkan
bahwa ayah dibebani kewajiban atas nafkah anak. Meskipun demikian, di Desa
Lorejo terdapat anak yang berada di bawah pengasuhan ibu, sementara ayah pergi
ke luar negeri sehingga nafkah anak pasca perceraian tidak terpenuhi.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana nafkah anak
pasca perceraian di Desa Lorejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar? 2)
Bagaimana nafkah anak pasca perceraian di Desa Lorejo Kecamatan Bakung
Kabupaten Blitar dalam perspektif hukum positif? 3) Bagaimana nafkah anak
pasca perceraian di Desa Lorejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar dalam
perspektif hukum Islam?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan
(field research). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis-deskriptif. Pengecekan
keabsahan temuan menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Nafkah anak pasca perceraian
di Desa Lorejo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar terdiri dari dua tipe.
Pertama, nafkah anak pasca perceraian ditunaikan oleh ayah meskipun tidak rutin.
Ayah memberikan sejumlah uang yang nominalnya tidak menentu dan tidak ada
kepastian waktu pemberian nafkah anak. Kedua, nafkah anak pasca perceraian
tidak terpenuhi sama sekali. 2) Nafkah anak pasca perceraian di Desa Lorejo
Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar baik yang ditunaikan tidak rutin maupun
yang tidak dipenuhi sama sekali bertentangan dengan hukum positif.
Ketidakpedulian ayah terhadap nafkah anak pasca perceraian tidak sesuai dengan
pasal 41 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan pasal 105 Kompilasi
Hukum Islam. 3) Nafkah anak pasca perceraian di Desa Lorejo Kecamatan
Bakung Kabupaten Blitar baik yang ditunaikan tanpa ada kepastian nominal dan
waktu maupun yang tidak dipenuhi sama sekali bertentangan dengan hukum
Islam. Kelalaian dalam pemenuhan nafkah anak pasca perceraian tidak sejalan
dengan al Quran Surat al Baqarah ayat 233. Ayat ini menegaskan bahwa setiap
ayah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan para ibu baik sandang maupun
pangan menurut yang semestinya. Seorang ayah dibebani kewajiban untuk
memberi nafkah kepada orang yang menjadi tanggung jawabnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
