1,720,973 research outputs found
MODEL PEMBELAJARAN INSTRUCTION, DOING, DAN EVALUATING (MPIDE) DENGAN PHET PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
Pembelajaran fisika menurut kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang memuntut siswa aktif dalam mengobservasi, membandingkan, dan membentuk konsep. Maka guru harus mempertimbangkan model dan media yang efektif dan efisien. Sintakmatik MPIDE mencakup kegiatan ilmiah dan penggunaan PhET dapat merepresentasi kegiatan membentuk konsep sebagai media praktikum. Tujuan penelitian ini adalah bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif pada pembelajaran fisika di SMA. Bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif untuk hasil belajar pada pembelajaran fisika di SMA. Serta bagaimanakah PhET dalam MPIDE yang efektif untuk Keterampilan proses sains pada pembelajaran fisika di SMA. Penelitian ini diterapkan di kelas X.MIPA.4 SMA Negeri 2 Jember. Desain penelitian menggunakan action research model siklus hopkins. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan N-gain dan keterampilan proses sains menggunakan Ps. Hasil analisis data menunjukkan prosentase N-gain hasil belajar siswa kriteria tinggi siklus 1 sebesar 30,30%, siklus 2 sebesar 63,63%, dan siklus 3 sebesar 78,79%. Sedangkan prosesntase (Ps) KPS siswa kriteria minimal baik diperoleh pada siklus 1 sebesar 87,88%, siklus 2 sebesar 93,94%, dan siklus 3 sebesar 93,94%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
MODEL PEMBELAJARAN TEMAKONSEP DISERTAI MEDIA GAMBARPADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA (Pokok Bahasan Pada:Teori Kinetik Gas)
Fisika merupakan proses dan produk. Proses artinya prosedur untukmenemukan produk fisika (fakta, konsep, prinsip, teori atau hukum) yang dilakukanmelalui langkah-langkah ilmiah(Indrawati,2011:5).Upaya untuk meningkatkan hasilbelajar fisika adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah.Salah satu caranya yaitu dengan memvariasi model yang digunakan dalam prosesbelajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu model pembelajaranyang sesuai dan dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan situasi dan kondisikelas yang kondusif agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengantujuan yang diharapkan.Model yang diterapkan diharapkan dapat mengembangkan,dan menggali pengetahuan siswa, serta menyadarkan siswa tentang fakta-fakta yangada dalam lingkungan siswa untuk dikaitkan dengan konsep dalam pembelajaranfisika. Dengan demikian perlu dikembangkan model pembelajaran tema konsep untukmemecahkan masalah tersebut. Model pembelajaran tema konsep menggunakanmedia “masalah pokok” (berupa istilah, cerita dan gambar) sebagai kejadian rill yangdapat difungsikan sebagai pemicu proses pembelajaran fisika yang didalamnyamemuat berbagai materi atau konsep fisika yang akan dibahas.
Selain menggunakanmodel pembelajaran, diperlukan juga suatu mediayangdapat menunjang kegiatan pembelajaran, salah satu media yang dapat digunakanadalah media gambar.Perpaduan media gambar dengan model pembelajaran akanmenjadikan siswa aktif ketika pembelajaran berlangsung dan diharapkan mampumeningkatkan hasil belajar fisika siswa.Media gambar yang digunakan dalam prosespembelajaran selain bertujuan untuk menarik perhatian dan membangkitkan semangatsiswa juga berfungsi untuk memudahkan komunikasi yang sulit dibayangkan olehsiswa terhadap suatu konsep atau materi, sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif.Maka rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti adalah: (1)Bagaimanaaktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajarantemakonsep disertai mediagambar pada pembelajaran fisika di SMA?,(2)Adakah pengaruhyang signifikanmodel pembelajaran temakonsep disertai media gambar terhadap hasil belajar siswapada pembelajaran fisika di SMA?.Tempat penelitian ditentukan menggunakan carapurposive sampling area. Responden penelitian ditentukan setelah dilakukan ujihomogenitas dengancaracluster random sampling. Penelitian ini dilaksanakan diSMANegeri 1 Pakong.Jenisdesain yang digunakan adalahcontrolgroup post- testonly design. Dalam penelitian ini terdiri dari 2 kali pembelajaran. Metodepengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi,dokumentasi,wawancara,dan tes.Analisis datauntuk aktivitas dan hasil belajar menggunakanuji-t subyekberhubungan(Independent samples t-test).Kelas eksperimen yang diberi perlakuanberupa model tema konsep memiliki peningkatan persentase rata-rata aktivitasbelajar siswa pada pertemuan pertama (73,18%)dan aktivitas belajar siswa padapertemuan kedua (78,35%). Secara keseluruhan,persentase rata-rata aktivitas belajarsiswa kelas eksperimen selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan modelpembelajaran tema konsep disertai media gambar adalah sebesar 75,77% dantergolong dalam kategori aktif.Sehingga hasil belajar dengan menggunakan uji-tnilairata-rata post-test siswa kelas eksperimen 68,10 lebih baik dibandingkan kelaskontrol 53,62. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan daripenelitian ini adalah:(1)Aktivitas belajar siswa menggunakanmodel pembelajarantemakonsep disertai media gambar pada pembelajaran fisika di SMA pada pokokbahasan teori kinetik gas adalah sebesar 75,77% termasuk dalam kategori aktifkarena berada pada rentang 60%-80%.(2)Modelpembelajarantema konsepdisertaimedia gambarberpengaruhsignifikanterhadap hasil belajar siswa padapembelajaranfisika yaitu hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tema konsep lebihbaik dibandingkan dengan model pembelajaran yang biasa digunakan di sekolah
PENGEMBANGAN LKS MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, AND EXPLANATION) UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA (Uji Coba Pada Pokok Bahasan Elastisitas dan Hukum Hooke)
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah materi ajar yang sudah dikemas
sedemikian rupa, sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut
secara mandiri. LKS merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang tepat bagi
siswa karena LKS membantu siswa untuk menambah informasi tentang konsep yang
dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. Berdasarkan hasil observasi di
SMA Negeri 1 Tapen belum pernah ditemui LKS fisika yang mengandung model
sesuai dengan hakikat fisika. Hakikat fisika yang dimaksud adalah adanya langkahlangkah
atau prosedur ilmiah. LKS yang ada di sekolah sudah menuntun siswa dalam
melakukan praktikum, namun belum sepenuhnya mengembangkan keterampilan
siswa dalam prosedur ilmiah. LKS yang digunakan di sekolah lebih sering digunakan
untuk latihan soal-soal di sekolah dan tugas di rumah, sehingga pembelajaran fisika
dirasa kurang bermakna oleh siswa. LKS harusnya dibuat secara menarik dan
sistematis. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengembangkan LKS model
POE untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian pengembangan LKS
Model POE untuk mendeskripsikan: (1) validitas LKS, (2) aktivitas belajar siswa,
dan (3) respon siswa terhadap LKS tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dirancang untuk
menghasilkan produk berupa LKS model POE. Penelitian ini menggunakan desain
pengembangan 4D, namun tahapan pengembangan tidak berlanjut pada tahap
dissemination dikarenakan tingkat kewenangan dan waktu yang dimiliki oleh peneliti,
sehingga tingkat uji dalam penelitian ini menggunakan action research. Responden
penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 1 Tapen yang berjumlah
24 orang. Instrument perolehan data yang digunakan yaitu terdiri dari lembar validasi LKS, soal post-test, lembar observasi, dan lembar angket respon. Teknik perolehan
data yang digunakan yaitu validasi, tes, observasi, dan angket. Data yang didapatkan
adalah validasi LKS, aktivitas siswa dan respon siswa.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai persentase validitas LKS
model POE untuk validasi ahli sebesar 81% dengan kategori valid dan untuk validasi
pengguna sebesar 82% dengan kategori valid. Sedangkan validasi audience dilihat
dari aspek hasil belajar siswa setelah menggunakan LKS tersebut. Persentase
penilaian hasil belajar siswa sebesar 74,45% berkategori valid atau efektif. Hasil data
aktivitas belajar siswa sebesar 90,6% dengan kategori sangat aktif. Hasil data respon
siswa terhadap LKS model POE adalah sangat positif untuk semua aspek yang
dimunculkan.
Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa
1)validitas LKS model POE baik pada kajian instruksional dan kajian teknis yang
dikembangkan termasuk dalam kategori valid, validasi audience yang berwujud hasil
belajar siswa setelah menggunakan LKS model POE tergolong valid atau efektif, 3)
aktivitas belajar siswa yang diperoleh selama menggunakan LKS tergolong sangat
aktif, 4) respon siswa yang diperoleh adalah sangat positif untuk semua aspek yang
berarti siswa senang, paham, mengerti, dan tertarik terhadap LKS model POE yang telah dikembangkan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
