563 research outputs found
Patti Smith and Andi Ostrowe in a hotel room, Washington, D.C., July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith poses holding a clarinet in a hotel room in July 1978. Andi Ostrowe, working as Smith's personal assistant, reclines on the bed in the background.The photograph was taken by Don Hamerman as part of a session for "Unicorn Times," an alternative performing arts periodical in Washington, D.C. The photograph appeared in the September 1978 issue of "Unicorn Times.
Patti Smith and Andi Ostrowe being photographed by Don Hamerman, Washington, D.C., July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith poses as Don Hamerman photographs her and Andi Ostrowe in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C
Patti Smith poses as Andi Ostrowe reclines, Washington, D.C., circa July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith posing as Andi Ostrowe smokes on a bed in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C
Inszenierte Dokumente: zu Paul Bowles' Sammlung traditioneller marokkanischer Musik
Andi Schoon widmet sich in diesem Beitrag der Frage nach dokumentarischer Authentizität: Der amerikanische Schriftsteller Paul Bowles (1910-1999) reiste, kurz nachdem Marokko 1956 unabhängig geworden war, monatelang durch das Land, um traditionelle Musikstile wie Ahwouach, Andaluz, Gnawa und Rwais zu dokumentieren. Der Beitrag beleuchtet das Zustandekommen dieser Aufnahmen
ANALISIS SULFUR SULFIDA PADA BATUANDALAM MODEL URAT HIDROTERMAL BUKIT BULUH (Studi kasus tambang emas Musi Rawas, Sumatera Selatan
ABSTRAKERWIN. Analisa Sulfur Sulfida Pada Batuan Dalam Model Urat Hidrotermal Bukit Buluh, Studi kasus tambang emas Musi Rawas, Sumatera Selatan. (dibimbing oleh Abd. Makhsud dan Andi Aladin).Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) Mengetahui kadar persentase mineral Sulfur yang terdapat pada daerah Bukit Buluh pada model urat yang telah diinterpretasi. (2) Mengetahui hubungan antara jenis batuan dengan persentase kandungan Sulfur dalam model urat kuarsa atau Bijih (Ore Model). (3) Mengetahui persentase kandungan Sulfur terhadap tingkat elevasi atau keterdapatan sampel batuan. (4) Mengetahui pengaruh sulfur sulfida pada lingkungan.Penelitian ini menggunakan data sampel batuan yang telah dianalisa kandungan sulfur sulfida didalam model urat hidrotermal yang telah diintrepretasi. Ada sebanyak 291 sampel yang diseleksi oleh penulis untuk dilakukan analisa pada laboratorium di tahun 2013. Data model dibuat dengan menggunakan software Datamine dengan cut off grade 0.5 ppm, metode analisa untuk kandungan utama Au adalah Fire Assay-FA50 AAS Finish dan kandungan sulfurnya dengan Leco analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara keseluruhan total rata-rata kadar Sulfur daerah penelitian adalah 1.3 % sama dengan kadar rata-rata Sulfur pada urat kuarsa yang merupakan pembawa mineral emas emas dan perak yaitu sebesar 1.38 %. Sedangkan kadar Sulfur terendah terdapat pada Soil (tanah) dengan total Sulfur rata-rata adalah 0.14 %. Dimana Arsen (As) dan Besi (Fe) memiliki korelasi terhadap besarnya persentase Sulfur pada daerah penelitian. Batuan kuarsa yaitu Quartz Vein dan Quartz Stockworks, serta Siltstone yang merupakan batuan pembawa emas tertinggi pada penelitian ini memiliki rata-rata kandungan sulfur yang tinggi yaitu diatas 1 %. Lapisan terluar mempengaruhi tingkat keterdapatan total sulfur sulfida pada prospek ini. Dimana Soil atau tanah yang merupakan lapisan terluar memiliki kondisi yang mengandung paling sedikit mineral Sulfur Sulfida, ini disebabkan terjadinya oksidasi atau pelapukan dari batuan asal yang mengubah kimiawi batuan karena bersentuhan dengan air dan udara.Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam pertimbangan proses metalurgi pada pemisahan emas dan perak dari batuan asal, serta pada proses penanganan air asam tambang.Kata Kunci : Sulfur, Sulfida, Emas, Perak, Arsen, Besi, Asam tamban
. Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga untuk Produksi Kompos dalam Sistem Biopori
ABSTRAKHERAWATI. Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga untuk Produksi Kompos dalam Sistem Biopori (dibimbing oleh Dr. Andi Aladin MT dan Dr. La Ifa, ST, MT).Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk : (1).Mengetahui pengaruh pengggunaan jenis-jenis limbah organik rumah tangga terhadap kualitas kompos (sesuai standar SNI) dalam sistem biopori; (2) Mengetahui pengaruh waktu pengomposan terhadap kualitas kompos (sesuai standar SNI) dalam sistem biopori.Lubang resapan biopori adalah lubang silinder yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 - 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang ini dimasukkan limbah organik rumah tangga dengan sampah daun mangga dengan perbandingan tertentu yaitu limbah organik rumah tangga berbasis selulosa dan karbohidrat dengan sampah daun mangga (perbandingan 1:0, 2:1 dan 1:2), limbah organik rumah tangga berbasis protein dan lemak dengan sampah daun mangga (perbandingan 1:0, 2:1 dan 1:2), campuran limbah organik rumah tangga dengan sampah daun mangga (perbandingan 4:1, 1:3, 2:1, 1:1, 1:0, 0:1, 1:2, 1:4). Penelitian ini dilaksanakan di lahan Sekolah SMA Nasional Maros, Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, dimulai dari Juni sampai Oktober 2015. Pengomposan dilakukan di dalam lubang biopori dengan bantuan cacing tanah dan mikroba tanah.Parameter untuk menilai kualitas kompos adalah warna, tekstur, bau, pH dan kandungan hara (C-Organik, N-Total, rasio C/N, K, P2O5), Hasil penelitian menunjukkan pH sesuai untuk dekomposisi yaitu 6, bau kompos bau tanah, Warna kompos coklat kehitaman, untuk kandungan hara yaitu C-organik dianalisis dengan spektrofotometer, Kadar Nitrogen dianalisis dengan metode Khjehdal, Kadar Posfor dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis, dan Kadar Kalium dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Aplikasi kompos ini diterapkan pada tanaman jagung dengan parameter pengamatan adalah tinggi tanaman dan jumlah helai daun.Kata kunci: Sampah organik rumah tangga, lubang biopori, kompo
Pengaruh Gas Inert Nitrogen Yang Dialirkan Secara Kontinyu ke Dalam Reaktor Pirolisis Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Batang Kelapa (Cocos nucifera) Terhadap Nilai Kalor Charcoal yang di Hasilkan
AbstractThe potential amount of coconut sawdust biomass in Indonesia is very abundant, so far it has not been utilized optimally and tends to be wasted as waste. Coconut sawdust with the main composition of carbon contains heat equivalent to light coal, which is around 4400 kcal/kg. Even though its calorific value is still low, it has the potential to be used as a solid fuel source or an alternative energy source. The calorific value of coconut sawdust can be increased through the pyrolysis process. A study has been carried out on the effect of nitrogen inert gas flowing continuously into the pyrolysis reactor of coconut sawdust biomass waste (Cocos nucifera) on the calorific value of the resulting charcoal. The aim of the research is to determine the effect and optimum flow path of nitrogen inert gas which gives the maximum calorific value of charcoal product. From this study it was concluded that the continuous flow of inert nitrogen gas into the pyrolysis reactor had an effect on increasing the calorific value of the charcoal product by up to 4% compared to not using the inert gas. The optimum nitrogen gas flow rate is 2 L/minute giving a maximum effective calorific value of 7200 kcal/kg AbstractThe potential amount of coconut sawdust biomass in Indonesia is very abundant, so far it has not been utilized optimally and tends to be wasted as waste. Coconut sawdust with the main composition of carbon contains heat equivalent to light coal, which is around 4400 kcal/kg. Even though its calorific value is still low, it has the potential to be used as a solid fuel source or an alternative energy source. The calorific value of coconut sawdust can be increased through the pyrolysis process. A study has been carried out on the effect of nitrogen inert gas flowing continuously into the pyrolysis reactor of coconut sawdust biomass waste (Cocos nucifera) on the calorific value of the resulting charcoal. The aim of the research is to determine the effect and optimum flow path of nitrogen inert gas which gives the maximum calorific value of charcoal product. From this study it was concluded that the continuous flow of inert nitrogen gas into the pyrolysis reactor had an effect on increasing the calorific value of the charcoal product by up to 4% compared to not using the inert gas. The optimum nitrogen gas flow rate is 2 L/minute giving a maximum effective calorific value of 7200 kcal/k
Patti Smith and Don Hamerman, Washington, D.C., July 1978
Musician, poet, and author Patti Smith poses in a hotel room mirror in July 1978. The photograph was taken as part of a session for "Unicorn Times," an alternative performing arts periodical in Washington, D.C. Photographer Don Hamerman is visible in the picture, as is Smith's personal assistant Andi Ostrowe, who lies on the bed
OVERCOMING CHALLENGES IN THE AIRPORT AUTHORITY OF ANDI JEMMA MASAMBA AIRPORT
Airport management always poses challenges in its administration. In addition to requiring high-security standards, airport management must provide well-standardized services. This research was conducted to understand how a well-planned airport management development aligns with existing standards. In this study, the author tested the hypothesis regarding the importance of commanding/charismatic leadership in ensuring the implementation of an airport management system that meets service standards. The research was conducted at Andi Jemma Masamba Airport in Sulawesi, and the results showed a strong correlation between commanding/charismatic leadership and the improvement of quality at Andi Jemma Masamba Airport
- …
