37 research outputs found
PERBANDINGAN INDUSTRI KOPI INDONESIA DAN MALAYSIA
Subsektor yang memiliki peranan penting dan sebagai penyumbang terbesar dalam penerimaan devisa negara adalah subsektor perkebunan. Komoditi yang berperan penting pada subsektor perkebunan salah satunya adalah kopi. Negara dengan potensi perdagangan kopi terbesar untuk kopi Indonesia salah satunya adalah Malaysia. Secara geografis dan budaya, Malaysia memiliki kedekatan dengan Indonesia, selain itu juga menjadi negara dengan rezim tarif yang sangat terbuka sehingga bisa menjadi pasar potensial bagi kopi Indonesia di masa mendatang. Adanya potensi-potensi tersebut menyebabkan penting untuk mengkaji terlebih dahulu bagaimana gambaran industri kopi Indonesia dan Malaysia. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran industri kopi Indonesia dan Malaysia serta mengetahui perbandingan industri kopi Indonesia dan Malaysia. Penelitian merupakan penelitian dengan metode deskriptif dengan pendekatan studi perbandingan. Sumber data adalah data sekunder dari tahun 2001-2020 yang diperoleh dari Food and Agriculture Organization-Statistic Division (FAO STAT), International Coffee Organization (ICO), Kementerian Pertanian, serta sumber pustaka lainnya baik berupa jurnal dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara pengekspor dan produsen kopi terbesar keempat dunia, dengan kontribusi terbesar berasal dari kopi jenis robusta, dan juga terkenal dengan kopi spesialti. Industri kopi Malaysia menunjukkan perkembangan yang bagus ditandai dengan meningkatnya permintaan akan kopi dan budaya minum kopi serta menjamurnya kedai kopi. Secara statistik, luas lahan dan produksi kopi Indonesia dari tahun 2001-2020 lebih unggul dari Malaysia. Sedangkan produktivitas kopi Malaysia lebih unggul dari pada kopi Indonesia. Meskipun demikian, produktivitas kopi Indonesia dari tahun 2001-2020 terus mengalami peningkatan
PELAKSANAAN TUGAS KERAPATAN ADAT NAGARI DI KENAGARIAN CUBADAK KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR BERDASARKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG NAGARI DITINJAU DARI FIQH SIYASAH
ABSTRAK
Rahmat Ramadhan Al-fitri, (2024) Pelaksanaan Tugas Kerapatan Adat
Nagari di Kenagarian Cubadak
Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah
Datar Berdasarkan Peraturan Daerah
Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun
2018 Tentang Nagari Ditinjau
Dari fiqh siyasah
Penulisan Skripsi ini dilatarbelakangi oleh diaturnnya ketentuan mengenai tugas
dan wewenang Kerapatan Adat Nagari di dalam Peraturan Daerah Provinsi
Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat
Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari berisi peraturan yang mengatur ketentuan
umum nagari, kelembagaan nagari, pembinaan dan pengawasan nagari, adapun
pokok permasalahan penelitian ini adalah: Bagaimana pelaksanaan tugas
Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian Cubadak Kabupaten Tanah Datar
berdasarkaan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2018
tentang Nagari dan, Bagaimana pandangan fiqh siyasah mengenai tugas
Kerapatan Adat Nagari di Kenagarian Cubadak Kabupaten Tanah Datar
berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2018
tentang Nagari
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research).
Lokasi Penelitian adalah di Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar, informan
dalam penelitian ini adalah Ketua Kerapatan Adat nagari Cubadak, Wali Nagari
Cubadak, Sekretaris Kerapatan Adat Nagari Cubadak. sumber data dalam
penelitian ini adalah data primer, data sekunder, dan data tersier. Metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis
menggunakan metode analisis kualitatif selanjutnya dengan menarik kesimpulan
dilakukan secara deduktif.
Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan tugas dan
kewenangan Kerapatan Adat Nagari berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi
Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 tentang Nagari secara tidak langsung sudah
melaksanakan tugas dan wewenanganya dengan baik, namun masih ada tugas
wewenangan KAN yang belum terlaksanaan seperti beberapa kasus yang belum
diselesaikan seperti: tidak memilih atau mengangkat Wali Nagari karena
pemilihan wali nagari dinagari cubadak dilakukan secara pemilihan umum. Hal
ini disebabkan karena Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun
2018 belum diberlakukan di Kabupaten Tanah Datar. 2) Tinjauan Siyasah
Dusturiyah terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan Kerapatan Adat Nagari
Cubadak yang disesuaikan dengan sulthah al-tasyri‟iyah yakni menetapkan
Undang-undang. Sedangakan yang disesuaikan dengan Sulthah al-Tanfidziyyah
secara umum sudah melaksanakan tugas dan wewenanganya dengan baik. Adapun
yang disesuaikan dengan Sulthah al- qadha‟iyyah sudah mengawasih berlakunya
suatu aturan yang telah ditetapkan dalam Kerapatan Adat Nagari yang dijalankan
Niniak Mamak itu sendiri dengan diikuti oleh Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo
Kanduang dan Parik Paga Nagari.
Kata Kunci : Pelaksanaan, Kerapatan Adat Nagari, Fiqih Siyasa
ANALISIS KESULITAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR MELALUI PERSPEKTIF READING READINESS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca Al-Qur'an pada anak usia Sekolah Dasar melalui wawasan membaca pemula (Reading Readiness). Peneliti menemukan kasus kesulitan membaca Al-Qur'an pada anak usia Sekolah Dasar yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: psikologis, pola asuh orang tua dan lingkungan sosial. Dalam hal faktor kognitif tersebut menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur'an pada anak usia Sekolah Dasar. Oleh karena itu kesulitan membaca dapat dijelaskan berdasarkan kesiapan membaca anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif (deskriptif kualitatif) berbasis pada penelitian lapangan (field study) dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitin ini yaitu seorang anak yang duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar, inisial MPU. berusia 10 tahun dan belajar di SD Negeri di Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133. kemudian bersekolah non formal di salah satu TPA (Tempat Pendidika Al-Qur'an) Fathul Islam yang berada di Masjid Ngadisuryan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehari-hari ai tinggal bersama ayah dan ibu dirumah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kesulitan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar yang mencakup dua hal, yaitu: mengenal bentuk huruf hijaiyah dan mengenal simbol dalam huruf hijaiyah
PERUTUSAN KHAS NAIB CANSELOR UNIVERSITI MALAYSIA PAHANG AL-SULTAN ABDULLAH ( UMPSA) SEMPENA SAMBUTAN HARI RAYA AIDIL FITRI 2025/ 1446H
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Salam Sejahtera kepada semua warga Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) yang saya hormati dan kasihi.
Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT, selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW. serta ahli keluarganya, sahabat-sahabat baginda dan para tabi’in.
Alhamdulillah, dengan limpah izin-Nya jua, kita masih dipanjangkan usia dan diberikan nikmat untuk menghayati dan menjalani ibadah puasa di bulan yang penuh rahmat serta pengampunan, Ramadan Al-Mubarak. Semoga ibadah yang kita laksanakan di sepanjang bulan Ramadan pada tahun ini mendapat keberkatan dan reda-Nya, Insya-Allah
PENERAPAN AKAD MUDHARABAH PADA PRODUK SIMPANAN HARI RAYA IDUL FITRI DI BMT UGT NUSANTARA MALANG KOTA
Abstrack This study analyzes the application of the mudharabah musytarakah contract in Eid al-Fitr savings products at BMT UGT Nusantara Malang Kota Branch. Using qualitative methods through observation, interviews, and documentation, this study suggests that this product uses a profit sharing ratio of 30% for customers and 70% for BMT. This product is very attractive because the profit sharing can be taken in the form of money and goods before Eid al-Fitr, according to the policy of BMT UGT Nusantara so as to increase customer interest in saving. SWOT analysis shows BMT's strength in mobile services that facilitate transactions and timely return of deposits, but there are weaknesses in the use of IT by elderly customers. The opportunity lies with members with high economies, while the threat comes from fierce competition among Islamic financial institutions. The implementation of this contract has proven to provide significant benefits for customers and support the growth of the Islamic economy.
Penelitian ini menganalisis penerapan akad mudharabah musytarakah pada produk tabungan hari raya Idul Fitri di BMT UGT Nusantara Cabang Malang Kota. Menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengemukakan bahwa produk ini menggunakan nisbah bagi hasil 30% untuk nasabah dan 70% untuk BMT. Produk ini sangat menarik karena bagi hasil nya bisa di ambil dalam bentuk uang maupun barang menjelang hari raya Idul Fitri, sesuai kebijakan BMT UGT Nusantara sehingga meningkatkan minat nasabah untuk menabung. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan BMT dalam layanan mobile yang mempermudah transaksi dan pengembalian simpanan tepat waktu, namun ada kelemahan dalam penggunaan IT oleh nasabah lanjut usia. Peluang terletak pada anggota dengan ekonomi tinggi, sedangkan ancaman datang dari persaingan ketat antar lembaga keuangan syariah. Penerapan akad ini terbukti memberikan manfaat signifikan bagi nasabah dan mendukung pertumbuhan ekonomi syariah lokal
Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filosofis (Ontologi, Epistemologi dan Axiologi): Pendidikan Islam
Abstrak: Konteks penelitian ini adalah kajian terhadap Pendidikan Islam yang dalam sejarah perjalanannya terkesan didekotomikan dan kalah bersaing dengan Pendidikan umum, sehingga kesan tersebut menjadi beban historis-psikologis yang bersemayam secara kronis di hati persepsi masyarakat, hususnya masyarakat Muslim. Oleh karena itu kami mengadakan kajian dengan Fokus bagaimana tinjauan filosofis, dalam hal ini pandangan Ontologi, Epistemologi dan Axiologi terhadap pendidikan Islam? Sejalan dengan focus tersebut maka tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui pandangan Ontologi, Epistemologi dan Axiologi terhadap Pendidikan Islam. Kajian ini merupakan kajian pustaka yang memakai metode diskriptif-komparatif yang dianalisa dengan pendekatan kritis-historis dengan pola pikir reflektif dalam hal ini induktif-deduktif, terutama dari ajaran Islam (al-Quran dan Hadits). Hasil nya; Ontologi menyimpulkan bahwa Pendidikan Islam adalah perpaduan antara progresivisme-esensialisme plus. Sedangkan Epistemologi menyimpulkan bahwa Pndidikan Islam ternyata tidak hanya mngakui acquired knowledge (pengetahuan yang diperoleh) melainkan juga mengakui prennial knowledge (pengetahuan abadi yang diberi). Dan Axiologi menyimpulkan bahwa Pendidikan Islam itu tidak hanya mentransfer nilai-nilai insaniyah melainkan juga nilai-nilai Ilahiyah.
Kata-kat kunci: Pendidikan Islam, filosofis (ontologi, epistemologi Axiologi)
Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam (Ipi)
Beraneka ragam budaya, suku, bahasa, warna kulit, etnis, adat, agama dan kepercayaan serta berbagai konflik di Indonesia, namun dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, berbeda-beda namun satu jua. Hal ini bisa diwujudkan secara strategis melalui pendidikan multikultural pada pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan multikultural merupakan ide, gerakan pembaharuan pendidikan dan proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah struktur lembaga pendidikan supaya semua peserta didik menjadi anggota kelompok ras, etnis, dan kultur dapat memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi. Pendidikan multikultural perlu dioptimalkan dalam menata dinamika keragaman untuk menjadi potensi kemajuan dan peradaban manusia menuju ketakwaan. Pendidikan multikultural merupakan “Education for All” yakni pendidikan untuk semua orang dan mengutamakan persamaan hak. Pendidikan multikultural dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia dan selaras dengan ilmu pendidikan islam. Melalui pendidikan multikultural, ilmu pendidikan Islam akan semakin meluas penyebarannya dan menjadi rahmat bagi seluruh alam dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
Maqâshid Âqidah pada kisah Nabi Ayyub âlaihissalam (Studi Analisis Maqâshid al-Qur’ ân)
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Maqâshid Âqidah pada kisah Nabi Ayyub âlaihissalam (Studi Analisis Maqâshid al-Qur’ ân)” bertujuan untuk mengembangkan kajian al-Qur’ân yang lebih komperhensif pada studi ayat-ayat kisah mengenai maqâshid âqidah. Karena pemaparan ayat-ayat kisah dalam al-Qur’an memiliki tujuan yang paling esensial yaitu maqashid âqidah, salah satu tujuan agung dalam al-Qur’an adalah seruan beribadah kepada Allah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode pendekatan tafsir maqashidi untuk menganalisis maqâshid aqidah yang hendak dipaparkan dalam kisah Nabi Ayyub âlaihissalam. Penelitian ini sampai pada hasil akhir bahwa terungkap maqâshid âqidah pada ayat-ayat kisah Nabi Ayyub âlaihissalam yang tampak melalui kajian maqâshid al-Qur’ ân. Pertama, membuktikan keteguhannya dalam mentauhidkan Allah Swt, kedua, ridho dan patuh terhadap qadha dan qadar Allah Swt, ketiga, sabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya, keempat, tegak dan kokohnya prinsip aqidah Nabi Ayyub âlaihissalam dalam beribadah kepada Allah Swt. Keempat maqâshid âqidah tersebut menunjukkan pada suatu alasan penyebab turunnya rahmat Allah Swt kepada nabi Ayyub âlaihissalam dengan mengabulkan doanya dan mengangkat penderitaannya.
Kata Kunci : Maqâshid Âqidah, Tafsir, Kisah dalam al-Qur’an
TAFSIR BUDAYA DODENGO SEBAGAI KOHESI SOSIAL PADA MASYARAKAT GAMKONORA
Dodengo adalah sebuah tradisi pertarungan satu lawan satu. Permainan Dodengo ini mirip dengan tarian perang (cakalele). Biasanya permainan ini diadakan setelah perayaan hari raya Idul Fitri. Budaya Dodengo merupakan tradisi yang berguna untuk melatih dan menguji ketangkasan dan kelincahan seseorang. Umumnya permainan ini hanya dimainkan oleh laki-laki. Alat yang digunakan adalah perisai (salawaku) dan sepotong Gaba yang panjangnya 50 cm. Kedua alat tersebut berfungsi sebagai pencegah dan pentungan. Budaya Dodengo dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antar empat desa, yaitu desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fields research) dengan pendekatan fenominoligis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara komunikasi masyarakat desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo dalam melaksanakan budaya Dodengo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dodengo tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo karena dengan adanya Dodengo maka masyarakat desa yang terdiri dari empat desa tersebut dapat menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Dalam pelaksanaan Dodengo ke empat masyarakat desa tersebut timbul rasa saling memaafkan, mengasihi, menghormati dan saling membantu antar sesama. Pesan-pesan persaudaraan dan tali silaturrohmi tetap terjalin sampai hari ini dengan ada budaya dodengo ini
Kepemimpinan Partisipatif Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Di Desa Alamendah
Participatory leadership is a strategic approach to development that actively involves the community at every stage, from planning to evaluation. In rural contexts, religious and community leaders play a central role in driving social and economic change based on local and spiritual values. This study aims to examine the role of participatory leadership through local leaders and the Al-Ittifaq Islamic Boarding School in supporting sustainable development in Alamendah Village, Rancabali Subdistrict, Bandung Regency. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation, with community leaders as the primary informants. Data analysis used the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that participatory leadership in Alamendah Village is capable of forming a cohesive social structure, strengthening the local agro-industry-based economy, and preserving culture and religious values. These findings confirm that local strength is the main foundation of sustainable village development and contributes to the development of a community-based development model that is contextual and aligned with spiritual values.Kepemimpinan partisipatif adalah strategi pembangunan yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pedesaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran sentral dalam menggerakkan perubahan sosial dan ekonomi berbasis nilai lokal dan spiritual. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kepemimpinan partisipatif melalui tokoh lokal dan Pondok Pesantren Al-Ittifaq dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Tokoh masyarakat dipilih sebagai informan utama, sementara analisis data menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif di Desa Alamendah mampu membentuk struktur sosial yang kohesif, memperkuat ekonomi lokal berbasis agroindustri, serta melestarikan budaya dan nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan lokal menjadi fondasi utama pembangunan desa berkelanjutan dan berkontribusi pada pengembangan model pembangunan berbasis komunitas yang kontekstual dan selaras nilai spiritual
