1,720,968 research outputs found
“Penilaian Kriteria Green Building Pada Pembangunan IsDB Project Engineering Biotechnology Universitas Jember Berdasarkan Skala Indeks Menggunakan Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2
Meningkatnya pembangunan yang diikuti dengan perkembangan perekonomian
mengakibatkan kebutuhan energi nasional juga semakin meningkat (Putri et.al., 2014:
142). Energi listik di Indonesia sebagian besar didapatkan dari Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU). Hal ini merupakan suatu bukti yang menandakan besarnya
penggunaan energi bahan bakar fosil yang dapat mengakibatkan menipisnya lapisan ozon
dan berdampak pada pemanasan global (Global Warming). Green Building (Bangunan
Hijau) merupakan salah satu solusi untuk mengurangi efek dari global warming yang
mengacu pada struktur dan proses dengan memperhatikan lingkungan (Kurniati, 2013).
Pada tugas akhir ini dilakukan penialian Green Building berdasarkan pada
gedung IsDB Engineering Biotechnology yang dilakukan dengan cara observasi dan
wawancara serta pengumpulan data sekunder dari pihak perencana meliputi gambar
rencana, BoQ (Bill of Quantity), RKS (Rencana Kerja Syarat-syarat) yang kemudian
dilakukan analisis komparatif untuk membandingkan antara data yang didapatkan dengan
standart penilaian Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2. Berdasakan hasil analisis
data, didapatkan indeks nilai penilaian Green Building pada gedung IsDB Engineering
Biotechnology dari masing-masing kategori Greenship antara lain memperoleh nilai
Tepat Guna Lahan 9 (sembilan) poin, Efisiensi dan Konservasi Energi 11 (sebelas) poin,
Konservasi Air 3 (tiga) poin, Sumber dan Siklus 2 (dua) poin, Kesehatan dan
Kenyamanan dalam Ruang 5 (lima) poin, Manajemen Lingkungan Bangunan tidak
mendapatkan poin. Sehingga total poin yang diperoleh sebesar 30 (tiga puluh) poin
dengan presentase sebesar 38.96%, dapat disimpulkan bahwa gedung IsDB Engineering
Biotechnology dikategorikan sebagai gedung berpredikat Bronze (perunggu). Jika gedung
dapat menerapkan beberapa kriteria yang telah direkomendasikan, gedung dapat
dikategorikan sebagai Green Building dengan perolehan nilai sebesar 46 (empat puluh
enam) poin dengan presentase 59.74%. dengan predikat Gold/Ema
Analisis Kinerja Simpang Menggunakan perangkat Lunak Kaji Dan Ptv Vistro (studi Kasus : Simpang Bersinyal dan tak Bersinyal Perkotaan Jember)
Simpang merupakan salah satu bagian penting dari suatu jaringan jalan. Simpang menjadi tempat bagi kendaraan untuk berpindah dari suatu ruas menuju ruas yang lain. Oleh karena itu simpang menjadi tempat yang konflik antar kendaraan
yang melakukan pergerakan di simpang. Simpang terklasifikasi menjadi 2 macam yaitu simpang bersinyal dan simpang tak bersinyal. Yang membedakan kedua simpang ini adalah penggunakan lampu sinyal pada pengaturan lalu lintasnya. Mengingat peranan penting dari sebuah simpang, perlu dilakukan pengkajian untuk mengetahui kelayakan kinerja dari simpang tersebut. Indonesia memiliki pedoman yaitu Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Pedoman ini dapat melakukan perhitungan terhadap kinerja suatu simpang. Pedoman ini juga dilengkapi dengan perangkat lunak yang disebut KAJI. Selain KAJI terdapat beberapa perangkat lunak lain yang masuk ke Indonesia, salah satunya adalah PTV Vistro. Perangkat lunak PTV Vistro ini mengacu pada pedoman HCM 2010. Pada penelitian ini dilakukan analisis kinerja beberapa simpang di kota jember. Simpang tersebut adalah Simpang SMP 2 Jember, Simpang Jarwo, Simpang Armed dan Simpang Kaca Piring. Analisis dilakukan dengan KAJI dan PTV Vistro. Hasil yang didapat dari perhitungan kedua perangkat lunak tersebut dibandingka untuk mengetahui perbedaan hasil analisanya. Setelah dilakukan analisa, didapatkan hasil bahwa pada simpang bersinyal perangkat lunak PTV Vistro cenderung menghasilkan nilai derajat kejenuhan (DS) yang lebih kecil daripada KAJI, namun kedua perangkat lunak tersebut menunjukkan pola yang sama. Sedangkan pada simpang tak bersinyal kedua perangkat lunak tersebut menghasilkan angka yang berbeda namun perbedaan yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan. Perbedaan ini terjadi karena pendekatan masing – masing perangkat lunak tersebut terutama pada penentuan nilai arus jenuh dasar dan kapasitas.Fakultas Teknik Universitas Jembe
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
IbM INDUSTRI KECIL BATU BATA DI DESA SUMBERWARU KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER
UD. Al Barokah dan UKM Batu Bata (UKM Santosa)adalah salah satu industri batu bata yang ada di Jember. UD. Al-Barokah milik bapak H. Wahdi di desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono dimulai sejak tahun 2003 dan merupakan salah satu dari beberapa industri batu bata yang ada di Kabupaten Jember. Ada 5 (lima) UKM batu bata yang ada dalam binaan bapak H. Wahdi. Salah satu UKM yang dilibatkan dalam kegiatan program IbM adalah UKM Santosa. Produksi batu bata milik bapak H. Wahdi menghasilkan 6.000 s/d 10.000 biji-per-hari. Harga jual di tempat produksi batu bata adalah 200 ribu s/d 250 ribu per-1000 biji. Selain usaha batu bata, UD. Al Barokah juga membuat kompos dari kotoran hewan untuk dijual dan dimanfaatkan sebagai pupuk dengan skala produksinya masih kecil. Potensi limbah kotoran hewan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi industri yang ramah lingkungan yang bias dimanfaatkan untuk mendukung industri batu bata. Kendala yang dialami dalam mengelola industri batu bata adalah keterbatasan produksi yang disebabkan alat yang digunakan masih konvensional, sehingga dengan tenaga yang terbatas maka hasil produksi terbatas pula. Di sisi lain permintaan pasar sangat tinggi, sehingga produksi batu bata UD. Al Barokah tidak dapat mengimbangi permintaan pasar. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan IbM untuk mengatasi kendala diatas
- …
