5 research outputs found
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN GREEN PRODUCT PADA STARBUCKS DI KOTA BANDUNG
Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bagaimana kondisi lingkungan yang terpengaruh oleh limbah sampah plastik membuat terjadinya penyesuaian pada pola konsumsi masyatakat. Hal tersebut juga yang membuat perusahaan mulai serius menerapkan kegiatan seperti green marketing pada kegiatan transaksi mereka.
Starbucks sebagai salah satu perusahaan yang menyumbang beberapa jenis sampah plastik dituntut dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Namun adanya fakta bahwa jumlah sampah yang terus meningkat termasuk sampah berjenis plastik diduga akibat adanya ketidak pastian tentang apa yang mendorong konsumen dalam membeli sebuah green product.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh faktor yang ada pada Green Product mempengaruhi Keputusan Pembelian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dibantu dengan software (SPSS) statistical package for social science versi 24 sebagai media aplikasinya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penyebaran kuisioner yang disebar kepada 100 responden yang pernah membeli produk pada gerai Starbucks serta skala ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert dengan skala 1 -5
Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa kelima faktor yang dimiliki oleh green product yaitu Dukungan Perlindungan Lingkungan, Dorongan Rasa Tanggung Jawab, Pengalaman Penggunaan Produk Hijau, Citra Perusahaan Ramah Lingkunga, dan Daya Tarik Sosial memiliki penngaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
Sedangkan berdasarkan hasil pengaruh variabel-variabel secara parsial ada 2 variabel yang berpengaruh signifikan yaitu Pengalaman Penggunaan Green Product dan Citra Perusahaan Ramah Lingkungan. Sedangkan 3 variabel lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut ada baiknya Starbucks mulai melakukan kegiatan yang sesuai dengan hasil variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
Knowledge Management dan Kinerja Karyawan: Tinjauan Sistematis dari Asia
This study provides a comprehensive analysis of the role of Knowledge Management (KM) in enhancing employee performance through a Systematic Literature Review (SLR). In the context of a growing knowledge-based economy, organizations are increasingly required to manage information and experience in a structured manner to foster innovation, improve efficiency, and sustain competitive advantage. This review adopts the SLR protocol proposed by Williams et al, selecting 12 peer-reviewed articles from the Scopus database based on inclusion criteria including Asian geographic focus, Q1/Q2 journal rankings, and relevance to the research variables. The findings reveal that KM significantly contributes to employee performance, both directly and as a mediating variable. KM processes—such as knowledge creation, storage, sharing, and application—play a vital role in promoting productivity, innovation, and adaptability. This study contributes to the literature by mapping current trends and identifying research gaps, offering both theoretical insight and practical implications for future studies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran Knowledge Management (KM) dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dalam era pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan, organisasi dituntut untuk mengelola informasi dan pengalaman secara sistematis guna mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan keunggulan kompetitif. Kajian ini mengacu pada protokol SLR dari Williams et al. dengan menyeleksi 12 artikel ilmiah terindeks Scopus yang telah melalui proses peer review. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi fokus geografis Asia, publikasi dalam jurnal berperingkat Q1/Q2, serta relevansi dengan variabel penelitian, yaitu KM dan kinerja karyawan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa KM memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, baik secara langsung maupun sebagai variabel mediasi. Proses-proses dalam KM—seperti penciptaan, penyimpanan, pembagian, dan penerapan pengetahuan—berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi organisasi. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur dengan memetakan tren terkini dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang masih belum banyak dijelajahi. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi organisasi dan akademisi yang ingin memanfaatkan KM secara strategis untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia
Menguatkan Ekonomi Informal melalui Keuangan Sosial Islam: Perspektif Prinsip Ekonomi Islam untuk Pembangunan Inklusif
The informal sector continues to dominate employment in many developing countries, including Indonesia, providing livelihoods for millions of workers who often lack access to social protection and economic security. This paper examines the origin and development of the informal economy and explores its structural determinants. Additionally, it highlights the role of Islamic economics, particularly the potential of Islamic social finance instruments—zakat, infāq, ṣadaqah, and waqf (ZISWAF)—in supporting inclusive and sustainable development within the informal sector. Employing a descriptive-qualitative approach, this study integrates content analysis, literature review, and critical analysis of both mainstream and Islamic economic perspectives. The conceptual model developed in this paper positions Islamic economic principles such as falah, maslahah, and social justice as key drivers for empowering informal sector workers. By aligning these principles with the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah, the framework provides strategic directions for capacity building, ethical financing, and inclusive growth. The findings suggest that productive utilization of ZISWAF can facilitate the transition of informal workers toward economic resilience and formal sector integration. This study calls for collaborative engagement among government, private sector, and Islamic philanthropic institutions to ensure the realization of sustainable development goals, underpinned by ethical and spiritual commitments.
Sektor informal terus mendominasi lapangan kerja di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan menyediakan mata pencaharian bagi jutaan pekerja yang sering kali tidak memiliki akses terhadap perlindungan sosial dan jaminan ekonomi. Penelitian ini mengkaji asal-usul dan perkembangan ekonomi informal serta mengeksplorasi faktor-faktor struktural yang menjadi penentunya. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran ekonomi Islam, khususnya potensi instrumen keuangan sosial Islam—zakat, infāq, ṣadaqah, dan wakaf (ZISWAF)—dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di sektor informal. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini mengintegrasikan analisis isi, kajian literatur, dan studi kritis terhadap perspektif ekonomi arus utama dan ekonomi Islam. Model konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini menempatkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti falah (kesejahteraan holistik), maslahah (kemaslahatan umum), dan keadilan sosial sebagai pendorong utama dalam memberdayakan pekerja di sektor informal. Dengan menyelaraskan prinsip-prinsip tersebut dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah, kerangka ini memberikan arahan strategis dalam penguatan kapasitas, pembiayaan berbasis etika, dan pertumbuhan yang inklusif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ZISWAF secara produktif berpotensi memfasilitasi transisi pekerja informal menuju ketahanan ekonomi dan integrasi ke dalam sektor formal. Studi ini juga mengajak adanya kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi Islam guna mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan komitmen etis dan spiritual.Sektor informal terus mendominasi lapangan kerja di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan menyediakan mata pencaharian bagi jutaan pekerja yang sering kali tidak memiliki akses terhadap perlindungan sosial dan jaminan ekonomi. Penelitian ini mengkaji asal-usul dan perkembangan ekonomi informal serta mengeksplorasi faktor-faktor struktural yang menjadi penentunya. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran ekonomi Islam, khususnya potensi instrumen keuangan sosial Islam—zakat, infāq, ṣadaqah, dan wakaf (ZISWAF)—dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di sektor informal. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini mengintegrasikan analisis isi, kajian literatur, dan studi kritis terhadap perspektif ekonomi arus utama dan ekonomi Islam. Model konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini menempatkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti falah (kesejahteraan holistik), maslahah (kemaslahatan umum), dan keadilan sosial sebagai pendorong utama dalam memberdayakan pekerja di sektor informal. Dengan menyelaraskan prinsip-prinsip tersebut dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah, kerangka ini memberikan arahan strategis dalam penguatan kapasitas, pembiayaan berbasis etika, dan pertumbuhan yang inklusif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ZISWAF secara produktif berpotensi memfasilitasi transisi pekerja informal menuju ketahanan ekonomi dan integrasi ke dalam sektor formal. Studi ini juga mengajak adanya kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi Islam guna mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan komitmen etis dan spiritual
ICT-BASED KNOWLEDGE MANAGEMENT FOR INTERNSHIP PROGRAM STUDY CASE OF ATOURIN
In today's digital era, phenomena such as the gig economy are one of the results of technological advances. Programs such as internships have now been carried out by many companies in order to maximize the business practices they run. Atourin is one of the start-up companies that are also running the program. In the end, the company's ability to maximize both the experience and knowledge gained from the program is a challenge in itself considering the large number of enthusiasts from the participants. This thesis focuses on finding the most suitable ICT-based knowledge management system for the company. The data collection carried out in this thesis uses a qualitative approach and direct observation by the author during an internship at the company. Through a data processing process that has a problem identification stage, then determining the purpose of solving the problem, identifying what knowledge is needed, and analyzing the core components of knowledge management, namely people, processes, and technology. All these processes are then completed using SECI to determine the flow of knowledge sharing. In the end, it was found that the interns developed more knowledge on the externalization process. This thesis also provides a plan for the implementation of the results of the research conducted in the last chapter. The plan takes 6 months with evaluation at the end of the process. Keywords: Knowledge Management, Gig Economy, Internship, SECI, PPT, ICT
ICT-BASED KNOWLEDGE MANAGEMENT FOR INTERNSHIP PROGRAM STUDY CASE OF ATOURIN
In today's digital era, phenomena such as the gig economy are one of the results of technological advances. Programs such as internships have now been carried out by many companies in order to maximize the business practices they run. Atourin is one of the start-up companies that are also running the program. In the end, the company's ability to maximize both the experience and knowledge gained from the program is a challenge in itself considering the large number of enthusiasts from the participants. This thesis focuses on finding the most suitable ICT-based knowledge management system for the company. The data collection carried out in this thesis uses a qualitative approach and direct observation by the author during an internship at the company. Through a data processing process that has a problem identification stage, then determining the purpose of solving the problem, identifying what knowledge is needed, and analyzing the core components of knowledge management, namely people, processes, and technology. All these processes are then completed using SECI to determine the flow of knowledge sharing. In the end, it was found that the interns developed more knowledge on the externalization process. This thesis also provides a plan for the implementation of the results of the research conducted in the last chapter. The plan takes 6 months with evaluation at the end of the process. Keywords: Knowledge Management, Gig Economy, Internship, SECI, PPT, ICT
