58 research outputs found

    ANALISIS TIDAK MENYALANYA PEMBAKARAN PADA BURNER AUXILIARY BOILER DI MV. HI 02

    Get PDF
    INTISARI Pujo Wahyu Aji, NIT: 541711206425 T, 2022 “Analisis Tidak Menyalanya Pembakaran Pada Burner Auxiliary Boiler di MV.HI 02”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Dwi Prasetyo, MM, M.Mar.E, dan Pembimbing II: Febria Surjaman, MT. Tersedianya uap panas adalah hal yang penting bagi kelancaran pengoperasian pesawat-pesawat yang membutuhkan uap panas, kegiatan operasional kapal dapat terhambat jika produksi uap panas tidak tercukupi karena terjadi masalah, disebabkan kurangnya perawatan atau sebab lain sehingga tidak lancarnya pembakaran pada Boiler. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak menyalanya pembakaran pada burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02, Untuk mengetahui dampak dari tidak menyalanya pembakaran pada burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02, Untuk mengetahui cara memperbaiki agar burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02 dapat kembali menyala. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah kualitatif. Sumber data yang diambil dari data primer dan sekunder. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga didapatkan teknik keabsahan data Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa penyebab tidak menyalanya pembakaran berdasarkan metode fishbone adalah main burner tidak bekerja dengan baik dan rendahnya temperature bahan bakar dan berdasarkan metode SWOT adalah tersumbatnnya automizer, lemahnya elektroda, kotornya heater bahan bakar, tidak normalnya kerja solenoid valve, serta jeleknya kualitas bahan bakar. Dampak yang terjadi menurut metode fishbone adalah tidak sempurnanya pengabutan bahan bakar dan menurunya temperature bahan bakar, berdasarkan metode SWOT adalah solenoid valve tidak dapat bekerja dengan baik dan elektroda yang lemah tidak dapat memercikan api dengan baik. Dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan automizer, melakukan penggantian elektroda serta melakukan pengukuran jarak antar elektroda dengan baik, membersihkan heater bahan bakar, melakukan penggantian solenoid valve, menurunkan viskositas bahan bakar dan selalu melakukan perawatan sesuai dengan PMS (plan maintenance system)

    Perbandingan Mother Wavelet untuk Transformasi Wavelet Kontinu pada Pemodelan Kalibrasi Peubah Ganda (Studi Kasus Data Kadar Gingerol dan Kurkuminoid)

    No full text
    Pemanfaatan tanaman obat jahe dan temulawak yang cukup besar sebagai bahan baku di industri jamu dan minuman mengharuskan penjaminan mutu yang memenuhi standar. Penentuan kualitas dari bahan baku dapat dilakukan dengan mengukur kadar senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Metode umum yang biasa digunakan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar. Pemodelan kalibrasi yang menghubungkan data pengukuran HPLC dengan pengukuran FTIR yang relatif lebih murah menjadi cara alternatif untuk menduga kadar senyawa aktif. Pemodelan kalibrasi memiliki dua masalah utama yaitu dimensi peubah bebas jauh lebih besar dibandingkan banyaknya pengamatan, dan adanya kasus multikolinearitas. Metode pra pemrosesan dengan Transformasi Wavelet Kontinu (TWK) merupakan metode yang menjanjikan untuk mereduksi dimensi data dalam pemodelan kalibrasi. Proses TWK memerlukan suatu mother wavelet untuk membangun fungsi basis. Perbedaan mother wavelet yang dipilih dalam TWK memberikan hasil analisis yang berbeda. Mother wavelet yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mexican Hat dan Daubechies dengan beberapa pertimbangan. Senyawa aktif jahe yang diteliti adalah gingerol, sedangkan senyawa aktif temulawak adalah kurkuminoid. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan mother wavelet yang memberikan hasil lebih baik dalam analisis TWK sebagai metode pra pemrosesan dalam pemodelan kalibrasi data gingerol dan kurkuminoid; (2) menentukan banyaknya komponen utama yang memberikan hasil paling baik dalam pemodelan kalibrasi data gingerol dan kurkuminoid. Penanganan masalah dimensi peubah bebas dalam penelitian ini diatasi dengan metode pra pemrosesan menggunakan TWK. Analisis TWK dilakukan dengan mother wavelet Daubechies dan Mexican hat menggunakan skala 1, 2, .., 6. Reduksi dimensi dilakukan pada koefisien TWK hasil dari proses transformasi. Pemeriksaan multikolinearitas dilakukan dengan menghitung nilai Variance Inflation Factor (VIF). Apabila masih terdapat korelasi antar peubah, pemodelan dilakukan dengan menggunakan Regresi Komponen Utama (RKU). Hasil analisis menunjukkan bahwa mother wavelet Daubechies memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan Mexican Hat baik pada data gingerol maupun kurkuminoid. Nilai Root Mean Square Error of Prediction (RMSEP) terkecil sebesar 0.209 pada data gingerol diperoleh dengan mother wavelet Daubechies 10 skala 3 menggunakan 3 komponen utama. Pada data kurkuminoid nilai RMSEP terkecil sebesar 0.5494 diperoleh dengan mother wavelet Daubechies 9 skala 5 menggunakan 3 komponen utama. Upaya untuk mendapatkan ukuran kebaikan yang lebih bagus dilakukan dengan menggunakan nilai parameter skala kontinu dengan penambahan nilai 0.1. Nilai RMSEP data kurkuminoid berhasil diperkecil menjadi 0.5475 dengan skala 4.9 menggunakan 3 komponen utama. Penerapan TWK sebagai metode pra pemrosesan dalam pemodelan kalibrasi memerlukan nilai skala yang kontinu. Hasil analisis data kurkuminoid membuktikan dengan menggunakan parameter skala yang kontinu memberikan RMSEP yang lebih bagus. Dengan demikian penerapan parameter skala dengan penambahan nilai (increment) kecil memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

    Penerimaan dan Kesuksesan Implementasi Integrated Billing System (IBS) Menggunakan Technology Acceptance Model dan Human Organization Technology – Fit Model pada PT. Pelindo III Cabang Tanjung Wangi

    Get PDF
    Integrated Billing System (IBS) merupakan sebuah sistem informasi yang dikembangkan oleh PT. PELINDO yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran data dan informasi kepelabuhanan. Sistem ini berbasis pada aplikasi website yang terintegrasi antar instansi dan pelaku industri. Namun, dalam proses penerapannya kepada setiap cabang yang dimiliki memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda dikarenakan berbagai faktor yang ada di setiap daerah. Misalnya seperti yang terjadi pada penerapan sistem di PT. PELINDO III Cabang Tanjung Wangi. Pengguna merasa bahwa penerapan sistem kurang bermanfaat dan sulit untuk digunakan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi guna memastikan penerapan sistem memberikan dampak positif kepada penggunanya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penerimaan dan kesuksesan implementasi sistem IBS dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Human Organization Technology (HOT-Fit) model. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dimana responden yang dipilih sejumlah 18 responden berdasarkan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat penerimaan sistem IBS sudah mencapai kategori baik dengan nilai mencapai 79,35%. Sedangkan tingkat kesuksesannya berdasarkan model HOT-Fit mencapai nilai 79,56% dan dikategorikan baik

    ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BATAKO PADA PT BODEM MAS JAYA

    Get PDF
    PT Bodem Mas Jaya is a company engaged in the production and distribution of concrete blocks in Batam City. From December 2023 to November 2024, the company faced quality control issues, with the defect rate consistently exceeding the maximum allowable limit of 3%. This affected the company’s ability to meet market demand optimally. This study aims to analyze quality control in the concrete block production process and evaluate the results of implemented improvement initiatives. The method used is Six Sigma with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach. The analysis showed that before improvements, the production process had an average DPMO of 20,510.7 with a sigma level of 3.54, and the number of defective products reached 14,395 pcs out of a total output of 132,517 pcs. After implementing improvements such as morning briefings, SOP development, sand filtering, machine maintenance, and cleaning of the production area, process performance improved. The average DPMO decreased to 17,004.8, the sigma level increased to 3.62, and the percentage of good products rose to 95% – 99%, with the number of defective products reduced to 6,200 pcs out of a total output of 121,622 pcs during the period from December 2024 to May 2025

    Tidak menyalanya pembakaran pada burner auxiliary boiler di MV. HI 02

    No full text
    Abstrak- Tersedianya uap panas adalah hal yang penting bagi kelancaran pengoperasian pesawat-pesawat yang membutuhkan uap panas, kegiatan operasional kapal dapat terhambat jika produksi uap panas tidak tercukupi karena terjadi masalah, disebabkan kurangnya perawatan atau sebab lain sehingga tidak lancarnya pembakaran pada Boiler. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak menyalanya pembakaran pada burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02, Untuk mengetahui dampak dari tidak menyalanya pembakaran pada burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02, Untuk mengetahui cara memperbaiki agar burner Auxiliary Boiler di MV. HI 02 dapat kembali menyala. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah kualitatif. Sumber data yang diambil dari data primer dan sekunder. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga didapatkan teknik keabsahan data Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa penyebab tidak menyalanya pembakaran berdasarkan metode fishbone adalah main burner tidak bekerja dengan baik dan rendahnya temperature bahan bakar dan berdasarkan metode SWOT adalah tersumbatnnya automizer, lemahnya elektroda, kotornya heater bahan bakar, tidak normalnya kerja solenoid valve, serta jeleknya kualitas bahan bakar. Dampak yang terjadi menurut metode fishbone adalah tidak sempurnanya pengabutan bahan bakar dan menurunya temperature bahan bakar, berdasarkan metode SWOT adalah solenoid valve tidak dapat bekerja dengan baik dan elektroda yang lemah tidak dapat memercikan api dengan baik. Dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pembersihan automizer, melakukan penggantian elektroda serta melakukan pengukuran jarak antar elektroda dengan baik, membersihkan heater bahan bakar, melakukan penggantian solenoid valve, menurunkan viskositas bahan bakar dan selalu melakukan perawatan sesuai dengan PMS (plan maintenance system)
    corecore