3 research outputs found
Konsolidasi kader Partai Keadilan Sejahtera dalam memenangkan pemilihan Walikota Bandung 2018
INDONESIA :
Dalam era kapitalisasi politik yang memiliki artian bahwa, setiap partai politik dalam memenangkan kontestasi politik seperti pemilihan kepala daerah memiliki kecenderungan mengandalkan sumber daya ekonomi dan popularitas kandidat, tetapi partai keadilan sejahtera justru lebih banyak mengandalkan konsolidasi kader dalam Pilwakot Bandung..
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui mengenai pelaksanaan Konsolidasi Kader PKS Dalam Memenangkan Pilwalkot Bandung 2018 , Untuk mengetahui mengenai penanaman dan pendayagunaan yang dilakukan oleh pengurus DPD PKS Kota Bandung.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partai politik, konsolidasi, dan sumber daya politik. Teori konsolidasi yang terdiri dari tiga aspek utama yaitu Internalisasi Ideologi Partai, Militansi Sentimen Kepartaian, Pengakaran Partai.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan materi audio visual. Kemudian dalam teknik analisis data menggunakan tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyimpulkan bahwa konsolidasi kader di DPD PKS Kota Bandung sudah direncanakan akan tetapi belum semua terealisasikan khususnya dalam hal Penanaman konsolidasi internal. DPD PKS Kota Bandung mempunyai solusi terkait Konsolidasi Kader, yaitu dengan UPA (Upaya Pembinaan Kader). Pertimbangan bahwa konsolidasi kader PKS dalam hal pendayagunaan ini dirasa sangat penting dan sangat besar manfaatnya, maka DPD PKS Kota Bandung mengusulkan kembali program konsolidasi kader yang akan dimasukan kembali dalam Munas dan Musda PKS dengan kata lain akan dilaksanakan ditahun-tahun atau di pemilihan umum berikutnya dengan ketentuan tidak lepas dari scoring prioritas penanganan masalah.
ENGLISH :
In the era of political capitalization, every political party in winning political contestation, such as regional elections, has a tendency to rely on economic resources and the popularity of candidates, but the Prosperous Justice Party relies more on the consolidation of cadres in the Bandung City Election..
The purpose of this study was to find out about the implementation of the consolidation of PKS cadres in winning the Pilwalkot Bandung 2018 , to find out about the planting and utilization carried out by the board of DPD PKS Bandung.
The theory used in this study is the theory of political parties, consolidation, and political resources. Consolidation theory consists of three main aspects, namely the internalization of party ideology, militancy of party sentiment, party rooting.
The research method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. The collection techniques used are observation, interviews, documentation studies, and audio-visual materials. Then in the data analysis technique using three techniques, namely data reduction, data presentation, and conclusion or verification.
Based on the results of the study, the researchers concluded that the consolidation of cadres in DPD PKS Bandung is considered to be quite optimal, especially in terms of planting internal consolidation. that DPD PKS Bandung has a solution related to the consolidation of cadres, namely with UPA (cadre development efforts). Considering that the consolidation of PKS cadres in terms of utilization is considered very important and very beneficial, the PKS DPD Bandung proposes a cadre consolidation program that will be re-included in the National Conference and Musda PKS in other words will be implemented in years or in the next general election with the provisions not separated from scoring priority handling problems
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW terhadap Kekuatan Tarik Baja ASTM A36
Dalam proses pengelasan pemilihan besar atau kecilnya arus cukup berpengaruh terhadap hasil pengelasan yang dihasilkan. Tidak semua logam mempunyai sifat mampu las yang baik, Bahan yang mempunyai sifat mampu las yang baik diantaranya adalah baja paduan rendah seperti ASTM A36, Baja ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus 100 A, 120 A, dan 130 A terhadap kekuatan tarik material baja ASTM A36 agar mendapatkan hasil pengelasan yang optimal. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa nilai heat input mengalami kenaikan seiring dengan besarnya arus pengelasan yang digunakan, karena busur listrik yang dihasilkan selama proses pengelasan dipengaruhi oleh besaran tegangan busur las, arus busur las, dan kecepatan las. Dimana nilai kekuatan tarik rata-rata tertinggi ada pada pengelasan dengan arus 100 amper sebesar 471,46 Mpa sedangkan nilai kekuatan tarik rata-rata terendah ada pada pengelasan dengan arus 130 amper sebesar 421,30 Mpa dan semua spesimen uji patah diarea base metal. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pengelasan SMAW pada material ASTM A36 sebaiknya menggunakan arus 100 amper karena akan didapatkan hasil kekuatan tarik yang optimal sebesar 471,46 Mpa
PENGARUH METODE GRUP INVESTIGASI TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA BLUS
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pencapaian kompetensi siswa pada pembuatan pola blus sebelum menggunakan metode grup investigasi ; 2) mengetahui pencapaian kompetensi siswa pada pembelajaran pembuatan pola blus setelah menggunakan metode grup investigasi ; dan 3) membuktikan adanya pengaruh penerapan metode grup investigasi terhadap pencapaian kompetensi siswa pada pembelajaran pembuatan pola blus.Metode penelitian ini menggunakan pre-experimental designs, dengan one group pretest posttest design. Subyek penelitianadalahseluruh siswa kelas X Busana Butik SMK Ma’arif Semanu, sebanyak 19 siswa.Metode pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan penilaian unjuk kerja. Validitas instrumen menggunakan validitas konstrak,sedangkan reliabilitas instrumen menggunakan KR-20, alpha conbrach,dan kesepakatan antar rater. Analisis data menggunakan uji t (t-test).Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) pencapaian kompetensi siswa pada pembelajaran pembuatan pola blus sebelum menggunakan metode grup investigasi pada kategori belum tuntas (44%), sedangkan tuntas (56%) dan 2) pencapaian kompetensi siswa pada pembelajaran pembuatan pola blus setelah menggunakan metode grup investigasi seluruh siswa berada pada kategori tuntas yaitu (100%), 3) terbukti adanya pengaruh pada penggunaan metode grup investigasi terhadap pencapaian kompetensi, halini ditunjukan dengan hasil perhitungan uji t (t-test) diperoleh t hitung9,718ttabel2,034, maka disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan metode grup investigasi terhadap pencapaian kompetensi pembuatan polablus di SMK Ma’arif Semanu.Kata kunci : Metode Grup Investigasi, Kompetensi Pembuatan Pola Blu
