1,721,094 research outputs found

    ANALISIS WAKAF PRODUKTIF HASIL TANAH PERTANIAN DALAM MENSEJAHTERAKAN UMAT (Studi Kasus MWCNU Rejotangan)

    Full text link
    Skripsi dengan judul "Analisis Wakaf Produktif Hasil Tanah Pertanian Dalam Mensejahterakan Umat (Studi Kasus MWCNU REJOTANGAN)" yang ditulis Hafiz Arfan Bahruddin, NIM 126404212026, Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing Dr. Ahmad Supriyadi M.Pd.I Kata Kunci : Wakaf Produktif Tanah Pertanian, MWCNU REJOTANGAN. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi wakaf produktif yang memiliki dampak besar untuk kepentingan umat. Dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran dalam era modern. Jadi Wakaf Produktif inilah kunci dari peneliti ingin mengambil judul dibidang Wakaf Produktif tanah hasil pertanian. Penelitian ini terdapat tiga fokus penelitian yang diantaranya bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan wakaf produktif pada lembaga MWCNU REJOTANGAN, Mekanisme pengelolaan wakaf produktif dalam aspek mensejahterakan umat, serta Faktor penghambat dan pendukung terkait pengelolaan hasil tanah pertanian untuk pemanfaatan wakaf produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Dengan metode pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data yang diperoleh yaitu sumber data primer dan sekunder. Pengecekan keabsahan data temuan dengan menggunakan perbandingan hasil wawancara dengan pengamatan,pengecekan hasil penelitian dan triangulasi dengan teori. Dari hasil penelitian program yang dibuat dalam pengelolaan wakaf produktif sangatlah potensial di era globalisasi dalam hal mengentaskan pengangguran dan tingkat kemiskinan, apalagi bisa diterapkan di seluruh kecamatan Rejotangan, dalam hal ini dapat membangkitkan pentingnya wakaf produktif terkhususnya di dalam tanah pertanian ini

    PERANAN MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN PENGELOLAAN ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peranan Masyarakat Dalam Pengawasan Pengelolaan Zakat Di BAZNAS Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Himatul Khasanah, NIM. 126404211006, dengan pembimbing Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Peranan masyarakat, pengawasan, pengelolaan zakat, BAZNAS Pentingnya pengawasan dalam pengelolaan zakat di BAZNAS, khususnya di Kabupaten Tulungagung. Meskipun pengumpulan zakat terus meningkat, pengawasan yang lemah dapat menimbulkan penyimpangan dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Peran masyarakat sebagai pengawas menjadi krusial untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan distribusi zakat yang tepat sasaran. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang (1) Peran masyarakat sebagai pelaku pengawas terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung; (2) Tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pengawas pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung; dan (3) Kendala yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan peran pengawas terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan menjelaskan kajian dengan menganalisis fakta secara sistematis dari objek yang diteliti. Sumber data yang digunakan berasal data primer dan data sekunder. Dengan teknik analisis data kondensasi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Masyarakat mulai terlibat dalam pengawasan pengelolaan zakat di BAZNAS Tulungagung melalui LSM, media, dan organisasi, meski belum formal dan terbatas pada kelompok tertentu. Hal ini menunjukkan kesadaran awal pentingnya pengawasan, namun partisipasi masyarakat masih kurang luas; (2) Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang mekanisme pengawasan zakat masih rendah dan banyak yang hanya melihat diri sebagai penerima manfaat. Minimnya literasi dan edukasi dari BAZNAS membuat partisipasi aktif masyarakat belum optimal; (3) Kendala utama adalah rendahnya kesadaran dan keterbatasan akses informasi untuk melakukan pengawasan. Selain itu, kurangnya mekanisme kritik yang mudah dan minimnya kerja sama formal dengan organisasi masyarakat menghambat efektivitas pengawasan. ABSTRACT The thesis entitled “The Role of the Community in Supervising Zakat Management at BAZNAS Tulungagung Regency” was written by Himatul Khasanah, NIM. 126404211006, with the supervisor Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Keywords: Role of society, supervision, zakat management, BAZNAS The importance of supervision in zakat management at BAZNAS, especially in Tulungagung Regency. Although zakat collection continues to increase, weak supervision can lead to irregularities and reduce public trust. The role of the community as supervisors is crucial to ensure transparency, accountability, and targeted zakat distribution. The aim of this research is expected to be able to provide scientific contributions regarding (1) The role of the community as supervisors of zakat management at BAZNAS Tulungagung Regency; (2) The level of public awareness and understanding regarding the supervisory mechanism of zakat management at BAZNAS Tulungagung Regency; and (3) The obstacles faced by the community in carrying out the role of supervisors of zakat management at BAZNAS Tulungagung Regency. This research method uses a qualitative method with a descriptive approach that aims to explain the study by systematically analyzing facts from the objects studied. The data sources used come from primary data and secondary data. With data analysis techniques of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The data sources used come from primary data and secondary data.The results of this study indicate that (1) The community has begun to be involved in supervising zakat management at BAZNAS Tulungagung through NGOs, media, and organizations, although it is not yet formal and limited to certain groups. This shows an initial awareness of the importance of supervision, but community participation is still not broad enough; (2) Community awareness and understanding of the zakat supervision mechanism is still low and many only see themselves as beneficiaries. The lack of literacy and education from BAZNAS means that active community participation is not optimal; (3) The main obstacle is low awareness and limited access to information to carry out supervision. In addition, the lack of an easy criticism mechanism and minimal formal cooperation with community organizations hinder the effectiveness of supervision

    PENERAPAN METODE PUBLIC RELATIONS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM BERZAKAT, BERINFAQ, DAN BERSHADAQAH DI LAZISNU DESA SEKARAN, KECAMATAN SEKARAN, KABUPATEN LAMONGAN

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Public Relations Dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Berzakat, Berinfaq, dan Bershadaqah di LAZISNU Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan” ini ditulis oleh Ahmad Za’imun Nasyith, NIM. 126404211001, dengan pembimbing Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Public Relations, Kesadaran masyarakat, Zakat, Infaq, Shadaqah, LAZISNU Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infaq dan shadaqah yang menjadi salah satu kewajiban dalam ajaran islam. Sebagai lembaga pengelola zakat, LAZISNU Desa Sekaran berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang strategis. Salah satu metode yang digunakan adalah Public relations, yang diterapkan dalam membangun hubungan serta menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana bentuk pendekatan komunikasi yang dijalankan oleh LAZISNU Desa Sekaran dalam melaksanakan fungsi kehumasan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat, infaq, dan sedekah; 2) bagaimana dampak dari penerapan metode Public relations tersebut; 3) apa saja kendala-kendala dalam menerapkan metode Public relations oleh LAZISNU Desa Sekaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara sistematis untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lapangan berdasarkan temuan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode Public relations dilakukan melalui berbagai strtategi komunikasi seperti pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan tokoh masyarakat dan organisasi pemuda, serta pendekatan interpersonal; 2) dampaknya, terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dan kepercayaan terhadap lembaga, yang ditunjukkan melalui meningkatnya jumlah donasi serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial; 3) kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pemahaman masyarakat terhadap zakat mall, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum meratanya akses informasi di kalangan masyarakat

    ANALISIS PENGELOLAAN DANA ZAKAT PRODUKTIF PROGRAM Z-MIE GAESS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA MUSTAHIQ BAZNAS KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Analisis Pengelolaan Dana Zakat Produktif Program Z-MIE GAESS Untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Mustahiq BAZNAS Kabupaten Tulungagung” yang ditulis oleh Muhammad Wifaqul Azmi, NIM.126404203061. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata kunci: Zakat produktif, pemberdayaan ekonomi, mustahiq, BAZNAS, Z-MIE GAESS Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis zakat produktif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahiq. Fokus penelitian diarahkan pada Program Z-MIE GAESS yang digagas BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebagai inovasi pemanfaatan dana zakat untuk usaha kuliner berbasis mie. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan zakat produktif melalui program Z-MIE GAESS dan menilai dampak program Z-MIE GAESS terhadap produktivitas usaha mustahiq. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Kantor BAZNAS Kabupaten Tulungagung serta pada beberapa mustahiq penerima program. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat produktif dalam Program Z-MIE GAESS dilakukan secara sistematis melalui tahapan sosialisasi, seleksi penerima berdasarkan SKTM, usia produktif, dan komitmen, pelatihan pembuatan mie, pemberian sarana usaha berupa rombong dan perlengkapan dagang, serta monitoring dan pendampingan. Program ini sesuai dengan prinsip zakat produktif menurut Yusuf Qardhawi, yaitu pemberdayaan dan kemandirian mustahiq. Namun, efektivitasnya belum maksimal karena pendampingan masih bersifat administratif, keterbatasan akses pasar, serta lemahnya inovasi usaha. Dampak program menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian kecil mustahiq yang mampu bertahan dan berinovasi sehingga usahanya berkembang. Namun mayoritas peserta tidak dapat melanjutkan usaha karena lemahnya mental kewirausahaan, kurangnya perencanaan usaha, serta rendahnya minat pasar. Dengan demikian, keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kombinasi modal ekonomi, mental kewirausahaan, dan pendampingan berkelanjutan

    KONTRIBUSI NU CARE LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAK SEDEKAH NAHDLATUL ULAMA (LAZISNU) UNIT PENGUMPULAN ZAKAT INFAK SEDEKAH (UPZIS) RANTING WONOREJO DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MUSTAHIK

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Kontribusi NU Care Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Unit Pengumpulan Zakat Infak Sedekah (UPZIS) Ranting Wonorejo dalam Mewujudkan Kesejahteraan Mustahik” ini ditulis oleh Emi Puspita Sari, NIM. 126404212024, dengan pembimbing Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Tata Kelola, Kontribusi, NU Care LAZISNU, Kesejahteraan Mustahik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga amil zakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mustahik di tingkat desa. NU Care LAZISNU UPZIS Ranting Wonorejo hadir sebagai salah satu lembaga filantropi Islam yang berfokus pada penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata kelola lembaga, kontribusi yang diberikan, serta dampak keberadaan NU Care LAZISNU UPZIS Ranting Wonorejo dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola NU Care LAZISNU UPZIS Ranting Wonorejo telah berjalan baik melalui penerapan fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan. Kontribusi lembaga terbukti nyata melalui program sumbangan kematian, santunan anak yatim, dan dukungan biaya pendidikan, yang mampu meringankan beban ekonomi dan sosial mustahik. Dampak yang dirasakan mustahik meliputi terpenuhinya kebutuhan mendesak, keberlanjutan pendidikan anak, serta meningkatnya rasa aman, diperhatikan, dan harapan masa depan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan NU Care LAZISNU UPZIS Ranting Wonorejo berperan penting dalam menopang kesejahteraan mustahik, meskipun kontribusinya masih dominan pada aspek konsumtif sehingga kesejahteraan yang terwujud baru sebatas pada tahap menuju sejahtera, belum sepenuhnya sejahtera secara utuh

    PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT PSAK 109 DALAM MENINGKATKAN AKUNTABILITAS PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) (Studi Kasus BAZNAS Kabupaten Tulungagung)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Penerapan Akuntansi Zakat PSAK 109 Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) (Studi Kasus BAZNAS Kabupaten Tulungagung)” yang ditulis oleh Emilia Ratna Sari, NIM. 12403183232, dengan pembimbing Bapak Dr. Ahmad Supriyadi, M. Pd. I. Kata Kunci: Akuntansi Zakat, PSAK 109, Akuntabilitas Penelitian ini dilatarbelakang fenomena saat terjadi virus covid 19 pada tahun 2021-2022 akuntabilitas pada BAZNAS Tulungagung mengalami penurunan dikarena waktu bekerja terbatas sehingga dalam penyaluran zakat tidak maksimal. Serta ditemukan lembaga dan organisasi pengelola zakat yang belum paham bahkan belum menerapkan PSAK 109 dalam proses pelaporan keuangannya, seperti kurangnya pemahaman tentang standar akuntansi yang berlaku dan tantangan dalam menyajikan laporan keuangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Menganalisis pelaksanaan penerapan akuntansi zakat PSAK 109 dalam meningkatkan akuntabilitas pada Badan Amil Zakat Nasional di Kabupaten Tulungagung. 2) Menganalisis evaluasi penerapan akuntansi zakat PSAK 109 dalam meningkatkan akuntabilitas pada Badan Amil Zakat Nasional di Kabupaten Tulungagung. 3) Menganalisis dampak penerapan akuntansi zakat PSAK 109 dalam meningkatkan akuntabilitas pada Badan Amil Zakat Nasional di Kabupaten Tulungagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil pada penelitian ini adalah: 1) Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan akuntansi zakat PSAK 109 yaitu adanya penyajian laporan yang sesuai dengan PSAK 109, melakukan pencatatan pengakuan dan penyaluran, 2) Adapun evaluasi penerapan akuntansi zakat PSAK 109 yaitu adanya pengawasan dari SAI, Muzaki meminta laporan lebih lengkap, 3) Dampak penerpan akuntansi zakat PSAK 109 yaitu: adanya perubahan PSAK 109 penyajian laporan keuangan jelas, laporan akuntabilitas cukup detail

    PEMBERDAYAAN MUSTAHIK MELALUI PROGRAM BANTUAN TERNAK KAMBING BERGULIR DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MUSTAHIK (Studi Kasus LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Pemberdayaan Mustahik Melalui Program Bantuan Ternak Kambing Bergulir dalam Meningkatkan Perekonomian Mustahik (Studi Kasus LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir)” ini ditulis oleh Emma Agustina, NIM. 126404212020, dengan pembimbing Dr. Ahmad Supriyadi, M.Pd.I. Kata Kunci: Pemberdayaan, Mustahik, Ternak Kambing Bergulir, Perekonomian. Program kambing bergulir yang dijalankan oleh LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir dilatarbelakangi oleh pengelolaan KOIN NU yang digunakan untuk program ekonomi produktif, dimana program tersebut disesuaikan dengan kegiatan masyarakat. Masyarakat Desa Pakisaji memiliki kemampuan dalam perawatan hewan ternak, namun terkendala dengan biaya dan kondisi. Oleh karena itu, LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir berupaya menjalankan program kambing bergulir. Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki perekonomian mustahik sehingga mereka dapat menjadi muzaki. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang (1) Strategi pemberdayaan program kambing bergulir untuk perekonomian mustahik di LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir; (2) Faktor-faktor penghambat pemberdayaan program kambing bergulir untuk perekonomian mustahik; (3) Dampak pemberdayaan program kambing bergulir untuk perekonomian mustahik di LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir. Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu menjelaskan kajiannya dengan menganalisis fakta secara sistematis dari objek pembahasan yang diteliti. Sumber data yang diteliti adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Strategi pemberdayaan program kambing bergulir di LAZISNU Ranting Pakisaji Kecamatan Kalidawir dalam meningkatkan perekonomian mustahik yaitu pemberian pakan untuk ternak kambing. Apabila induk kambing beranak sebanyak dua kali, maka induk kambing digulirkan kepada mustahik lainnya. Dan anak kambing menjadi milik mustahik. Pengurus melakukan survei kepada mustahik setiap tiga bulan sekali. Dan apabila induk kambing belum memberikan keturunan maka diganti dengan induk kambing baru. (2) Faktor-faktor penghambat program kambing bergulir yaitu terbatasnya anggaran untuk program kambing bergulir.Mustahik kesulitan mencari pakan dan terdapat kambing yang sakit dan sulit untuk beranak. Kurangnya pemahaman mustahik mengenai perawatan kambing. (3) Dampak pemberdayaan program kambing bergulir yaitu dimanfaatkan oleh mustahik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka serta mencukupi keperluan sehari-hari, seperti kebutuhan dapur dankesehatan. Mustahik lebih terdorong untuk rutin mengisi KOIN NU setiap bulannya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore