64 research outputs found
Flow Direction Prediction of Ball Movement for Humanoid Robot Soccer Goalkeeper
In Robocup, The most important sensor
on humanoid robot soccer is a camera. The camera
serves as the eyes of the robot as well as in humans.
This camera is used by the robot to detect the ball.
The task of Humanoid Robot Soccer as a Goalkeeper
is to keep the goal and must be able to block a ball
that came directly to the goal from many directions
so the ball is not got into the goal. As already been
known, the results of the camera image captured is
always later than the pictures that has been taken,
moreover if the shooting process is added with image
processing such as adjusting contrast, brightness, etc.
then the delay in image capture will be even greater.
This causes late in reaction to the Humanoid Robot
Soccer Goalkeeper when it’s blocking the ball that
coming from any direction. Therefore we need a
computer vision technique to estimate the direction
of movement of the ball so there is no delay in
reaction to the robot in blocking the ball. In this
paper is discussed the flow direction prediction of the
ball movement for Humanoid Robot Soccer
Goalkeeper. The processing of ball movement
prediction is obtained by comparing the previous ball
data detection and the latest data detection to get the
direction of the ball movement. This robot is a second
generation of humanoid robot called EFuRIO soccer
(Fußball EEPIS Robot IO)
PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. SETIAJI MANDIRI
Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan manufaktur untuk menjaga kestabilan produksi
adalah melakukan pemeliharaan mesin atau peralatan. Sistem pemeliharaan mesin dapat digunakan
sebagai tolak ukur pengukuran efektivitas mesin produksi. PT. Setiaji Mandiri merupakan salah satu
perusahaan yang bergerak dibidang fibrecement manufacture. Kapasitas produksi sheet machine 3 PT.
Setiaji Mandiri yang tinggi menyebabkan sering terjadi permasalahan breakdown mesin yang tinggi dan
waktu setup mesin yang tidak standar. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang
umum digunakan untuk mengukur dan memaksimalkan efektivitas berdasarkan pada tiga kategori Six Big
Losses yaitu availability rate, performance rate dan quality rate. Dari hasil perhitungan nilai OEE untuk
sheet machine 3 PT. Setiaji Mandiri secara garis besar masih berada dibawah nilai 85% yang
merupakan standar JIPM. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan penentuan critical downtime
menggunakan diagram pareto. Berdasarkan hasil analisis, terdapat tiga critical downtime sheet machine
3 yaitu pada unit hydropulper, sheet stacker dan felt conveyor. Usulan yang diberikan untuk mengurangi
tingginya breakdown yang disebabkan oleh ketiga critical downtime tersebut antara lain penerapan
autonomous maintenance dan perubahan sistem pemeliharaan yang semula corrective menjadi
preventive maintenance
Prototype Robot Pendeteksi Kebocoran Gas Menggunakan Kendali Otomatis dan Manual
RINGKASAN Setiaji, Ahmad. 2018. Prototype Robot Pendeteksi Kebocoran Gas Menggunakan Kendali Otomatis dan Manual. Skripsi. S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D., (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata kunci: Prototype Robot Pendeteksi Kebocoran Gas, Kendali Manual, Kendali Otomatis, Wall Following, Wemos D1 Mini, Sensor Gas, Sensor Ultrasonik. Dalam sebuah industri gas, umumnya pipa gas yang digunakan dalam industri umumnya memiliki ukuran dan panjang yang cukup besar. Bahkan lebih besar dari ukuran para pekerja yang menangani bagian tersebut. Oleh sebab itu menyulitkan pekerja untuk melakukan pemeriksaan pipa gas secara menyeluruh. Hal tersebut dikarenakan waktu yang sangat lama dan memakan banyak energi. Mengingat besar dan panjangnya ukuran pipa, pengecekan yang dilakukan pekerja umumnya kurang efisien jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu perlunya bantuan teknologi berupa sebuah robot yang dapat dengan mudah melakukan monitoring gas pada pipa. Sebuah alat Mobile yang dapat memonitoring kebocoran gas pada pipa gas horizontal menggunakan sensor MQ-02. Alat dapat bergerak secara manual maupun otomatis. Pergerakan manual dilakukan dengan kendali android menggunakan komunikasi wireless, pergerakan manual dapat dijalankan ketika rute atau kondisi jalur pipa yang sangat sulit, sedangkan kendali otomatis menggunakan sistem wall following. Alat akan bergerak pada pipa horizontal menggunakan 2 buah motor DC. Ketika sensor MQ-02 mendapatkan nilai melebihi batas maka buzzer akan aktif. Data-data yang didapat sensor akan dikirimkan ke web sebagai database. Dalam penelitian ini, pendukung pembuatan aplikasi android menggunakan software Android Studio. Kontrol yang digunakan untuk pergerakan otomatis adalah kontrol sistem wall following menggunakan perkondisian if-else. Robot ini menggunakan sistem IoT untuk pengiriman dan penerimaan data yang didapat sensor. Data dan logika tersebut dikirimkan ke web firebase dan thingspeak agar dapat dimonitoring setiap saat. Hasil dari realisasi pembuatan alat dan sistem, selanjutnya diimplementasikan dalam sebuah trek/jalur pipa buatan yang kemudian diberi kondisi kadar gas tertentu. Robot dapat bergerak mengikuti pipa cukup baik dan dapat digerakan secara manual melalui aplikasi android. Tujuannya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan alat yang akan dimasukkan kedalam saran guna menunjang sistem yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan
Factors related to safety riding behaviors among grade XII students of SMKN 3 Mandau Duri
Background: The occurrence of traffic accidents is proof that road users are undisciplined in riding. Accident rates among the students of SMKN 3 Mandau Duri reached their highest levels in 2019 and 2022. Based on the information from interviews conducted with 6 students, the causes of the accidents were that they rode without SIM C, three of them mentioned that wearing a helmet was not compulsory, and peers asked them to act unsafely. This study is aimed at finding out the correlation between knowledge, attitudes, possession of SIM C, as well as peers and safety riding behaviors among the Grade XII students of SMKN 3 Mandau Duri.
Methods: This study is quantitative in nature using a cross sectional approach. The population of this study consisted of 309 students from which proportional random sampling was applied so that as many as 174 respondents were selected as the samples. The data analysis was executed using univariate and bivariate Chi Square tests. The instrument utilized in this study was the questionnaire from researchers whose validity and reliability have been tested.
Results: Correlations were found between knowledge and safety riding behaviors (p-value = 0.006), attitudes and safety riding behaviors (p-value = 0.000), SIM C possession and safety riding behaviors (p-value = 0.000), and peers’ influence and safety riding behaviors (p-value = 0.000).
Conclusion: There were correlations between knowledge, attitude, SIM C possession, as well as peers’ influence and safety riding behaviors among the Grade XII students of SMKN 3 Mandau Dur
IV.D.2_REGULER_101
Program Kuliah Kerja Nyata adalah program yang di adakan Universitas Ahmad Dahlan yang menjadi salah salah satu syarat untuk mendapat gelar Sarjana. Lokasi yang di tetapkan Universitas Ahmad Dahlan dalam program KKN ini bertempat di Dusun Paker, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul
IV.D.2_REGULER 101
Program Kuliah Kerja Nyata adalah program yang di adakan Universitas Ahmad Dahlan yang menjadi salah salah satu syarat untuk mendapat gelar Sarjana. Lokasi yang di tetapkan Universitas Ahmad Dahlan dalam program KKN ini berada di Dusun Paker, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul
Optimized PID-Like Neural Network Controller for Single-Objective Systems
The utilization of intelligent controllers becomes more prevalent as the hype of Industry 4.0 arises. Artificial neural network (ANN) exhibits the mapping ability and can estimate the output by means of either interpolation or extrapolation. These properties are sought to supersede the classical controllers. In this study, the ANN establishment was initiated by collecting dataset from the input and output of a well-known PID controller. The dataset was trained using a set of control factor combinations, including the number of neurons, the number of hidden layers, activation functions, and learning rates. Two kinds of ANN controllers were investigated, including one-input and three-input ANN. The testing was conducted under normal and uncertain conditions. These uncertainties include external disturbances, plant variations, and setpoint variations. The integral absolute error (IAE) was selected as the single objective to assess. The simulation results show that the response of three-input ANN controllers could yield smaller IAE at their best combinations under most kinds of conditions. Besides, the three-input ANN outperforms the one-input ANN both qualitatively and quantitatively. These facts might lead to a broader utilization of ANN as controllers
Evaluation of Health Promotion Implementation at General Ahmad Yani Hospital, Metro City
The implementation of health promotion in hospitals faces various obstacles, one of which is the passive attitude of hospitals that only wait for patients to come without paying attention to health aspects in the surrounding environment. This study evaluates the suitability of implementing standards I, II, III, and IV of Hospital Health Promotion (PKRS) at RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro City. The study used a qualitative approach with descriptive methods and involved eight informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of PKRS regulations at RSUD Jenderal Ahmad Yani has yet to reach the optimal level. Standard I has yet to be met due to the lack of regulation related to CHAP in the Hospital Strategic Plan (Renstra). In standard II, no health promotion needs assessment has been conducted for various related parties. Meanwhile, in standard III, health promotion interventions have been carried out well for patients and families, although there are still areas for improvement in interventions for hospital human resources. Standard IV shows that monitoring and evaluation have yet to be implemented consistently. Implementing the PKRS regulation at RSUD Jenderal Ahmad Yani still requires improvement to reach the optimal level
FENOMENA KAJIAN KEAGAMAAN DI KAFE BASABASI SOROWAJAN BANGUNTAPAN BANTUL
Penelitan ini merupakan studi tentang fenomena kajian keagamaan di Kaf
Basabasi Sorowajan Banguntapan Bantul. Kafe pada umumnya dimaknai sebagatempat bertukar pikiran dan tempat untuk melepaskan penat setelah beraktivitasMenurut Ahmad Syaifullah (Skripsi, 2016) beberapa kafe saat ini memiliki stigmyang negatif; jauh dari hal-hal yang bersifat agamis atau bahkan dicap sebagatempat untuk bersenang-senang bagi kalangan muda-mudi. Namun, kondisi yangberbeda dapat ditemukan di sebuah kafe yang berada di Banguntapan, YogyakartaSebuah kafe bernama Basabasi memiliki berbagai agenda keagamaan rutin yangdiikuti oleh para pengunjungnya. Sebut saja salah satunya adalah jenis pengajian
Shalawat Burdah yang biasanya identik dilakukan di lingkungan pesantren dan
masjid-masjid.
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Kafe Basabasmenjadi ruang intelektual dan kajian keagamaan serta bagaimana responspengunjung dalam mengikuti kegiatan intelektual dan kajian keagamaan di KafeBasabasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yangbertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena tertentu dengan bertumpu padaprosedur-prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulisSumber dan pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancarmendalam, observasi serta studi kepustakaan (melalui buku-buku yang berkaitan
dengan topik penelitian) serta dokumentasi. Lokasi penelitian penulis fokuskan
pada Kafe Basabasi Sorowajan Banguntapan, Bantul.
Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan studi fenomenologsebagai pisau analisisnya, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: 1)pemilik kafe memiliki background religiusitas dan akrab dengan berbagai tradiskeagamaan dan literasi. Ia mendirikan Kafe sebagai tempat kajian shalawat burdah
secara rutin dan diskusi keagamaan sebagai hal yang diniatkan untuk ibadah dan
belajar. 2) Pemaknaan terhadap kajian-kajian yang ada di kafe Basabasi muncudari pengunjung yang merasakan dapat melepas rindunya dengan suasanashalawatan yang sangat akrab dengan lingkungan pondok pesantrennya dahulu,hingga pengunjung datang dan tertarik untuk mulai mengikuti kajian-kajian yangdiadakan di Kafe Basabasi. 3) Kajian keagamaan yang diadakan adalah kumpulan
subjektivitas religius yang bertemu secara sosiologis di sebuah tempat. Setiappengunjung memiliki dorongan religiusnya masing-masing untuk mengikuti kajian
keagamaan di kafe Basabasi
- …
