316 research outputs found
Profil Video Prof. Dr. Ahmad Muhibbin, M.Si
Prof. Dr. Ahmad Muhibbin, M.Si adalah seorang guru besar program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Beliau lahir di Klaten, 11 April 1961 lalu menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Kranggan (1972), sekolah menengah pertama di SMP Tsanawiyah Yapi Tegalgondo (1975), sekolah menengah atas di Sekolah Pendidikan Guru Negeri Surakarta (1980), strata 1 di Prodi PMP-KN UNS (1986), strata 2 di Prodi Ilmu Komunikasi UNS (2005), serta strata 3 di Prodi Manajemen Pendidikan UNM (2015). Sampai saat ini, 80 papernya telah dimuat di berbagai jurnal ilmiah dengan hak cipta sebanyak 23 buah
Representasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Video Klip Lagu Karya Dr. Ahmad Muhibbin, M. Si di Situs Youtube
Musican effective medium to convey a message through lyrics and videos. This study aimed to describe the meaning of Unity contained in the three video clips of songs by Dr. Ahmad Muhibbin release in September 2018 entitled "Indonesia Damai", "Bersatu Meraih Asa" and "Jangan Bermalas-malasan". The method used is descriptive qualitative data analysis techniques using semiotic analysis of Roland Barthes uses the term denotation, connotation and myths to find out the meaning of the sign Bhinneka Tunggal Ika that exist in the song. The results of this research analysis found several meanings that have the inclusive nature of the diversity of Indonesian culture, tolerance of cultural differences the community, democracy and the nature of mutual help to each other in representing the values of Bhinneka Tunggal Ika
ANALISIS ISI PESAN RELIGIUS LAGU-LAGU KARYA AHMAD MUHIBBIN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
This study aims to describe the content of religious values, and the use of songs by Ahmad Muhibbin as a learning medium of Civic Education. This research method uses qualitative approach with content analysis design in the form of symbols, classifying data with criteria, and making predictions with certain analytical techniques. Qualitative research is used to understand deeply about the meaning or religious message contained in the lyrics of the song. The data collection technique in this study is by documentation in the form of a lyric taken through Youtube channel and Smule application. The results of this study describe the meaning / message, background of the appearance of lyrics / text, ideality, and reality of the song based on the findings of religious value indicators in the form of commitment to the commandments and prohibitions of God, eager to study religious teachings, active in religious activities, appreciate religious symbols, familiar with the scriptures, and use religious approaches in making choices, then grouped by song lyrics in accordance with the indicator. The use of songs as learning media Civic Education, in this study used the song as the main theme in the creation of learning media in the form of posters, animated video, and twibbon
Aktivitas Keagamaan Pada Majelis Taklim Nurul Muhibbin Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Ahmad Syahdid. 2016, Aktivitas Keagamaan Pada Majelis Taklim Nurul Muhibbin Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Pembimbing: (I) Aulia Aziza, S.Ag., M. Si, (II) Drs. Amrullah, M.I.Kom.
Dasar Pemikiran dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja aktivitas keagamaan yang ada di majelis taklim Nurul Muhibbin, dan mengetahui tanggapan masyarakat terhadap keberadaan majelis taklim Nurul Muhibbin, serta faktor-faktor apa saja yang menjadikan masyarakat tertarik hadir di majelis taklim Nurul Muhibbin kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola majelis taklim Nurul Muhibbin serta jamaah majelis taklim Nurul Muhibbin. Adapun penelitian ini adalah aktivitas keagamaan pada majelis taklim Nurul Muhibbin, tanggapan masyarakat terhadap majelis taklim Nurul Muhibbin, faktor-faktor apa saja yang membuat masyarakat tertarik hadir di majelis taklim Nurul Muhibbin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumenter, sedangkan teknik pengolahan data menggunakan metode kualitatif kemudian diberikan kesimpulan dengan metode induktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa majelis taklim Nurul Muhibbin melakukan aktivitas seperti pembacaan syair maulid habsyi, pengajian rutin setiap malam selasa, pengajian bulan ramadhan, kegiatan hari besar Islam seperti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mi’raj.
Tanggapan masyarakat terhadap majelis taklim Nurul Muhibbin mendapat respon positif maupun negatif dan faktor yang membuat masyarakat tertarik hadir karena K.H. Muhammad Bakhiet adalah ulama yang berkharismatik, metode penyampaiannya dan materinya mudah untuk di pahami jamaah, selain itu fasilitas dan sarana sangat mendukung di Majelis Taklim Nurul Muhibbin
ANALISIS ISI PESAN MORAL LAGU-LAGU KARYA AHMAD MUHIBBIN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
This study aims to describe the content of moral message, and the use of Ahmad Muhibbin's songs as a learning media for PPKn. This research method uses a qualitative approach with content analysis design in the form of symbols, classifies the data by criteria, and makes predictions using certain analytical techniques. Qualitative research is used to understand in depth the meaning or moral message contained in the song lyrics. The data collection technique in this research is by documenting a lyric taken from personal recordings via the Youtube channel. The results of this study describe the message, the background for the emergence of the lyrics, ideals, and reality of the song based on the findings of moral message indicators, namely: 1) Moral awareness, 2) Knowledge of values and morals, 3) Perspective determination, 4) Moral thinking, 5) Decision making, and 6) Personal knowledge, then grouped based on song lyrics according to these indicators. This study using songs as the main theme in making learning media in the form of posters, Twibbons and videos
Lagu Sebagai Media Kritik Sosial (Analisis Isi Pesan Kritik Sosial Pada Lirik Lagu Karya A. Muhibbin)
Music is a part of art that functions as a means of mass communication that is quite effective for the community. This study aims to describe the message of social criticism contained in the lyrics of the creation of A. Muhibbin's song. The type of research used in this study is descriptive qualitative. Data sources in the study are primary data obtained from song lyrics, while secondary data is obtained from books and journals. Data collection techniques using textual data obtained by the documentation method. Data analysis using the content analysis approach krippendorf model. The results of this study found that the song composed by A. Muhibbin contained criticisms that discussed the issue of education, the problem of crime, the problem of the younger generation in modern society, the problem of warfare, environmental problems, and bureaucratic problems
Pengajian Tasawuf Kitab Al Hikam Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin Balangan
Penelitian ini dilatarbelakangi karena Salah satu kitab tasawuf yang sangat
populer dipelajari oleh masyarakat Muslim Indonesia, santri pondok pesantren
dan masyarakat umum, adalah Kitab Al-Hikam karya Ibn Atha’illah al-Sakandari.
Mengutip keterangan peneliti Islam Indonesia Martin Van Bruinessen, kitab ini
pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Muslim Nusantara oleh 'Abd AlShamad bin 'Abd Allah Al Jawi Al-Palimbani (L. 1116 H/1704 M–W. 1203
H/1789 M). Sejak itu, posisi Al-Hikam semakin populer sebagai ‘bacaan wajib’
kalangan santri pondok pesantren maupun masyarakat di majelis-majelis
pengajian. Berdasarkan latar belakang maka fokus penelitian ini adalah sebagai
berikut: 1) Bagaimana pengajian tasawuf Kitab Al Hikam Majelis Ta’lim Nurul
Muhibbin Balangan? 2) Apa saja yang menjadi motivasi masyarakat untuk
mengikuti pengajian tasawuf kitab Al Hikam Majelis Ta’lim Nurul Muhibbin
Balangan?
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sedangkan
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah pengajian tasawuf kitab Al Hikam pada pengajian
Nurul Muhibbin Balangan. Sumber data adalah KH. Muhammad Bakhiet dan
jamaah pengajian majelis Ta’lim Nurul Muhibbin Balangan. Teknik yang
digunakan dalam peneitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah editing, kategorisasi dan
Memberikan analisis terhadap temuan penelitian berdasarkan data yang ada.
Sedangkan pengecekkan keabsahan data ialah dengan menggunakan triangulasi
sumber, teknik dan waktu.
Hasil penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru Bakhiet
dalam menyampaikan isi kitab Al Hikam pada pengajian tasawuf di Majelis
Ta’lim Nurul Muhibbin adalah metode ceramah dan pendiktean. Kitab yang
digunakan oleh guru Bakhiet ialah kitab Al Hikam yang dikarang oleh Ibnu
Athaillah nama lengkapnya adalah Syekh Abû al-Fadhl Tâj al-Dîn Ahmad ibn
Muhammad ibn Abd al-Karîm ibn Abd al-Rahmân ibn Abd Allâh ibn Ahmad ibn
Isâ ibn al-Husain Athâ’ Allâh al-Jizâmî. Materi yang diajarkan Guru Bakhiet
berdasarkan kitab Al Hikam adalah hal-hal yang berhubungan antara manusia
dengan Allah yakni ibadah, pengelolaan hati agar bersih dan ikhlas
Pengajian Tasawuf Kitab Al Hikam Majelis Ta‟lim Nurul Muhibbin Balangan
Penelitian ini dilatarbelakangi karena Salah satu kitab tasawuf yang sangat
populer dipelajari oleh masyarakat Muslim Indonesia, santri pondok pesantren
dan masyarakat umum, adalah Kitab Al-Hikam karya Ibn Atha‟illah al-Sakandari.
Mengutip keterangan peneliti Islam Indonesia Martin Van Bruinessen, kitab ini
pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Muslim Nusantara oleh 'Abd AlShamad bin 'Abd Allah Al Jawi Al-Palimbani (L. 1116 H/1704 M–W. 1203
H/1789 M). Sejak itu, posisi Al-Hikam semakin populer sebagai „bacaan wajib‟
kalangan santri pondok pesantren maupun masyarakat di majelis-majelis
pengajian. Berdasarkan latar belakang maka fokus penelitian ini adalah sebagai
berikut: 1) Bagaimana pengajian tasawuf Kitab Al Hikam Majelis Ta‟lim Nurul
Muhibbin Balangan? 2) Apa saja yang menjadi motivasi masyarakat untuk
mengikuti pengajian tasawuf kitab Al Hikam Majelis Ta‟lim Nurul Muhibbin
Balangan?
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sedangkan
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah pengajian tasawuf kitab Al Hikam pada pengajian
Nurul Muhibbin Balangan. Sumber data adalah KH. Muhammad Bakhiet dan
jamaah pengajian majelis Ta‟lim Nurul Muhibbin Balangan. Teknik yang
digunakan dalam peneitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah editing, kategorisasi dan
Memberikan analisis terhadap temuan penelitian berdasarkan data yang ada.
Sedangkan pengecekkan keabsahan data ialah dengan menggunakan triangulasi
sumber, teknik dan waktu.
Hasil penelitian ini adalah metode yang digunakan oleh guru Bakhiet
dalam menyampaikan isi kitab Al Hikam pada pengajian tasawuf di Majelis
Ta‟lim Nurul Muhibbin adalah metode ceramah dan pendiktean. Kitab yang
digunakan oleh guru Bakhiet ialah kitab Al Hikam yang dikarang oleh Ibnu
Athaillah nama lengkapnya adalah Syekh Abû al-Fadhl Tâj al-Dîn Ahmad ibn
Muhammad ibn Abd al-Karîm ibn Abd al-Rahmân ibn Abd Allâh ibn Ahmad ibn
Isâ ibn al-Husain Athâ‟ Allâh al-Jizâmî. Materi yang diajarkan Guru Bakhiet
berdasarkan kitab Al Hikam adalah hal-hal yang berhubungan antara manusia
dengan Allah yakni ibadah, pengelolaan hati agar bersih dan ikhla
Analisis metode dan corak tafsir ijmali karya Prof. Dr. Muhibbin Noor, M. Ag.
Ada dua alasan mengapa peneliti mengangkat judul Analisis metode dan corak buku Tafsir Ijmali karya Prof. Dr. Muhibbin noor, M.Ag. Alasan pertama, adalah melihat metode yang digunakan oleh penulis buku Tafsir Ijmali. Di dalam latar belakang buku Tafsir Ijmali, penulis menyebutkan bahwa metode yang digunakan adalah metode ijmali, oleh karenanya perlu dilakukan konfirmasi teori terhadapnya. Dalam pandangan peneliti, metode yang digunakan dalam Tafsir Ijmali lebih dekat pada mauḍū’i surat bukan metode ijmali. Alasan kedua, ialah dilihat dari cara penulisannya, buku Tafsir Ijmali yang ditulis dengan membagi pembahasan berdasarkan surat di dalam al-Qur’an, dan tidak mengupas ayat per ayat, cenderung tidak sesuai dengan teori baku yang sudah ada, yaitu metode ijmali.
Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) yang sasarannya adalah metode dan corak penafsiran Muhibbin Noor dalam buku Tafsir Ijmali.
Sumber data penelitian ini bersumber dari dua bentuk, tertulis (buku-buku) dan tidak tertulis (wawancara), sedangkan bentuk tertulis terdiri: primer dan sekunder. Sumber primernya adalah buku Tafsir Ijmali karya Muhibbin Noor, sedangkan sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku yang terkait dengan metode dan corak tafsir dan ilmu-ilmu yang terkait dalam berbagai disiplin ilmu khususnya Ilmu Tafsir.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini akan disesuaikan dengan objek permasalahan yang dikaji. Sebagaimana tersebut di atas, objek penelitian yang dikaji dalam tulisan ini adalah metode dan corak, maka objek penelitian tersebut dianalisa dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) yang memiliki tiga cara kerja yaitu: objektivitas, pendekatan sistematis dan generalisasi.
Dalam buku Tafsir ijmali karya Prof. Dr. Muhibbin noor, M.Ag, menggunakan metode Mauḍū’i Surat dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dan cenderung menggunakan corak Taṣawuf Praktis. Kelebihan dari buku Tafsir Ijmali ini adalah dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sedangkan beberapa kekurangannya adalah jarang ada nukilan ayat dan hadis, isi pembahasan dari buku tafsir ini sering diulang-ulang, Pembahasan dari tema-tema yang ada terlihat seperti mendeskriptif saja, dan isi kandungan dari buku tafsir ini tidak ada pembaharuan dari ulama’-ulama’ sebelumnya. Adapun relevansi dari buku Tafsir Ijmali dalam memahami al-Qur’an masa kini adalah berdasarkan teori yang diungkapkan Abdul Mustaqim dan prinsip pokok penafsiran M. Quraish Shihab, buku Tafsir Ijmali karya Muhibbin Noor ini relevan dengan pemahaman al-Qur’an masa kini
Muhibbin Sebagai Representasi Budaya Pop Santri di Banyumas
The purpose of this paper is to provide a description of the emergence and rise of pop culture and the phenomenon of the Muhibbin which became a wave among students. Pop culture usually only lives in modern, urbanistic society, whereas Islamic boarding schools are known as Islamic education institutions that are generally traditionalist, closed, and conventional. As the pesantren metamorphic wave with many formal schools has sprung up since the 2000s, the pesantren’s contact with the outside world has become more intense, the influences of giving color, and new streams, especially in this social media culture, indications of the emergence of pop culture have strengthened. This study is a cross method or method combination of quantitative and qualitative, using participatory heuristic techniques (observation, interview, documentation), verification, and interpretation in digging data. This is sectional research or in a limited period (January-June 2019). Determination of informants using random sampling techniques, from 183 Islamic boarding schools listed in the Ministry of Religion Banyumas Regency, 31 boarding schools were taken, with each of the 3-4 students, bringing the total to 100 respondents. The results showed that the relationship between the santri community and pop culture was not new since the religious songs industry was booming, but with the emergence of the Muhibbin trend (lovers of the Apostles with sholawat songs), the santri community found the right form of contradictory relations between orthodoxy students with trendy pop, because Santri is the object and the subject at the same time. Muhibbin wave embodies a compromise between Santri’s sacred Islamic values and pop expression as a young spirit, where the age of santri in general.
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan deskripsi tentang kemunculan dan maraknya budaya pop di kalangan santri dan fenomena Muhibbin yang menjadi wave. Budaya pop biasanya hanya hidup dalam masyarakat modern yang urbanistik, sedangkan Pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang umumnya tradisionalis, tertutup dan konvensional. Seiring gelombang metamorfosa Pesantren dengan sekolah formal yang banyak bermunculan sejak tahun 2000-an, persentuhan Pesantren dengan dunia luar kian intens, pengaruh masuk memberi warna, dan arus baru (newmainstream), terlebih dalam budaya sosial media ini, Indikasi munculnya pop culture pun menguat. Penelitian ini merupakan cross methode atau metode kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif, mengggunakan teknik heuristik partisipatoris (observasi, wawancara, dokumentasi), verifikasi, serta interpretasi dalam menggali data. Penelitian bersifat sectional research atau dalam kurun waktu terbatas (Januari-Juni 2019). Penentuan informan menggunakan teknik random sampling, dari 183 Pesantren yang terdaftar pada Dipontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, diambil 31 Pesantren, dengan masing-masing 3-4 santri, sehingga total menjadi 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan persentuhan komunitas santri dengan budaya pop bukanlah hal baru, telah terjadi sejak industri lagu-lagu religius booming, tetapi dengan munculnya trend Muhibbin (pecinta Rasul dengan lagu-lagu sholawat), komunitas santri menemukan bentuk yang tepat dari relasi yang kontradiktif antara ortodoksi santri dengan pop yang trendy, karena Santri menjadi objek dan subjeknya sekaligus. Muhibbin wave mewujudkani sebuah kompromi antara nilai keislaman Santri yang sakral dengan ekspresi pop sebagai semangat muda, dimana usia santri pada umumnya
- …
