93 research outputs found
Pengaruh Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif Dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK DiMalang
ABSTRAK Syarifuddin, Agus. 2015. Pengaruh Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif Dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK DiMalang. Skripsi, Program Studi Teknik Otomotif,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mardji, M.Kes (2) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Kata kunci : Penerapan K3, Keamanan, Kenyamanan Setiap tahun sering terjadi kecelakaan di tempat kerja yang menimbulkan banyak korban jiwa. Bermacam-macam sumber penyebab kecelakaan kerja tersebut, contohnya dikarenakan posisi tidak aman atau ergonomis, pekerja tidak memakai peralatan yang safety, adanya benturan, serta diakibatkan oleh mesin. Dengan timbulnya kecelakaan kerja tersebut penerapan kesehatan dan keselamatan kerja adalah hal yang tidak dapat ditinggalkan dan sangat dibutuhkan pada semua pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja, yang bertujuan untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat melakukan suatu pekerjaan.Fokus dari penelitian ini adalah peneliti ingin meneliti dan membuktikan apakah ada pengaruh penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kegiatan praktik dan pengaruh penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kenyamanan siswa saat melaksanakan praktik di bengkel otomotif SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini dilakukan di Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah pada SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi sederhana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan:(1) tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan K3 terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif di SMK Nasional Malang dan SMK Negeri 10 Malang. (2) tidak ada pengaruh yang signifikan antara penerapan K3 terhadap kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional Malang begitu pula dengan SMK Negeri 10 Malang.Pengaruh Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Secara Simultan terhadap Keamanan Kegiatan Praktik Listrik Otomotif dan Kenyamanan Belajar Siswa Kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Otomotif di SMK Nasional Malang dan SMK Negeri 10 Malang adalah tidak berpengaruh secara simultan terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif dan kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Kesimpulan:penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keamanan kegiatan praktik listrik otomotif dan kenyamanan belajar siswa di SMK Nasional dan SMK Negeri 10 Malang. Saran bagi peneliti lain, penelitian ini masih belum bisa dikatakan sepenuhnya sempurna, maka diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat meneliti lebih dalam menggunakan variabel lain
Model Kepemimpinan Tgk. H. Syarifuddin, M. A, Di Pondok Pesantren Terpadu Jannatul Firdaus Kota Subulussalam Provinsi Aceh
Penelitian ini mengenai Pesantren Terpadu Jannatul Firdaus secara
subtansi menelisik model kepemimpinan pendiri pesantren dan program
pendidikan yang dijalankan sehingga keeksistensian dalam pengembangan
pesantren tetap konsisten dan paralel dengan kemajuan zaman dan kebutuhan
masyarakat.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistic melalui jenis
penelitian di lapangan (field research).Teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara ,dokumentasi dan Analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity, and Treatment ) menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman. Sementara sifat penelitian dengan deskriptif naturalistic, yaitu
merupakan bentuk penelitian yang menggambarkan melalui pemaparan yang jelas
dan terperinci, serta dengan merepresentasikan realita sosial yang utuh
menyeluruh, kompleks dan konkrit.
Temuan penelitian mengakselerasi kebutuhan masa depan para dewan
guru, serta mampu mempertahankan eksistensi dengan memenuhi tuntutan zaman
dan mampu menyelaraskan dengan kebutuhan masyarakat, seperti mengedukasi
dari segi kewirausahaan, kesesuaian paham dan ajaran masyarakat setempat serta
memfasilitasi pengembangan sumber daya masyarakat dengan pengembangan
pesantren mendirikan pendidikan tingkat perguruan tinggi.
Model kepemimpinan Tgk. H. Syarifuddin, M.A., ditandai dengan dua
dimensi, 1) Karismatik, dengan bercirikan kedisiplinan, ketegasan, dan menjalin
komunikasi interaksi berbagai elemen masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Masyarakat spiritual, edukasional dan intelektual. 2) Transformasional, mampu
beradaptasi dengan berbagai keahlian diantaranya, a) memotivasi tholabah cakap
berkomunikasi, bersosialisasi serta meregenerasi menjadi masyarakat cerdas
intelektual dan spiritual, b) mengedukasi tholabah menjadi ahli entrepreneurship,
c) menginspirasi pemersatu elemen dan klasifikasi masyarakat baik secara
personal maupun keorganisasian kemasyarakatan, d) men inisiator masyarakat
terdidik intelektual, spiritual dan menjadi pelopor mendirikan kelembagaan
pendidikan di Masyarakat
Development of Mathematics Learning Media Based on Discovery Learning Integrated with Inderapura Culture to Improve Mathematical Problem Solving Ability for Junior High School Student of Grade VIII
Based on the preliminary analysis conducted at SMP Negeri 2 Pancung , the students' mathematical problem solving ability was still low. The low ability of students to solve mathematical problems caused by (1) teachers do not use worksheet in the learning process, (2) The learning process that has not facilitated students to construct their own knowledge. Based on this problem, researchers developed mathematical learning media based on discovery learning integrated with Inderapura culture to improve students' mathematical problem solving abilities.This research was a development research conducted with the Plomp development model. This model was carried out in 3 stages. In the first stage was the preliminary research phase and it was needs analysis, curriculum analysis, student analysis and concept analysis. In the second stage was the development or prototype phase which was designed in accordance with the integrated learning discovery model of Inderapura culture. In the third stage was the assessment phase which aimed to see the effectiveness of learning media by conducting large group field tests. The subjects of this study were the eighth grade students of SMPN 2 Pancung Soal. Data collected by documentation, observation, interviews, questionnaires, and tests. Data from observations, questionnaires and tests were analyzed quantitatively and strengthened by the results of the documentation analyzed descriptive qualitative.The results showed that mathematics learning media in the form of lesson plan andworksheet based on discovery learning integrated with Inderapura culture for grade VIII in the second semester of Junior High School were produced by fulfilling valid, practical and effective categories. Validity was tested in terms of content, usage, language and graphics. Applicable in terms of application, time, ease of use and effective in terms of potential impacts on students' mathematical problem solving abilities. The conclusion was mathematics learning mediawas feasible to be used as reference material in mathematics learning, especially materials for constructing flat side spaces in gradeVIII of SMP N 2 Pancung
Refleksi Kritis Pancasila dalam Idealitas dan Realitas Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah
This research aims to reveal in detail how Pancasila is used as the basis of Indonesian philosophy. Researchers studied two main studies, namely Pancasila which is understood in the context of ideals and realities of life, especially in basic education (Madrasah Ibtidaiyah). This research method uses a qualitative descriptive method with a type of library research using a pragmatic approach. Research data is taken from scientific work related to research. The analysis technique in this research uses content analysis. The results of the research show that there is a Project Movement for Strengthening the Pancasila Student Profile / Project for Strengthening Pancasila Students (P5) and the Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile which is a unified spirit that mutually strengthens each other. Both adhere to the Pancasila philosophy and uphold diversity and human values. However, these ideals are not commensurate with the existing reality, so that the Pancasila philosophy in basic education has several challenges, including liberalism, individualism, pragmatism, hedonism and external religious ideologies
ANALISIS MODEL KOMUNIKASI HAROLD DWIGHT LASWELL TERHADAP NOVEL ASMA NADIA CINTA 2 KODI
This study discusses the application of Harold Dwight Laswell\u27s communication model on Asma Nadia’s Cinta 2 Kodi. By applying it, the author only uses the message elements. The author has classified several communication messages including: patriarchal and matriarchal culture, maternal affection over father, wife\u27s obedience to husband due to compulsion, husband\u27s advice to wife, da\u27wah and the main character (Kartika or communicant). The results of this study by applying Harold Dwight Laswell\u27s communication model on Asma Nadia’s Cinta 2 Kodi showsthe messages and the effects. Based on the results of the study, it can be concluded that there are five elements of Laswell’s communication model: Communicators (who), Message (says what), receiver (to whom), Medium (in which channel), Effect (with what effect).
Key Words: Communication Model, Messages, Effects of Communicatio
Peran Pemimpin dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Banyuputih Kidul
Penelitian ini adalah tentang peran pemimpin dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang. Pondok Pesantren Bustanul Ulum telah berperan dalam membina akhlak santri hal ini dilihat dari tindakan yang dilakukan yaitu metode uswah, metode ta’widiyah, metode mau’izhah, metode pengawasan, metode hukuman, dan metode hafalan. Metode tersebut dilakukan untuk menamkan nilai-nilai moral serta etika bersosial baik dalam lingkungan Pondok Pesantren maupun masyarakat. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya optimal hal tersebut dikarenakan masih adanya santri yang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan peraturan dengan nilai ajaran Islam. Hasil riset menunjukkan bahwa pemimpi di Pondok Bustanul Ulum sebagai leader dan innovator dalam membina akhlak santri sudah baik. Tindakan yang dilakukan oleh pemimpin Pondok Pesantren Bustanul Ulum adalah dengan mengaplikasikan melalui metode-metode dan memberikan motivasi, dorongan, pengarahan, dan pembekalan
Dimensi Spiritual Kepemimpinan KH. Abd. Wahid Zaini dalam Pengembangan Profesionalitas dan Keunggulan Kelembagaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo
Tulisan ini akan membahas tentang dimensi spiritual yang dipegang oleh KH. Abdul Wahid Zaini Mun’im dalam mengembangkan lembaga pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. Kyai Wahid, begitu dia dipanggil akrab oleh para santrinya, adalah pengasuh ketiga dan perintis banyak lembaga pendidikan formal, lembaga swadaya dan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, serta lembaga pendidikan tinggi–bersama dengan kakaknya KH. Hasyim Zaini. Secara kepemimpinan, Kyai Wahid adalah sosok paling lengkap secara pengalaman individu; sempat berproses di Nahdlatul Ulama’, Partai Politik, dan juga di bidang pendidikan, dia sempat menempuh pendidikan doctoral, meski belum terselesaikan karena ‘kepundut’ lebih dulu. Apapun itu, Kyai Wahid adalah sosok yang lengkap untuk pengalaman individunya. Maka dari itu, ketika memimpin Pondok Pesantren Nurul Jadid, corak kepemimpinannya seperti within the flow of empowerment process. Kendati, ada pula yang menyebutkan bahwa kepemimpinan Kyai Wahid memiliki dimensi spiritual (dalam makna kegigihan secara religiusitas). Pada bagian inilah, penulis ingin mencoba untuk menghadirkan apa saja keyakinan-keyakinan spiritual dari Kyai Wahid dalam melakukan pengembangan profesionalitas civitas akademik dan membangun nilai keunggulan lembaga formal yang dipimpin dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid
Curriculum Reform in Islamic Religious Education: A Competency-Based Approach in Indonesian Madrasah Ibtidaiyah
The Competency-Based Curriculum for Islamic Religious Education in Madrasah Ibtidaiyah aims to enhance students' cognitive, affective, and psychomotor skills in alignment with Islamic values. This study investigates the implementation of the Competency-Based Curriculum in Islamic Religious Education at Madrasah Ibtidaiyah and identifies challenges encountered during its application. Using qualitative methods, data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed descriptively to explore the relationship between the objectives of the Competency-Based Curriculum and its implementation in the field. The findings reveal that the Competency-Based Curriculum fosters a deeper understanding of Islamic teachings while aligning education with contemporary demands. However, challenges such as insufficient resources, limited teacher training, and resistance to curriculum changes hinder its effectiveness. The study concludes that successfully implementing the Competency-Based Curriculum in Islamic Religious Education at Madrasah Ibtidaiyah requires adequate teacher preparation, improved learning facilities, and active stakeholder participation. Additionally, the curriculum must adapt to student's needs and be supported by robust policies for sustainable application
The Model of Islamic Boarding School Economic Development In Hidayatullah Islamic Boarding School Mataram City and Darussalam West Lombok
In its historical setting pondok pesantren (islamic boarding school) present in the form of traditional educational institutions whose activities are more focused on the study of religious books and the organization of religious education. But since the 1970s Islamic boarding school began to evolve and organize public education, involved in social activities even in the economic field. Witnessing this phenomenon, it was felt necessary to conduct a study of the Islamic boarding school economic development model in pondok pesantren Hidayatullah, Mataram City and pondok pesantren Darussalam in West Lombok. The focus of the study is twofold: the potentials of the pondok pesantren and the Islamic boarding school economic development model. The results of the study are: (1) The economic potentials owned by Hidayatullah and Darussalam boarding schools are the leadership, students, teachers and education activities, (2) The economic development model carried out by Hidayatullah and Darussalam is an integrated model realized in the form of a top down model and bottom up the model that both models work by combining the strength of the leadership element with the strength of the element of asatidz and santr
Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bagi Wanita Korban Kekerasan Seksual
Unrest in the community regarding sexual violence against women and its handling by providing rehabilitation, one by providing religious guidance and counseling, because religion is one of the media used for behavioral therapy and mental or psychological healing. Through a qualitative research method with a field research approach, the author examines the process of religious guidance and counseling for women victims of sexual violence, as well as the results after being given religious guidance and counseling to women victims of sexual violence. The results of the study found that the process of religious guidance and counseling to clients is given by strengthening nature and faith by praying, worshiping, reading and understanding the scriptures and giving motivation to clients to get closer and surrender to Allah, by adjusting their various profiles. both in terms of problems, age, and client's condition. However, the results or changes are influenced by the victim's cognitive level or knowledge of religious teachings, and the mental condition factors that experience mental disorders. The professionalism of the counselor in providing religious guidance and counseling can also have an influence on the success of the counseling process so that the client's feelings become calmer and can accept his situation.
Keywords: Religious Guidance and Counseling, Women Victims of Sexual Violence
- …
