2 research outputs found
Penerapan model Project Based Learning berbantuan media Articulate Storyline untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi kinematika gerak lurus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Project based learning (PjBL) dan Discovery learning yang kedua model tersebut berbantu media articulate storyline dan peningkatan berpikir kreatif peserta didik menggunakan model pembelajaran Project based learning dan Discovery learning. Metode penelitian menggunakan metode percobaan semu (Quasy Experiment) dengan desain pre-tes post-test Non-equivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 32 peserta didik pada masing-masing kelas. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah 1) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Project based learning (PjBL) berbantuan media articulate storyline pada kelas eksperimen memperoleh presentase rata-rata aktivitas guru sebesar 91% dan presentase rata-rata aktivitas peserta didik sebesar 91,5% keduanya memiliki interpretasi keterlaksanaan sangat baik, sedangkan pada kelas kontrol memiliki presentasi rata-rata aktivitas guru sebesar 87% dan rata-rata aktivitas peserta didik sebesar 89% dengan interpretasi sangat baik 2) terdapat peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, yang diperlihatkan hasil n-gain dengan skor 0,70 dengan interpretasi tinggi pada kelas eksperimen dan 0,63 dengan interpretasi sedang pada kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 memperlihatkan nilai (0,009 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kreatif peserta didik antara pembelajaran dan penerapan model Project based learning (PjBL) dan Discovery learning pada materi kinematika gerak lurus
Korelasi Antara Aktivitas Belajar Panahan Dengan Konsep Diri Siswa
Dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga panahan adalah contoh olahraga
permainan aktifitas fisik.Salah satu cara untuk menjembatani kekurangan jam dalam proses
aktivitas belajar dan memberi wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi, Hal
ini dalam aktivitas belajar panahan bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan konsep
diri dan mempengaruhi siswa karena sangat berhubungan pembelajaran panahan
mencakupi beberapa faktor untuk mengembangkan konsep diri siswa. Instrumen yang
digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu menggunakan kuisioner dengan skala
likert.Pada penyusunan angket ini sebagai acuan untuk mengusun pertanyaan yang akan
dituangkan pada kuisioner (angket). Angket yang dipakai oleh penulis dalam penelitian
yaitu angket tertutup.dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 31 siswa dari deskripsi
tabel 4.1 dapat diketahui bahwa data aktivitas belajar memiliki skor minimum 162,
maximum 230 rata-rata 188,65, standar deviasi 15,316 Sedangkan konsep diri memiliki
skor minimum 118, maximum 165, rata-rata 135,29 standar deviasi 11,432 nilai hasil
aktivitas belajar Kolmogorov – Smirnov dengan stat 0,072, dan konsep diri mendapat nilai
stat 0,098.Dari analisis data yang telah dilakukan, aktivitas belajar panahan dengan konsep
diri siswa dapat disimpulkan terdapat korelasi dan signifikan keterhubugan antara aktivitas
belajar panahan dengan konsep diri siswa yang dilakukan oleh 31 siswa dan siswi di SMA
Labschool UPI
In learning physical education, archery is an example of a physical activity game. One way
to bridge the shortage of hours in the learning activity process and provide a forum for
students who want to develop their potential, this is in archery learning activities can be an
alternative to develop self-concept and influence students because it is very related archery
learning includes several factors to develop students' self-concept. The instrument used in
this data collection is using a questionnaire with a Likert scale. In the preparation of this
questionnaire as a reference for preparing questions that will be included in the
questionnaire (questionnaire). The questionnaire used by the author in this study is a closed
questionnaire. With a total sample of 31 students from the description in table 4.1, it can
be seen that the learning activity data has a minimum score of 162, a maximum of 230, an
average of 188.65, a standard deviation of 15.316. minimum 118, maximum 165, average
135.29 standard deviation 11,432 Kolmogorov – Smirnov learning activity results with
0.072 stats, and self-concept scores 0.098 stats. From the data analysis that has been carried
out, archery learning activities with students' self-concepts can be concluded there is a
significant and significant correlation between archery learning activities and student self�concepts carried out by 31 students at SMA Labschool UP
