2 research outputs found

    Kualitas Air Ranu Lamongan (Ranu Klakah) Lumajang Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Dan Family-Level Biotic Index Makroinvertebrata bentik

    No full text
    ABSTRAK   Rachmaputra, Aditya. 2015. Kualitas Air Ranu Lamongan (Ranu Klakah) Lumajang Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Dan Family-Level Biotic Index Makroinvertebrata bentik. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono M. Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M. Si.   Kata kunci : keanekaragaman, bioindikator makroinvertebrata bentik, kualitas air.   Ranu Lamongan merupakan suatu badan air tergenang yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai macam kegiatan sehari-hari. Budidaya ikan air tawar menggunakan metode keramba jaring apung adalah kegiatan yang utama dilakukan oleh masyarakat sekitar. Ekplorasi berlebih sumberdaya air yang dikhawatirkan akan merubah fungsi air karena adanya bahan polutan yang tanpa sadar terbuang ke Ranu Lamongan. Keanekaragaman makroinvertebrata Bentik yang terdapat pada Ranu Lamongan dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air Ranu Lamongan. Analisis data berupa kepadatan makroinvertebrata bentik dengan indeks Shannon dan family-level biotic index guna mengetahui kualitas air Ranu Lamongan. Kegiatan monitoring kualitas air umumnya dilakukan dengan pengukuran parameter fisiko-kimia namun peneliti akan melihat keanekaragaman makroinvertebrata bentik guna menafsirkan kualitas air. Makroinvertebrata bentik dipilih untuk menjadi indikator karena sifatnya yang memiliki persebaran kosmopolit, mudah diambil dan merespon terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan membagi Ranu Lamongan menjadi 5 rona lingkungan dan 12 stasiun. Pengambilan 12 stasiun untuk sampling ditujukan agar mendapatkan data yang representatif untuk lima rona lingkungan yang ada di Ranu Lamongan, lima rona lingkungan terdiri dari outlet, inlet, keramba, keramba outlet (berada di dekat outlet) dan perkebunan tebu. Pengambilan sampel makroinvertebrata bentik dilakukan 3 kali pengulangan dengan jeda waktu 2 minggu. Hasil analisis dengan indeks keanekaragaman dan FBI (Family-level Biotic Index) yang hasilnya menyatakan bahwa kualitas air Ranu Lamongan dalam kondisi yang cukup buruk dengan keadaan tercemar bahan organik.                               ABSTRACT   Rachmaputra, Aditya. 2015. Water Quality Ranu Lamongan ( Ranu Klakah ) Lumajang Based on Diversity Index And Family-level Biotic Index Macroinvertebrate Bentic. Undergraduated Thesis, Department of Biology, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hadi Suwono M. Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M. Si.   Keywords: Diversity, benthic macroinvertebrates, water quality.   Ranu Lamongan is a body of standingwater used by surrounding communities for a variety of everyday activities. Freshwater fish farming using floating cages are the main activities carried out by the surrounding community. Exploration excess water resources that would negatively alter the function of the water due to pollutants that involuntarily discharged into Ranu Lamongan. Knowing the diversity of benthic macroinvertebrates found in Lamongan Ranu and analyze data such as the density of benthic macroinvertebrates with Shannon index and family - level biotic index to determine water quality Ranu Lamongan . Water quality monitoring activities are generally performed by measuring the physico-chemical parameters, but investigators will look at the diversity of benthic macroinvertebrates to obtain information about water quality. Benthic macroinvertebrates chosen to be an indicator because it is has a cosmopolitan distribution, easily retrieved and respond to environmental conditions. This research used purposive random sampling by dividing Ranu Lamongan into 5 environmental setting and 12 stations . Decision 12 stations devoted to sampling in order to obtain representative data for five existing environmental setting in Lamongan Ranu , five environmental setting consisting of outlet , inlet , cages , cages outlet ( located near the outlet ) and sugar cane plantations . Benthic macroinvertebrate sampling performed three repetitions with a lag time of 2 weeks . Results of the analysis of the diversity index and the FBI ( Family – level Biotic Index) which show that the results of water quality Ranu Lamongan in pretty bad with the polluted state of the organic material

    Strategi Pengelolaan Kawasan Konservasi Mangrove Clungup Kabupaten Malang Berdasarkan Total Nilai Ekonomi

    No full text
    Mangrove bagi pesisir memiliki fungsi yang sangat besar bagi masyarakat di Indonesia sebagai tambak, pemukiman ataupun lahan untuk melakukan kegiatan agrikultur. Pengelolaan dengan bentuk yang sudah ditulis diatas memberikan dampak yang negatif bagi mangrove di Indonesia. Mangrove Indonesia merupakan mangrove terbesar di dunia dan akibat pengelolaan yang tidak berkelanjutan sekarang mangrove Indonesia mengalami kerusakan lebih dari 50% dan kemungkinan kerusakan akan bertambah. Clungup Mangrove Conservation (CMC) merupakan salah satu kawasan konservasi mangrove yang dikelola secara berkelanjutan dengan sejarah hutan mangrove hilang karena ditebang pada saat krisis moneter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan yang dilakukan di CMC sehingga nantinya dapat dicontoh oleh lokasi lain yang ingin mengelola kawasan mangrove secara berkelanjutan. Strategi pengelolaan akan diketahui dari bagaimana pengelola mangrove CMC memanfaatkan mangrove tersebut. pemanfaatan mangrove CMC akan dihitung menggunakan Nilai Ekonomi Total (Total Economic Value) yang terdiri dari Use Value dan Non-use Value. Pemanfaatan mangrove tentunya membawa dampak bagi mangrove itu sendiri. Dampak dari pemanfaatan mangrove dilihat menggunakan teknologi remote sensing untuk mengetahui luasan penanaman kembali hutan mangrove mulai tahun 2008 hingga tahun 2018 lalu dilakukan anveg untuk mengetahui detail mangrove dan pengamatan burung untuk mengetahui dampaknya terhadap biota lain. Semua hasil yang didapatkan akan dibentuk menjadi analisis SWOT untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal sehingga dapat dihasilkan rekomendasi untuk pengelolaan yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Nilai Total Ekonomi kawasan konservasi mangrove Clungup sebesar Rp. 5.843.151.600.000,00 dengan sumbangan 99,98% dari pemafaatan dalam bentuk ekowisata. Dampak pemanfaatan dalam bentuk ekowisata mengakibatkan meningkatnya luasan hutan mangrove tiap tahun melaui bantuan teknologi remote sensing, analisis vegetasi mangrove menunjukkan bahwa Ceriops tagal memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi pada stasiun pengamatan 1, Rhizopora mucronata memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi pada stasiun pengamatan 2, Ceriops tagal memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi pada stasiun pengamatan 3, dan Sonneratia alba pada stasiun 4. Dampak pada keanekaragaman biota lain yakni burung yang pada penelitian ini juga diamati memiliki nilai indeks keanekaragaman Shannon 1,99 – 2,3 (pengamatan pagi) dan 1,24 – 2,22 (pengamatan sore) , indeks kemerataan 0,86 – 9 (pengamatan pagi) dan 0,64 – 0,87 (pengamatan sore), dan indeks kekayaan Margalef 3,5 – 3,82 (pengamatan pagi) dan 1,83 – 3,9 (pengamatan sore). Dari data yang telah didapatkan tersusun analisis SWOT yang menghasilkan strategi yang berada di kuadran satu yang berarti strategi agresif yang seharusnya dilakukan pada pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove Clungu
    corecore