92 research outputs found

    Desain Chopper DC Motor Induksi Satu Fasa Menggunakan Metode PWM Analog

    No full text
    ABSTRAK   Vendi, Mas Aditya Iskandar. 2013. Desain Chopper DC untuk pengaturan kecepatan Motor Induksi satu fasa menggunakan PWM Analog, Pada Mata Kuliah Elektronika Daya Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2) Aripriharta, S.T., M.T.   Kata kunci: Chopper DC, Motor Induksi Satu Fasa, Pengaturan Kecepatan, PWM Analog Pengaturan kecepatan putaran motor AC dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan mengubah jumlah kutub, mengubah tegangan stator, dan mengubah frekuensi. Selain itu pengendalian tegangan yang paling populer adalah pengaturan kecepatan putaran motor AC menggunakan Chopper, Sistem Choppers menawarkan kontrol halus, efisiensi tinggi dan respon yang lebih cepat. Pada Penelitian ini bertujuan untuk desain chopper dc untuk pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa menggunakan metode PWM Analog. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen (Research Method), dimana yang PWM Analog dirancang dan didesain kemudian diterapkan pada rangkaian chopper dc. Sehingga rancangan tersebut digunakan untuk mengatur kecepatan motor induksi satu fasa. Dari analisis dan pengujian yang telah diperoleh bahwa untuk mengatur waktu switching dengan cara mengatur tegangan dari variabel resistor  guna di bandingkan pada tegangan refrensi dari IC NE555 yang pertama (multivibrator astabil), Waktu switching sangat berpengaruh terhadap tegangan pada motor satu fasa, jika saat memicu waktu (on) maka tegangan pada motor induksi satu fasa meningkat menjadi maksimal dan begitu juga sebaliknya. Kecepatan motor induksi satu fasa dapat di atur oleh pemicuan tegangan yang diatur oleh PWM Analog sehingga tegangan DC yang di Chopper akan mempengaruhi lebar pencacahan sinyal tegangan AC sehingga kecepatan motor dapat di atur sesuai lebar sinyal

    Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen

    Full text link
    Fenomena arus inrush merupakan kondisi transformator pada saat pertama kali dihubungkan dengan sumber tegangan dan menghasilkan lonjakan arus yang tinggi. Arus inrush dapat menyebabkan gangguan dan akan mempengaruhi kinerja dan sistem proteksi pada transformator. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus inrush pada transformator tiga fasa dengan besar leg yang berbeda sehingga dapat diketahui pula pengaruh perbedaan besar leg dengan arus inrush yang dihasilkan. Pada studi ini dilakukan pengujian dengan mengambil data arus inrush pada transformator uji 3 fasa 5 kVA tipe inti core konvensional, dengan metode pengukuran berbasis eksperimen. Pengujian pada transformator dilakukan pada saat kondisi transien, yaitu saat transformator melakukan energizing. Pengujian ini dilakukan dengan cara menguji setiap fasa secara bergantian dan menguji ketiga fasa secara bersamaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fasa S yang memiliki leg paling besar diantara kedua fasa lainnya, menghasilkan arus inrush dan arus no load yang paling tinggi dibandingkan kedua fasa lainnya. Selain itu, pada fasa S menunjukkan kurva magnetisasi inti transformator pada area non-saturasi. Hal ini mempengaruhi karakteristik arus yang dihasilkan transformator. =============== Inrush current is the condition when transformer were firstly injected by voltage source which could lead to spiking current. This phenomenon may lead to disruption on protection system and transformer itself. This study , transformer with different legs were used to find out the inrush current characteristic and the inpact of transformer legs size. 5 kVA-Three phase transformers with conventional core type were experimented in this study to find out the inrush current characteristics. Transformer were tested on transient condition, which is when the transformer were injected by voltage source. Transformer were tested on each phase alternately then it was tested on its three phases simultaneously. The experiment results shown that phase S generated the highest inrush current and no load current than the other phases. This could happen because phase S had the biggest leg among the others. Besides, phase S shown magnetization curve of transformer core on its non-saturation curve, which affected the current characteristic generated by the transformer

    Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen

    Full text link
    Fenomena arus inrush merupakan kondisi transformator pada saat pertama kali dihubungkan dengan sumber tegangan dan menghasilkan lonjakan arus yang tinggi. Arus inrush dapat menyebabkan gangguan dan akan mempengaruhi kinerja dan sistem proteksi pada transformator. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus inrush pada transformator tiga fasa dengan besar leg yang berbeda sehingga dapat diketahui pula pengaruh perbedaan besar leg dengan arus inrush yang dihasilkan. Pada studi ini dilakukan pengujian dengan mengambil data arus inrush pada transformator uji 3 fasa 5 kVA tipe inti core konvensional, dengan metode pengukuran berbasis eksperimen. Pengujian pada transformator dilakukan pada saat kondisi transien, yaitu saat transformator melakukan energizing. Pengujian ini dilakukan dengan cara menguji setiap fasa secara bergantian dan menguji ketiga fasa secara bersamaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fasa S yang memiliki leg paling besar diantara kedua fasa lainnya, menghasilkan arus inrush dan arus no load yang paling tinggi dibandingkan kedua fasa lainnya. Selain itu, pada fasa S menunjukkan kurva magnetisasi inti transformator pada area non-saturasi. Hal ini mempengaruhi karakteristik arus yang dihasilkan transformator  Kata Kunci: Arus Inrush, Eksperimen, Transformator 3-Fasa, Leg Berbeda

    Studi Analisis Kinerja Reclosing Circuit Breaker 500 Kv Yang Terhubung Dengan Shunt Reactor Akibat Gangguan Fasa Ke Tanah

    No full text
    Saluran EHV (Extra High Voltage) yang panjang seringkali dilengkapi dengan Shunt Reactor untuk mengompensasi saluran daya reaktif kapasitif dan menekan tegangan berlebih. Biasanya reaktor dipasang diantara titik netral reaktor fase dan tanah untuk mengompensasi kapasitansi kopling antar fase. Reaktor netral ini bisa mengurangi amplitudo arus busur sekunder yang akan mengurangi waktu kepunahan busur sekunder saat penutupan saluran transmisi. Hasil yang didapat dari simulasi ini gangguan satu fasa ke tanah Secondary arc mengalami penurunan dari 591,15024 A menjadi 401,982 A Setelah dipasang Shunt Reactor dan reaktor netral, lalu pada gangguan dua fasa ke tanah Secondary arc sebelum dipasang adalah fasa R = 338,64 A dan fasa S = 363,515 A menjadi fasa R = 243,821 A dan fasa S = 247,19 A setelah dipasang Shunt Reactor dan reaktor netral, Pada gangguan tiga fasa ke tanah Secondary arc sebelum dipasang adalah fasa R = 83,3861 A, fasa S = 386,564 A dan fasa T = 315,249 A menurun hingga fasa R = 56,7025344 A, fasa S = 26,863302 A, dan fasa T = 214,3694016 A setelah dipasang Shunt Reactor dan reakor netral. =============================================================================================== Long EHV (Extra High Voltage) lines are often equipped with shunt reactor to compensate for capacitive reactive power lines and suppress overvoltage. Usually the reactor installed between the neutral point of the phase reactor and the ground to compensate the interphase coupling capacitance. This neutral reactor can reduce the secondary arc current amplitude which will reduce the time of secondary arc extinction when the transmission line is closed. The results obtained from this simulation of single-phase to the ground faults of the secondary arc decreased from 591.15024 A to 401.982 A. After the shunt reactor and neutral reactor were installed. Then the two phase to ground faults the secondary arc before it is installed is the phase of R = 338.64 A and phase S = 363.515 A into phase R = 243.821 A and phase S = 247.19 A . after installing the shunt reactor and neutral reactor. The three-phase to ground faults secondary arc before being installed are phase R = 83.3861 A, Phase S = 386.564 A and phase T = 315.249 A, decreased to phase R = 56.7025344 A, S = 262.863302 phase A and phase T = 214.3694016 A after the shunt reactor and neutral reactor were installed

    RANCANG BANGUN MOTOR SEARAH TANPA SIKAT SATU FASA

    No full text
    Kebutuhan akan motor yang memiliki efisiensi, torsi maupun kecepatan yang tinggi dan dapat divariasikan serta biaya perawatan yang rendah semakin meningkat. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan akan efisiensi tinggi, torsi yang tinggi, kecepatan yang tinggi serta dapat divariasikan dan biaya perawatan yang rendah maka digunakan motor motor searah tanpa sikat satu fasa, hal ini untuk mengetahui karakteristik motor searah tanpa sikat satu fasa dan membandingkan motor searah tanpa sikat satu fasa menggunakan enam magnet permanen serta lima kumparan yang memiliki ketebalan kawat email yang berbeda. Pada pengukuran kecepatan didapatkan kecepatan tertinggi pada motor motor 1 sebesar 2920 Rpm dengan frekuensi 150 Hz dan kerapatannya 0,0504 T, untuk motor 2 kecepatan tertinggi sebesar 3296 Rpm dengan frekuensi 170 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0591 T sedangkan pada mtor 3 sebesar 4045 Rpm dengan frekuensi 210 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0607 T. Semakin tebal diameter kawat yang digunakan maka semakin besar frekuensi, kecepatan dan kerapatan yang dihasilkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat error percent terbesar pada motor 1 yaitu 4,8 % pada pengujian tegangan 18 volt, error percent terbesar pada motor 2 yaitu 6,4 % pada tegangan 18 volt, serta error percent terbesar pada motor 3 yaitu sebesar 6,3 % pada tegangan 18 volt

    RANCANG BANGUN MOTOR SEARAH TANPA SIKAT SATU FASA

    No full text
    Kebutuhan akan motor yang memiliki efisiensi, torsi maupun kecepatan yang tinggi dan dapat divariasikan serta biaya perawatan yang rendah semakin meningkat. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan akan efisiensi tinggi, torsi yang tinggi, kecepatan yang tinggi serta dapat divariasikan dan biaya perawatan yang rendah maka digunakan motor motor searah tanpa sikat satu fasa, hal ini untuk mengetahui karakteristik motor searah tanpa sikat satu fasa dan membandingkan motor searah tanpa sikat satu fasa menggunakan enam magnet permanen serta lima kumparan yang memiliki ketebalan kawat email yang berbeda. Pada pengukuran kecepatan didapatkan kecepatan tertinggi pada motor motor 1 sebesar 2920 Rpm dengan frekuensi 150 Hz dan kerapatannya 0,0504 T, untuk motor 2 kecepatan tertinggi sebesar 3296 Rpm dengan frekuensi 170 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0591 T sedangkan pada mtor 3 sebesar 4045 Rpm dengan frekuensi 210 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0607 T. Semakin tebal diameter kawat yang digunakan maka semakin besar frekuensi, kecepatan dan kerapatan yang dihasilkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat error percent terbesar pada motor 1 yaitu 4,8 % pada pengujian tegangan 18 volt, error percent terbesar pada motor 2 yaitu 6,4 % pada tegangan 18 volt, serta error percent terbesar pada motor 3 yaitu sebesar 6,3 % pada tegangan 18 volt

    RANCANG BANGUN MOTOR SEARAH TANPA SIKAT SATU FASA

    No full text
    Kebutuhan akan motor yang memiliki efisiensi, torsi maupun kecepatan yang tinggi dan dapat divariasikan serta biaya perawatan yang rendah semakin meningkat. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan akan efisiensi tinggi, torsi yang tinggi, kecepatan yang tinggi serta dapat divariasikan dan biaya perawatan yang rendah maka digunakan motor motor searah tanpa sikat satu fasa, hal ini untuk mengetahui karakteristik motor searah tanpa sikat satu fasa dan membandingkan motor searah tanpa sikat satu fasa menggunakan enam magnet permanen serta lima kumparan yang memiliki ketebalan kawat email yang berbeda. Pada pengukuran kecepatan didapatkan kecepatan tertinggi pada motor motor 1 sebesar 2920 Rpm dengan frekuensi 150 Hz dan kerapatannya 0,0504 T, untuk motor 2 kecepatan tertinggi sebesar 3296 Rpm dengan frekuensi 170 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0591 T sedangkan pada mtor 3 sebesar 4045 Rpm dengan frekuensi 210 Hz dan kerapatannya sebesar 0,0607 T. Semakin tebal diameter kawat yang digunakan maka semakin besar frekuensi, kecepatan dan kerapatan yang dihasilkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat error percent terbesar pada motor 1 yaitu 4,8 % pada pengujian tegangan 18 volt, error percent terbesar pada motor 2 yaitu 6,4 % pada tegangan 18 volt, serta error percent terbesar pada motor 3 yaitu sebesar 6,3 % pada tegangan 18 volt

    Pengaruh pH dan Konsentrasi Tiosianat pada Fasa Umpan Terhadap Transpor Ion Tiosianat Melalui Polymer Inclusion Membran (PIM) Aliquat 336-Cl/1-Dekanol

    Full text link
    Konsentrasi dan pH larutan ion tiosianat dalam fasa umpan menentukan efektivitas transpor ion tiosianat melalui PIM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pH dan konsentrasi larutan ion tiosianat pada fasa umpan terhadap transpornya melalui PIM. PIM dibuat dari campuran polimer dasar PVC, ekstraktan aliquat 336-Cl, dan pemlatis 1-dekanol. Fasa umpan diisi 100 mL larutan tiosianat pada pH 1; 2; 4; 6; dan 8, dengan berbagai konsentrasi 20; 40; 60; 80; dan 100 mg/L. Fasa penerima diisi 100 mL larutan NaCl 1M. Kedua fasa diaduk selama 180 menit dengan kecepatan 150 rpm. Larutan pada kedua fasa diambil sebanyak 1 mL setiap 30 menit. Konsentrasi ion tiosianat dalam cuplikan dianalisis secara spektrofotometri menggunakan pereaksi besi(III) klorida pada panjang gelombang 460 nm dengan membentuk senyawa kompleks besi(III)tiosianat berwana oranye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transpor ion tiosianat terjadi secara optimal pada pH 2 dan pada konsentrasi ion tiosianat 80 mg/L dengan nilai fluks awal 6,432x 10-2 mg/min.cm2 dan efisiensi transpor sebesar 42,16 %

    Desain Sistem On-Line Berbasis Pc Untuk Mendeteksi Hubung Singkat Pada Belitan Stator Motor Induksi Tiga Fasa

    No full text
    Motor induksi tiga fasa adalah salah satu peralatan utama dalam industri karena konstruksinya yang sederhana dan keandalannya. Kerusakan pada bagian motor akan mempengaruhi proses produksi pada industri. Oleh karena itu, deteksi dini secara on-line kerusakan motor induksi sangat dibutuhkan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Tugas akhir ini akan menyajikan metode identifikasi untuk mendeteksi hubung singkat pada belitan stator motor induksi tiga fasa secara on-line pada saat kondisi berbeban, dengan tujuan didapatkan data pengujian secara real time. Ada tiga jenis arus hubung singkat yang diidentifikasi yaitu arus hubung singkat sefasa, fasa-fasa dan fasaground. Metode yang diajukan digunakan untuk mengidentifikasi hubung singkat belitan stator dengan beberapa kondisi yaitu kondisi tanpa beban dan berbeban. Gabungan transformasi wavelet, FFT dan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) digunakan sebagai metode pengidentifikasi gangguan. Sedangkan variabel identifikasi yang digunakan pada metode tersebut diambil dari sinyal arus dengan bantuan ADC pada mikrokontroler. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, digunakan data percobaan arus pada kondisi normal, hubung singkat sefasa, fasa-fasa dan fasa-ground. ============================================================================================ Three phase induction motor is one of the main tools in the industry because of simple construction and reliability. Damage to the motor part will affect the industrial production process. Therefore, early detection of on-line damage induction motor is needed to avoid further damage. This final project will present identification method to detect short circuits in the stator windings of three phase induction motors online at the current load condition, with the aim of testing the data obtained in real time. There are three types of short circuit current are identified as short-circuit current in-phase, phase-phase and phaseground. The method proposed is used to identify the short circuit in the stator winding with more condition without a load and burden. Combined wavelet transform, FFT and Artificial Neural Network (ANN) is used as a method of identifying disorders. While the identification of the variables used in the method is derived from the current signals with the help of the ADC on the microcontroller. To achieve the desired objectives, the experimental data used current in normal conditions, the short circuit in phase, phase-phase and phaseground

    Rancang Bangun Penyearah Satu Fasa pada Sistem Hybrid PV dan Listrik PLN untuk Pengisian Baterai Mobil Listrik

    Full text link
    Pada penelitian ini dilakukan perancangan rangkaian penyearah satu fasa yang nantinya akan diparalelkan dengan rangkaian Buck-Boost Chopper. Tegangan keluaran yang dihasilkan rangkaian penyearah satu fasa dan Buck-Boost Chopper yaitu sebesar 26,45V dan 24V dengan arus 0,5 A yang kemudian disetarakan menjadi 26V mengikuti tegangan rangkaian yang memiliki nilai tegangan keluaran tertinggi. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian dan analisis seperti, pengujian sinyal IGBT dan pengujian pengisian baterai lalu akan dibandingkan hasil pengujian dan analisis rangkaian ketika diparalelkan. Pada pengujian sinyal IGBT didapatkan beberapa kesimpulan yaitu nilai resitor berpengaruh pada nilai Duty Cycle dan Frekuensi, pada pengujian pengisian baterai didapatkan bahwa kondisi baterai memiliki nilai arus yang stabil 0,5 A ketika pengisian dari kondisi 0% hingga 75% setelah itu nilai arus akan mengalami penurunan dari 0,5 ke 0,42 hingga mencapai 0 A ketika kondisi baterai telah terisi penuh, sedangkan nilai suhu akan mengalami kenaikan seiring dengan proses pengisian baterai dan nilainya akan mengalami penurunan apabila kondisi baterai mencapai angka 75%. Untuk hasil pengujian dan analisis rangkaian paralel didapatkan bahwa arus dan suhu memiliki nilai yang tinggi ketika rangkaian diparalelkan, nilai arus dan suhu ketika rangkaian penyearah satu fasa dioperasikan yaitu 0,5 A dan 33,24ºC pada kapasitas baterai 25% sedangkan ketika rangkaian diparalelkan memiliki nilai arus 0,52 A dan suhu 34,73 ºC
    corecore