1,720,955 research outputs found
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) PADA MENCIT DIABETES AKIBAT INDUKSI ALOKSAN
Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit dimana tubuh
penderita DM tidak mampu mengendalikan tingkat glukosa dalam darah. Penderita
mengalami gangguan metabolisme glukosa karena tubuh tidak dapat memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak mampu menggunakan insulin secara
efektif sehingga glukosa dalam darah berlebihan.
Salah satu pengobatan alternatif dalam mengobati penyakit DM adalah
dengan memanfaatkan bahan alam, seperti daun jambu biji (Psidium guajava L.)
yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati DM. Untuk lebih
memberikan dasar bagi bukti manfaatnya, perlu dilakukan suatu penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menurunkan kadar glukosa
darah dari fraksi etil asetat daun jambu biji dan untuk mengetahui perbedaan efek
penurunan kadar glukosa darah berbagai dosis fraksi etil asetat daun jambu biji.
Prosedur pengujian aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun jambu biji dalam
penelitian ini adalah menggunakan mencit diabetes akibat induksi aloksan. Hewan
coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan Galur Balb-C.
Aloksan adalah suatu senyawa diabetogen yang sering digunakan untuk penelitian
DM menggunakan hewan coba. Hewan coba dikatakan DM jika kadar glukosa
darahnya melebihi kadar glukosa normal pada mencit yaitu 62,8-176 mg/dL.
Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan alat GlucoDrTM blood glucose meter
AGM-2200.Berdasarkan analisis menggunakan one way Anova dengan taraf kepercayaan
95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) menunjukkan
bahwa kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji dosis70 mg/kgBB tidak
memiliki perbedaan bermakna dengan kontrol positif yaitu glibenklamid dengan
dosis 1,3 mg/kgBB, yang berarti memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding
dengan kontrol positif, sedangkan kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji
dosis 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB menunjukkan perbedaan bermakna dengan
kontrol positif. Keseluruhan kelompok dosis memiliki perbedaan yang bermakna
dengan kontrol negatif yaitu CMC Na .
Data rata-rata persen penurunan fraksi etil asetat daun jambu biji dosis 70
mg/kgBB adalah sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB sebesar 54,83%, dan dosis 280
mg/kgBB sebesar 72,98%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun jambu biji dosis 280 mg/kgBB memiliki rata-rata persen penurunan kadar
glukosa darah yang paling tinggi.
Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah
senyawa polifenol dan flavonoid terutama kuersetin. Kedua senyawa ini bekerja
sinergis dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jambu biji
memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dan aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat
daun jambu biji (P. guajava L.) pada dosis 70 mg/kgBB memiliki rata-rata penurunan
sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 54,83% dan dosis
280 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 72,98%
STUDI PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI DAN JASA BIDANG KEJURUAN LISTRIK DI SMK MUHAMMADIYAH PEKALONGAN
ABSTRAK Setiawan, Ade Putra. 2014. Studi Pengelolaan Unit Produksi dan Jasa Bidang Kejuruan Listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: studi, pengelolaan, unit produksi, kejuruan. Unit produksi listrik SMK Muhammadiyah Pekalongan berdiri pada tahun 2004. Unit produksi listrik merupakan bagian dari unit teachingfactory“Surya Utama Teknika” yang di miliki oleh SMK Muhammadiyah Pekalongan. Pelayanan yang diberikan adalah jasa instalasi listrik, service AC, serta perbaikan dan perawatan peralatan rumah tangga lainnya. Produk yang dihasilkan yakni lampu “moedikal”, pelorot batik otomatis yang bekerja sama dengan unit teachingfactory, kompor listrik, dan alat sablon elektrik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan unit produksi listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan unit produksi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan deskriptif yang di dapatkan dari hasil wawancara beberapa narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan tahapan triangulasi data dan membercheck. Dari hasil analisa data menunjukkan bahwa pengelolaan unit produksi listrik dilaksanakan dengan baik. Unit produksi listrik pada awal operasi menggunakan modal bantuan dari sekolah, dari modal tersebutkemudian dikembangkan sehingga untuk kegiatan produksi selanjutnya ditunjang menggunakan pendapatan yang telah diperoleh. Dalam proses produksi, unit produksi listrik memanfaatkan peralatan yang ada di laboratorium listrik dan pelaksanaan produksi dikerjakan oleh siswa serta guru jurusan teknik instalasi tenaga listrik sendiri. Keterlibatan siswa disesuaikan dengan level order yang diterima oleh unit produksi listrikdan tetap pada pengawasan guru, jika order tersebut dirasa tidak sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa maka guru sendiri yang mengerjakannya. Produk yang dihasilkan merupakan hasil kerja unit produksi listrik sendiri, adapun kerja sama untuk mengolah produk dilakukan dengan unit teachingfactory yang dimiliki oleh SMK, jadi jika unit teachingfactorymendapatkan order terkait electricalmaka unit produksi listrik yang mengerjakannya. Dalam proses pemasaran produk maupun layanan jasa, unit produksi menggunakan media online seperti website SMK Muhammadiyah Pekalongan, facebook, dan menggunakanserta spanduk. Dalam pelaksanaannya, unit produksi listrik melakukan evaluasi terhadap kinerja personil dan kegiatan kerja yang telah dilaksanakan. Evaluasi terhadap kinerja personil dilaksanakan setelah menyelesaikan order sedangkan untuk evaluasi kegiatan kerja dilakukan ketika rapat jurusan
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) PADA MENCIT DIABETES AKIBAT INDUKSI ALOKSAN
Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit dimana tubuh
penderita DM tidak mampu mengendalikan tingkat glukosa dalam darah. Penderita
mengalami gangguan metabolisme glukosa karena tubuh tidak dapat memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak mampu menggunakan insulin secara
efektif sehingga glukosa dalam darah berlebihan.
Salah satu pengobatan alternatif dalam mengobati penyakit DM adalah
dengan memanfaatkan bahan alam, seperti daun jambu biji (Psidium guajava L.)
yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati DM. Untuk lebih
memberikan dasar bagi bukti manfaatnya, perlu dilakukan suatu penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menurunkan kadar glukosa
darah dari fraksi etil asetat daun jambu biji dan untuk mengetahui perbedaan efek
penurunan kadar glukosa darah berbagai dosis fraksi etil asetat daun jambu biji.
Prosedur pengujian aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun jambu biji dalam
penelitian ini adalah menggunakan mencit diabetes akibat induksi aloksan. Hewan
coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan Galur Balb-C.
Aloksan adalah suatu senyawa diabetogen yang sering digunakan untuk penelitian
DM menggunakan hewan coba. Hewan coba dikatakan DM jika kadar glukosa
darahnya melebihi kadar glukosa normal pada mencit yaitu 62,8-176 mg/dL.
Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan alat GlucoDr
viii
TM
blood glucose meter
AGM-2200. Berdasarkan analisis menggunakan one way Anova dengan taraf kepercayaan
95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) menunjukkan
bahwa kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji dosis70 mg/kgBB tidak
memiliki perbedaan bermakna dengan kontrol positif yaitu glibenklamid dengan
dosis 1,3 mg/kgBB, yang berarti memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding
dengan kontrol positif, sedangkan kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji
dosis 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB menunjukkan perbedaan bermakna dengan
kontrol positif. Keseluruhan kelompok dosis memiliki perbedaan yang bermakna
dengan kontrol negatif yaitu CMC Na .
Data rata-rata persen penurunan fraksi etil asetat daun jambu biji dosis 70
mg/kgBB adalah sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB sebesar 54,83%, dan dosis 280
mg/kgBB sebesar 72,98%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun jambu biji dosis 280 mg/kgBB memiliki rata-rata persen penurunan kadar
glukosa darah yang paling tinggi.
Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah
senyawa polifenol dan flavonoid terutama kuersetin. Kedua senyawa ini bekerja
sinergis dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jambu biji
memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dan aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat
daun jambu biji (P. guajava L.) pada dosis 70 mg/kgBB memiliki rata-rata penurunan
sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 54,83% dan dosis
280 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 72,98%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
