3 research outputs found

    Korelasi konsep kebahagiaan dalam Etika Eudaimonia dan konsep syukur Abu al-Hasan al-Shadhili

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang korelasi dari etika eudaimonia sebagai pembahasan dalam filsafat moral yang menjelaskan tentang kebahagiaan dengan konsep syukur dalam ajaran tasawuf Abu al-Hasan al-Shadhili. Mengacu dari pemahaman masyarakat tentang filsafat dan tasawuf yang dianggap sebagai pengetahuan rumit dan hanya boleh dipelajari dan diterapkan oleh golongan tertentu saja. Penulis menggunakan teknik hermeneutika untuk memahami makna dari ajaran yang disampaikan oleh filosof dan al-Shadhili. Selain itu, teknik sosiologi pengetahuan berguna untuk mengkaji dampak dari pemikiran para tokoh dalam suatu masyarakat maupun problem yang terjadi dalam masyarakat yang menjadi pijakan munculnya pemikiran para tokoh dalam riset ini. Penelitian ini mengungkapakan bahwa filsafat dan tasawuf bisa dipelajari dan diterapkan oleh semua kalangan, bahkan pemahaman filsafat dan tasawuf sangat bermanfaat dan berguna bagi semua orang. Memahami filsafat moral dalam etika eudaimonia sangat membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang sempurna dengan memperoleh kebahagiaan sejati. Selain itu, berbagai pendapat yang menerangkan tentang eudaimonia diambil dari para filsuf Yunani seperti: Sokrates, Plato, Aristoteles, Epikuros dan Stoa. Dari semua filosof tersebut dapat dibandingkan beberapa argumen tentang kebahagiaan dengan kebaikan-kebaikan dan berbagai pemikiran yang diajarkan oleh mereka. Penulis mengambil pendapat yang tepat dari salah satu filosof yakni Stoa untuk penelitian ini sebagai dasar dalam korelasi dengan pemahaman dari ajaran tasawuf al-Shadhili dengan konsep syukur yang dikembangkannya. Tasawuf yang diajarkan al-Syadzili bersifat moderat dan modern serta mampu diterapkan oleh semua kalangan. Konsep syukur al-Shadhili menjadi jalan dalam ajaran tasawufnya untuk menyikapi pemahaman tasawuf yang menyimpang dan berlebihan sehingga menimbulkan peradaban Islam mengalami kemunduran. Skripsi ini menemukan korelasi antara kebahagiaan dan syukur yang menjadi titik terang dalam penelitian ini untuk dibahas dan diterapkan baik secara individu maupun sosial

    KARAKTERISASI MICRORNA TRIPLE HELIX MELALUI METODE HYDROGEL SCAFFOLD SPESIFIK TERHADAP MICRORNA-26A DAN HSA-MICRORNA-15A: MODALITAS KURATIF MUTAKHIR PADA PENYAKIT KATARAK

    No full text
    Cataract is an eye disease that is marked by it decrease in lens transparency. Cataract is a major cause of blindness. Data The World Health Organization (WHO) in 2010 showed that there were 285 million people have visual impairments worldwide, 39 million of them blindness where 33% of them are caused by cataracts. Governance cataracts are currently limited to surgical efforts and administration of eye drops as antioxidant. But both have flaws because of the risk of complications limited ocular and lens penetrating ability. Therefore, the author reviewed the potential for triple helix microRNA characterization through specific Hydrogel Scaffold methods against microRNA-26a and hsa-microRNA-15a as the latest curative modalities on cataract disease. microRNA is a non coding RNA molecule consisting of 22 nucleotide. microRNA is known to have a specific target gene so it will increase the effectiveness of therapy in cataracts. The method used in this writing is a study of literature. The author reviews various sources, the majority come from a global journal. The author enters several keywords such as cataract, microRNA, triplex nanoparticle, and Hydrogel Scaffold. The website is used including nature, sciencedirect, pubmed, and ebsco. After extraction based on the inclusion and exclusion criteria that have been determined, the journal is then analyzed and synthesized whose results are written in this review literature. based on literature obtained, microRNA-26a has decreased expression in cataract cases. So that when microRNA-26a is transfected, there will be an increase in regulation which can increase the positive effect on inhibiting the process of fibrosis oncataract pathomechanism mediated by Notch / Jagged-1. Meanwhile, microRNA- 15a overexpresses, so that when transfected antagomir microRNA-15a, then this microRNA will decrease and give negative feedback so the expression of bcl-2 and mcl-1 as antiapoptotic and antioxidant proteins will be increased. To increase its stability, both microRNA-26a and antagomir microRNA-15a will be formed into a triple helix RNA structure through addition dendrimer with the Hydogel Scaffold method. This allows the microRNA become more stable in circulation and can be released in specific genes. By therefore, through the triple helix RNA characterization specific to microRNA-15a and microRNA-26a, cataract therapy is expected to be more effective and efficient. Keywords : cataracts, triple helix microRNA, microRNA-15a, microRNA-
    corecore