5 research outputs found

    Interaction of Paddy Varieties and Compost with Flux of Methane in Tidal Swampland

    No full text
    Paddy variety and organic material have a very important role on the flux of methane (CH4) in rice cultivation, especially in a swamp land. The purpose of this study was to determine the amount of methane emissions released from rice cultivation in acid sulphate soils with the use of different rice straw varieties and composts. This study used a 2 × 2 factorial in a Completely Randomized Design with six replicates. The first factor was rice varieties and the second factor was rice straw compost. The results showed that the smallest emision rate of CH4 occurred when using Inpara 3 variety without rice straw compost of 0.030 mg.m 2. day-1, while the largest occured when using Inpari 30 variety with 5 Mg rice straw compost ha-1 that was equal to 0.571 mg m-2 day-1

    Interaction of Paddy Varieties and Compost with Flux of Methane in Tidal Swampland

    No full text
    Varieties and organic materials have a very important role to the flux of methane (CH4) on paddy cultivation, especially on wetlands. Purpose of this research to determine the amount of methane emissions that released from paddy cultivation in acid sulphate soils with the use of different varieties and paddy straw composting. Acid sulfate soil samples taken Experimental Farm Swampland Agricultural Research Center (BALITTRA), Tanjung Harapan, District Alalak, Barito Kuala, South Kalimantan. This research uses Randomized Complete Design of two factors. The first factor is the use of paddy varieties and the second factor is the use of paddy straw compost. Research shows that there is a very real interaction between the two factors. Treatment varieties Inpara 3 + without paddy straw compost releases CH4 flux most low at 0,030 mg.m-2.day-1, while treatment Inpari 30 + paddy straw compost 5 Mg. ha-1 release most CH4 flux is 0.571 mg. m-2.day-1.</jats:p

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI DI LAHAN PASANG SURUT TIPE B

    No full text
    Rice productivity in tidal land is still low due to the chemical, physical, and biological properties of the soil. The research was carried out in January-May 2020 on tidal land type B, Maluka Baulin Village, Kurau District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province. The aim of the study was to determine the best combination of fertilizer doses in increasing rice productivity. The treatments included (A) farmer treatment (200 kg urea + 150 kg phonska + 500 kg dolomite)/ha; (B) farmer treatment + liquid fertilizer (6 liters/ha); (C) (200 kg urea + 300 kg phonska + 1,000 kg dolomite + 100 kg KCl + 100 kg SP-36 + 500 kg crumb fertilizer + 6 liters of liquid fertilizer)/ha; and (D) (200 kg urea + 300 kg phonska + 1,000 kg dolomite + 100 kg KCl + 100 kg SP-36 + 250 kg crumb fertilizer + 3 liters of liquid fertilizer)/ha. The treatment used a nested design with four replications. M400 rice seeds were planted with the Jarwo 4:1 system. Observations were made on the chemical properties of the soil before planting, growth and productivity of rice. The results showed that all parameters, except the number of tillers aged 60 DAP and before harvest were strongly influenced by the treatment. The highest productivity resulted from treatment D

    AMELIORASI LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE B DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI HIBRIDA

    No full text
    Pertambahan penduduk, peningkatan kebutuhan energi individu, dan tekad Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia (LPD) pada tahun 2045 menyebabkan jumlah beras yang diperlukan meningkat. Kapasitas produksi beras Indonesia dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan lahan rawa pasang surut, meskipun terkendala dengan sifat kimia dan kesuburan tanah terutama rendahnya kadar C-organik, dan kalsium. Langkah lain adalah penggunaan padi hibrida yang produktivitasnya lebih tinggi. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Mulyasari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada musim hujan 2021, bertujuan menentukan kombinasi bahan amelioran untuk meningkatkan produktivitas padi hibrida vaerietas Supadi di lahan rawa pasang surut tipe B. Perlakuan yang diuji meliputi dosis kapur (K): K0 (tanpa kapur), K1 (1,5 ton/ha), dan K2 (3,0 ton/ha) dan dosis pupuk organik (O): O0 (tanpa bahan organik), O1 (1,5 ton/ha), dan O2 (3,0 ton/ha) dengan kombinasi perlakuan K0O0 (kontrol); K0O1; K1O0; K1O1; K1O2; K2O1. Perlakuan ditata dalam rancangan acak kelompok dengan tiga kali ulangan.  Parameter yang diamati: sifat kimia tanah sebelum perlakuan, tinggi tanaman (cm) dan jumlah anakan pada umur 30, 60 HST dan menjelang panen, panjang malai (cm), jumlah gabah isi per malai, bobot 1000 biji (g), dan produktivitas padi (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi meningkatkan produktivitas padi hibrida. Produktivitas tertinggi 8,7 ton/ha) dihasilkan dari petak yang diberi kapur 3,0 ton/ha kapur dan 1,5 ton/ha pupuk organik.

    Diseminasi Penanaman Tanaman Buah dan Hias Sebagai Penaung Lahan Bukaan Baru di Perumahan Sungai Sipai

    No full text
    Pembukaan lahan menyebabkan berkurang dan hilangnya populasi vegetasi tanaman mengakibatkan kemampuan tanah dalam proses peresapan air ke dalam tanah akan menjadi terbatas. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses infiltrasi air ke dalam tanah. Penanaman tanaman buah dan hias yang dihasilkan oleh UPTD Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Provinsi Kalimantan Selatan di lahan bukaan baru yang kosong diantara pembangunan perumahan di Sungai Sipai sebagai salah satu usaha diseminasi kepada peserta yang merupakan warga perumahan terhadap arti penting penanaman tanaman buah maupun hias pada lahan kosong tersebut. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu wujud pelaksanaa Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat disekitar lingkungan kampus. Melalui pelaksanaan PKM ini, diharapkan terjadi perbaikan kondisi lingkungan, peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk peduli dan ikut bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pengatahuan sehingga terjadi peningkatan pemahaman terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman tanaman buah dan hias disekitar tempat tinggal peserta di perumahan Berlian Permai di Sungai Sipai Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Peserta menyatakan 92% sangat paham, 78% sangat bermanfaat, 80% sangat puas dan 95% mengharapkan sangat bisa dilanjutkan
    corecore