164 research outputs found

    Uji Daya Hasil Pendahuluan 36 Galur Padi Sawah Generasi F6 Populasi IPB187 IPB190 dan IPB191.

    No full text
    Peningkatan jumlah penduduk Indonesia menyebabkan peningkatan kebutuhan beras Indonesia. Upaya pembentukan varietas baru telah dilakukan sejak tahun 1999 di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB. Pengujian lebih lanjut terhadap galur-galur harapan yang telah dihasilkan untuk diseleksi dan dipilih galur-galur yang memiliki potensi. Tujuan penelitian ini adalah menguji daya hasil 36 galur padi sawah (Oryza sativa L) populasi IPB187 IPB190 dan IPB191 generasi F6 dan mempelajari karakter agronomi galur-galur tersebut serta potensinya untuk diuji lebih lanjut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, pada bulan April sampai Agustus 2018. Percobaan ini menggunaskan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu galur padi yang berjumlah 36 galur dengan 2 varietas pembanding yaitu Ciherang dan IPB 3S. Hasil percobaan menunjukan galur uji memiliki produktivitas yang tidak berbeda nyata dibandingkan pembanding. Pembanding memiliki produktivitas yaitu IPB 3S sebesar 6.45 ton ha-1 dan Ciherang sebesar 6.98 ton ha-1. Terdapat 4 galur yang memiliki produktivitas lebih dari 6.98 ton ha-1 dan memiliki karakter baik serta sesuai dengan padi tipe baru

    Pengujian Keragaan Galur Padi F5 Bermalai Lebat pada Kondisi Dosis Pemupukan Rendah.

    No full text
    Perakitan varietas baru menjadi kunci dalam upaya mendapatkan varietas yang produksinya lebih tinggi. Pembentukan padi tipe baru merupakan upaya pengumpulan sifat baik melalui berbagai sumber atau tetua. Penelitian ini bertujuan melihat keragaan galur padi pada kondisi dosis pemupukan rendah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Babakan, Darmaga, Bogor pada bulan November 2017 sampai Maret 2018. Penelitian ini menggunakan percobaan dengan Rancangan Augmented dengan 24 galur uji padi hasil silangan dan enam genotipe pembanding yaitu IPB 3S, IPB 8G, IPB 9G, Ciherang, Limboto, dan IPB160-F-54-4-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua galur padi yang memiliki potensi hasil tinggi pada kondisi dosis pemupukan rendah, yaitu nomor IPB193-F-4 (6.60 ton ha-1), IPB189-F-2 (5.48 ton ha-1), sedangkan produktivitas varietas pembanding adalah 4.20 ton ha-1 (IPB 3S), 3.53 ton ha-1 (IPB 8G), 4.83 ton ha-1 (IPB 9G), 3.26 ton ha-1 (Ciherang), 1.56 ton ha-1 (Limboto) dan 3.60 ton ha-1 (IPB160-F-54-4-1)

    Blast Resistance Test On 51 Rice Strains Against Blast Disease (Pyricularia oryzae) race 173.

    No full text
    As many as 51 strains rice hybrid from breeding program in Department of Agronomy and Horticulture, IPB had been already blast resistance tested by using injection method. The test rice plant with twice screening that first screening with three replicates and second screening as two replicates. First screening was begin with spore production of Pyricularia oryzae in oatmeal agar media washed once with sterile distilled water after 10 days incubation and harvested after n-UV radiation for 4 - 5 days to induce sporulation. Inoculations with Pyricularia oryzae were performed 20 days after sowing (have 4-5 leaves) by injection with spore suspension 105-106 spore/ml. The second screening must be done for tested 18 strain rice result from first screening with level resistance more than 90%. Seven strain resulted from first screening and second screening resistance level 100% are as follows: IPB107-F-5-1, IPB107-F-7-3, IPB113-F-2-2, IPB117-F-7-2, IPB140-F-2-1, IPB149-F-4, and IPB149-F-8. Identification of Pi-ta gene was carried out by Polymerase chain reaction (PCR) using two primer sets which amplified exon 1 and exon 2 region of the Pi-ta resistance gene. The result obtained in this identification shown that major blast resistance genes Pi-ta were detected in all of the strain from second screening, even the susceptible control plants (Kencana Bali). This results were different with the previous result shown Kencana Bali does not have Pi-ta resistance gene. This finding indicates that Pi-ta resistance gene has been lost from Kencana Bali due to deletion at the end terminal of exon2. Keyword : Strain rice, blast disease (Pyricularia oryzae), Pi-ta genePadi hasil persilangan program pemuliaan padi Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB sebanyak 51 galur telah berhasil diuji dengan menggunakan metode injeksi. Pengujian tanaman dilakukan dengan dua kali penapisan, penapisan I sebanyak tiga ulangan dan penapisan II sebanyak dua ulangan. Penapisan I dimulai dengan memproduksi spora Pyricularia oryzae di media oatmeal agar kemudian dicuci dengan akuades steril setelah diinkubasi selama 10 hari. Penyinaran n-UV dilakukan untuk menginduksi spora sehingga spora dapat dipanen. Suspensi spora dengan konsentrasi 105 – 106 spora/ml diinjeksi pada daun tanaman padi yang berumur 20 hari (± 4-5 daun). Penapisan II dilakukan untuk menguji 18 galur padi hasil penapisan I dengan tingkat ketahanan >90%. Sebanyak 7 galur diperoleh dari hasil penapisan I dan penapisan II dengan tingkat ketahanan 100% yaitu IPB107-F-5-1, IPB107-F-7-3, IPB113-F-2-2, IPB117-F-7-2, IPB140-F-2-1, IPB149-F-4, dan IPB149-F-8. Identifikasi gen ketahanan Pi-ta dilakukan dengan Polymerase chain reaction (PCR) menggunakan 2 pasang primer yaitu primer ekson1 yang mengamplifikasi daerah ekson 1 dan primer ekson2 yang mengamplifikasi daerah ekson 2 pada gen ketahanan Pi-ta. Hasil identifikasi didapatkan bahwa semua galur yang tahan mempunyai gen Pi-ta, termasuk kontrol peka (Kencana Bali). Hasil yang diperoleh berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Kencana Bali tidak memiliki gen ketahanan Pi-ta. Hal tersebut diduga bahwa varietas Kencana Bali mengalami delesi pada bagian belakang ekson2. Kata kunci : galur padi, penyakit blas (Pyricularia oryzae), gen Pi-t

    Uji Daya Hasil Pendahuluan 38 Galur Generasi F6 Padi Sawah (Oryza sativa L.) Populasi IPB193 dan IPB194

    No full text
    Komoditas pangan utama di Indonesia saat ini adalah padi yang sekaligus sebagai makanan pokok orang Indonesia. Kebutuhan akan padi yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Upaya peningkatan produktivitas padi dilakukan melalui pemuliaan tanaman dan diikuti oleh uji lanjut untuk mendapatkan varietas yang potensial. Tahapan pengujian meliputi seleksi dan uji daya hasil dari galur-galur pilihan yang potensial. Galur-galur potensial ini terdapat pada populasi IPB193 dan IPB194 generasi F6. Pengujian galur-galur yang sudah dipilih dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Dramaga Bogor yang meliputi 38 galur pilihan dan varietas pembanding Ciherang dan IPB 3S. Beberapa galur memiliki potensi produktivitas yang lebih tinggi dibanding varietas yang banyak dibudidayakan. Genotipe tersebut antara lain IPB194-28 (8.39 ton ha-1), IPB193-1 (7.86 ton ha-1) dan IPB193-8 (7.75 ton ha-1). Hasil varietas Pembanding IPB 3S sebesar 6.60 ton ha-1 dan Ciherang sebesar 6.74 ton ha-1

    Pengujian Galur Harapan Padi IPB di Provinsi Lampung

    No full text
    The objective of this research was to evaluate ten (10) lines of new plant type (NTP) of rice. This research was conducted on April – August 2013 in Desa Sukajaya, Kelurahan Raja Basa Jaya, Kecamatan Raja Basa, Kota Bandar Lampung, Lampung. Postharvest observation was conducted in Postharvest Laboratory, Department of Agronomy and Horticulture, Bogor Agricultural University (IPB). A Randomized Complete Block Design with a factor and three replication were used in this experiment. Ten lines of rice that were used are IPB 158-F-1-2-1, IPB 158-F-7-1-1, IPB 159-F-14-3-1, IPB 159-F-15-1-1, IPB 160-F-3-1-1, IPB 160-F-4-2-1, IPB 160-F-7-3-1, IPB 160-F-36-1-1, IPB 161-F-1-2-1, IPB 161-F-6-1-1, Ciherang, and Mekongga. The result showed that IPB 161-F-6-1-1 line is the best line and has important characters of new plant type of rice such as medium number of productive tillers, low number of empty grains, high number of filling grains, high weight of 1000 grains, and high productivity. IPB 160-F-3-1-1 and IPB 160-F-4-2-1- could also potentially developed

    Pengujian Galur Padi (Oryza sativa L.) Tipe Baru di Kabupaten Karawang

    No full text
    Penurunan hasil produksi padi terutama disebabkan karena perpindahan fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian. Salah satu upaya pemulia dalam hal meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan cara perakitan varietas. Varietas yang dihasilkan dari seorang pemulia harus melalui beberapa tahap seleksi, salah satunya dengan uji daya hasil. Percobaan uji daya hasil dilaksanakan di desa Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Jawa barat pada bulan November 2013 sampai Maret 2014. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi galur-galur padi tipe baru dan 2 varietas pembanding. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati adalah panjang batang, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, gabah isi, gabah hampa, panjang malai, bobot 1000 butir dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukan genotip berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah yang diamati kecuali jumlah anakan produktif. Galur IPB159-F-14-3-1 (7.18 ton ha-1), IPB159-F-15-1-1 (7.31 ton ha-1), IPB160-F-3-1-1 (7.33 ton ha-1), IPB160-F-4-2-1 (6.63 ton ha-1), IPB160-F-7-3-1 (7.24 ton ha-1), IPB160-F-36-1-1(7.98 ton ha-1) memiliki produktivitas yang setara dengan varietas pembanding Mekongga (7.08 ton ha-1) dan Ciherang (7.31 ton ha-1)

    Konstruksi pustaka cdna dan analisis ekspresi gen pada klon karet resisten terhadap penyakut gugur daun corynespora cassiicola

    Get PDF
    Dari 9 klon karet dengan tingkat resistensi berbeda terhadap infeksi C. cassiicola telah diuji resistensinya secara terkontrol terhadap isolat C. cassiicola. Dari pengujian tersebut telah dipilih satu klon resisten, yakni AVROS 2037, untuk digunakan sebagai sumber RNA dalam konstruksi pustaka cDNA. Keberhasilan proses konstruksi cDNA tergantung pada kualitas total RNA. Oleh karena itu metode isolasi sering merupakan titik kritikal dalam hal ini. Dalam rangka mendapatkan RNA dengan kualitas tinggi dan tidak terdegradasi, telah diuji dua macam metode isolasi RNA. Metode SDS akhirnya ditetapkan sebagai metode yang sesuai untuk isolasi DNA dari daun tanaman karet. Aplikasi metode SDS dengan menggunakan daun tanaman dewasa klon AVROS 2037, telah berhasil diperoleh RNA dengan kualitas dan kuantitas tinggi. Sebanyak 0,25% mRNA dapat dimurnikan dari RNA total tersebut dan dengan kualitas baik. Selanjutnya dengan cara transkipsi balik terhadap m RNA menggunakan enzim reverve trancriptase, cDNA dengan kualitas tinggi berhasil diperoleh. Sedangkan fraksinasi fragmen cDNA menggunakan kolom CHROMA SPIN-400 telah berhasil memisahkan fragmen cDNA dengan ukuran 500bp ke atas. Fragmen tersebut akan diligasikan ke vektor kloning untuk selanjutnya ditransformasi ke E. coli. Keberhasilan mendapatkan cDNA utas ganda dari daun tanaman karet menunjukkan bahwa berbagai tahapan kritikal telah dapat diatas. Salah satu tahap kritikal adalah mempertahankan RNA dan mRNA terhadap proses degradasi. Kedua molekul tersebut diketahui merupakan campuran komplek yang dengan mudah terdegradasi yang merepresentasikan proses transkrip dari gen-gen yang sedang aktif pada jaringan atau sel tertentu. Kloning fragmen cDNA dilakukan menggunakan vektor pGEM® -T Easy yang dimodifikasi dengan penambahan utas ganda oligonukleotida sepanjang 38 bp. Oligonukleotida tersebut memiliki situs enzim restriksi Sfi I asimetrik sehingga apabila diligasikan ke vektor dan vektor kemudian dipotong dengan enzim Sfi I maka vektor tersebut sesuai untuk diligasikan dengan fragmen cDNA yang juga dipotong dengan enzim yang sama. Modifikasi vektor telah berhasil dilaksanakan dan transformasi vektor modifikasi ke bakteri E. coli DH5 kompeten menghasilkan koloni putih yang mengindikasikan bahwa oligo Sfi telah menyisip pada vektor. Vektor modifikasi selanjutnya disebut sebagai vektor pGEM® - T Easy – Oligo Sfi. Ligasi fragmen cDNA pada vektor pGEM® - T Easy – Oligo Sfi serta transformasinya pada bakteri E. coli DH5 kompeten telah menghasilkan sebanyak 6000 koloni dengan titer sebesar 2,7 x 10 cfu/µg, dimana 93% merupakan transforman. Ukuran fragmen cDNA yang diperoleh berkisar antara 300 – 2000 – bp. Studi ekspresi gen penyandi hevein pada klon karet resisten dan rentan, masing-masing diberi perlakuan patogen serta kontrolnya, tidak menunjukkan bahwa gen tersebut berperan dalam resistensi klon karet terhadap infeksi C.cassiicola

    Uji Daya Hasil Lanjutan 50 Galur Harapan Padi Tipe Baru (Oryza sativa L.) Populasi IPB193 dan IPB194 Generasi F7.

    No full text
    Padi merupakan komoditas sumber makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia. Padi menjadi komoditas strategis yang dapat memberikan dampak yang serius pada bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional adalah dengan dirakitnya Padi Tipe Baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Maret 2019 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor Barat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 50 galur padi dan empat varietas pembanding, yaitu IPB3S, IPB8G, IPB9G, dan Ciherang. Galur-galur yang diuji berdasarkan analisis statistik memiliki produktivitas yang setara atau tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Galur yang cenderung memiliki potensi produktivitas lebih tinggi diantaranya IPB194-F-36-2 (7.18 ton ha-1), IPB193-F-17-2 (7.18 ton ha-1), IPB193-F-18-1 (7.03 ton ha-1), IPB193-F-20-3 (6.85 ton ha-1) , IPB194-F-43-3 (7.04 ton ha-1), IPB194- F-65-2 (7.40 ton ha-1), IPB194-F-68-1 (6.74 ton ha-1), IPB194-F-74-3 (6.46 ton ha- 1), dan IPB194-F-77-1 (8.09 ton ha-1), sedangkan produktivitas varietas pembanding IPB3S (5.85 ton ha-1), IPB8G (5.18 ton ha-1), IPB9G (5.74 ton ha-1), dan Ciherang (5.58 ton ha-1

    Uji Daya Hasil Lanjutan 26 Galur Harapan Padi Tipe Baru (Oryza sativa L.) Populasi IPB187, IPB 189, IPB191, IPB193, dan IPB194 Generasi F9.

    No full text
    Peningkatan produktivitas padi dapat dilakukan melalui perakitan varietas unggul. Seleksi dan pengujian merupakan bagian dari proses pemuliaan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji daya hasil lanjutan 26 galur padi sawah populasi IPB187, IPB189, IPB191, IPB193, dan IPB194 generasi F9. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Sawah Baru, Bogor menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktor tunggal dengan tiga ulangan. Materi genetik yang diuji terdiri atas 26 galur inbrida padi dan dua varietas pembanding. Beberapa galur uji memiliki produktivitas yang setara dengan pembanding. Galur yang dimaksud, yaitu IPB189-F-13-1-2 (6.440 ton ha-1), IPB193-F-30-2-1 (6.270 ton ha-1), IPB187-F-76-1-1 (6.016 ton ha-1), IPB187-F-82-1-1-3 (5.606 ton ha-1), IPB191-F-27-1-3 (5.445 ton ha-1), IPB191-F-3-1-3 (5.382 ton ha-1), IPB189-F-31-1-1 (5.377 ton ha-1), IPB187-F-117-2-1 (5.303 ton ha-1), IPB187-F-72-2-1 (5.301 ton ha-1), dan IPB187-F-132-1-1 (5.260 ton ha-1). Sementara itu, diperoleh produktivitas varietas pembanding Inpari 32 adalah 6.787 ton ha-1 dan Ciherang 6.911 ton ha-1. Beberapa galur memiliki produktivitas lebih rendah serta tidak ada galur yang lebih baik dari pembanding Ciherang dan Inpari 32 dimana keduanya tidak rebah. Disarankan dilakukan optimasi pemupukan untuk galur-galur tipe baru IPB yang memiliki arsitektur berbeda dengan varietas pembanding

    Konstruksi Kandidat Gen AV1 Begomovirus pada pBI121 dan Introduksinya ke dalam Tembakau Menggunakan Vektor Agrobacterium tumefaciens

    No full text
    &lt;p&gt;Construction of Begomovirus AV1 Gene Candidate into&lt;br /&gt;pBI121 and Its Introduction into Tobacco by using&lt;br /&gt;Agrobacterium tumefaciens Vector. Tri J. Santoso,&lt;br /&gt;Muhammad Herman, Sri H. Hidayat, Hajrial&lt;br /&gt;Aswidinnoor, and Sudarsono. Infection of Begomovirus&lt;br /&gt;has caused leaf curl disease in tomato. This infection has&lt;br /&gt;significantly impact on yield losses of tomato production.&lt;br /&gt;Recently, in Indonesia there was no effectively way to&lt;br /&gt;control this disease. The use of resistant tomato variety is&lt;br /&gt;one of strategies to control this virus. Genetic engineering&lt;br /&gt;technology gives an opportunity to develop the transgenic&lt;br /&gt;tomato resistant to Begomovirus through pathogen derived&lt;br /&gt;resistance (PDR) approach. The objectives of this study&lt;br /&gt;were to construct the Begomovirus AV1 candidate gene in&lt;br /&gt;the pBI121 and to introduce the construct into tobacco plant&lt;br /&gt;genome through Agrobacterium tumefaciens vector. A series&lt;br /&gt;activites in gene construct have been conducted include&lt;br /&gt;PCR amplification of AV1 gene using a pair of specific&lt;br /&gt;primer, cloning the gene into pGEM-T easy, transformation of&lt;br /&gt;the clone into Escherichia coli DH5α competent cell,&lt;br /&gt;construct the gene into pBI121, and transform the construct&lt;br /&gt;into A. tumefaciens. Leaf segments of in vitro tobacco plant&lt;br /&gt;were transformed by co-cultivation with A. tumefaciens&lt;br /&gt;containing ToLCV-AV1 construct. In the research activitiy,&lt;br /&gt;Indonesian Begomovirus AV1 gene was successfully&lt;br /&gt;amplified and inserted in expression vector plasmid pBI121.&lt;br /&gt;Tobacco transformants carrying kanamycin-resistant gene&lt;br /&gt;(nptII gene) were regenerated and established in the&lt;br /&gt;glasshouse. Those transformant plants are expected&lt;br /&gt;containing the AV1 gene.&lt;/p&gt;</jats:p
    corecore