144 research outputs found

    Konsep Diri Pengusaha Muda (Studi Pada Elda Susanti Stick Mozarella Pku By.el’s)

    Get PDF
    Elda Susanti is a young entrepreneur engaged in the culinary business. Starting a business since she was in college, Elda Susanti has succeeded in becoming an entrepreneur, one of the millennial favorite snacks, Stick mozzarella pku by.el's. The first attempt called Stick Mozzarella Pku by. el's already has 4 branch outlets in Pekanbaru. This prompted the author to conduct research on the self-concept of young entrepreneurs in carrying out three identities at the same time being an entrepreneur, being a child, and being a student. This study discusses the selfconcept that focuses on the self-concept of young entrepreneurs Elda Susanti stick mozzarella pku by.el's. In this study using a qualitative approach with interviews, observation and documentation. The results of the study indicate that the selfconcept possessed by young entrepreneurs is an independent attitude, never gives up, always innovates, is able to see business opportunities in the future or in the long term, and always maintains communication between business owners and employees

    PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAPKEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN DI TK MARUZAN MAKASSAR

    Get PDF
    Hadra Susanti, 2023. Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Kemampuan Sains Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Maruzan Makassar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Parwoto dan A.Sri Wahyuni Asti) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan eksperimen terhadap kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di TK Maruzan Makassar. Berdasarkan pengamatan kenyataan di lapangan terdapat permasalahan yaitu rendahnya kemampuan sains anak yang masih kurang dikarenakan metode pembelajarannya masih bersifat konvensional yang artinya bersifat monoton. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain penelitian yaitu Nonequivalent control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok B di Tk Maruzan Makassar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah puposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 12 anak, 6 anak sebagai kelompok eksperimen dan 6 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik nonparametrik. Hasil analisis data diperoleh Asym (2-tailed) =0,027 < 0,05 H1 diterima dan H0 ditolak, artinya kemampuan sains anak pada kelompok eksperimen mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Ini menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen memberikan pengaruh terhadap pengaruh terhadap kemampuan sains anak udia 5-6 tahun di TK Maruzan Makassar. Kata kunci : Eksperimen, Kemampuan Sain

    UPAYA GURU MENGEFEKTIFKAN METODE DISKUSI PADA MATERI KERAGAMAN KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA :Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada siswa kelas V SDN Cicalengka XII Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung:

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Upaya guru dalam mengefektifkan metode diskusi pada materi keragaman kenampakan alam dan buatan untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa”. Penelitian ini dilaksanakan karena sulitnya siswa memahami salah satu materi pada pelajaran IPS dan kurangnya aktifitas belajar siswa pada pelajaran IPS,maka dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi pada materi keragaman kenampakan alam dan buatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperbaiki pembelajaran agar dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS; dan memperoleh hasil yang optimal dari pembelajaran materi keanekaragaman kenampakan alam dan buatan dengan menggunakan metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas (Claasroom Action Research) dengan metode spiral dari Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan melalui 3 siklus. Kegiatan pembelajaran setiap siklusnya berbeda-beda agar siswa tidak menjadi bosan dengan kegiatan belajar yang menggunakan metode diskusi. Kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Melalui 3 siklus tersebut, aktifitas belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Dari penelitian yang dilakukan, aktifitas belajar siswa menjadi meningkat, siswa yang tadinya tidak berani berpartisipasi dalam pembelajaran menjadi berani dan nampak percaya diri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, jika dibandingkan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dengan pembelajaran menggunakan metode diskusi, maka metode diskusi dirasa lebih efektif digunakan dikelas tinggi dan pada materi-materi yang cukup sulit dipahami siswa karena dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa dan juga pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Namun dalam pelaksanaannya terkadang masih banyak terkendala oleh sarana dan prasarana. Oleh karena itu diharapkan kepala sekolah dan guru meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan demi meningkatnya kualitas pembelajaran

    Tanggapan Narapidana Terhadap Pembinaan Kemandirian Bidang Busana Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang

    No full text
    Lembaga Pemasyarakatan (LP) memiliki  tujuan yaitu meningkatkan kualitas narapidana agar menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga narapidana dapat memperbaiki diri serta tidak mengulangi perbuatannya yang dapat merugikan masyarakat. Pembinaan kemandirian bidang busana merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang untuk meningkatkan kualitas narapidana, dengan memberikan pengetahuan serta bekal ketrampilan kepada narapidana untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari LP. Produk-produk yang dihasilkan oleh narapidana mayoritas berupa pakaian, pelengkap busana dan lenan rumahtangga. Beberapa pihak dari luar (produsen) telah bekerjasama dengan LP Wanita Klas II A Malang, serta memberikan order kepada narapidana untuk dikerjakan. Hal ini mengakibatkan kegiatan produksi dapat berjalan secara kontinyu (terus menerus) dan produk dapat segera terpasarkan dengan baik, sehingga bakat dan minat narapidana dapat tersalurkan dengan baik dan ketrampilan yang dimilikinya semakin terasah. Berdasarkan fakta tersebut peneliti tertarik untuk mendeskripsikan terkait tanggapan narapidana terhadap pembinaan kemandirian bidang busana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan narapidana terhadap pembinaan kemandirian bidang busana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu 96 narapidana yang terlibat langsung dalam pembinaan kemandirian pada bidang busana. Sampel penelitian berjumlah 76 responden yang menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian tentang tanggapan narapidana terhadap pembinaan kemandirian bidang busana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Malang menunjukkan bahwa responden menilai pembinaan kemandirian bidang busana adalah baik. Hal tersebut karena responden menilai pembinaan kemandirian bidang busana dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan sebagai bekal kembali ke masyarakat serta membantu narapidana agar menjadi manusia seutuhnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwapelaksanaan pembinaan kemandirian bidang busana sudah berjalan baik, diharapkan dengan kemampuan yang sudah dilatihkan dapat membantu narapidana mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Produk-produk yang dihasilkan bervariasi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, diharapkan setelah kembali ke masyarakat nanti narapidana dapat memaksimalkan dan meningkatkan ekonomi keluarga sehingga dapat melanjutkan kehidupan yang lebih baik.Sebagian besar produk hasil karya dari narapidana adalah orderan dari produsen yang bekerjasama dengan LP, produk-produk yang dihasilkan selalu up to  date sesuai dengan permintaan pasar diharapkan narapidana dapat terus-menerus berproduksi dan berinovasi dengan teknik-teknik baru sehingga semakin terasah ketrampilannya. Sebagian kecil produk hasil karya dari narapidana dipasarkan melalui gerai yang ada di depan LP Wanita Klas II A Malang,diharapkan agar bisa diperkenalkan pada masyarakat yang lebih luas. Narapidana menilai bahwa komunikasi dengan instruktur, performance serta demontrasi dari instruktur saat pembinaan kemandirian bidang busana sudah baik, sehingga membantu dalam pemahaman materi. Saran yang diberikan pada penelitian ini yaitu hendaknya ketrampilan-ketrampilan baru selalu aktif diperkenalkan yang dapat menambah wawasan bagi narapidana.Setelah narapidana keluar dari LP diharapkan mereka dapat memaksimalkan ketrampilan yang telah didapat dengan membuka usaha sendiri.Gerai yang dimiliki oleh LP Wanita Klas II A Malang bertempat di depan LP namun kurang terlihat dari jalan raya, hendaknya gerai tersebut dibenahi agar lebih terlihat dari jalan raya sehingga masyarakat umum tertarik untuk membeli produk di gerai tersebut.Komunikasi dengan instruktur, performance serta demontrasi dari instruktur saat pembinaan kemandirian bidang busana sudah baik, diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar lebih baik lagi

    Pertumbuhan dan Kualitas Hasil Melon pada Pemberian Konsentrasi POC dengan Siistem Hidroponik Substrat Irigasi Tetes

    Get PDF
    Hidroponik substrat irigasi tetes dapat dilakukan untuk memproduksi melon berkualitas karena kondisi lingkungannya relatif homogen dan mudah dikontrol. Penggunaan pupuk organik cair merupakan upaya agar pertumbuhan tanaman dan kualitas buahnya meningkat dengan unsur hara yang terkandung didalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil melon pada pemberian konsentrasi POC menggunakan sistem hidroponik substrat irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022 di Screen House Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu media substrat antara lain arang sekam dan pasir. Faktor kedua yaitu konsentrasi POC kotoran ayam antara lain 10 mL.L-1, 15 mL.L-1, dan 20 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, dan panjang akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman, bobot buah, diameter buah, dan tebal daging buah. Tanaman dengan perlakuan media pasir menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan media arang sekam. Pemberian perlakuan POC ayam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, bobot kering tanaman, dan bobot buah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar, diameter buah, dan tebal daging buah. Pemberian POC ayam 20 mL.L-1 menunjukan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Terdapat interaksi antara media dan POC ayam pada parameter kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total. Interaksi perlakuan pasir dengan POC ayam dengan konsentrasi 20 mL.L-1 merupakan hasil terbaik

    Evaluasi Kinerja Guru di Sekolah

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi kinerja guru di MAN 2 Muaro Jambi dengan fokus pada efektivitas sistem manajemen kinerja, profesionalisme, dan dampaknya terhadap mutu layanan pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kekuatan pada kedisiplinan guru dan pemanfaatan sarana pembelajaran, namun terdapat kelemahan dalam hal pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, serta ketidakjelasan indikator kinerja. Penelitian menyimpulkan perlunya perbaikan sistem evaluasi guru, penguatan pelatihan profesional, serta penerapan sistem reward–punishment yang objektif untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan

    Quatification of carrageenan in gracilaria cf. Manilensis (Rhodophyta) exposed to different salinities and PH using attenuated total reflection-fourier transform infrared spectroscopy (ATR-FTIR)

    No full text
    Carrageenan is a gel-forming and viscosifying polysaccharides that is commonly found in red algae (Rhodophyta). Previous studies indicate that carrageenan content in the seaweed can be influenced by different environmental conditions. Therefore, in this study, Graciliaria cf. manilensis, a red algae, was exposed at 500 lux under different salinities (15, 20, 25 and 30 psu) and pH (7.6, 7.8 and 8.0) in laboratory condition and carrageenan was determined qualitatively and quantitatively using Attenuated Total Reflection-Fourier Transform Infrared Spectroscopy (ATR-FTIR). Qualitatively, kappa carrageenan was found in most of the Gracilaria samples. Quantitatively, kappa carrageenan was detected ranging from 29.74 ± 7.24 to 56.97 ± 4.03 % (w/w) with the highest carrageenan content was determined at low salinity and slightly neutral pH (15 psu and pH 7.6). . However, G. cf. manilaensis collected from farm and used as a control did not showed the presence of carrageenan. This suggests that different environmental conditions play an important role in determining the carrageenan type and content. This is important as carrageenan is widely used in food, medicinal, pharmaceutical and industrial applications. Furthermore, G. cf. manilensis can be an alternative source of carrageenan besides available sources which is quite limited, to fulfill the high demand of carrageenan

    Bioprospecting and economical source of chitin and chitosan: the sword shrimp udang minyak (Parapenaeopsis hardwickii) Malaysia

    No full text
    Chitin and chitin derivatives (Chitosan) are biodegradable and biocompatible natural polymers that have been used in virtually every significant segment of the economy (water treatment, pulp and paper industry, biomedical devices and therapies, cosmetics and diet additives). Based on above perspectives the potential and economical sources of chitin and chitosan contents were investigated from the local sea food sources. Four different types of shrimps and crabs shell wastes namely Udang Minyak (Sword Shrimp, Parapenaeopsis hardwickii), Udang Putih (White Shrimp, Fenneropenaeus indicus), Ketam Batu, (Mud crab, Scylla serrata) and Ketam Bunga, (Blue crab, Callinectes sapidus) were collected from the wet market (Pasar Borong) of Kuantan. These samples were chosen as they were most abundant and well-liked shell fishes among the sea foods and locally available in the coastal areas of Malaysia. The chemical extraction of shrimps and crabs shell wastes showed that the percentage of chitin in udang minyak, udang putih, ketam batu and ketam bunga were 78.86%, 73.43%, 75.75% and 71.31% respectively. Whereas the percentage of chitosan in udang minyak, udang putih, ketam batu and ketam bunga were 71.61%, 64.66%, 60.59% and 52.38% respectively. The study portrays that most cheapest and abundant shrimp, udang minyak, the Sword Shrimp, Parapenaeopsis hardwickii shell wastes have the highest percentage of chitin and chitosan and the highest purity of chitin content compared to others. The study could be instrumental for wider application of higher quality chitin and chitosan in biotechnology and pharmaceutical industries by using this potential resource
    corecore