1,721,022 research outputs found

    Pengaruh Pembiayaan berdasarkan Jenis Akad terhadap Non Performing Financing Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia Periode 2011 Sampai 2015

    No full text
    Aktivitas penyaluran pembiayaan dihadapkan pada risiko terjadinya pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembiayaan yang disalurkan berdasarkan jenis akad terhadap NPF BPRS. Metode analisis data menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan data bulanan periode Januari 2011 hingga Desember 2015. Hasil penelitian menemukan bahwa pada jangka panjang jenis akad yang berpengaruh signifikan terhadap NPF BPRS adalah akad mudharabah, akad musyarakah, akad murabahah, akad salam, dan akad istishna. NPF BPRS akan merespon positif guncangan yang terjadi pada akad mudharabah, akad musyarakah, dan akad istishna. Guncangan yang terjadi akad murabahah dan akad salam akan direspon negatif oleh NPF BPRS. Berdasarkan hasil analisis Forecast Error Variance Decomposition (FEVD), variabel jenis akad yang membentuk keragaman pada NPF BPRS dengan kontribusi yang paling besar dijelaskan oleh akad salam

    Pengaruh Kebijakan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Besar-Sedang di Indonesia tahun 2011 - 2016

    No full text
    Tingginya jumlah angkatan kerja di Indonesia, khususnya yang berada di sektor industri dan industri besar-sedang, dapat menyebabkan tingkat pengangguran meningkat. Meningkatnya tenaga kerja disebabkan oleh semakin mahalnya kebutuhan yang harus dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan, pemerintah menyeimbangi dengan penetapan kebijakan upah minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah minimum provinsi dan faktor-faktor lain terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri besar-sedang di Indonesia pada 30 provinsi dari tahun 2011 – 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dengan fixed effect model (FEM). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel upah minimum provinsi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi, dan jumlah perusahaan industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja

    “Kopala” : komik pancasila, sebagai media pendampingan penanaman kembali nilai - nilai pancasila pada generasi penerus bangsa di era demokrasi dan religiusita

    Full text link
    Krisis moral saat ini melanda Indonesia sebagai negara dengan ketimurannya yang terkenal memiliki adat dan tata krama yang baik. Moral merupakan indikator utama yang harus diperhatikan dan dibangun untuk mencapai kualitas sumber daya manusia bangsa yang baik dan potensial guna memajukan negeri. Selain itu, kecerdasan tanpa moral yang baik akan menyebabkan kegagalan dalam pencapaian tujuan terbentuknya bangsa yang makmur dan beradab. Pengamalan dan penghayatan nilai – nilai pancasila oleh pemuda Indonesia kini mulai luntur bahkan manusia dewasa Indonesia yang pernah mendapat mata pelajaran dan penataran pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4) banyak yang terjerat berbagai kasus tindak pidana, khususnya korupsi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penghayatan nilai – nilai pancasila tidak terpatri secara menyeluruh dalam sanubari segenap bangsa Indonesia. tujuan dari program pengabdian ini adalah penanaman nilai – nilai pancasila pada generasi penerus bangsa karena hal ini sebagai langkah nyata mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih bermoral sebagai calon – calon pemimpin bangsa masa mendatang. Metode yang diterapkan untuk menanamkan nilai – nilai pancasila adalah melalui komik serial Pancasila.Dikt

    Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Kabupaten/Kota Provinsi Banten

    No full text
    Fiscal decentralization aims to improve regional finance independency and reduce the fiscal dependency of central goverment. However, in practice, there are still many areas that rely on the assistance central finance for their regional development.This research aims to discuss the development of regional finance independency and analyze the influence of regional finance independency on economic growth and poverty in Banten Province. This research uses descriptive method and panel data on 6 (six) regencies and cities in Banten Province at 2001-2011. The results showed the significantly positive effect of regional finance independency on economic growth and significantly negative effect of balance fund’s ratio on economic growth. The poverty model showed a significantly negative effect of regional finance independency on percentage of the poor and significantly positive effect of balance fund’s ratio on percentage of the poor. Income inequality index and unemployment rate have signicantly positive effect on the percentage of the poorDesentralisasi fiskal bertujuan untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat, namun pada pelaksanaannya masih banyak daerah yang bergantung pada bantuan dana pusat untuk pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas perkembangan kemandirian keuangan daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten dan menganalisis pengaruh kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan data panel pada 6 (enam) kabupaten dan kota di Provinsi Banten tahun 2001-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian keuangan daerah berpengaruh positif secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan rasio Dana Perimbangan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada model kemiskinan, kemandirian keuangan daerah berpengaruh positif secara signifikan terhadap peningkatan persentase penduduk miskin, sedangkan rasio Dana Perimbangan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap persentase penduduk miskin, indeks ketimpangan pendapatan dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif secara signifikan terhadap persentase penduduk miskin

    Analisis kelayakan finansial usaha peternakan ayam broiler (Studi kasus peternakan x di Desa Polokarto, Kecamatan Bekonang, Solo)

    Full text link
    Subsektor peternakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pengembangan subsektor peternakan perlu dilakukan karena subsektor ini bisa memberikan nilai tambah (added value) bagi pertanian Indonesia. Peternakan ayam broiler mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan, baik dalam skala peternakan besar maupun skala peternakan kecil (peternakan rakyat). Pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan kinerja perunggasan dengan cara memperbaiki iklim investasi, peningkatan pembangunan infrastruktur dan ketersediaan sumberdaya yang terlatih. Peternakan X merupakan salah satu usaha peternakan ayam broiler mandiri yang tidak terlepas dari beberapa kendala yang cukup kompleks dalam menjalankan usahanya. Kendala yang dimaksud adalah tingginya tingkat resiko yang dihadapi dalam usaha ternak ayam broiler seperti resiko fluktuasi harga, baik harga-harga input seperti Day Old Chicken (DOC), pakan dan obat-obatan maupun fluktuasi harga jual output berupa ayam hidup dan daging. Resiko lain yang dihadapi dalam usaha ternak ayam broiler adalah resiko produksi yang disebabkan oleh cuaca dan iklim serta penyakit dan resiko sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi kelayakan usaha peternakan X dilihat dari aspek finansial dan untuk menganalisis kondisi sensitivitas terhadap berbagai kemungkinan terjadinya perubahan harga input dan output yang terjadi di peternakan ayam broiler X tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kelayakan finansial (Net Present Value), Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return dan Pay Back Periode serta analisis sensitivitas terhadap perubahan tingkat harga, baik tingkat harga input maupun tingkat harga output. Lokasi penelitian yang dipilih adalah peternakan X yang merupakan salah satu usaha peternakan ayam broiler mandiri yang beroperasi di Desa Polokarto, Kecamatan Bekonang, Solo dan waktu penelitian dari bulan Januari 2009 sampai dengan Juni 2009. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer dari penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lokasi peternakan X. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keuangan peternakan X, studi literatur yang relevan dan BPS Jakarta

    Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2014-2017

    No full text
    Perekonomian negara yang kuat dapat dibangun dengan cara meningkatkan produktifitas sektor industri. Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar ketiga terhadap PDB Indonesia. Sektor industri pengolahan menyumbang 42.29 persen terhadap PDRB Jawa Barat, namun pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat sendiri cenderung mengalami perlambatan dari tahun 2014 hingga 2017. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan yang diberikan sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel investasi sektor industri pengolahan, output industri pengolahan, populasi penduduk, belanja modal pemerintah, dan indeks pembangunan manusia memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat

    Analisis Volatilitas Bahan Pangan Utama di Indonesia

    No full text
    Produk pertanian Indonesia memiliki fluktuasi harga (volatile food). Isu volatile food, isu Agreement of Agriculture (AOA), dan isu ketahanan pangan menjadi dasar dalam menganalisis volatilitas harga bahan pangan utama. Variabel bahan pangan utama yang digunakan pada penelitian ini, yaitu beras, gula pasir, dan minyak goreng menggunakan data time series. Analisis volatilitas harga dengan melihat harga daerah-daerah pada wilayah Indonesia bagian barat (Medan, Palembang, Jakarta, Semarang), tengah (Denpasar, Samarinda), dan timur (Makassar, Jayapura). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis ekonometrika model peramalan Autoregressive Intergrated Moving Average (ARIMA) dan Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) / Generelized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Hasil analisis ARCH-GARCH menunjukkan bahwa harga bahan pangan utama mengalami volatilitas harga. Volatilitas harga beras tertinggi terjadi pada Kota Semarang, volatilitas gula pasir tertinggi pada Kota Samarinda, sedangkan volatilitas harga minyak goreng yang tertinggi pada Kota Semarang

    Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor dan Perdagangan Potensial: Studi Kasus ASEAN+3

    No full text
    Perkembangan globalisasi ekonomi dan keterbukaan ekonomi saat ini, menjadi salah satu alasan untuk melakukan pembentukan kerja sama ekonomi dan perdagangan bebas, agar suatu kawasan dapat bersaing dengan kawasan-kawasan lainnya. Melihat hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi ekspor dan perdagangan potensial: studi kasus ASEAN+3 dengan menggunakan data panel. Data cross section memfokuskan pada 9 negara bagian ASEAN+3, sedangkan data time series yang digunakan periode tahunan 2007 sampai 2016. Penelitian ini menggunakan analisis ekonometrika data panel dengan pendekatan gravity model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen yang digunakan yaitu GDP riil negara pengekspor, GDP riil negara tujuan ekspor, Populasi negara tujuan ekspor, Nilai tukar nominal negara pengekspor dan Jarak ekonomi antar negara berpengaruh signifikan terhadap Nilai total ekspor antara ASEAN dengan negara mitra. Hasil analisis rasio perdagangan potensial menunjukkan bahwa secara keseluruhan pada ekspor pada ASEAN dengan negara mitra memiliki tren yang semakin meningkat yang menandakan bahwa kesenjangan pada ekspor tersebut semakin besar

    Analisis Efisiensi BPR dan BPRS di Kabupaten Bogor.

    No full text
    Dinas Koperasi dan Usaha menengah Kecil tahun 2015 menyatakan bahwa terdapat UMKM di Kabupaten Bogor sebanyak 15.458 unit usaha yang tersebar di seluruh kabupaten Bogor. Banyaknya jumlah UMKM yang tersebar di Kabupaten Bogor dapat berpotensi untuk meningkatkan pemberian kredit atau pembiayaan dengan produk yang ditawarkan oleh BPR dan BPRS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi BPR dan BPRS yang tersebar di Kabupaten Bogor dengan periode yang digunakan yaitu tahun 2014 sampai 2015 dengan menggunakan metode Data Envelopment Analyisis (DEA). Hasil penelitian dengan menggunakan asumsi Constact Return To Scale (CRS) menunjukan bahwa terdapat 5 BPR dan 3 BPRS yang efisien 100 persen pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015 dengan asumsi yang sama menunjukan 4 BPR dan 3 BPRS telah efisien 100 persen. Rata-rata nilai efisien BPR dan BPRS baik pada tahun 2014 dan 2015 menunjukan bahwa BPRS memiliki nilai efsiensi yang lebih baik dibandingkan dengan BPR

    Analisis Potensi Zakat dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Muzaki Membayar Zakat di Kota Bogor

    No full text
    Kesenjangan antara potensi zakat nasional dengan dana zakat yang terkumpul memperlihatkan kurangnya motivasi muzaki dalam membayar zakat. Jumlah penduduk Kota Bogor yang mayoritas muslim memperlihatkan secara implisit besarnya potensi zakat di Kota Bogor. BAZNAS Kota Bogor memiliki program unggulan dalam mendistribusikan dana zakat yang terkumpul kepada mustahik. Semakin besar dana zakat yang terkumpul, semakin banyak program yang terealisasi untuk menyejahterakan mustahik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi zakat dan faktor-faktor yang memengaruhi muzaki membayar zakat di Kota Bogor, serta mengidentifikasi alasan muzaki memilih tempat berzakat. Analisis potensi zakat menggunakan pendekatan 3 sektor yaitu zakat dari rumah tangga, perusahaan (BUMD dan industri swasta) dan tabungan, sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi muzaki membayar zakat adalah analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi zakat Kota Bogor tahun 2015 mencapai Rp462 402 202 437, sedangkan hasil analisis faktor diketahui bahwa faktor-faktor yang memengaruhi muzaki membayar zakat di Kota Bogor yaitu faktor organisasi, kepedulian sosial, pemahaman zakat, pemahaman agama, balasan dan keimanan. Alasan muzaki memilih berzakat di organisasi formal seperti BAZNAS atau UPZ dan LAZNAS adalah faktor transparansi sedangkan alasan muzaki yang membayar langsung kepada mustahik adalah faktor lingkungan
    corecore