70 research outputs found

    EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DI JALAN PEMUDA I KECAMATAN WARA SELATAN KOTA PALOPO

    No full text
    Catatan : Naskah ini merupakan proposal awal penelitian yang dilakukan di program studi teknik sipil,fakultas teknik universitas andi djemma palop

    ANALISIS HUKUM TERHADAP PEMBERIAN REMISI NARAPIDANA KORUPSI DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAKANDI WAHYUDDIN NUR.NIM 0039-02-39-2013 Analisis Hukum Terhadap Pemberian Remisi Narapidana Korupsi Di Indonesia. (Abdul Agis dan Hj.Hikmawati Mustamin. Masing-masing sebagai pembimbing I dan II.Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis syarat pemberian remisi narapidana korupsi di Indonesia; dan Untuk mengetahui dan menganalisis implikasi hukum pemberian remisi narapidana korupsi terhadap penanggulangan tindak pidana korupsi di Indonesia.Penelitian dilakukan dengan metode yuridis-normatif yaitu dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemberian remisi bagi narapidana korupsi di Indonesia. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (I) Kebijakan pengetatan syarat pemberian remisi koruptor yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dalam pasal 34A yang berbunyi;Pemberian remisi bagi Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan prekusor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya, selain harus memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan:a. Bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya;b. Telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk Narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsimerupakan salah satu kebijakan yang memberikan dampak yang baik terhadap upaya penanggulangan tindak pidana korupsi di Indonesia. Tetapi pengetatan syarat remisi tersebut telah bertentangan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang memberikan dasar hak narapidana untuk memperoleh remisi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.(2) implikasi hukum dari adanya kebijakan pengetatan syarat pemberian remisi akan membantu proses penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dan dapat mencegah pelaku korupsi potensial.Untuk saran yang baik dalam sistem pemasyarakatan, kelemahan-kelemahan dalam pengaturan perundangundangan harus direvisi secara holistik dan komprehensif, sehingga diharapkan ada harmonisasi antara Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan juga UUD NRI Tahun 1945, sehingga implikasi yuridisnya akan memenuhi rasa keadilan dan baik negara maupun masyarakat akan sepenuhnya mencapai tujuan bersama

    EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DI JALAN PEMUDA I KECAMATAN WARA SELATAN KOTA PALOPO

    No full text
    catatan : naskah ini merupakan proposal awal penelitian yang di lakukan di program studi teknik sipil,fakultas teknik universitas andi djemma palop

    PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERLINDUNGAN KONSUMEN(Studi Pada Kepolisian Resort Pelabuhan Makassar)

    No full text
    ABSTRAKAndi Wahyuddin. Stambuk 0080.02.43.2015 Judul tesis (Penegakan Hukum Tindak Pidana Perlindungan Konsumen Studi Pada Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar Dibimbing oleh H. La Ode Husen dan H. Hamza Baharuddin).Tujuan penelitian: (1) Untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi penegakan hukum terhadap tindak pidana konsumen pada Polres Pelabuhan Makassar; (2) Untuk menganalisis dan menjelaskan tindakan penyidik Polres Pelabuhan Makassar dalam melakukan perlindungan terhadap tindak pidana konsumen.Metode penelitian adalah Tipe penelitian ini adalah penelitian empiris, yaitu penelitian lapangan (Field research), dengan cara melakukan pengumpulan data di lapangan penelitian. Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yang menekankan pada penegakan hukum terhadap tindak pidana perlindungan konsumen.Hasil penelitian: (1) Implementasi penegakan hokum terhadap tindak pidana konsumen pada Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar sudah efektif. Hal ini didasarkan pada proses penyelidikan, penyidikan sampai dengan proses proses pelimpahan berkas ke Kejaksaan sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku; (2) Tindakan penyidik Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar dalam melakukan perlindungan terhadap tindak pidana konsumen adalah melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan, keterangan dan barang bukti terhadap orang dan atau badan hukum, tempat dan penyitaan terhadap barang hasil pelanggaran atau kejahatan termasuk meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di bidang perlindungan konsumen. Saran : (1) Terkhusus kepada Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi dan lembaga terkait dengan perlindungan konsumen dan dibutuhkan transparansi terhadap penyelesaian kasus tindak pidana konsumen sehingga memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha. (2) Terkhusus pada faktor sarana dan prasarana, khususnya Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar untuk membuat aplikasi pada Android untuk pengaduan masyarakat secara online, sehingga memudahkan masyarakat selaku konsumen untuk memberikan laporan berkaitan dengan adanya tindak pidana konsumen

    Countering Social Stigma as the Basis of Interfaith Movement: A Case Study of Cadar Garis Lucu

    No full text
    One of the weaknesses of interfaith dialogue in Indonesia is the lack of participation and space for women\u27s voices. Almost all spaces for interfaith dialogue are dominated by men, even though women have an important role in interfaith dialogue. Therefore, we should involve more women than men, not only because women are the most affected when religious conflicts occur but previous studies have also shown that women are most effective in peacebuilding negotiation based on non-violent strategies. This study investigates an interfaith movement, Cadar Garis Lucu, which veiled/niqab women initiated to counter the stigma that veiled/niqab women are radical-extremist and anti-other religions. Besides being active in promoting peace and interfaith dialogue, Cadar Garis Lucu also promotes the discourse of gender equality. By employing qualitative research and in-depth interview method as the primary data collection technique, this study found that Cadar Garis Lucu is an interfaith movement that aims to counter society\u27s negative stigma towards women - both veiled/niqab women and women in general - and seeks to bring women to participate in interfaith dialogue. Furthermore, this study argues that there is no better way to peacebuilding than to give space for women in interfaith dialogue

    Preserving Local Wisdom: Cultural Strategies of Buginese-Pagatan Ethnic Group Living in a Multicultural Society

    No full text
    This study aims to describe the cultural strategy of the Buginese people of Pagatan (one of ethnic group in Indonesia) in preserving their local wisdom living in a multicultural society. This research was conducted using qualitative descriptive method through three methods of data collection i.e. in-depth interview, observation and literature involving community leaders and ordinary people as informants. The historical-interpretative method was used to analyze the Data. The findings from this study indicate that the people of Buginese-Pagatan use two strategies to preserve their Buginese identity in a pluralistic society i.e. the strategy of interaction patterns and the use of ethnic symbols. In the strategy of interaction patterns, they implement adaptive and inclusive interaction patterns. This strategy is represented by the mastery and the use of regional languages in addition to the Buginese language, cross-ethnic marriages, and participation in social activities. While in the strategy of using ethnic symbols, they form a distinct identity from the one existing in Sulawesi. This strategy is represented by the use of ethnic symbols such as wearing Bodo clothes, bone cap in the rituals of marriage and moving in new houses, preserving the ancient model of Buginese house for settlement, and forming a new cultural identity called Maccera Tasi. This research has identified local values preserved and held by its people as cultural strategies in building a harmonious society. We believe that the cultural strategies are useful not only to form a united, dignified and civilized local community of Indonesia, but also to serve as a model for other cultures to preserve their local wisdom

    ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Mamuju Utara)

    No full text
    The purpose of this research is to test and analyze the influence of leadership style and work motivation on employees performance (Study on the employees of Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah). The sample used in this research consists of 60 respondents from 106 employees. The method of sampling used is by purposive sampling, method data analysis used are multiple linear regression analysis. Based on the results of data analysis, the regression equations obtained are as follows: Y = 0,465 X 1 + 0,398 X 2. The result of the reseacrh using t test that leadership style and work motivation have positive significant influence to employees performance. The result of the research simultantly using F test, shows that all of the independent variables influence significant to employees performance. The coefficient determinant (R 2 ) is 0.680 which means 68% employees performance variation explained by independent variables, where as 32% explained by another variables which is not followed

    The Effect of Emotional Intelligence and Independent Learning on Students' Creative Thinking Ability

    No full text
    This study aims to analyze the level of emotional intelligence and learning The research variables consist of independent variables, namely emotional intelligence and learning independence, while the dependent variable is the ability to think creatively. The instrument for measuring the independent variables is an emotional intelligence questionnaire consisting of 20 question items developed from 5 indicators, namely recognizing emotions, managing emotions, motivating oneself, recognizing other people's feelings, and building relationships; the self-learning questionnaire consists of 20 question items developed from 5 indicators namely initiative, self-confidence, motivation, discipline, and responsibility; while the dependent variable is measured by a test of 4 questions created from four aspects, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. The questionnaire and test fulfill the validity and reliability tests. The data were processed by descriptive and inferential analysis through multiple regression analysis with the SPSS version 23 program. The study's results concluded that emotional intelligence and independent learning simultaneously affect students' creative thinking ability, with an effect is 59.7%. Partially the influence of emotional intelligence on the results of the ability to think creatively is 36.3%, and the impact of independent learning on the ability to think creatively is 9.5%. It means that the higher the emotional intelligence and learning independence students possess; their learning outcomes increase. Thus, to improve students' creative thinking abilities, emotional intelligence and learning independence must be improved first
    corecore