1,720,981 research outputs found
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGURUTAN PRODUKSI PESANAN TABLET DENGAN MEMBANDINGKAN KINERJA ALGORITMA CAMPBELL DUDEK AND SMITH DAN ALGORITMA PALMER DI PT. METISKA FARMA
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGURUTAN PRODUKSI PESANAN TABLET DENGAN MEMBANDINGKAN KINERJA ALGORITMA CAMPBELL DUDEK AND SMITH DAN ALGORITMA PALMER DI PT. METISKA FARM
PENGARUH CAPITAL INTENSITY, LIQUIDITY, DAN LEVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE DENGAN PERTUMBUHAN PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2012 - 2019
Indonesia is a developing country, where one of the largest sources of income for the Indonesian state comes
from its tax income. Implementation of tax collection in effect in Indonesia uses the Self Assessment System.
With the existence of government regulations to provide incentives to reduce tax rates on entities, even
though the government has provided relief to corporate taxpayers, however, there are still differences of
opinion between the governments that cause corporate taxpayers to reduce tax payments illegally or legally.
In this study using a legal tax reduction method. A research was conducted on capital intensity, liquidity,
and leverage against tax avoidance with sales growth as a moderating variable in mining sector companies
listed on the IDX for the period 2012 - 2019. The hypothesis in this study is that capital intensity and
leverage can have a significant and positive effect on tax avoidance, liquidity. has no effect on tax
avoidance, and sales growth weakens the influence of Capital Intensity, Liquidity, and Leverage on Tax
Avoidance. The sample selection method was purposive sampling and 8 companies were selected as
samples. Techniques for processing data with multiple regression analysis methods with the help of the IBM
SPSS Statistics 25 and Microsoft Office 2013 program. The results showed that Capital Intensity, Liquidity
and Leverage had no significant effect on Tax Avoidance, while Sales Growth did not affect the relationship
between Capital Intensity, Liquidity, and Leverage against Tax Avoidance.
Keywords: Capital Intensity, Liquidity, Leverage, Tax Avoidance, Sales Growth, Profitability, and Company
Size.
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, dimana salah satu sumber penghasilan
terbesar negara Indonesia berasal dari penghasilan pajaknya. Pelaksanaa pemungutan pajak yang berlaku di
Indonesia menggunakan Self Assessment System. Dengan adanya peraturan pemerintah untuk memberikan
insentif penurunan tarif pajak pada badan, walaupun pemerintah telah memberikan keringanan kepada para
wajib pajak badan, namun masih tetap terdapat perbedaan pendapat antara pemerintah sehingga
menyebabkan para wajib pajak badan melakukan pengurangan pembayaran pajak secara illegal maupun
legal. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengurangan pajak secara legal. Dilakukan penelitian
terhadap capital intensity, liquidity, dan leverage terhadap tax avoidance dengan pertumbuhan penjualan
sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dalam BEI periode 2012 –
2019. Hipotesis dalam penelitian adalah capital intensity dan leverage dapat berpengaruhi signifikan dan
positif terhadap tax avoidance, liquidity tidak berpengaruh terhadap tax avoidance, dan pertumbuhan
penjualan memperlemah pengaruh Capital Intensity, Liquidity, dan Leverage terhadap Tax Avoidance.
Metode pemilihan sampel purposive sampling dan 8 perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Teknik untuk
memproses data metode analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan
Microsoft Office 2013. Hasil penelitian menunjukkan Capital Intensity, Liquidity, dan Leverage tidak
berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance, sedangkan Pertumbuhan Penjualan tidak memengaruhi
hubungan antar Capital Intensity, Liquidity, dan Leverage terhadap Tax Avoidance.
Kata kunci: Capital Intensity, Liquidity, Leverage, Tax Avoidance, Pertumbuhan Penjualan, Profitability,
dan Ukuran Perusahaan
Glycated albumin for glycemic control of diabetic patients on hemodialysis
Regular assessment of glycemic control in diabetic patients is very important, because it reduces the incidence of complications and determines prognosis and quality of life of the patients.(1) Uncontrolled and advanced diabetes may lead to complications, such as kidney disease, heart attacks, and stroke, which are on the increase worldwide. Patients with diabetic nephropathy account for almost 50% of dialysis patients in the US, while cardiovascular disease is the main cause of death of patients with complicated diabetes.(2
Analisis Terhadap Tidak Dipenuhinya Kewajiban Pembayaran Premi Oleh PT. Nant Adi Pariwara Selaku Tertanggung Terhadap PT. Asuransi Umum Bumi Putera Muda 1967 Selaku Penanggung / oleh Alvina
abstrak (A)Nama : Alvina (B) Judul Skripsi : Analisis Terhadap Tidak Dipenuhinya Kewajiban Pembayaran Premi Oleh PT. Nant Adi Pariwara Selaku Tertanggung Terhadap PT. Asuransi Umum Bumi Putera Muda 1967 Selaku Penanggung. (C) Halaman : x + 144 + Lampiran + 2011 (D) Kata Kunci : Hukum Asuransi, Tidak Dipenuhinya Kewajiban Membayar Premi (D) Isi : Sebuah kasus tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran premi oleh PT. Nant adi Pariwara kepada PT. Asuransi Umum Bumi Putera Muda 1967 bermula dari dibuatnya perjanjian asuransi pada hari Selasa,15 Juni 2010 yang berisi hak dan kewajiban para pihak yang kemudian diterbitkan dalam bentuk polis pada tanggal 01 Juli 2010 namun pada saat jatuh tempo PT. Nant Adi Pariwara belum juga melunasi pembayaran premi yang merupakan kewajiban Tertanggung. Permasalahannya adalah Faktor-faktor apakah yang membuat PT. Nant Adi Pariwara selaku tertanggung tidak memenuhi pembayaran premi sebagaimana tertuang dalam perjanjian asuransi kepada PT. Asuransi Umum Bumi Putera Muda 1967? Dan Upaya-upaya hukum apakah yang dapat dilakukan oleh PT. Asuransi Umum Bumi Putera Muda 1967 terhadap tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran premi oleh PT. Nant Adi Pariwara? Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersumber dari data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif degan pendekatan kulitatif. Hasil penelitian, faktor-faktor yang membuat PT. Nant Adi Pariwara tidak memenuhi kewajiban pembayaran premi adalah terjadi musibah yaitu hujan deras yang menyebabkan tenda panggung ambruk sebanyak dua kali dan PT. Nant Adi Pariwara juga sudah mengeluarkan biaya banyak untuk menghadirkan pemain dari Amerika Serikat, Cina, dan Eropa. Selain itu upaya yang dilakukan oleh PT. Asuransi Umum Bumi Putera adalah melakukan diputihkan, sehingga hutang premi PT. Nant Adi Pariwara dianggap lunas dan nama PT. nant Adi Pariwara tetap bersih. Peneliti menyampaikan beberapa saran agar perlunya peran pemerintah dalam mengatur mengenai pembayaran premi agar tidak ada pihak yang dirugikan dan peraturan pembayaran premi yang lebih jelas dalam polis berserta sanksinya apabila tertanggung tidak memenuhi kewajiban membayar premi. (E)Acuan : 20 (1986-2011) (F)Pembimbing : Sri Bakti Yunari, S.H., M.H. (G)Penulis : Alvin
Analisis Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Penganiayaan Debt Collector (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Palembang Nomor 261/PID/2019/PLG)
Berbagai jenis kejahatan dianggap sebagai perbuatan pidana, termasuk kekerasan atau penganiayaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa perilaku individu atau masyarakat, tanpa memandang tingkat pendidikan. Hal ini dapat dipicu oleh lingkungan hidup yang tidak kondusif atau adanya kesalahpahaman. Menurut KUHP, penganiayaan adalah tindakan yang sangat merugikan orang lain dan bahkan bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Dalam penelitian ini, Pertanggungjawaban Pidana dan Ketentuan Hukum Pidana Mengenai Penganiayaan, yang mengacu pada Pasal 351 sampai Pasal 358 KUHP. Penelitian ini bersifat normatif, menelaah bahan-bahan hukum yang meliputi sumber-sumber primer, sekunder, dan tersier. Pound juga berpendapat bahwa pertanggungjawaban pidana melibatkan kewajiban membayar pembalasan kepada korban. Selain aspek hukum, pertanggungjawaban ini juga berhubungan dengan nilai moral dan etika dalam masyarakat. Salah satu kasus yang relevan adalah PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PALEMBANG NOMOR 261/PID/2019/PLG. Dalam
kasus ini, seorang Juru Tagih dianiaya oleh debitur, mengakibatkan pelaku dihukum penjara selama 5 bulan. Terkait ketentuan pidana penganiayaan, tidak hanya terdapat dalam Pasal 351 – 358 KUHP, tetapi juga dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya Pasal 466 – 471.
Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Juru Tagih, Penganiayaa
Pengaruh Persepsi Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan QRIS terhadap Efisiensi Pembayaran Digital pada Generasi Z Di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan
Latar belakang penelitian ini didorong oleh perubahan dalam sistem
pembayaran dari tunai menjadi non tunai karena perkembangan suatu teknologi
dan informasi yang sangat maju akan membantu pertumbuhan ekonomi digital
dan percepatan inklusi keuangan di suatu negara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Kemanfaatan
dan kemudahan penggunaan QRIS terhadap efisiensi pembayaran digital pada
generasi Z di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis penelitian
ynag dilakukan yaitu penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang
disebarkan kepada 103 orang Generasi Z.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemanfaatan secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap Efisiensi Pembayaran Digital pada Generasi Z di
Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, Kemudahan Penggunaan QRIS
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Efisiensi Pembayaran Digital pada
Generasi Z di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, dan Persepsi
Kemanfaatan dan Kemudahan Penggunaan QRIS secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap Efisiensi Pembayaran Digital pada Generasi Z di Kabupaten
Tabalong Provinsi Kalimantan Selata
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN KEPUTUSAN INVESTASI PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015 – 2017
Abstract
The purpose of this study was to analyze the influence of profitability, liquidity, company size, and investment decisions on the value of the company in the utility, infrastructure, and transportation sector service companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2015 - 2017. used in this study using purposive sampling and 40 companies selected as samples. The technique for processing data in this journal uses multiple regression analysis with the help of IBM SPSS Statistics 25 and Microsoft Office 2013 programs. The results of this study indicate that liquidity and investment decisions have a significant effect on firm value, while firm profitability and size don’t significantly influence firm value.
Keywords: Profitability (ROE), Liquidity (CR), Firm Size (Size), Investation Decision (PER), Firm Value (PBV).
Abstrak
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan, dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan jasa sektor utilitas, infrastruktur, dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015 – 2017. Metode pemilihan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan 40 perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Teknik untuk memproses data dalam jurnal ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Office 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan keputusan investasi berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Kata kunci: Profitabilitas (ROE), Likuiditas (CR), Ukuran Perusahaan (Size), Keputusan Investasi (PER), dan Nilai Perusahaan (PBV)
Hepatic enzyme concentrations as indicators of nonalcoholic fatty liver disease
Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) has emerged as a world-wide problem because it runs an asymptomatic course, ultimately leading to cirrhosis of the liver and portal hypertension, resulting in death. The prevalence of the disease accounts for 3-24% of the population in several countries. Generally there are increased concentrations of hepatic enzymes as markers of liver damage, such as serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) and gamma glutamyl transferase (GGT). The aim of the present study was to determine the concentrations of hepatic enzymes as markers of NAFLD. The study design was cross-sectional, involving 90 subjects meeting the inclusion and exclusion criteria. The degree of severity NAFLD was determined by ultrasonography and the concentrations of SGOT, SGPT and GGT by automated clinical chemistry analyzer. The results indicated that there were 32 subjects with mild NAFLD (35.6%), 35 subjects with moderate NAFLD (38.9%) and 23 subjects with severe NAFLD (25.6%). There was a significant difference in degree of NAFLD by gender (p<0.05), where severe NAFLD was more frequent in males than in females. Concentrations of SGOT, SGPT and GGT were significantly different between degrees of NAFLD (p<0.05). The conclusion is that SGOT, SGPT and GGT concentrations are indicators of degree of NAFLD
Type IV collagen as marker of fibrosis in nonalcoholic liver disease
Currently nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) and nonalcoholic steatohepatitis (NASH) are medical problems associated with the increasing prevalence of diabetes mellitus, obesity, hypertension and hypertriglyceridemia, usually designated as the metabolic syndrome associated with insulin resistance. One study demonstrated an increase in NAFLD prevalence of around 17-33% and in NASH prevalence of 5.7-16.5%. NAFLD comprises a range of mild to severe conditions, from simple steatosis to steatohepatitis, hepatic fibrosis and cirrhosis. The diagnosis of hepatic fibrosis is important for prognosis, stratification for treatment, and monitoring of treatment efficacy. Ultrasonography (USG) is a simple method for detecting fatty infiltrates in the liver. USG has a sensitivity of 82-89% and a specificity of 93%, but cannot differentiate between hepatic steatosis and fibrosis. The gold standard for evaluation of hepatic fibrosis is liver biopsy, which however is a painful and invasive procedure. Currently determination of serum type IV collagen has been suggested as an alternative to liver biopsy among the non-invasive methods for evaluation of hepatic fibrosis, as its serum concentration is closely correlated with advanced hepatic fibrosis in NASH. Type IV collagen is one of the components of basement membrane and its serum concentration is indicative of degradation of the extracellular matrix
- …
