1,720,982 research outputs found

    STUDI KOMPERATIF PENDAPATAN NELAYAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPAL MOTOR DAN NELAYAN DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR TEMPEL DI DESA MONIKEUN KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF
    Ainal Mardhiah, "Studi Komperatif Pendapatan Nelayan Dengan Menggunakan Kapal Motor Dan Nelayan Dengan Menggunakan Motor Tempel di Desa Monikeun Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar" Di bawah bimbingan Bapak DR. Ir. Sofyan, M. Agric, Sc sebagai pembimbing utama dan lbu Cut Faradilla, SP, M.Si sebagai pembimbing kedua, penelitin ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara nelayan dengan menggunakan kapal motor dan nelayan dengan menggunakan motor tempel.Data yang di gunakan untuk penulisan laporan ini adalah data primer dan data skunder yang di peroleh dilapangan dengan menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel digunakan secara Cluster sampling karena perbedaan status antara nelayan dengan menggunakan kapal motor dan nelayan dengan menggunakan motor tempel. Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 20 % dari 130 nelayan dengan menggunakan kapal motor dan 84 nelayan dengan menggunakan motor tempel sehingga diperoleh sampel 26 nelayan dengan menggunakan kapal motor dan 16 nelayan dengan menggunakan motor tempel.Model analisis dalam penelitian ini adalah dengan memakai uji statistik "t, Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh t cari 21,17 > t tabel taraf 5% = 2,09 maka Ha diterima dan tolak Ho, artinya tingkat pendapatan yang di perolehnelayan dengan menggunakan kapal motor lebih besar di bandingkan nelayan dengan menggunakan motor tempel.Penggunaan persamaan uji regresi linier sederhana di gunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan pada persamaan berikut: ? = 2.144.375 +2.822.578.846 D + e dimana 2.144.375 adalah rata-rata pendapatan nelayan dengan menggunakan motor tempel clan 2.822.578,846 D adalah perbedaan pendapatan antara nelayan dengan menggunakan kapal motor dan nelayan dengan menggunakan motor tempel.Pendapatan rata-rata nelayan dengan menggunakan kapal motor adalah Rp 4.966.953,846 perbulan dengan biaya produksi sebesar Rpl1.413.107,69 perbulan dan nilai produksi dan nilai produksi sebesar Rp 6.446.153,846 perbulan. Untuk nelayan dengan menggunakan motor tempel rata-rata pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 2.822.578,846 perbulan dengan biaya produksi rata-rata Rp 6.436.875 perbulan dan nilai produksi Rp 4.252.500 perbulan

    Studi pembuatan membran komposit khitosan polivinil pirrolidon (PVP)

    No full text
    VIII+46hlm.;29c

    PENGARUH DESAIN METODOLOGI PSIKOLOGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS GAYA BELAJAR VISUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

    No full text
    The more appropriate learning design with student learning style, the more student achievement. This study aims to describe the influence of learning design based on visual learning style on student achievement that has visual, auditorial and kinesthetic learning style. Qualitative descriptive research method with experimental form. Result of data analysis show that: 1. That student of PAI learning psychology have 3 learning style, that is visual learning style, auditorial learning style and kinesthetic learning style. 2. Student achievement that has a visual learning style that is from the average value of 58.4 to 90.7. Children who have an auditorial learning style from the average score of 52.6 to 56.6. And the kinesthetic child from an average score of 56.5 to 60. This suggests that learning design based on visual learning style can only improve student's learning achievement that has visual learning style.</jats:p

    JARINGAN SOSIAL ANTAR TOKE PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE

    Get PDF
    ABSTRAKPertambangan emas di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie ramai sejak tahun 2007 hingga kini. Kegiatan pertambangan ini memberikan berbagai persoalan, baik masalah sosial ekonomi maupun masalah lingkungan. Tentu saja kelompok penambang mencari keuntungan dan perlindungan atas kegiatannya melalui jaringan maupun relasi dengan para penambang lain maupun petugas setempat. Jaringan sosial memiliki konsep menunjukkan suatu hubungan sosial yang diikat oleh adanya kepercayaan dan kepercayaan itu dipertahankan dan dijaga oleh norma-norma yang ada. Pada dasarnya jaringan sosial terbentuk karena adanya rasa saling tahu, saling menginformasikan, saling mengingatkan, dan saling membantu dalam melaksanakan ataupun mengatasi sesuatu. Jaringan sosial menilai bahwa setiap aktor individu atau kelompok memiliki akses berbeda terhadap sumber daya kekayaan, kekuasaan dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan jaringan sosial antar toke pertambangan emas di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Keterlekatan Sosial (Social Embeddedness). Dalam teori ini disebutkan bahwa aktor merupakan pengusaha utama yang memiliki agen-agen lain dalam jaringan usahanya. Penelitian ini juga ingin menggambarkan bagaimana proses terjalinnya jaringan ataupun relasi antar sesama pemilik modal dan juga masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertambangan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam praktek pertambangan emas selalu dibutuhkan berbagai jaringan relasi agar usaha pertambangan emas berjalan lancar. Dengan terjalinnya jaringan inilah mereka bisa menghasilkan keuntungan baik antar sesama kelompok penambang maupun perseorangan. Kata kunci : Jaringan sosial; Pertambangan emas; Kecamatan Geumpan
    corecore