1,721,088 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLANING TERHADAP BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLANING TERHADAP BERPIKIR KRITIS MATEMATIS
DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
Oleh AHMAD ABDUL AZIZ
Masalah yang terjadi dilapangan ialah Guru Matematika X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung ialah
disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang mampu untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis matematis siswa, sehingga dibutuhkan suatu inovasi dalam penggunaan model
pembelajaran yang mampu untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Berdasarkan hasil pra penelitian
diperoleh hasil yang menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa khususnya siswa
kelas SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung masih tergolong dalam kategori rendah. Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari model Student Facilitator and Explaning dan
kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan jenis Quasy Eksperimental Design dengan menggunkan post- test only
control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XSMK Muhammadiyah 2 Bandar
Lampung. Sampel dalam penlitian ini adalalah kelas X A sebagai kelas eksperimen yang diberi
perlakuan dengan model Student Facilitator and Explaning dan X B sebagai kelas kontrol yang diberi
perlakuan dengan model konvensional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random
Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak. Pengambilan data dilakukan
dengan cara pemberian soal post-tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa dan angket
kemandirian belajar. Uji analisis yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan (ANAVA) dengan
taraf signifikani 5% diperoleh hasil Fhitung = 16,98I dan Ftabel = 3,156 atau Fhitung >
Ftabelsehingga HoA di tolak, Fhitung = 10,755 dan Ftabel = 4,007 atau Fhitung > Ftabelsehingga HoB
di tolak, Fhitung = 22,950 dan Ftabel = 3,156 atau Fhitung > Ftabel sehingga HoAB di terima.
Berdasarkan pada hasil penelitian tesebut maka dapat disimpulkan bahwa:
(1) terdapat pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaning terhadap kemampuan
berpikir kritis matematis siswa, (2) terdapat pengaruh kemandirian belajar tinggi, sedang, dan
rendah terhadap berpikir kritis matematis siswa, (3) tidak terdapat interaksi antara model
pembelajaran Student Facilitator and Explaningdan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah
terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa
STRATEGI GURU FIKIH DALAM MENGUATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI MA MA’ARIF UDANAWU BLITAR
“Strategi Guru Fikih dalam Menguatkan Motivasi Belajar Peserta Didik
pada Era Pandemi Covid-19 Di MA Ma’arif Udanawu Blitar” ini ditulis oleh
Ahmad Abdul Aziz Rifa’i, NIM 12201173208, Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung, dibimbing oleh Dr.
Ahmad Nurcholis, S.S., M.Pd.
Kata Kunci: Strategi Guru, Motivasi Belajar
Kondisi pendidikan agama Islam di Indonesia saat ini yang terkena imbas
akibat mewabahnya pandemi covid-19, secara khusus hal tersebut berdampak
pada pembelajaran fikih di MA Ma’arif Udanawu Blitar, dimana madrasah
tersebut harus menggunakan model pembelajaran daring serta problematika dari
sisi motivasi dan media pembelajaran. Berangkat dari hal tersebut maka peneliti
memiliki asumsi bahwa di era pandemi covid-19 guru fikih harus menggunakan
strategi khusus agar pemahaman peserta didik semakin meningkat sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana perencanaan
strategi guru fikih dalam menguatkan motivasi belajar peserta didik pada era
pandemi covid-19 di MA Ma’arif Udanawu Blitar? 2). Bagaimana pelaksanaan
strategi guru fikih dalam menguatkan motivasi belajar peserta didik pada era
pandemi covid-19 di MA Ma’arif Udanawu Blitar? 3). Bagaimana evaluasi
strategi guru fikih dalam menguatkan motivasi belajar peserta didik pada era
pandemi covid-19 di MA Ma’arif Udanawu Blitar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode deskriptif fenomenologis, lokasi penelitiannya di MA
Ma’arif Udanawu Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui
observasi partisipan, wawancara, dokumentasi. Pengecekan keabsahan data
menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi,
pemeriksaan sejawat dan riview informan.
Hasil penelitian menegaskan bahwa; (1) Perencanaan strategi guru fikih
adalah dengan mempersiapkan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa Silabus, Prota, Promes, Materi
pembelajaran fikih, dan Video pembelajaran fikih. Merumuskan penggunaan
strategi pembelajaran e-learning pada proses pembelajaran. (2) Pelaksanaan
strategi guru fikih adalah dengan melaksanakan e-learning dengan bahan ajar
berupa materi dan video pembelajaran fikih, dan aplikasi whatsapp sebagai media
pendukung. Peserta didik memiliki kondisi motivasi belajar yang baik meskipun
tidak semaksimal ketika pembelajaran secara langsung. Kelebihan e-learning
adalah menguatkan keberanian peserta didik dalam bertanya dan monitoring
peserta didik yang mudah, sedangkan kekurangannya membutuhkan akses internet
yang kuat dan hanya anak yang aktif yang mendapatkan wawasan. (3) Evaluasi
strategi guru fikih di MA Ma’arif Udanawu Blitar adalah dengan menggunakan
penilaian harian (PH) berupa tes CBT, KI 3 (tes tulis), KI 4 (merangkum,
menyusun peta konsep, membuat tabel), membuat video praktek, penilaian tengah
semester (PTS) dan penilaian akhir semester (PAS)
مفهوم التسخير في القرآن عند محمد قريش شهاب في تفسير المصباح وعلاقته بأخلاقيات البيئة )دراسة موضوعية )
Abstrak
Konsep Taskhīr dalam Al Qur’an Menurut M.Quraish Shihab Dalam Tafsirnya Al Misbah dan Hubunganya Terhadap Etika Lingkungan
Ahmad Abdul Aziz Zamzami
422021232017
Seiring berkembangnya zaman dan tekhnologi ini, pola pikir manusia yang semakin berkembang dan tidak didasari dengan iman dan akidah yang kuat mengubah tatanan alam menjadi semakin ironis dan krusial, manusia mulai mengkalkulasikan berapa keuntungan yang dapat dihasilkan dari alam. Paradigma yang kurang memiliki nilai-nilai keimanan ini mempunyai efek negatif terhadap perilaku manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Dikarenakan kompleksnya penyebab kerusakan alam , perlu adanya pemahaman yang baik bagaimana beretika terhadap lingkungan yang baik dan benar sesuai ajaran islam dalam Al-Qur’an, diantara ulama kontemporer yang memiliki pemahaman yang mendalam terkait pelestarian lingkungan adalah Quraish Shihab dimana beliau menulis dalam tafsirnya Al-Misbah.
Penelitian ini berfokus terhadap penafsiran taskhīr menurut Quraish Shihab dan hubunganya terhadap etika lingkungan. Dengan mengutip penafsiran M.Quraish Shihab dalam tafsirnya Al Misbah.
Untuk mencapai tujuan akademis yang diinginkan, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitiannya dan merujuk kepada buku-buku tafsir untuk menjadi sumber utama dari penelitian ini. Kemudian data-data penelitian ini metode deskriptif (descriptive methode), yaitu dengan menguraikan makna taskhir, kemudian ditindaklanjuti dengan metode analisis (analysis methode), yaitu dengan menganalisa data-data tersebut, kemudian mencari hubungan antara penafsiran Quraish Shihab dengan etika lingkungan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa taskhīr menurut Quraish Shihab adalah dengan menjadikan alam itu sebagai sahabat, di mana manusia dituntut untuk menggunakan sumber daya alam secara bijaksana dan menghindari perusakan serta pencemaran lingkungan, dan hubunganya taskhīr dengan etika lingkungan adalah bahwasanya jika manusia mengerti alam ini yang menundukkan adalah Allah untuk makhluknya dan menganggap alam ini sebagai sahabat Dengan pemahaman ini, manusia dapat membuktikan keimanannya kepada Allah melalui amal saleh yang menghormati lingkungan dan menjaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.
Peneliti mengakui masih banyak kekurangan dalam penelitian dan penulisan yang tentu belum sempurna. Sehingga peneliti berharap agar peneliti selanjutnnya dapat mengkaji permasalahan kata taskhīr di dalam Al-Qur’an dengan lebih baik dan sempurna. Semoga Allah memudahkan kita dalam segala hal.
Kata Kunci: Taskhiir, M.Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah, Etika Lingkungan
ب
ملخ ص البح ث
مفهوم التسخير في القرآن الكريم عن د لتفسيرقريش شهاب في تفسيره "المصباح" وعلاقته
بأخلاقيات البيئ ة
أحمد عبد العزيز زمز مي
422021232017
مع تطور الزمن والتكنولوجيا، تطورت أيضًا طريقة تفكير الإنسان، لكن دون أن تكون مبنية على إيمان وعقيدة
قوية، مما أدى إلى تغييرات جذرية في النظام البيئي بشكل متزايد وأصبح أكثر تعقيدًا. بدأ الإنسان في حساب الفوائد
المادية التي يمكنه جنيها من الطبيعة، حيث إن هذ ا المنظور الذي يفتقر إلى القيم الإيمانية يؤدي إلى آثار سلبية
على سلوك الإنسان في استغلال الموارد الطبيعية. نظرًا لتعقيد أسباب التدهور البيئي، بات من الضروري فهم كيفية
التصرف تجاه البيئة وفقًا للتعاليم الإسلامية في القرآن الكريم. ومن بين العلماء المعاصرين ا لذين لديهم فهم عميق
لقضية الحفاظ على البيئة، يبرز محمد قريش شهاب، الذي تناول هذا الموضوع في تفسيره "التفسير المصبا ح ".
تركز هذه الدراسة على تفسير مفهوم التسخير وفقًا لقريش شهاب وعلاقته بأخلاقيات البيئة. تعتمد الدراسة على
تفسيره في كتاب "التفسير المصبا ح "، حيث يعتبر قريش شهاب أحد العلماء المعاصرين الذين تخصصوا في التفسير،
لا سيما في القضايا البيئية .
لتحقيق الأهداف الأكاديمية المطلوبة، استخدم الباحث منهج البحث المكتبي بالاعتماد على الكتب التفسيرية
كمصادر رئيسية، ثم اتبع المنهج الوصفي لتوضيح مفهوم التسخير، ومن ثم تطبيق منهج التحليل لتحليل البيانات
وربطها بأخلاقيات البيئة .
أظهرت هذه الدراسة أن التسخير وفقًا لقريش شهاب يتمثل في اعتبار الطبيعة صديقًا وليس مجرد شيء مسخر
للاستغلال. ويُطلب من الإنسان استخدام الموارد الطبيعية بحكمة وتجنب الإضرار بها. وعلاقة التسخير
بأخلاقيات البيئة تتجلى في أن إدراك الإنسان بأن الله هو الذي سخر ل الطبيعة يدفعه إلى احترامها والحفاظ
عليها، وليس إلى تدميرها أو استغلالها بشكل جائر. من خلال هذا الفهم، يتمكن الإنسان من إثبات إيمانه بالله
عبر أفعال صالحة تحترم البيئة وتضمن استدامتها للأجيال القادمة .
وفي الختام، يأمل الباحث أن يقوم الباحثون القادمون بنقد، تقييم، واستكمال هذه الدراسة لتحقيق فهم أعمق
لهذا الموضو ع .
الكلمات المفتاحية : التسخير، محمد قريش شهاب، تفسير المصباح، أخلاقيات البيئ
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
