1,721,053 research outputs found
Gaya Komunikasi Ustadz Agus Riyadi dalam Menyampaikan Dakwah di Majelis Taklim Ushuluddin Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong
Gaya komunikasi sangat penting dalam keberhasilan dalam sebuah dakwah.
sebab dakwah merupakan sebuah cara untuk mengajak dan memberikan binaan
agar manusia senantiasa selalu di jalan Allah. Gaya komunikasi ini memberikan
sebuah ciri khas khusus pada diri seseorang agar dapat melekat dan dapat
menyampaikan maksud serta respon yang diinginkan oleh komunikator secara
langsung. Hal ini juga ditunjukan oleh Ustadz Agus Riyadi dengan menggunakan
gaya komunikasi dalam menyampaikan dakwahnya di Majelis Taklim Ushuluddi,
yang merupakan sebuah wadah untuk memberikan pengajaran tentang keislaman
melalui non formal yang dilakukan dalam sebuah perkumpulan.
Perumusan masalahnya adalah Apa saja gaya komunikasi yang digunakan
oleh Ustadz Agus Riyadi? Bagaimana cara mengatasi hambatan dalam menyiarkan
dakwah di Majelis Taklim Ushuluddin?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif.
Tujuan penelitian tipe ini ialah untuk meneliti, menguraikan, factual, dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat tertentu serta memberikan gambaran umum
tentang data yang diperoleh sehingga dapat mendeskripsikan temuan dilapangan
apa adanya dengan menggunakan teknik wawancara, obserfasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi Ustadz Agus
Riyadi menggunakan gaya komunikasi the controlling style, the equalitarian style,
the structuring style, the dynamic style, the relinguishing style, dan the withdrawal
syle. Namun gaya komunikasi yang lebih sering digunakan yakni the equalitarian
style yang dilakukan dengan komunikasi lisan maupun tertulis yang bersifat dua
arah dan terbuka sehingga para jamah Majelis Taklim Ushuluddin memiliki
kesempatan dalam menyampaikan gagasan dan pendapat yang diungkapkan dengan
rileks dan santai. Lalu dalam hambatannya Ustadz Agus Riyadi mengatasinya
dengan melakukan usaha sendiri atau dengan menggunakan bantuan serta
bermusyawarah dengan para jamaah Majelis Taklim Ushuluddi
Akibat hukum terhadap perceraian yang dilakukan oleh pasangan yang melakukan perkawinan dengan dua agama islam dan kristen di Indonesia (studi kasus Nomor 786/Pdt/G/2005/PA.JKT.Bar) antara Lifiyati binti Bongdjan Fui dengan Agus Riyadi bin Legimin
(A) Nama: Erlisa (B) Judul Skripsi: Akibat Hukum Terhadap Perceraian Yang Dilakukan Oleh Pasangan Yang Melakukan Perkawinan Dengan Dua Agama ?Islam Dan Kristen? Di Indonesia (Studi Kasus Nomor : 786/Pdt/G/2005/ PAJB) Antara Lifiyati Binti Bongdjan Fui Dengan Agus Riyadi Bin Legimin. (C) Halaman: viii + 94 + 27 (D) Kata Kunci: Perceraian dari Perkawinan dengan Menggunakan Dua Agama. (E) Isi: Kasus ini bermula dari perkawinan yang dilakukan oleh Agus Riyadi Bin Legimin yang beragama Islam dengan Lifiyati Binti Bong Djan Fui yang beragama Kristen Protestan menikah dengan menggunakan dua aturan hukum agama yang sah yaitu agama Islam dan agama Kristen Protestan. Pada awalnya mereka menikah di gereja Rosella Jakarta Barat pada tanggal 9 September 2001, selang satu bulan kemudian tanpa proses perceraian pada tanggal 19 Oktober 2001 melakukan pernikahan kembali di Kantor Urusan Agama (KUA) sesaat setelah akad nikah tergugat telah mengucapkan sighat ta?lik dengan mendapat kutipan Akta Nikah Nomor 770/50/X/2001 Jelambar Jakarta Barat, dengan menggunakan aturan dan ketentuan agama Islam. Dan Lifiyati berpindah ke agama Islam. Sejak awal 2005 kehidupan rumah tangga mereka mulai tidak harmonis, sering terjadi perselisihan dan pada saat itu pula Lifiyati kembali pada agama yang semula dianut yaitu Kristen Protestan, permasalahan dari penelitian adalah apakah perceraian yang dilakukan oleh pasangan yang melakukan perceraian dengan cara dua agama adalah sah menurut agama Islam dan agama Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif. Menurut Agama Islam perceraian yang dilakukan oleh Lifiyati dan Agus Riyadi adalah sah, karena sesuai dengan hukum agama Islam dan didaftarkan di Pengadilan Agama. Sedangkan menurut agama Kristen Protestan tidak ada perceraian sesuai dengan firman Tuhan sebagaimana yang terdapat dalam surat Matius 19:6 yang menyatakan ?demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu karena apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia, jadi perkawinan menurut agama Kristen Protestan antara Lifiyati dan Agus Riyadi adalah tetap ada. Dan Lifiyati sebagai penggugat mengajukan perceraian kepada Agus Riyadi sebagai tergugat yang didaftarkan gugatannya di Kepaniteraan Agama Jakarta Barat Nomor 786/PDT/G/2005/PA.JKT.BAR. Hakim mengabulkan gugatan dari Lifiyati (F) Acuan: 19 buku (1975-2007) (G) Pembimbing Ibu Prihatini Adnin, S.H., M.Hum. (H) Penulis: Erlisa
Model Asesmen Literasi Sains pada Peserta Didik Sekolah Dasar Dengan Aplikasi Model Rasch
Agus Riyadi. 2024. "Model Asesmen Literasi Sains pada Peserta Didik Sekolah
Dasar Dengan Aplikasi Model Rasch". Tesis. Program Studi Magister
Pedagogi. Program Pasca Sarjana. Universitas Pancasakti legal.
Pembimbing I Prof Dr. Purwo Susongko, M.Pd, Pembimbing II Dr. Munadi,
M.Pd
Kata Kunci : Model asesmen, literasi sains,sekolah dasar ,model rasch.
Pengukuran literasi sains penting dilakukan untuk mengetahui ketercapaian
literasi sains siswa dalam memahami konsep sains yang sudah dipelajari
Pengukuran literasi sains juga penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains yang telah dipelajarinya. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui kebutuhan kepala sekolah,guru dan siswa
Sekolah dasar terhadap instrumen assesmen literasi sains,mengembangkan desain
model asesmen literasi sains,mengetahui validitas isi,psikometri dan validasi
konstraks dari instrumen asesmen literasi sains.
Asesmen literasi sains disusun untuk mengukur kemampuan literasi sains
peserta didik secara valid dan reliabel. Oleh karena itu, perlu adanya analisis
terhadap instrumen asesmen literasi sains. Instrumen tes yang reliabel merupakan
unstrumen tes yang apabila diujikan beberapa kali pada peserta tes yang sama dalam
waktu yang berbeda maka akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2014).
Salah satu analisis yang digunakan untuk menguji validitas tes yaitu menggunakan
model Rasch. Adapun validitas yang diuji meliputi validitas isi, validitas
psikometri, dan validitas konstruk.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pengembangan (R&D).
model pengembangan asesmen literasi sains menggunakan model ADDlE yang
meliputi tahapan Anilisis, Desain, Developmen, Implementasi dan Evaluasi,tetapi
dalam penelitian mi hanya path tingkat developmen. Subjek yang diteliti adalah
peserta didik kelas VI sekolah dasar se Gugus Sultan Agung Kec.Kedungbanteng
dengan sampel 147 peserta didik dan teknik yang digunakan dalam pengambilan
sampel adalah propability sampling dengan sistem acak sederhana (simple random
sampling)
Hasil uji validitas dengan pemodelan Rasch melalui validitas isi, psikometri dan
konstrak. Hasil uji validitas aspek isi, psikometni tiga ahli sepakat jika tes mi sudah
memenuhi validitas isi dan psikometni. Hasil uji validitas konstruk asp e k isi bahwa
seluruh teslet berfungsi baik nilal Outfit MSQ antara 0,5 sampai 1,5 sedangkan nilai outfit
t antara -2 sampai 2,0 dan peluang penerimaan Ho (kecocokan contoh) lebih sensitif
berdasarkan 0,01 (p> 0,01), aspek substantif ada satu peserta yang mengalami respon
menyimpang p-value di bawah 0,01 ,aspek struktural, butir yang memenuhi kniteria dalam
analisis faktor dapat dilihat berdasarkan nilai KMO sebesar 0,552 (lebih besar dari 0,5)
maka dapat dikatakan analisis faktor Iayak untuk digunakan. uji coba korelasi dengan
aplikasi korelasi Excel, didapat hasil korelasi dengan nilai positif (0,915865) . Aspek
eksternal Separation Reability: 0.3541 Observed Variance: 0.8313 (Squared Standard
Deviation) Mean Square Measurement Error: 0.2463 (Model Error Variance)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
