1,720,975 research outputs found

    Rumahku: Komposisi Sonata Jazz untuk Mini Big Band

    Get PDF
    Tidak diizinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan scan lembar pengesahan belum dibubuhi cap fakultas.Rumahku merupakan komposisi musik programatik yang menggabungkan elemen bentuk sonata dan genre jazz (swing, ballad, funk, dan samba). Karya ini terdiri dari tiga movement yang menggambarkan pengalaman dan interaksi yang terjadi di rumah penulis. Movement pertama bertempo andante menceritakan interaksi anggota keluarga penulis di teras rumah dengan suasana santai, movement kedua bertempo lento menggambarkan diskusi dan perdebatan yang terjadi di ruang keluarga, dan movement ketiga bertempo allegro menggambarkan percakapan penulis dan adik di ruang tidur. Karya Rumahku disusun untuk format mini big band yang terdiri dari rhythm section (piano, bas, gitar, drum) dan brass section (terompet, trombon, saksofon alto, saksofon tenor). Tokoh-tokoh dalam komposisi Rumahku direpresentasikan melalui empat isntrumen yaitu bas menggambarkan ayah, gitar ibu, saksofon alto penulis, dan piano adik.Rumahku is a program music combining sonata and jazz genre (i.e., swing, ballad, funk, samba). This work has three movements that describes author’s experiences and interactions occurring in the author’s house. The first movement in andante tempo describes the author’s family interactions at the terrace in relaxed situation; the second movement in lento tempo presents the discussion and tensions that happens in the family room; the final movement written in allegro tempo portrays the conversation between the author and author’s sister in the bedroom. This multi-movement work is written for mini big band consisting of rhythm section (piano, electric bass, electric guitar, drums) and brass section (trumpet, trombone, alto saxophone, tenor saxophone). All characters in Rumahku are represented by four instruments, i.e., bass illustrates the father, guitar the mother, alto saxophone the author, and piano the sister

    Tinjauan Teori Solidaritas Terhadap Paduan Suara Parompuan HKBP Salatiga sebagai Medium Parhahamaranggion

    Get PDF
    Pelayanan paduan suara dalam setiap peribadatan Minggu menjadi salah satu ciri khas bagi Gereja HKBP. Kehadiran paduan suara membantu jemaat meningkatkan spiritualitasnya terhadap Tuhan serta mendekatkan persekutuan dengan sesama. Perwujudan persekutuan yang dekat tersebut dapat dilihat dari kehadiran paduan suara parompuan HKBP Salatiga. Melalui momen kegiatan paduan suara inilah, para anggota yaitu para ibu mengalami proses pengakraban diri sebagai wujud persaudaraan di dalam Kristus. Oleh sebab itu solidaritas menjadi salah satu fondasi persekutuan bagi anggota paduan suara parompuan HKBP Salatiga. Penelitian ini menggunakan teori solidaritas untuk mengkaji paduan suara parompuan HKBP Salatiga sebagai medium parhahamaranggion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan dan wawancara dengan para anggota paduan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paduan suara parompuan mampu menjadi medium parhahamaranggion bagi anggota paduan suara. Setiap anggota paduan suara parompuan memiliki rasa saling peduli, memperhatikan, dan memberikan kepercayaan satu dengan lainnya. Selain itu parhahamaranggion yang awalnya ada karena sistem kekerabatan budaya Batak, membantu para anggota memiliki kebiasaan yang sopan ketika bertutur sapa. Hadirnya komunitas pun juga memberikan kontribusi terhadap pelayanan di gereja

    Penggunaan Lagu Pop Rohani dalam Peribadahan dan Tingkat Spiritualitas Jemaat GKJ Menara Kasih Salatiga: Sebuah Kajian Psikologi Agama

    Get PDF
    Tulisan ini menjelaskan mengenai pro dan kontra penggunaan lagu pop rohani dalam peribadahan di Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga. Penggunaan lagu pop rohani di GKJ Menara Kasih Salatiga dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan jemaat. Namun upaya ini sering kali dinilai oleh beberapa pihak justru mengaburkan identitas Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga sebagai Gereja Kristen Jawa. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara penggunaan lagu pop rohani dalam peribadahan dengan spiritualitas jemaat Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga dengan menggunakan kajian psikologi agama berdasarkan teori perkembangan iman James Fowler. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik snowball. Enam belas partisipan terlibat dalam penelitian ini yang terdiri dari satu orang Pendeta dan jemaat (lima orang lansia, empat orang dewasa, dan enam orang pemuda-remaja). Teknik observasi dan wawancara digunakan dalam proses pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori yang dikembangkan oleh James Fowler untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan lagu pop rohani dalam peribadahan memiliki keterkaitan dengan spiritualitas jemaat Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga. Hal ini dapat terlihat dari ketertarikan jemaat pada lagu pop rohani yang digunakan dalam peribadahan. Jemaat merasa penggunaan lagu pop rohani dapat membuat mereka bersemangat dan menghayati ibadah yang diikuti. Selain itu, teks lagu pop rohani yang relatif mudah dipahami maknanya dan relevan dengan pergumulan yang dihadapi jemaat membantu mereka untuk bertumbuh dalam keimanan.This paper describes the pros and cons of using contemporary worship songs in church services at Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga. The use of contemporary worship songs at GKJ Menara Kasih is intended to improve the faith of the congregation. However, some people doubt that this attempt because can obscure the identity of the Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga as Gereja Kristen Jawa. Therefore, this study aims to describe and analyze the relationship between the use of contemporary worship songs in services and the spirituality of the Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga congregation, and the study of religious psychology using James Fowler's faith development theory. The author conducted research using qualitative methods with a descriptive approach. The participants were selected using snowball technique. Sixteen participants were involved in this research consisting of one Pastor and congregations (five elderly, four adults, and six youth). Observation and interview were adopted in acquiring data. The data was analyzed using James Fowler’s theory to generate conclusions. The results indicate that the use of contemporary worship songs relate to the spirituality of the Gereja Kristen Jawa Menara Kasih Salatiga congregation. This can be seen from the congregant’s interest in the contemporary worship songs used in services. The congregant feels that the use of contemporary worship songs help them to be enthusiastic in enjoying the services. In addition, contemporary worship songs which are relatively easy to understand and relevant to the struggles faced by the congregation, help them to grow in their faith

    DUA WAJAH ISLAM DALAM IMAJINASI SOSIAL KRISTEN: Lagu Mamase sebagai Memori Kolektif Korban DI/TII dan Implikasinya terhadap Interreligious Engagement di Lamasi Timur, Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana lagu Mamase merepresentasikan dua wajah Islam dalam imajinasi sosial dan memori kolektif warga Kristen Kristen korban Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dan implementasinya terhadap keterlibatan antar agama di Lamasi Timur, Sulawesi Selatan. Saat ini, penggunaan politik identitas dalam kontestasi politik di Indonesia telah merugikan hubungan antar agama di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, memori kolektif warga Kristen korban DI/TII terhadap Islam dalam lagu Mamase perlu dikembangkan sebagai paradigma membangun keterlibatan antar agama di Lamasi Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Secara teoritis, paradigma ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang mencakup sosiologi lintas agama, memori kolektif, imajinasi sosiologis, dan etnomusikologi. Ditemukan bahwa narasi pengungsian dalam lagu Mamase menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan hubungan masyarakat Distrik Lamasi Timur dan Distrik Lamasi yang hidup berdampingan dengan perbedaan suku dan agama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi pengambil kebijakan untuk membangun harmonisasi umat beragama berbasis memori kolektif dalam lagu Mamase di Lamasi Timur, Sulawesi Selatan

    Burung Manguni, Identitas Budaya Minahasa: Komposisi Musik Programatik bebasis Practice-Based Research

    Get PDF
    Manguni merupakan istilah Minahasa untuk hewan karnivora dan nockurnal yang lazim dikenal dengan sebutan burung hantu. Burung manguni memiliki nama Latin yaitu otus manadensis. Orang-orang Minahasa mempercayai bahwa manguni merupakan burung pembawa kabar dari Opo Wailan Wangko atau Tuhan Yang Maha Esa. Di era modern keberadaan manguni mulai terancam punah karena adanya perburuan dan penebangan pohon yang merupakan habitat asli manguni. Hal ini sedikit banyak berdampak terhadap memudarnya pemahaman generasi muda terhadap manguni sebagai identitas orang Minahasa, serta nilai-nilai budaya leluhur yang terdapat pada burung ini. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai luhur yang terdapat pada manguni kepada generasi muda melalui karya simfonik yang memadukan idiom musik Minahasa dan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan practice-based research yang memosisikan peneliti sebagai instrumen kunci. Beberapa tahapan penelitian meliputi: penyusunan konsep komposisi, memasukkan leitmotif dan menambahkan ide ekstramusikal, penuangan ide atau kreasi, penyusunan komposisi secara detail dan evaluasi. Luaran penelitian berupa karya musik programatik deskriptif yang menggunakan manguni sebagai ide ekstramusikal. Leitmotif berfungsi merepresentasikan sifat dan karakter manguni, serta pemaknaan orang-orang Minahasa terhadap identitas kultural ini. Karya ini mengadopsi idiom musik Minahasa seperti pola ritme tarian kabasaran, modus dan ornamentasi nyanyian maengket. Komposisi manguni berbentuk sonata form yang terdiri dari: eksposisi, pengembangan, rekapitulasi dan coda. Teknik-teknik yang digunakan meliputi polytonal, cluster, quartal, artificial harmony, polychord, sekuens, augmentasi, diminuisi dan retrogasi

    “The Elements of Nature” Sebuah Komposisi Musik Programatik untuk Orkestra

    Get PDF
    Lembar Pengesahan tidak disertai tanda tangan dosen pembimbing“The Elements of Nature” merupakan sebuah komposisi musik programatik untuk orkestra yang menggambarkan keempat elemen alam, yaitu: air, udara (angin), api, dan tanah. Berdasarkan latar belakang masalah yaitu langkanya komposisi programatik yang menggambarkan keempat elemen alam serta rendahnya kesadaran manusia terhadap tugas dan tanggung-jawabnya untuk memelihara kelestarian alam, maka penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah komposisi programatik yang dapat menggambarkan karakteristik keempat elemen alam serta mengingatkan akan tugas dan tanggungjawab setiap umat manusia. Hasil akhir dari penelitian ini adalah dalam bentuk sebuah komposisi programatik untuk orkestra berjudul: “The Elements of nature” yang terdiri dari empat movement, yaitu: 1) First Movement: Water, 2) Second Movement: Air, 3) Third Movement: Fire, 4) Fourth Movement: Earth

    Peran Penggunaan Lagu Pop Rohani dalam Ibadah Pemuda GMIM Betlehem Teling Atas dalam Perspektif Musik Gereja

    Get PDF
    Tulisan ini berfokuskan pada peran penggunaan lagu pop rohani dalam ibadah pemuda GMIM Betlehem Teling Atas dalam perspektif musik gereja. Perilaku dalam menggunakan lagu pop rohani dalam ibadah pemuda diharapkan sesuai dengan konteks ibadah. Oleh karena itu, tujuan penelitian dalam tulisan ini adalah mendeskripsikan bagaimana peran lagu pop rohani dalam pemuda GMIM Betlehem Teling Atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik pengumpulan data yaitu wawancara. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan Pemuda GMIM Betlehem Teling Atas menjelaskan bahwa lagu pop rohani merupakan lagu yang dapat memberikan kesan dan inspirasi yang menyentuh bahkan lebih muda untuk dipahami terlebih dikalangan anak muda. Namun masih terdapat penyalahgunaan lagu pop rohani dikalangan pemuda dengan alasan bahwa kehadiran musik modern atau pop rohani dalam ibadah memungkinkan gereja agar tidak ketinggalan zaman (trend) dalam memenuhi kebutuhan anak muda di zaman sekarang ini.This paper focuses on the role of using spiritual pop songs in the GMIM Betlehem Teling Atas youth service in the perspective of church music. The behavior in using spiritual pop songs in youth worship is expected to be in accordance with the context of worship. Therefore, the aim of the research in this paper is to describe the role of spiritual pop songs in the youth of GMIM Betlehem Teling Atas. The research use of qualitative method of data collection techniques is interview. The results of this study as a whole GMIM Betlehem Teling Atas Youth explained that spiritual pop songs are songs that can give a toucing impression and inspiration for even younger people to understand, especially among young people. However, there are still spiritual pop songs abuse among the youth by reason that the presence of modern or spiritual pop music in worship allows the church not to be out of date (trend) in fulfilling the needs of a child young nowdays

    The Apollonian

    Get PDF
    The Apollonian merupakan sebuah resital gitar sebagai produk pembelajaran dan penelitian penulis dalam menyelesaikan Tugas Talenta Unggul konsentrasi penyajian musik di Prodi Seni Musik Universitas Kristen Satya Wacana. Apollonian merupakan istilah yang digunakan oleh filsuf Friedrich Nietzsche dalam bukunya berjudul The Birth of Tragedy yang merujuk pada karya seni yang menggambarkan karakteristik utama dari Dewa Apollo, yaitu: rasional, teratur, beradab, selaras, serta memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri. The Apollonian menyajikan delapan repertoar yang memiliki tingkat kesulitan yang beragam, dimulai dari periode Barok hingga Modern, serta repertoar musik rakyat Nusantara. Repertoar yang disajikan meliputi: Prelude BWV 998 karya Johann Sebastian Bach (Periode Barok); 6 Variations on Folies d´Espagne Op. 45 karya Mauro Giuliani (Periode Klasik); Asturias karya Isaac Albeniz dan La Cateral karya Agustin Barios Mangore (Periode Romantik); serta tiga repertoar dari era Modern, yaitu Sunburst, Usher Valse, dan Autumn Leaves. Selain itu penulis mengangkat satu karya musik rakyat dari Nusa Tenggara Timur yaitu Anak Kambing Saya. Pemilihan repertoar dari keempat zaman musik berbeda yang didominasi periode Romantik dan Modern bertujuan untuk memperkenalkan pendengar musik awam terhadap sajian konser musik Klasi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore