1 research outputs found

    Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dengan model pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) terhadap Hasil Belajar pada Materi Redoks Kelas X di SMA Laboratorium UM

    No full text
    RINGKASANAfninda,  L Fuad. 2019. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dengan model pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) terhadap Hasil Belajar pada Materi Redoks Kelas X di SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Herunata, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: POE, PDEODE, hasil belajar, redoks.Akhir-akhir ini sistem pembelajaran kimia di sekolah mendapat kritik yang mengarah pada materi pembelajaran yang bersifat teoritik-akademik dan sistem pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Materi kimia juga masih dirasa sulit oleh siswa, salah satunya materi reaksi redoks. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Medina (2015) dan Astutik, dkk (2017). Salah satu guru kimia di Kota Malang menambahkan bahwa 65,5% dari 58 siswa belum mencapai KKM pada materi tersebut. Ristiyani (2016) menyebutkan salah satu penyebab kesulitan belajar siswa adalah faktor metode belajar. Metode belajar ini dipengaruhi oleh metode atau model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Diantara model pembelajaran yang mampu membuat siswa lebih aktif dan menambah motivasi belajar siswa adalah model pembelajaran POE dan PDEODE. Banyak penelitian membuktikan bahwa masing-masing model ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Akan tetapi penelitian yang membandingkan kedua model pembelajaran ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Perbedaan utama dari kedua model pembelajaran ini terletak pada penekanan aktivitas belajar (Costu, 2008). Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan model pembelajaran PDEODE lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan model pembelajaran POE.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain posttest-only design. Variabel bebas yang digunakan yaitu model pembelajaran dengan variabel terikat hasil belajar. Sedangkan variabel kontrolnya yaitu silabus, materi, alokasi waktu, dan soal posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Laboratorium UM yang berjumlah 103 siswa dan diambil 69 siswa sebagai sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas X IPA 3 sebagai kelompok eksperimen 1 dan kelas X IPA 2 sebagai kelompok eksperimen 2. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar kognitif.Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, keterlaksanaan proses pembelajaran kedua kelompok termasuk dalam kriteria baik dengan persentase sebesar 87% untuk kelompok eksperimen 1 dan sebesar 87,75% untuk kelompok eksperimen 2. Ke dua, hasil uji-Z kemampuan kognitif diperoleh nilai Pvalue 0,004. Hasil tersebut menunjukkan nilai yang lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil perhitungan tersebut disimpulkan bahwa hasil belajar dengan model pembelajaran PDEODE lebih tinggi dibanding hasil belajar dengan model pembelajaran POE
    corecore