135 research outputs found
Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat
RINGKASAN Prabowo, Rahmatullah Aji. 2019. Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., Ph.D. (II) Irham Fadlika, S.T., M.T.Kata Kunci: Z-Source Inverter, EBASZ-qZSI, Boost Factor, Voltage Gain, Riak Arus Induktor, Stress Tegangan Kapasitor, Stress Tegangan Dioda. 
ANALISIS PERAN PROGRAM REPLANTING KELAPA SAWIT TERHADAP PEENGHASILAN TENAGA KERJA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada KUD Mekar Sawit Kec. Mesuji Kab. Ogan Komering Ilir)
ABSTRAK
M. NUR ARIF BIJAKSONO
NPM: 1551010224
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil
perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan
perekonomian di Indonesia karena kemampuannya menghasilkan
minyak nabati yang banyak dibutuhkan oleh sektor industri. Sebagai
negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia
mempunyai potensi yang besar untuk memasarkan minyak sawit dan
inti sawit baik di dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana program replanting kelapa sawit
dan pengaruhnya terhadap penghasilan tenaga kerja dan untuk
mengetahui tinjauan ekonomi islam tentang program replanting kelapa
sawit dan pengaruhnya terhadap penghasilan tenaga kerja di
Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jenis penelitian
yang di gunakan penulis adalah penelitian lapangan (field research).
Sumber data yang dugynakan sumber data primer dan sumber data
sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Program replanting kelapa sawit biasanya berlangsung dalam
waktu yang cukup lama dan membutuhkan banyak pekerja. Kegiatan
replanting sendiri meliputi pembabatan tanaman lama, penanaman
kembali dan perawatan hingga masa panen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa program replanting kelapa sawit menyerap
penghasilan tenaga kerja karena denga dilakukannya replanting kelapa
sawit penghasilan yang diperoleh semakin berkurang, sehingga petani
untuk memperoleh penghasilan dengan cara sudah memiliki kebun
kelapa sawit lain, memiliki pekerjaan lain, dan tumpang sari kebun
kelapa sawit; Syariat Islam memuat ajaran-ajaran yang mengatur
manusia bekerja dan mencari nafkah dengan jalan halal. Bekerja
merupakan fitrah, sekaligus sebagai identitas manusia yang didasarkan
pada prinsip- prinsip iman (teologis) yang termotivasi untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari agar bisa hidup mandiri,
tidak menjadi beban orang lain. Bekerja tidak saja dapat meninggikan
martabat dirinya dihadapan sesama manusia, namun dalam
kapastitasnya sebagai hamba Allah, sekaligus juga di hadapan-Nya.
Kata Kunci: Program Replanting, Tenaga Kerja
ABSTRACT
M. NUR ARIF BIJAKSONO
NPM: 1551010224
Palm oil is one of the plantation commodities that has an
important role in economic activities in Indonesia because of its
ability to produce vegetable oil which is much needed by the
industrial sector. As the largest palm oil producing country in the
world, Indonesia has great potential to market palm oil and palm
kernel both at home and abroad. The purpose of this study was to find
out how the oil palm replanting program and its effect on the income
of workers and to find out an Islamic economic review of the oil palm
replanting program and its effect on the income of workers in Mesuji
District, Ogan Komering Ilir Regency. The type of research used by
the author is field research (field research). The data sources used are
primary data sources and secondary data sources. Data collection
techniques by means of observation, interviews, and documentation.
Data analysis used data reduction, data presentation, and drawing
conclusions.
Oil palm replanting programs usually take a long time and
require many workers. Replanting activities include clearing old
plants, replanting and maintaining them until harvest time. The results
of the study indicate that the oil palm replanting program absorbs
labor income because by doing oil palm replanting the income
obtained is decreasing, so that farmers can earn income by having
other oil palm plantations, having other jobs, and intercropping oil
palm plantations; Islamic law contains teachings that regulate people
to work and earn a living in a lawful way. Work is a nature, as well as
a human identity based on the principles of faith (theological) who are
motivated to fulfill their daily needs so that they can live
independently, not be a burden to others. Work can not only elevate
his dignity in front of fellow human beings, but in his capacity as a
servant of God, as well as before Him.
Keywords: Replanting Program, Manpowe
Determinasi Random Walks Pembangkit Nuklir Pada Smart Grid Power System
Abstrak: Energi listrik dewasa ini menjadi salah satu kebutuhan sangat penting untuk menunjang aktifitas masyarakat dan industri. Sehingga pengiriman daya listrik harus dilakukan dengan layanan yang baik, aman dan andal. Untuk menentukan determinasi ran-dom walks pembangkit nuklir, smart grid power system didekati dengan menggunakan model standard IEEE-30 bus. Determinasi random walks pembangkit nuklir ditentukan dengan menggunakan MATLAB original R2010bSP1 dan menerapkan Lebah Musim Panen. Hasil determinasi random walks untuk pembangkit nuklir pada smart grid power system model, bahwa sistem menyerap rugi daya yang besar, unit commitment pembangkit dilayani dengan daya yang berbeda-beda, karakteris-tik random walks pembangkit mencer-minkan prilaku yang beda dalam mendukung interkoneksi. Pembangkit 1 dan pembangkit 4 memiliki karakteristik random walks yang dinamis, dibandingkan dengan pembangkit lainnya.Kata-kata kunci: random walks, smart grid, lebah musim pane
PENGARUH SUDUT PEMICUAN (TRIGGER) PENYEARAH TERKONTROL TERHADAP PUTARAN MOTOR DC
Pengaturan putaran motor sangat penting untuk dilakukan untuk memikul beban mekanik yang sesuai. Selain itu juga untuk menyesuaikan dengan kondisi pada saat start. Banyak cara dilakukan untuk mengatur kecepatan putaran, salah satunya adalah dengan mengatur tegangan sumber yang dapat dikendalikan dengan penyeraha terkontrol. Sebagaimana tujuan dalam pembahasan ini, yaitu untuk meneliti hubungan unjuk kerja penyearah terkontrol dan motor DC, yaitu yang diwakili parameter sudut pemicuan dan putaran. Selanjutnya, dengan mengacu pada hasil analisis didapatkan, bahwa sudut pemicuan sangat berpengaruh terhadap putaran motor DC. Semakin besar sudut pemicuan akan menyebabkan putaran semakin kecil. Selain itu tingkat pengaruh sudut pemicuan terhadap putaran motor DC memiliki signifikansi sebar 99% dengan nilai F sebesar 386,603, hal tersebut menunjukan sangat kuatnya pengaruh sudut pemcuan
Performasi Pembangkit 150 kV Dalam Blackout Scenarios
Stabilitas sistem tenaga ini pada kondisi blackout memerlukan tindakan segera untuk recovery. Pada kondisi tersebut, kajian ini disimulasikan pada sistem 150 kV di Kota Malang. Hasil analisa menunjukan terjadinya perubahan respon tegangan pembangkit Wlingi dari 0,944 pu menjadi 0,946 pu dan overshoot yang terjadi selama osilasi sebesar 0,962 pu pada 0,53 detik setelah gangguan terjadi. Sedangkan pada pembangkit Sutami mengalami overshoot untuk tegangan sebesar 0,968 pu pada 0,5 detik setelah gangguan terjadi dan tegangan berubah dari 0,948 pu menjadi 0,952 pu pada saat setabil kembali
PENGARUH KONTINGENSI GANDA PADA KONDISI JARINGAN LISTRIK
Gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik dapatberpengaruh pada stabilitas dan kontinyuitas penyaluran daya listrik.Gangguan-gangguan tersebut dapat menyebabkan tejadinya kontingensipada sistem dan berpengaruh pada kondisi sistem secara keseluruhan. Baikkontingensi tunggal atau kontingensi jamak dalam hal ini gandamenyebabkan terjadinya perubahan kondisi sistem. Pada kontingensi gandayang terjadi di Bali menunjukan hampir semua bus mengalami perubahantegangan, perubahan tegangan terbesar terjadi pada bus Sanur. Selain itukontingensi yang terjadi juga melepas beban existing system, yaitu beban diGianyar dan Ampapura
IMPLEMENTASI THUNDERSTORM ALGORITHM UNTUK MINIMASI DINAMIKA PRODUKSI POLUSI PADA PEMBANGKIT TERMAL TENAGA LISTRIK
Dewasa ini upaya untuk melakukan proteksi lingkungan terhadap berbagai polusimulai ditingkatkan pada berbagai aspek. Sebagai salah satu penyumbang polusi udara melalui partikel yang ikut diproduksi akibat penggunaan bahan bakar fosil, maka operasi sistem tenaga listrik mulai juga dicermati untuk turut menekan terjadinya polusi di udara karena penyediaan energi listrik. Dengan demikian, sangat penting untuk menekan laju produksi polusi melalui berbagai strategi, agar produksi polusi dapat dikurangi. Pada artikel ini, persoalan tersebut didekati menggunakan dinamika produksi polusi (DPP) yang bertujuan untuk meminimumkan polusi pembangkit selama 24 jam. Selain itu, prosesminimalisasi polusi ditentukan dengan thunderstorm algorithm menggunakan IEEE-30 bus sebagai model sistemnya. Berdasarkan durasi operasi, maka setiap pembangkit memiliki daya yang bervariasi kapasitasnya, termasuk kondisi produksi polusi juga berbeda satu sama lain. Dari sisi perubahan, setiap pembangkit mengalami penambahan dan pengurangan jumlah produksi pada setiap jam beroperasi
Modern Arabic literary biography : a study of character portrayal in the works of Egyptian biographers of the first half of the twentieth century, with special reference to literary biography
In Chapter one, I presented a comparative definition of the meaning of Sirah (PI.Siyar), Tarjamah (Pl. Tarajim), Manaqib, Tabaqat and Maghazi as they were understood in antiquity. I also showed how the meaning of Sirah in modern times has only narrowly developed. Although the method of biographical writing continuously developed in Europe, it hardly progressed in Modem Arabic Literature. The only exception was seen in the writings by the pioneers of enlightenment in Egypt at the beginning of the twentieth century. This change of direction relied on borrowing European methodology in biographical writing.
In chapter two, I reviewed the early attempts at writing biographies in the nineteenth century by Abd al Rahman al- Jabarti and Ali Mubarak. Although both were the first
pioneers in this respect, yet they followed the footpath of classical approach above all that of al-Maqarizi from whom -Ali Mubarak derived inspiration in his book Al-Khitat al-Tawfiqiyyah.
In chapter three, I studied the twentieth century, starting with traditional biography writers who could not employ European methodologies and whose writings oscillated between biographical notes and biographical sketches; or whose texts were more of a literary study than a biography proper.
In chapters four to nine, I selected the most renowned, productive writers who best represented methodologies of biography writing. Perhaps certain writers have not
been mentioned in this period of study. This is not out of negligence but simply because their texts were totally out of reach, or their writings did not exhibit the
required literary criteria.
All methodologies representing the theory of biography writing in Egypt have been analysed in these chapters. All, in fact, form a digestion or assimilation of French,English and German schools. In Egypt, Taha Husayn is considered the chairman of the French school, al-Mazini and al-Aqqad of the English/German schools, al-Nuwaihi of the psychoanalytical/anatomical school and Sidqi who employed both. By contrast, al Iryan was the trailblazer of the distinguished biographical novel.
In these chapters, I tried to lay out the general outlines these writers have produced in the production of biographical texts, and how these attempts were a successful step on the road of presenting literary biographies characterized by high world standards.
Chapter ten may well seem traditional, but it is important to give a comparative outlook on the views of biography writers themselves when they study and analyse
the same character.
Among the characters studied ,I selected Bashsliar, Abu Nuwas, Ibn al-Run-i, al-Mutanabbi and al-Maarri. These are outstanding landmarks in the history of Arab verse and the subject of a multitude of studies as well. Modern biographers took these figures as a test field for the deployment and employment of biographical methodologies. I selected these examples to provide comparisons and explain how far these biographies were successful in producing a biography or a profile of those classical poets.
The conclusion and the bibliographical list arrived at the end of research.
I wish, however, to clarify one important point here. It seems that I could not fix the year 1950 as the temporal parameter of my research but took some textswhich were
published shortly beyond that point. The reason for this obvious extension was either to give additional useful details or simply because chapters of such texts had already
been published prior to that year and were known to the readership.
At times I would satisfy myself with analysing the part rather than the whole. This again was meant to eschew repetition or was due to the fact that the book in question
was not available
- …
