1,721,065 research outputs found
PENGARUH CITRA MEREK, CITRA DIRI DAN KEMAMPUAN KEUANGAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PAKAIAN BEKAS IMPOR DI PEKANBARU
PENGARUH CITRA MEREK, CITRA DIRI DAN KEMAMPUAN
KEUANGAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PAKAIAN
BEKAS IMPOR DI PEKANBARU
Ade Saputra
ABSTRAK
Penelitian ini berlokasi di Pekanbaru yang dimulai pada bulan Januari
sampai Juni 2024, Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa semakin maraknya
kegiatan Thrift Shopping di Pekanbaru. Terlebih sudah diberlakukan peraturan yang
khusus mengatur kegiatan thrift shopping dengan melarang ekspor pakaian bekas
masuk ke Indonesia. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang buat
penggemar pakaian bekas bagi remaja di Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh citra merek, citra diri, dan kemampuan keuangan terhadap
keputusan pembelian pada pakaian bekas layak pakai di Pekanbaru. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden di
Pekanbaru, Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri memiliki pengaruh positif
terhadap keputusan pembelian pada pakaian bekas layak pakai di Pekanbaru. Hal
ini berarti bahwa semakin positif citra diri konsumen, semakin tinggi pula
kemungkinan mereka untuk membeli pakaian bekas layak pakai. Sebaliknya, citra
merek & kemampuan keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
keputusan pembelian pada pakaian bekas layak pakai di Pekanbaru. Penelitian ini
memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan bahwa citra diri
merupakan faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian. Implikasi
penelitian ini adalah bahwa toko thrift shop perlu membangun citra merek yang
positif dan meningkatkan citra diri konsumen untuk meningkatkan penjualan.
Kata Kunci: citra merek, citra diri, Kemampuan Keuangan, Keputusan
Pembelia
ANALISIS MEKANISME PENERAPAN NISBAH BAGI HASIL PADA ANGGOTA DALAM PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT ISTIQOMAH PLOSOKANDANG TULUNGAGUNG DAN BMT AL MADANI TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Analisis Mekanisme Penerapan Nisbah Bagi Hasil
pada Anggota dalam Pembiayaan Mudharabah di BMT Istiqomah Plosokandang
Tulungagung dan BMT Al Madani Tulungagung” ditulis oleh Ryan Ade Saputra,
NIM. 12401193170, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,
pembimbing Siswahyudianto, M.M.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keresahan peneliti melihat nisbah bagi
hasil yang tidak relevan, yang diberikan pihak BMT kepada anggota. Sehingga
beberapa anggota yang merasa terbebani dalam membayar kewajibannya, dan dapat
menyebabkan berbagai risiko.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nisbah bagi hasil, risiko
dalam pembiayaan mudharabah, dan cara penanganan risiko tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan pengumpulan data, penyajian data,
reduksi data, verifikasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme penerapan yang
mempengaruhi besar kecilnya nisbah bagi hasil pada BMT Istiqomah Plosokandang
Tulungagung dan BMT Al Madani Tulungagung melibatkan faktor-faktor seperti
jangka waktu pembiayaan, nominal pembiayaan, perkiraan keuntungan, sektor
usaha, keanggotaan lama, serta riwayat pembiayaan sebelumnya. Risiko-risiko
yang muncul terkait dengan pembiayaan mudharabah dapat diatasi melalui
langkah-langkah seperti komunikasi yang efektif
Kata Kunci: Nisbah, Bagi Hasil, Risiko, Pembiayaan Mudharaba
THE ANALYSIS OF MISOGYNISTIC LIRIC IN RAP/HIP-HOP MUSIC A QUALITATIVE ANALYSIS ON STUDENTS PERCEPTION OF MISOGYNISTIC LIRIC
Ade Saputra:
Song is to used express someone’s ideas thought and feeling, through song people
can say anything and they also talk about everything in the lyric. In order to know and
understand the misogynistic meaning in rap/hip-hop music. And how the havy viewer of
rap/hip-hop music expressed their felling thought misogynistic words lyric.
Using a qualitative analysis method, how misogynistic pattern in rap/hip-hop
music lyric, and how the expression of the misogynistic words or prhase in rap/hip-hop
lyric. This study analyzed the lyrical of popular rap and hip-hop songs between 2000
and 2015. Song lyrics were classified into one or more of the following coding
categories: demeaning language, rape/sexual assault, sexual conquest and physical
violence. Themes of power over, objectification of and violence against wom en were
identified as prevalent throughout the content analysis sample. Survey results indicated
a positive correlation between misogynous thinking and rap/hip-hop consumption.
The research entitled “An analysis of misogynistic lyric in rap/hip-hop music; a
qualitative analysis of misogynistic lyric ” focus on words meaning in semantical
analysis and misogynistic pattern in Rap/hip-hop lyric, for the analysis of words and
prhase using semiotic triangel by Ogden and Richard, and the researcher divide in 4
kinds of misogynistic lyric, first is lyric that referencing acts of physical violence
toward women, second one is song insinuating rape/sexual assault, third is lebeling
women in derogatory ways using demeaning language and the last one is song
portraying sexual conquest. And in the present study founding 15 prhase and 45 words
of misogyny in 20 song lyric.
Key Word : misogynistic lyric,misogyny expressoin,and word meaning
OPTIMALISASI STRATEGI BAITUL MAAL WAT TAMWIL DALAM MENINGKATKAN USAHA MIKRO DITINJAU MENURUT EKONOMI SYARIAH (Studi Multisitus pada BMT-UGT Sidogiri Capem dan BMT Marwah Pekanbaru)
ABSTRAK
Ade Saputra (2021) : OPTIMALISASI STRATEGI BAITUL MAAL
WATTAMWIL DALAM MENINGKATKAN
USAHA MIKRO DITINJAU MENURUT
EKONOMI SYARI’AH (Studi Multisitus pada BMT
UGT Sidogiri Capem dan BMT Marwah Pekanbaru)
Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) amat vital untuk menciptakan
pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Baitul Maal Wattam wil (BMT)
hadir ditengah-tengah pegiat usaha kecil supaya terbantu dalam meningkatkan
usahanya melalui bantuan pembiayaan modal usaha yang berlandaskan syariat
Islam. Adapun rumusan penelitian ini adalah Bagaimana optimalisasi strategi
yang di lakukan oleh BMT UGT Sidogiri dan BMT Marwah Pekanbaru dalam
meningkatkan usaha Mikro, Apa saja faktor pendukung dan penghambat BMT
UGT Sidogiri dan BMT Marwah Pekanbaru dalam optimalisasi strategi yang
dilakukan, dan Bagaimana optimalisasi strategi yang dilakukan oleh BMT UGT
Sidogiri dan BMT Marwah Pekanbaru dalam meningkatkan usaha mikro ditinjau
menurut ekonomi syari’ah. penelitian ini menggunakan metode penelitian
analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara,
tinjauan pustaka, dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan mereduksi data,
disajikan dalam bentuk teks naratif dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian
ini dapat diketahui bahwa (1) Optimalisasi strategi yang dilakukan yaitu dengan
proses pembiayaan yang mudah, memprioritaskan pedagang kecil, mengedukasi
masyarakat tentang pinjaman berbasis syariah. (2) Faktor pendukung dalam
optimalisasi strategi yang dilakukan yaitu kerjasama yang solid antara pengurus
dan staf BMT, sedangkan yang menjadi faktor penghambat nya adalah SDM, jiwa
wirausaha yang relatif masih lemah, permodalan yang masi kecil, kepercayaan
yang rendah, dan kurang nya eksistensi BMT. (3) Optimalisasi strategi oleh BMT
UGT Sidogiri dan BMT Marwah Pekanbaru ditinjau menurut ekonomi syariah
sudah sesuai karena telah melakukan ikhtiar untuk meningkatkan SDM,
memberikan pembinaan terhadap nasabah, dan meningkatkan sosialisasi tentang
keberadaan BMT.
Kunci: Optimalisasi, Strategi, Baitul Maal wat-Tamwil, Usaha Mikro
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MENGGUNAKAN KURIKULUM JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU (JSIT) DAN KURIKULUM SEKOLAH ISLAM TERPADU (SIT) DI TINJAU DARI KEMAMPUAN SISWA/I SMP IT DI KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Ade Saputra, (2024) : Studi Komparatif Hasil Belajar Pendidikan Agama
Islam Menggunakan Kurikulum Jaringan Sekolah
Islam Terpadu (JSIT) dan Kurikulum Sekolah
Islam Terpadu (SIT) Ditinjau dari Kemampuan
Siswa/i SMP IT di Kota Pekanbaru
Penelitian ini merupakan studi komparatif terhadap hasil belajar
Pendidikan Agama Islam siswa/i SMP IT di Kota Pekanbaru yang menggunakan
dua kurikulum berbeda, yaitu Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)
dan Kurikulum Sekolah Islam Terpadu (SIT). Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengidentifikasi hasil belajar pendidikan agama islam menggunakan
kurikulum jaringan sekolah islam terpadu (JSIT) dan kurikulum sekolah islam
terpadu (SIT) di tinjau dari kemampuan siswa/i. Analisis dilakukan menggunakan
two way ANOVA untuk menguji efek dari variabel-variabel pada variabel
dependen Nilai_Tes.
Hasil analisis menunjukkan bahwa model secara keseluruhan signifikan (p
< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor yang
diteliti terhadap Nilai_Tes. Faktor Kelompok memiliki pengaruh signifikan (p =
0,000), begitu pula dengan faktor Kurikulum (p = 0,000). Selain itu, interaksi
antara Kelompok dan Kurikulum juga signifikan (p = 0,043), yang menunjukkan
bahwa efek kurikulum pada nilai tes bervariasi tergantung pada kelompok.
Koefisien determinasi (R-Squared) sebesar 0,737 menunjukkan bahwa 73,7%
variabilitas Nilai_Tes dapat dijelaskan oleh model, sehingga model ini cukup baik
dalam menjelaskan perbedaan nilai tes berdasarkan variabel-variabel yang diteliti.
Kesimpulannya, Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan
dalam pencapaian akademik siswa/i yang menggunakan kurikulum JSIT
menekankan pada pembentukan karakter Islam yang menyeluruh. Programnya
lebih terstruktur, dalam, mentoring siswa, pembinaan akhlak melalui program
halaqah tarbawiyah, dan pembiasaan seperti shalat berjamaah, membaca Al-
Qur'an, dan kultum. Pendekatan pembentukan sikap juga Islami, tetapi bisa
bervariasi tergantung pada masing-masing sekolah. Dan SIT Tidak selalu ada
standar atau sistem yang seragam, tergantung pada kebijakan sekolah. Pembiasaan
juga dilakukan, tetapi mungkin lebih bervariasi. Program ini tergantung pada visi
dan misi masing-masing sekolah, sehingga tidak selalu ada keseragaman dalam
penerapannya.
Kata Kunci: Studi komparatif, hasil belajar, Pendidikan Agama Islam,
Kurikulum JSIT, Kurikulum SIT
PELAKSANAAN PASAL 5 AYAT (3) PERATURA PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG BIAYA PENCATATAN NIKAH BAGI WARGA NEGARA YANG TIDAK MAMPU DAN KORBAN BENCANA DI KANTOR-KANTOR URUSAN AGAMA KABUPATEN PELALAWAN
Wahyu Ade Saputra (2017) :Pelaksanaan Pasal 5 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 Tentang Biaya Pencatatan Nikah Bagi Warga Negara Yang Tidak Mampu Dan Korban Bencana Di Kantor-kantor Urusan Agama Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman masyarakat yang lebih memilih pelaksanaan akad nikah dirumah dibandingkan pernikahan di Kantor Urusan Agama Kecamatan, disamping itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan bahwa angka kemiskinan dikabupaten Pelalawan meningkat dari tahun ketahun. Yang menjadi pokok permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015, dan apa kendala dalam pelaksanaannya serta bagaimana pandanagn Hukum Islam tentang pencatatan nikah bagi warga negara yang tidak mampu dan korban bencana.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang mengambil lokasi di Kantor-kantor Urusan Agama Kabupaten Pelalawan yang berjumlah 12 Kantor Urusan Agama Kecamatan, tetapi karena jumlah populasinya banyak dan sejenis maka diambil sampel sebanyak 4 Kantor Urusan Agama, yakni KUA Bunut, KUA Pangkalan Kuras, KUA Pangkalan Lesung, dan KUA Ukui. Dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan studi pustaka. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analitatik.
Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa peraturan ini belum terlaksana dengan baik karena beberapa kendala, diataranya masih ada Kepala Kantor dan Staff Kantor Urusan Agama Kecamatan yang belum mengetahui bahwa peraturan ini telah di sahkan, adanya kendala dalam pelaksanaanya dan calon pengantin lebih memilih pelaksanaan nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan dibandingakan perikahan diluar Kantor Urusan Agama Kecamatan. Pandangan Hukum Islam tentang pencatatan perkawinan meski pencatatan perkwainan tidak diatur dalam fikih terdahulu, namun didalamnya terdapat kemaslahatan. Dan mampu secara ekonomi bukanlah syarat mutlak untuk menikah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PHYSICAL DISTANCING DENGAN PERILAKU PROSOSIAL MASYARAKAT DESA RESAPOMBO
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PHYSICAL DISTANCING
DENGAN PERILAKU PROSOSIAL MASYARAKAT DI DESA
RESAPOMBO
Robin Ade Saputra, Afinia Sandhya Rini
Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas
Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Email : [email protected], [email protected]
ABSTRAK
Virus Covid-19 yang menggemparkan dunia pada tahun 2019 ini menyebabkan infeksi bahkan
kematian pada manusia dalam jumlah yang sangat besar. Guna mencegah penyebaran yang begitu
besar, pemerintah menerapkan kebijakan physical distancing. Namun, belum banyak masyarakat
yang mengetahui tentang apa itu physical distancing. Kebanyakan dari mereka belum menerapkan
sebagaimana kebijakan tersebut diberlakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana hubungan tingkat pengetahuan physical distancing dengan perilaku prososial masyarakat
di desa Resapombo. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif, menggunakan teknik analisis data uji
asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas dan uji
linieritas. Sedangkan uji hipotesis yang digunaan adalah uji kolerasi. Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah 260 orang dan sampel yang digunakan adalah masyarakat Desa Resapombo di
Dusun krajan yang berusia 16 tahun sampai usia 60 tahun. Sampell pada penelitian ini menggunakan
tehnik cluster sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala tingkat
pengetahuan physical distancing dan skala perilaku prososial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
adanya hubungan tingkat pengetahuan physical distancing dengan perilau prososial. Hal ini
diperkuat dengan hasil uji korelasi yang dilakukan menggunakan SPSS 23.0, dimana nilai sig.
memperoleh nilai sebesar o,oo untuk semua variabel yang membuktikan bahwa variabel bebas
(tingkat pengetahuan Physical distancing) memiliki korelasi dengan variabel terikat (periaku
prososial) dan nilai person correlation pada variabel bebas mendapatkan nilai 0,953 dan variabel
terikat mendapatkan nilai person correlation sebesar 0,953 yang menunjukan tingkat korelasi
sempurna. Dapat disimpulkan nilai yang terdapat di kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang
tergolong korelasi sempurna dan bersifat korelasi positif.
Kata kunci: Covid-19, physical distancing, perilaku prososia
PENGEMBANGAN MODUL YANG TERINTEGRASI KEISLAMAN PADA MATERI GERAK LURUS DI MTSN 4 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengembangan Modul Yang Terintegrasi Keislaman Pada Materi Gerak Lurus Di MTsN 4 Tulungagung” ini ditulis oleh Bima Ade Saputra, NIM. 12211183017, pembimbing Luqman Hakim Abbas, S.Si., M.Pd.
Kata kunci: Modul, Integrasi Keislaman, Model ADDIE, Gerak Lurus
Sistem pendidikan yang diselenggarakan di MTsN 4 Tulungagung pada masa pandemi Covid-19 sesuai dengan nilai-nilai budaya islami , akan tetapi sekolah belum melakukan pengembangan bahan ajar dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman. Berdasarkan dari analisis kebutuhan guru di MTsN 4 Tulungagung menunjukkan bahwa pihak sekolah hanya terpaku menyediakan bahan ajar fisika cetak tebal yang belum terintegrasi keislaman. Hal ini memicu penelitian dan pengembangan bahan ajar berupa modul yang terintegrasi keislaman di MTsN 4 Tulungagung.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan modul yang terintegrasi keislaman pada materi gerak lurus di MTsN 4 Tulungagung dilakukan, kevalidan modul yang terintegrasi keislaman pada materi gerak lurus di MTsN 4 Tulungagung, keterbacaan modul yang terintegrasi keislaman pada materi gerak lurus di MTsN 4 Tulungagung, dan keefektifan modul yang terintegrasi keislaman pada materi gerak lurus di MTsN 4 Tulungagung dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model model pengembangan ADDIE (Analyze, Desaign, Development, Implementation, Evaluate). Instrumen yang digunakan berupa angket analisis kebutuhan, angket lembar validasi para ahli, angket lembar keterbacaan, dan tes hasil belajar untuk mengetahui efektifitas modul yang terintegrasi keislaman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan modul yang terintegrasi keislaman pada materi gerak lurus di MTsN 4 Tulungagung dengan kriteria sangat baik. Skor rata-rata validasi modul yang telah dilakukan validator sebesar 3,34 dengan kriteria valid, skor rata-rata keterbacaan modul sebesar 3,28 dengan kriteria sangat menarik, skor keefektifan modul pada kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh nilai signifikasi (2-tailed) 0,428 ≤ 0,05, sehingga dapat disimpulkan modul yang terintegrasi keislaman yang dikembangkan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa
PENGAWASAN DINAS PERHUBUNGAN TERHADAP BECAK BERMOTOR YANG MELINTAS DI KAWASAN TERTIB LALU LINTAS BERDASARKAN PERATURAN WALIKOTA DUMAI NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG KAWASAN TERTIB LALU LINTAS KOTA DUMAI
ABSTRAK
M.Sobri Darwis Ade Saputra, (2021): Pengawasan Dinas Perhubungan Terhadap Becak Bermotor Yang Melintas Di Kawasan Tertib Lalu Lintas Berdasarkan Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Dumai
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan terhadap becak bermotor yang melintas di kawasan tertib lalu lintas, banyak nya becak bermotor yang masih melintas di Kawasan tertib lalu lintas di Kota Dumai, membuat Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan sangat dibutuhkan sesuai dengan Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas yang terdapat dalam Pasal 8 ayat 1 berbunyi “Dilarang becak dayung, becak bermotor melalui/melintasi di ruas jalan pada Kawasan Tertib Lalu Lintas”.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengawasan Dinas Perhubungan terhadap becak bermotor yang melintas di kawasan tertib lalu lintas berdasarkan Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Dumai dan apa saja faktor penghambat pengawasan Dinas Perhubungan terhadap becak bermotor yang melintas di kawasan tertib lalu lintas berdasarkan Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Dumai.
Penelitian ini ialah penelitian hukum sosiologis, yaitu melakukan penelitian di lapangan yang bertitik tolak dari data primer yang diperoleh langsung dari wawancara yaitu Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Kepala Bidang Angkutan dan Sarana, Kepala Bidang Lalu Lintas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan Pemilik Becak Bermotor, maka penulis mengambil sampel dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini merupakan penelitian yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengawasan Dinas Perhubungan Kota Dumai terhadap becak bermotor yang melintas di kawasan tertib lalu lintas berdasarkan Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Dumai masih belum berjalan dengan optimal. Hal ini dapat di lihat masih banyaknya becak bermotor yang melintas di ruas jalan pada kawasan tertib lalu lintas Kota Dumai.
Adapun faktor-faktor yang menghambat pengawasan Dinas Perhubungan terhadap becak bermotor yang melintas di kawasan tertib lalu lintas adalah, faktor komunikasi, faktor sumberdaya, faktor dana dan anggaran serta faktor pemberian sanksi terhadap pelanggar Peraturan Walikota Dumai Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tertib Lalu Lintas Kota Dumai Yang Belum Tegas.
Kata kunci : Pengawasan, Dinas Perhubungan, Becak Bermotor
- …
